Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

STRATEGI MENETAPKAN PRODUK

Diposkan oleh irfan on Friday, September 12, 2014





M. Suyanto

1.1. Strategi Pengembangan Produk Baru

Perusahaan atau organisasi daat ini sudah semakin meningkat kesadarannya atas betapa pentingnya dan bermanfaatnya pengemban­gan produk atau jasa baru. Produk yang saat ini beredar di  pasar menghadapi  akhir  tahap daur hidup produknya  dan memang  harus diganti dengan produk yang lebih baru.
Namun  produk baru pun bisa gagal total.  Selain menghadapi keberhasilan,  pembaruan  produkpun ditantang oleh resiko yang tidak  kalah besar. Kunci keberhasilan suatu pembaharuan terletak pada pengelolaan organisatoris yang lebih efektif dalam menangani gagasan  produk  baru, menyelenggarakan penelitian mendalam  dan prosedur  pengambilan keputusan pada setiap tahap proses  penge­bangan produk baru.
Proses  pengembangan  produk baru  mencakup  delapan tahap; penciptaan gagasan, penyaringan gagasan, pengembangan dan pengu­jian  konsep, pengembangan strategi pemasaran,  analisis bisnis, pengembangan produk, uji coba pemasaran dan kegiatan komersialisa­si. Tujuan masing-masing  tahap  adalah  tercapainya keputusan meneruskan atau membatalkan gagasan produk baru itu. Sudah wajarlah  bila perusahaan inign memperkecil kemungkinan bahwa  gagasan yang lemah dikembangkan dan justru gagasan bagus ditolak.
 Menghadapi munculnya produk baru, konsumen bereaksi dengan kadar  yang berbeda tergantung pada karakteristik yang ada  pada konsumennya  sendiri atau yang ada pada produk. Pengusaha  selalu berusaha  melempar  produk atau jasa barunya kepada  pengadopsi dini yang potensial, terutama mereka yang memiliki sifat  sebagai panutan.

1.2. Strategi Pengelolaan Produk Baru

Produk  merupakan  unsur pertama dan  paling  penting dalam suatu  pemasaran. Strategi produk memerlukan  berbagai keputusan yang  terkoordinasi  mengenai bauran produk, lini produk,  jenis produk dan jasa.
Setiap  produk  yang dilempar ke pasar dapat diamati dalam tiga jenjang; Inti produk adalah manfaat hakiki yang  benar-benar dibeli oleh pembeli. Wujud produk ialah ciri, gaya, mutu, merek  dan kemasan yang membentuk suatu produk. Sedangkan produk yang  disempurnakan merupakan gabungan dari wujud produk dengan berbagai  jasa  pelayanan  yang menyertainya, seperti misalnya jaminan  masa pemasangan, pemeliharaan serta penghataran  cuma-cuma.
Dalam  mengklasifikasikan produk beberapa macam  skema bisa diketengahkan. Sebagai contoh, produk dapat dikelompokkan menurut daya tahan mereka (barang tahan lama, barang tidak tahan lama dan jasa).  Barang  konsumsi  biasanya  diklasifikasikan berdasarkan kebiasaan konsumen dalam membeli (kebutuahan sehari-hari, belanjaan, barang khusus dan barang yang tidak dicari). Sementara itu barang  industri pada  umumnya dikelompokkan dari segi bagaimana peran mereka dalam proses produksi (bahan dan suku cadang, barang modal, perbekalan dan pelayanan).
Dalam  dunia  usaha,  sebagian  besar  perusahaan menangani produk  yang jenisnya lebih dari satu dan bauran produknya  memi­liki  lebar, panjang, kdalaman dan konsistensi sendiri.  Keempat dimensi dari bauran produk ini merupakan alat untuk mengembangkan strategi  produk  dari perusahaan. Berbagai lini  yang  membentuk bauran produk secara berkala perlu ditinjau kembali untuk dilihat kemungkinan  pertumbuhan  dan keuntungan yang lebih  besar.  Lini produk  yang  lebih baik seharusnya mendapat  dukungan  fasilitas yang  lebih banyak; lini lemah dapat saja dikurangi  atau  bahkan dihentikan dari peredaran, dan kini baru sebaiknya siperkenalkan agar senjang keuntungan bisa tertutup.
Setiap  lini  produk  terdiri dari  beberapa  jenis produk. Seorang  manajer  lini produk  hendaknya  mempelajari kontribusi hasil  penjualan  dan  keuntungan dari setiap  mata produk  bagi seluruh  lini produk. Selain itu harus siketahui juga  bagaimana setiap  mata  produk  ditempatkan dalam menghadapi  mata  produk pesaing.  Semua  ini memberikan informasi yang  diperlukan  dalam proses pengambilan keputusan mengenai lini produk. Masalah meren­tang  lini  produk akan menyangkut keputusan  apakah  suatu  lini tertentu   akan diperluas ke bawah, ke atas atau  ke  dua  arah. Masalah mengisi lini produk melibatkan keputusan tentang apakah suatu mata produk tertentu harus ditambahkan  pada skala lini produk   yang ada pada saat ini. Sementara ini  modernisasi lini produk akan menjawab pertanyaan tentang apakah suatu lini tertentu perlu pola baru dan apakah pola baru tersebut akan diselesaikan sebagian  demi  sebagian atau sellluruhnya sekaligus.  Keputusan mengenai ciri lain produk akan menjawab pertanyaan mengenai mata produk  mana  yang akan diberi ciri-ciri  tertentu  dalam rangka mempromosikan seluruh lini. Sedangkan keputusan untuk mengurangi lini  produk  akan melibatkan masalah  bagaimana  mengetahui dan menarik mata produk yang lemah dari peredaran.
Setiap perusahaan hendaknya mengembangkan sendiri kebijakan-kebijakannya  mengenai  merek bagi mata produk dalam lini   yang asa. Mereka harus mengambil keputusan tentang apakah produk perlu diberi merek; apakah itu merek pabrik atau merek sendiri, seberapa  tinggi  kualitas  yang harus diterapkan  pada merek;  setiap produk  diberi  nama merek tersendiri atau bersama-sama;  apakah perlu  adanya  perluasan merek pada produk-produk  baru,  apakah beberapa  merek yang saling bersaing harus dihapus; dan  perlukah diadakah penempatan kembali merek.
Produk fisik atau berwujud membutuhkan kemasan agar tercipta manfaat-manfaat  tertentu seperti misalnya perlindungan, kemuda­han, manfaat ekonomi dan promosi. Para pemasar sebaiknya mengem­bangkan suatu konsep pengemasan dan kemudian mengujinya dari segi fungsi  dan  psikologi, agar tercapai tujuan yang ingin diraih, serta  sesuai  dengan kebijaksanaan  atau  peraturan pemerintah. Disamping  itu produk fisik perlu juga label  untuk kepentingan identifikasi,penentuan jenjang, uraian penjelasan serta  promosi.Pada  umumnya  setiap undang-undang  menentapkan peraturan agar produsen mencantumkan informasi tertentu pada label tentang produk untuk kejelasan dan perlindungan konsumen.
Perusahaan apapun  harus menyusun  dan  mengembangkan jasa pelayanan pada pelanggan yang memeang diingini oleh para  pelang­gannya.  Jasa pelayanan ini juga harus efektif dalam memenangkan persaingan. Maka di sini beberapa keputusan harus diambil, seper­ti keputusan tentang jenis pelayanan pokok yang akan ditawarkan, seberapa lengkap setiap pelayanan akan disajikan, serta  bentuk dari masing-masing pelayanan tersebut. Bauran jasa pelayanan  ini dapat dikoordinasikan oleh departemen atau bagian di dalam peru­sahaan  yang  khusus menangani segala  keluhan  dan penyesuaian, masalah  kredit, pemeliharaan, bantuan teknis dan informasi bagi konsumen.
Beberapa  negara  maju, terutama Amerika  Serikat, bergerak cepat menuju struktur ekonomi jasa, sehingga setiap pemasar harus tahu lebih banyak mengenai manajemen pemasaran jasa. Yang  dimak­sud dengan jasa adalah kegiatan atau manfaat yang ditawarkan, dan yang benar-benar tidak berwujud secara fisik, serta tidak mengha­silkan kepemilikan sesuatu. Pada hakikatnya jasa memiliki  sifat-sifat  tidak  berwujud, tidak bisa dipisahkan,  berubah-ubah  dan tidak  tahan  lama. Dalam hal penerapan  dan  penggunaan  konsep-konsep pemasaran, penelitian membuktikan bahwa industri jasa jauh tertinggal di belakang industri pengolahan, walaupun  akhir-akhir ini perhatian dan minat sudah makin meningkat.

1.3. Strategi Diferensiasi Produk

   Produk merupakan bauran pemasaran yang paling mendasar. Produk tidak hanya obyek fisik tetapi merupakan seperangkat manfaat atau nilai yang dapat memuaskan kebutuhan pelanggan, baik secara fungsional maupun manfaat secara psikologis maupun sosial. Produk meliputi kualitas, keistimewaan, desain, gaya, keanekaragaman, bentuk, merek, kemasan, ukuran, pelayanan, jaminan dan pengembalian. Pemasaran dapat dibangun dari keunggulan elemen-elemen produk tersebut.

1.3.1. Kualitas

Kualitas didefinisikan oleh pelanggan. Kualitas merupakan seberapa baik sebuah produk sesuai dengan kebutuhan spesifik dari pelanggan. Kualitas meliputi kualitas kinerja, kualitas kesesuaian, daya tahan dan kehandalan. Kualitas kinerja mengacu pada tingkat di mana karakteristik produk itu beroperasi. Kualitas kesesuaian merupakan tingkat di mana semua unit yang diproduksi identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan. Daya tahan adalah suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normat dan/ atau berat. Sedangkan kehandalan merupakan ukuran suatu produk tidak akan rusak atau gagal dalam suatu periode waktu tertentu.
Jam TUDOR menampilkan kualitas jam yang hydronaut, Steel Case, Self Winding Movement, dan Waterproof sampai kedalaman 200 meter. Iklan Jam TUDOR ditunjukkan pada gambar 1.1



Gambar 1.1


1.3.2. Keistimewaan (Fitur)

   Keistimewaan merupakan karakteristik yang melengkapi fungsi dasar produk. Menjadi yang pertama memperkenalkan keistimewaan baru merupakan cara bersaing yang sangat efektif. Iklan Indosat 3.5G Broadband (Gambar 1.2) ini menampilkan keistimewaan menggunakan layanan akses internet hingga 18 Mbps yang pertama di Indonesia.

Gambar 1.2



1.3.3. Desain

   Desain merupakan totalitas keistimewaan yang mempengaruhi cara penampilan dan fungsi suatu produk dalam hal kebutuhan pelanggan. Iklan Kijang Inova menampilkan desain yang menawan, ditunjukkan pada gambar 1.3. Demikian pula iklan ”Series Campaign” dari Infinity menampilkan desain yang manis.  Iklan Outdoor kreasi TBWA dengan judul ”No Cream. Mo Sugar” dan “Pure”, tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.4 Gambar 4.5.

Gambar 1.3.


Gambar 1.4.


Gambar 1.5.



1.3.4. Gaya

Gaya menggambarkan penampilan dan perasaan itu bagi pelanggan. Honda Revo menggunakan gaya untuk menampilkan iklannya. Iklan Honda Revo tersebut, ditunjukkan pada Gambar 1.6. Demikian pula Chevrolet Captiva menampilkan mobil dengan gaya petualangan keluarga. Iklan Chevrolet Captiva tersebut ditunjukkan pada Gambar 1.7.


Gambar 1.6.


Gambar 1.6


1.3.5. Kemasan

Produk fisik atau berwujud membutuhkan kemasan agar tercipta manfaat-manfaat tertentu seperti misalnya perlindungan, kemuda­han, manfaat ekonomi dan promosi. Para pemasar sebaiknya mengem­bangkan suatu konsep pengemasan dan kemudian mengujinya dari segi fungsi dan psikologi, agar tercapai tujuan yang ingin diraih, serta sesuai dengan kebijaksanaan atau peraturan pemerintah. Kemasan harus menarik perhatian, karena kemasan menggambarkan citra merek.
Kemasan harus dapat memberikan informasi struktur produk, manfaat, dan informasi tambahan, sehingga mendorong konsumen untuk mencoba membeli, mendorong untuk membeli ulang dan menyediakan cara pemakaian produk. Pembentukan kemasan yang baik harus memiliki empat keistimewaan. Untuk mengevaluasi empat keistiwewaan kemasan kemasan tersebut dapat digunakan model VIEW (Visibility, Information, Emotional appeal, Workability).
Visbilitas (Visibility) terkait dengan kemampuan untuk menarik perhatian, misalnya warna cerah, ukuran, grafik dan bentuk yang baru, seperti kemasan Bodrex berwarna merah mencolok, sedikit warna hitam dengan tulisan bodrex berwarna putih dan Meringankan sakit kepala dan sakit gigi berwarna hitam. Kemasannya ditunjukkan pada Gambar 1.8.


Gambar 1.8.


Informasi (Information) berhubungan dengan intruksi pemanfaatan produk, berbagai keunggulan, slogan-slogan, serta informasi tambahan yang dituliskan pada kemasan. Kemasan Mie Sedaap Instant produksi dari Wing’s yang Mantap Kari Ayamnya, memuat cara penyajian dan memuat slogan ”Jelas Terasa Sedaapnya”,  Iklannya Mie Sedaap tersebut ditunjukkan pada Gambar 1.9.



Gambar 1.9.


     Kemasan juga harus mempunyai daya tarik emosional (elegan, prestis, keceriaan, lucu, nostalgia, menarik dan sebagainya)  seperti yang dilakukan oleh Pond’s, sebuah kemasan yang membuat Pond’s age miracle menjadi lebih menarik secara emosional. Iklan Pond’s tersebut, ditunjukkan pada Gambar 1.10. 



Gambar 1.10.


Kemampuan kerja harus mampu ditampilkan oleh kemasan. Kemampuan kerja dapat berupa, kemampuan melindungi isi produk, kemudahan penyimpanan, kemundahan menggunakan produk, melindungi dari kerusakan dan ramah lingkungan. Kemasan Frisian Flag menampilkan kinerja yang mampu memuat susu segar yang lebih besar, yaitu 800 ml. Kemasan Frisian Flag mempunyai kemampuan untuk melindungi isi produk dalam jangka yang relatif lama, mudah disimpan dan mudah digunakan. Kemasan Frisian Flag juga mampu melindungi dari kerusakan dan ramah lingkungan  Iklan Frisian Flag ditunjukkan pada Gambar 1.11.


Gambar 1.11

Disamping itu produk fisik perlu juga label untuk kepentingan identifikasi, penentuan jenjang, uraian penjelasan serta promosi. Pada umumnya setiap undang-undang menentapkan peraturan agar produsen mencatumkan informasi tertentu pada label tentang produk untuk kejelasan dan perlindungan konsumen.



1.3.6. Pelayanan

Perusahaan apapun harus menyusun dan mengembangkan jasa pelayanan pada pelanggan yang memang diingini oleh para pelang­gannya. Jasa pelayanan ini juga harus efektif dalam memenangkan persaingan. Maka di sini beberapa keputusan harus diambil, seper­ti keputusan tentang jenis pelayanan pokok yang akan ditawarkan, seberapa lengkap setiap pelayanan akan disajikan, serta bentuk dari masing-masing pelayanan tersebut.
Kunci keberhasilan dalam persaingan sering terletak pada penambahan pelayanan yang menambah nilai dan meningkatkan kualitasnya. Pembeda pelayanan utama adalah kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, pelatihan pelanggan, keluhan dan penyesuaian, masalah kredit, pemeliharaan, bantuan teknis dan informasi bagi konsumen.
Hal ini juga didukung oleh survei dari US News and World Report, bahwa pelanggan pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, 69% disebabkan oleh karena tidak dilayani oleh karyawannya dengan baik. Produk yang tidak sesuai hanya menempatan urutan kedua, yaitu 12 % dan harga hanya 10 % serta lokasi hanya 9 %.

”Allah mengasihi orang yang mudah dalam penjualan, pembelian, pelunasan dan penagihan. Barang siapa memberi penangguhan kepada orang yang dalam kesusahan (untuk membayar hutang) atau membebaskannya, maka Allah akan menghisabnya dengan penghisaban yang ringan. Barang siapa menerima kembali pembelian dari orang-orang yang menyesali pembeliannya, niscaya Allah membatalkan (menghapus) kesalahannya pada hari kiamat.” sabda Rasulullah SAW.

Garuda Indonesia merupakan perusahaan yang berusaha meningkatkan pelayanan dengan e-travel, yang meliputi e-payment, e-asy booking, e-ticket, e-asy check in dan  e-njoy flight. Iklan Garuda Indonesia tersebut ditunjukkan pada Gambar  1.12.  Adira Finance dan Federal International Finance (FIF) sebagai Top Brand kategori pembiayaan sepeda motor menggunakan pelayanan sebagai keunggulan bersaingnya, bukan strategi harga murah. Adira Finance sukses dengan kemampuan membangun jaringan yang luas, memiliki 240 cabang yang melayani lebih dari 1,5 juta pelanggan, melayani dengan baik melalui kemudahan, keamanan dan menguntungkan serta didukung dengan teknologi informasi. Sedangkan Federal International Finance selain membangun jaringan yang luas (130 cabang dan 250 cabang pembantu), melakukan proses pelayanan mulai dari pengajuan kredit sampai persetujuan kredit prosesnya hanya 170 menit. Pelayanan lainnya adalah kemudahan pembayaran pelanggan yang jauh dari kantor cabang dapat melalui kantor pos dan pembayaran angsuran dapat melalui ATM atau melalui diler yang terdekat dengan pelanggan. Iklan Federal International Finance ditunjukkan pada Gambar 1.13.



Gambar 1.12.


Gambar 1.13.


1.4. Strategi Pengelolaan Jasa

Sektor jasa di seluruh dunia mengalami perubahan yang revolusioner. Jasa keuangan, jasa penerbangan, jasa telekomunikasi dan jasa teknologi informasi diperkirakan akan berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan yang paling pesat adalah jasa telekomunikasi dan teknologi informasi. Dengan perkembangan tersebut para pemasar perlu mengetahui lebih jauh tentang pemasaran produk-produk  jasa. Jasa adalah kegiatan atau manfaat  (benefits) yang  dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak  lainnya  dan yang  pada dasarnya tidak berwujud serta tidak menimbulkan  kepe­milikan akan sesuatu.
 Jasa adalah hal yang tidak berwujud,  tidak dapat dipisahkan,  bervariasi dan tidak bertahan  lama.  Masing-masing karakteristik ini menimbulkan permasalahan sendiri-sendiri dan memerlukan strategi sendiri. Para pemasar harus menvari jalan keluarnya  agar produk tak berwujud ini menjadi  berwujud; untuk meningkatkan produktivitas pemberi jasa yang tidak dapat dipisah­kan  dari produk  itu sendiri; untuk  menstandarkan  mutu dalam menghadapi variabilitas  dan  untuk  mempengaruhi perkembangan permintaan serta  menyediakan kapasitas yang  lebih baik  dalam menghadapi karakteristik "tidak bertahan lama" yang melekat pada jasa itu.
Industri jasa pada umumnya ketinggalan dari  produ­sen dalam menghadapi dan menggunakan  konsep-konsep  pemasaran. Akan tetapi, kini keadaan itu telah berubah. Strategi  pemasaran jasa bukan  hanya  memerlukan pemasaran  eksternal  tetapi  juga pemasaran  ininternal  guna memotivasi karyawan  serta pemasaran interaktif  guna menciptakan keterampilan-keterampilan pada pem­beri jasa. Konsumen akan menggunakan kriteria-kriteria teknis dan fungsional  untuk menilai mutu jasa. Untuk mencapai keberhasilan dalam  pemasaran jasa ini, produsen harus menciptakan  kekhususan kompetitif, menawarkan mutu jasa yang tinggi dan mencari  pemecahan untuk meningkatkan produktivitas jasa.
Bahkan  perusahaan yang menjual produk pun harus memberikan dan  mengelola jasa pelayanan ini bagi para konsumennya.  Sesung­guhnya, jasa pelayanan tadi memainkan peranan yang lebih  penting daripada  produk dalam memenangkan persaingan.  Bauran  pelayanan mencakup pelayanan pra-penjualan seperti misalnya nasihat  teknis dan  ketepatan  pengantaran, maupun  pelayanan  purna-penjualan, seperti  misalnya pemeliharaan  dan  pelatihan  karyawan  dengan segera.  Pemasar harus mengambil keputusan mengenai bauran,  mutu dan  sumber berbagai pelayanan pendukung  produk  sesuai  dengan kebutuhan konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Alsem, Karl Jan. 2007. Strategic Marketing : An Applied Perspective. New York : McGraw-Hill.
Arens, William F. 2002. Contemporary Advertising. New York : McGraw-Hill
Bearden, W.O., Ingram, T. N. and LaForge, R. W. 2007. Marketing : Principles and Perspectives. Fifth Edition. New York : McGraw-Hill.
Cateora, Philip R. and Graham, John L. 2002. International Marketing, Eleventh Edition. New York : McGraw-Hill
Cravens, David W. and Piercy, Nigel F. 2006. Strategic Marketing. Eighth Edition. New York : McGraw-Hill
Cristine Y. Chen. 2002. The Wold’s Most Admired Companies 2002. March 11. Fortune.
David Martin, Marc Ryan. 2002. Fortune 500 Companies Grow
     Fonder of Internet Advertising. Jupiter Media Metrix
David Miller. 1996. Web Multimedia Development. New Riders..
Dooly, Michael. 1992. Kicking Up A Little Dust: Print, September.
Seventh Edition. New York : McGraw-Hill
Dwyer, F. Robert and Tanner, John F. 2006. Business Marketing : Connecting Strategy, Relationship and Learning. Third Edition. New York : McGraw-Hill.
Elliot, Stuart. 1996. Big, Bold, Outside and in Fashion. The New
     York time, 11 Juli, C1.
Elsom Cook. 2001. Principles of Interactive Multimedia. New York : McGrawHill.
England, E. and Finney. A. 2002. Managing Multimedia : Project
     Management for Web and Convergent Media. Addison Wesley
     Publishers.
Etzel, M. J., Walker, B. J. and Stanton, W. J. 2007. Marketing. Fourteenth Edition. New York : McGraw-Hill.
Ferrell, O.C. and Hartline, Michael D. 2005. Marketing Strategy. Fourth Edition.  Natorp Boulevard Mason : Thomson South-Western.
Fisher, Christy. 1995. King of Road : American Demographics. Agustus, hal.55
Friedman, Mildred,. 1989. Graphic Design In America : A Visual
     History. Mineapolis, MN, Walker Art Center and New York,
     Harry N. Abrams.
Fred T. Hofstetter. 2001. Multimedia Literacy. Third Edition.
     McGrawHill
Goldfarb, Roz. 1997. Careers by Design : A Headhunter’s Secrets
     for Succes and Survival in Graphic Design. New York, Allworth.
George E. Belch, Michael A. Belch. 2004. Advertising and
     Promotion : An Integrated Marketing Communications
     Perspective, Fourth Edition.  New York : McGraw-Hill
Goldman, Kevin. 1994. Spending On Billboards Is Rising: Video
    Tool Makes Buying Easier. Wall Street Journal, 27 Juni. B6.
Gonnella, Rose, Anderson, Landa. 2000. Creative Jolt Inspirations.
     Cincinnati, OH, North Light Books.
Grover, Ronald. 1998. Billboard Aren’t Boring Anymore. Business
  Week 21 September, hal. 88-89
Heller, Steven. 1993. Graphic Design, New York, Rockport,
     Allworth Press
Holland, Bierut, Drenttel. 1993. Graphic Design : America, New
     York, Rockport, Allworth Press
Jeff Foster. 1997. Photoshop Web Magic. Hayden Books.
Johansson, Johny K. 2006. Global Marketing : Foreign Entry, Local Marketing & Global Management. Fourth Edition.  New York : McGraw-Hill
Keegan, Warren J. And Green, Mark S. 2000. Global Marketing. Second Edition. New Jersey : Printice-Hall.
Keyes, J. 1990. Multimedia Offers Managers Multiple Business
     Solutions. Computer World.
Kotler, Philip and Keller, Kevin Lane. 2006. Marketing Management. 12th Edition. New Jersey : Pearson Education.
Labuz, Ronald. 1991. Contemporary Graphic Design, New York, Van Nostrand Reinhold
Landa, Robin, 1998. Thinking Creatively, Cincinnati, North Light
     Books.
Landa, Robin, 2001. Graphic Design Solutios, Cincinnati, North
     Light Books
Majalah Marketing. 2004. Majalah Pemasaran dan Penjualan, No.1-12. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2005. Inspiring The Leadership, No.1-12. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2006. Inspiring The Leadership, No.1-12. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2007. Inspiring The Leadership, No.1-8. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2007. Top Brand 2000-2007, Edisi Khusus No.1. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2007. 10 Karakter Unik Konsumen Indonesia, Edisi Khusus. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Swa Sembada. 2004.  No.1-24. Jakarta: Yayasan Sembada Swakarya.
Majalah Swa Sembada. 2005.  No.1-24. Jakarta: Yayasan Sembada Swakarya.
Majalah Swa Sembada. 2006.  No.1-24. Jakarta: Yayasan Sembada Swakarya.
Majalah Swa Sembada. 2007.  No.1-15. Jakarta: Yayasan Sembada Swakarya.
Meggs, Philip B. 1983. A History of Graphic Design. New York,
     Van Nostrand Reinhold
Michael E. Porter, 1985. Competitive Advantages. Free Press.
Miller, Cyndee. 1995. Outdoor Gets a Makeover. Marketing News,
     10 April, hal. 26.
Nichols, John. 1995. Outdoor New York Tops Ideas, Gannetteer,
      September, hal.8
Nielson, J. 1995. Multimedia and Hypertext : The Internet and
     Beyond. New York. Harcourt Braco.
Neubourne, Ellen. 2000. Road Show : The New Face of Billboards.
     Business Week, 8 Mei hal.75
OAAA. 2005. Introduce Yourself to Outdoor Advertising. OAAA.
     New York
OAAA. 2000. Creating Award Winning Outdoor. OAAA. New
York
Peter, J. Paul and Donnelly, James H. 2006. A Preface to Marketing Management.Tenth Edition. New York:McGraw-Hill
Richardson, Margaret. 1993. Best Selling Design : Book Jackets andCovers, Three Case Study, U&lc, Vol.20, No.2, Summer / Fall
Robert Levering, Milton Moskowitz. 2002. The 100 Best Companies To Work For .  March 11. Fortune
Ries, Al dan Jack Trout. 2001. Positioning : The Battle for Your 
     Mind. New York : McGraw-Hill.
Ries, Al and Jack Trout. 1993. The 22 Immutable Laws of
     Marketing, New York, Harper Business.  
Robisn Landa. 2001. Graphic Design Solutions. Second Edition.
     OnwordPress-Thomson Learning
Richard Raysman & Jeffrey D. Neuburger. 2003. Multi-media
     Publishing:  Legal Issues To Consider. Published in MusiCopyright Intelligence
Shamms Moprtier. 2001. Flash 5 : Weekend Crash
Shimp,Terence A. 2000. Advertising and Promotion : Supplemental Aspects of Integrated Marketing Communications, Fifth Edition. The  Dryden Press
Sloane, A. 1996. Multimedia Communication. . New York : McGraw-Hill Publishing.
Suyanto, M.. 2007. Strategic Management : The Most Admired Companies. Andi Yogyakarta
Suyanto, M.. 2005. Strategi Periklanan Televisi Perusahaan Top
       Dunia. Andi Yogyakarta
Suyanto, M.. 2003. Aplikasi Desain Grafis untuk Periklanan. Andi
       Yogyakarta
Suyanto, M.. 2003. Strategi Periklanan pada E-Commerce
       Perusahaan Top Dunia. Andi Yogyakarta
Suyanto, M. 2003. Multimedia alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing, Andi Yogyakarta
Suyanto, M.. 2002. Strategi Pemasaran Global Berbasis Internet.
     Jurnal DASI Vol. III No. 1. AMIKOM Yogyakarta.
Suyanto, M.. 2002. Evaluasi Efektivitas Periklanan Berbasis
     Internet. Jurnal DASI Vol. III. No. 2. AMIKOM Yogyakarta
Suyanto, M.. 2001. Manajemen Periklanan.
     Jurnal DASI Vol. II No. 4. Desember. AMIKOM Yogyakarta
The Editors of PC Magazine. 2002. Top 100 Undiscovered Web Sites. PC Magazine
The Editors of PC Magazine. 2002. The Best Product for 2002. PC
     Magazine
The Editors of PC Magazine. 2002. The Eighteenth Annual Awards
     for Technical Excellence. PC Magazine.
Thomas J. Kueglen, Jr. 2000. Web Advertising and Marketing :
     Make The Web Work for You. Third Edition. A Devision of      Prima Publishing
Thomas Russel, W. Ronald Lane. 1999. Kleppner’s Advertising
     Procedure, Fourteenth Edition. Prentice-Hall
Walker, O. C., Mullins, J. W., Boyd, H. W. and Larreche, J. L. 2006. Marketing Strategy. Fifth Edition.  New York : McGraw-Hill
Ward Hanson. 2000. Principles of Internet Marketing. South
     Western College Publishing.
White, Roderick. 2005. Best Practice – Outdoor Advertising : Solus or Support ?. Admap. Mei. Hal.12-14.
Williams, Roy H. 2003. Outdoor Ads That Get Results. Sales &
     Marketing. 4 Agustus.
Wong, Wucius, Benjamin, 1994. Visual Design on the Computer.
     New York, Design Books
WWW.CAKRAM.CO.ID
Yin, Sandra. 2002. Counting Eyes On Billboards. American
     Demographic. Desember








{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers