Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

BAHAYA NAVIGASI SEBABKAN KECELAKAAN DI PELAYARAN

Diposkan oleh irfan on Tuesday, June 10, 2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki luas perairan sekitar 5,8 juta km atau dengan kata lain memuat 1,3 % dari luas perairan dunia. begitu luas perairan yang dimiliki membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi alur pelayaran Internasional. Maka dari itu Indonesia merupakan salah satu jalur transportasi laut Internasional yang banyak dilewati oleh kapal dari berbagai negara di dunia. Selain itu, Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau dari sabang sampai merauke, sehingga salah satu alat transportasi yang penting adalah transportasi laut yaitu kapal.  Seiring perkembangan industri dan kebutuhan akan transportasi khususnya transportasi laut baik domestik maupun Internasional di Indonesia semakin meningkat, maka tidak dapat dipungkiri semakin banyak jumlah kapal yang berpoperasi di wilayah Indonesia.
Dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara yang lalu lintas lautnya padat maka tidak dipungkiri sering terjadi kasus kecelakaan laut dengan berbagai sebab. Tingginya angka kecelakaan dialur pelayaran Indonesia membuat banyak kalangan mempertanyakan penyebab dari naiknya tingkat kecelakaan yang ada di Indonesia tiap tahunnya. Banyak kalangan yang masih belum faham tentang penyebab-penyebab kecelakaan yang terjadi dialur pelayaran sehingga untuk mengatasi permasalah tersebut masih belum bisa dilakukan bahkan prosesnya lama.



1.2 Maksud dan Tujuan
Keamanan dan Keselamatan Pelayaran merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kelancaran transportasi laut dan mencegah terjadinya kecelakaan dimana penetapan alur pelayaran dimaksudkan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran melalui pemberian koridor bagi kapal-kapal berlayar melintasi perairan yang diikuti dengan penandaan bagi bahaya kenavigasian. Penyelenggaraan alur pelayaran yang meliputi kegiatan program, penataan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaannya ditujukan untuk mampu memberikan pelayanan dan arahan kepada para pihak pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan kapasitas dan kemampuan alur dikaitkan dengan bobot kapal yang akan melalui alur tersebut agar dapat berlayar dengan aman, lancar dan nyaman.
Tujuan penjelasan tentang keselamatan pelayaran disamping menegaskan konsekwensi untuk menindak lanjuti hasil konvensi IMO terhadap Pemerintah tentang keselamatan pelayaran sekaligus mensosialisaikan tentang tugas dan peran Direktorat Kenavigasian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dimaksudkan juga untuk memberikan masukan bagi upaya mencari solusi kedepan yang diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang timbul.
Keselamatan maritim merupakan suatu keadaan yang menjamin keselamatan berbagai kegiatan dilaut termasuk kegiatan pelayaran, eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam dan hayati serta pelestarian lingkungan hidup. Untuk itu diperlukan tata kelautan dan penegakkan hukum dilaut dalam menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban dan perlindungan lingkungan laut agar tetap bersih dan lestari guna menunjang kelancaran lalu lintas pelayaran. Konsep kriteria dan pengaturan di bidang kelautan mempunyai implikasi yang luas dan harus dipertimbangkan dalam pemanfaatan ruang laut Nasional.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1      NAVIGASI
Navigasi adalah proses perencanaan, pencatatan, pengontrolan dan berlayarkan kapal dari satu tempat ke tempat lainnya. Metode-metode mendasar dari navigasi laut secara ringkas dijelaskan sebagai berikut:
·         Menduga Posisi: system navigasi yang memperhitungkan kecepatan, waktu bertolak dan waktu tiba di titik yang berdeda, dan haluan kapal dari suatu posisi yang diketahui. Tenggang waktu umumnya berdasarkan rute dan kecepatan di atas air, meskipun ekspresi tersebut bisa juga berkenaan dengan posisi yang ditetapkan oleh rute dan perkiraan kecepatan yang dianggap layak di atas permukaan tanah, dengan memperhitungkan pengaruh lainnya seperti arus dan angin.
·         Menyusur Daratan (pilotage): system navigasi di mana posisi kapal atau garis relativenya terhadap titik geografi atau sarana bantu navigasinya diamati dan dihitung secara terus-menerus, dan ada kalanya ketinggian kapal dan kedalaman laut harus diamati secara lebih cermat.
·         Navigasi Permukaan Bumi: system navigasi yang menggunakan informasi yang diperoleh melalui sarana bantu navigasi di permukaan bumi.
·         Navigasi Benda Angkasa dan Astronomical: Sistem navigasi yang menggunakan informasi yang diperoleh dari benda-benda angkasa (misalnya: matahari, bulan, planet dan bintang-bintang).
·         Navigasi Satelit: menggunakan sinyal radio dari satelit-satelit yang mengorbit atau satelit bumi yang memberi panduan mengenai posisi suatu benda (misalnya GPS. GLONASS).

2.2      ALAT NAVIGASI dan ALAT KOMUNIKASI
2.2.1        Radar
Pengertian Radar (yang dalam bahasa Inggris merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging) adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda seperti kapal, pesawat terbang atau berbagai kendaraan bermotor dan informasi cuaca (hujan).
2.2.2       

echo3.jpegEcho Sounder
Sebuah echosounder ilmiah adalah perangkat yang menggunakan teknologi SONAR untuk pengukuran bawah air fisik dan biologis komponen-perangkat ini juga dikenal sebagai SONAR ilmiah. Aplikasi termasuk batimetri, klasifikasi substrat, studi vegetasi air, ikan, plankton, dan diferensiasi massa air.
2.2.3        GPS (Global Positioning System)
gps3.jpgAdalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak, kecepatan, arah, dan waktu.
2.2.4         ais4.jpegAIS (Automatic Identification System)
Adalah sistem pelacakan kapal jarak pendek, digunakan pada kapal dan Stasiun Pantai untuk mengidentifikasi dan melacak kapal. International Maritime Organization ( IMO ) sudah membuat  suatu aturan yaitu Regulation 19 of SOLAS Chapter V yang berisi tentang pemasangan AIS dimana  kapal-kapal diwajibkan untuk memasang perangkat AIS transponder terutama pada kapal penumpang, kapal tangker dan kapal berukuran 300 Gross Tonnage keatas. AIS juga wajib menyediakan data identitas kapal, jenis kapal, posisi, tujuan, kecepatan, dan informasi berhubungan dengan keselamatan pelayaran.
2.2.5        ECDIS (Electronic Chart Display and Information System)
ecdis2.jpegSeperti kepanjangannya yaitu Electronic Chart Display and information System, atau sistim informasi dan tampilan peta elektronik, maka ECDIS adalah sistim navigasi dengan mengandalkan tampilan peta secara electronik yang dihubungkan dengan berbagai peralatan navigasi lainnya di anjungan seperti Global Positioning System (GPS), kemudi kapal, Radar, AIS, dan sistim manajemen keselamatan (SMS), serta peralatan navigasi lain di anjungan, yang secara keseluruhan adalah untuk merencanakan pelayaran, memonitor posisi kapal selama pelayaran sehingga kapal berlayar dengan aman dan selamat yang lebih efisient dibanding dengan sistim konvensional sebelumnya.
2.2.6        Peta 
1546606_39a.jpgMerupakan perlengkapan utama dalam pelayaran penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan dengan perbandingan atau skala tertentu atau dengan kata lain representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi.
2.2.7        Kompas 
kompasd..jpgAdalah alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.
2.2.8     Lampu Navigasi / Navigation light
Lampu navigasi dipasang dikapal sesuai dengan peraturan Colreg (collision regulation 1972) dan dinyalakan pada cuaca gelap untuk mengetahui arah kapal dan jenis kapal.
2.2.9     Perlengkapan Radio / Radio Equipment
Sesuai dengan peraturan SOLAS 1974 seluruh kapal harus dilengkapi dengan perlengkapan Radio, yaitu radio telephony (untuk kapal dibawah 300 grt) sedangkan untuk kapal GRT 300 keatas harus dilengkapi dengan sistim radio GMDSS (Global Marine Distres Signal Systim) dengan peralatan terdiri sbb :
1.    Radio telephony lengkap dengan sistim antena yang dapat menerima dan memancarkan freq. 2182 kHz, dan memiliki sumber tenaga batteray.
2.    VHF radiotelephone, merupakan perlengkapan radio type tetap
3.    Two way VHF radiotelephone, merupakan perlengkapan radio type genggam tahan cuaca/air.
GMDSS
Sesuai dengan peraturan International SOLAS 1974 chapter IV, seluruh kapal dengan GRT 300 keatas harus dilengkapi dengan peralatan GMDSS. GMDSS merupakan perangkat lengkap instalasi radio yang terpadu yang dilengkapi dengan sistim Distress. Kelengkapan radio GMDSS dikapal disesuaikan juga dengan Area pelayaran kapal.

2.2.10  Peralatan Navigasi lainnya / Other Safety Navigation
Di kapal masih ada peralatan Navigasi lainnya :
1.    Lampu isyarat siang hari / daylight signalling lamp (Lampu ini digunakan untuk pemberian isyarat morse pada siang hari, lampu ini juga disebut Aldist lamp. Tenaga lampu ini menggunakan arus DC .)
2.    Bel / forecastle bell, digunakan sebagai peringatan keadaan bahaya atau digunakan sebagai tanda pergantian waktu jaga di anjungan .
3.    Gong, mempunyai fungsi yang sama dengan bel
4.    Suling kapal/suling kabut / ship whistle/fog horn digunakan untuk isyarat bunyi pada saat kabut .
5.    Bola jangkar dan kerucut / Black ball and black diamond shape, digunakan untuk tanda bahwa kapal pada posisi lego jangkar (kerucut untuk kapal ikan)
6.    Engine telegraph, telepon internal dan sistim pengeras suara

2.3      P2TL (PERATURAN PENCEGAHAN TUBRUKAN di LAUT)
P2TL adalah Kumpulan dari aturan-aturan yang telah di tetapkan badan pelayaran dunia yaitu IMO yang mengatur tentang Alur pelayaran kapal dan untuk melakukan pencegahan tubrukan kapal di laut. Ada 38 aturan dalam P2TL, intinya adalah Nahkoda bisa menyimpang dari aturan P2TL  bila mana ada atau timbul bahaya2 yg mendadak demi keselamatan navigasi. Dalam bernavigasi harusnya seorang pelaut memahami atau mengerti apa yang dimaksud dengan P2TL, walaupun tidak menghafal P2TL dengan membaca dan memahami maka akan menjadikan pengetahuan dan meminimalisir bahaya navigasi di pelayaran.
2.4      DINAS JAGA
Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh awak kapal adalah tugas jaga dan yang dimaksud adalah tugas bagi awak kapal yang ditunjuk untuk secara bergilir pada jam-jam yang sudah ditentukan.
Perwira berbeda dengan rating, perwira sudah ditentukan sesuai sijil perwira di atas kapal, sedangkan rating ditentukan oleh perwira di atas kapal. Oleh karena itu, setiap rating yang bertugas jaga harus siap melaksanakan tugas jaga jam berapapun dia ditugaskan, dan pekerjaan apapun pada jam-jam tersebut, harus bisa dilakukan oleh yang bertugas.
Pengaturan dinas jaga laut di kapal dilaksanakan sebagai berikut :
·         Jam 00.00 – 04.00 Jaga larut malam (Dog Watch) -Mualim II
·         Jam 04.00 – 08.00 Jaga dini hari (Morning Watch) -Mualaim I dan IV
·         Jam 08.00 – 12.00 Jam jaga pagi hari (Forenoon Watch) -Mualim III
·         Jam 12.00 – 16.00 Jam jaga siang hari (Afternoon Watch) -Mualim II
·         Jam 16.00 – 20.00 Jam jaga sore hari (Evening Watch) -Mualim I dan IV
·         Jam 20.00 – 24.00 Jam jaga malam hari (Night Watch) -Mualim III
Kecuali diatur oleh Nakhoda, maka penjagaan biasanya dilakukan seperti tertera pada daftar di atas. Pertukaran jaga dilakukan dengan menyerah terimakan jaga dari perwira jaga lama kepada penggantinya. Perwira jaga baru akan di bangunkan 1/2 jam sebelumnya. Setelah berada di anjungan harus melihat haluan kapal, lampu suar perintah Nakhoda, membiasakan diri dengan situasi yang ada.
Sebagai Catatan, Mualim jaga setelah selesai jaganya harus meronda kapal, terutama pada malam hari misalnya pemeriksaan peranginan palka, kran – kran air, cerobong asap, lashingan muatan.
Selain itu sesuai dengan aturan 5 P2TL tiap kapal harus senantiasa melakukan pengamatan yang cermat, baik dengan penglihatan dan pendengaran maupun dengan semua sarana yang tersedia sesuai dengan keadaan dan suasana sebagaimana lazimnya, sehingga dapat membuat penilaian yang layak terhadap situasi dan bahaya tubrukan.
Hal – hal yang diperlukan dalam dinas jaga adalah :
·         Menjaga kewaspadaan secara terus menerus dengan penglihatan, pendengaran dan dengan sarana lain yang ada, sehubungan dengan setiap perubahan penting dalam hal suasana pengopersian
·         Memperhatikan sepenuhnya situasi-situasi dan resiko-resiko tubrukan, kandas dan bahaya navigasi lain.
·         Mendeteksi kapal-kapal yang sedang berada dalam bahaya, orang-orang yang mengalami kecelakaan kapal, kerangka kapal, serta bahaya-bahaya lain yang mengancam navigasi.

2.5      BAHAYA NAVIGASI
2.5.1        Standard Ketelitian Navigasi harus sesuai dengan standard yang telah ditetapkan IMO. Resolusi IMO No.A.529(13), pada Bulan Nopember 1983 menetapkan standard ketepatan untuk navigasi laut. Resolusi tersebut menyatakan bahwa:
·         Persyaratan-persyaratan ketelitian tergantung pada berbagai factor seperti kecepatan kapal dan jarak terdekat dari bahaya-bahaya navigasi.
·         “Tahap-tahap dari suatu pelayaran dapat dibagi menjadi:
ü  Tahap memasuki dan mendekati pelabuhan serta perairan dengan ruang olah gerak terbatas, dan; ü  Perairan-perairan tertentu lainnya.
2.5.2        Aturan International Keselamatan Pelayaran, yaitu :
·         International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS) 1974.
·         International Convention on Standards of Training, Certification dan Watchkeeping for Seafarers, tahun 1978 diubah pada tahun 1995 dan terakhir diubah pada tahun 2010 (STCW 2010 Amandemen MANILA)
·         International Convention on Maritime Search and Rescue, 1979.
·         International Aeronautical and Maritime Search and Rescue Manual (IAMSAR) dalam 3 jilid
2.5.3        Penyebab Kecelakaan Pelayaran
-       Faktor Manusia, Faktor manusia merupakan faktor yang paling besar yang antara lain meliputi:
·         Kecerobohan di dalam menjalankan kapal,
·         kekurang mampuan awak kapal dalam menguasai berbagai permasalahan yang mungkin timbul dalam operasional kapal,
·         secara sadar memuat kapal secara berlebihan
-       Faktor Teknis, Faktor teknis biasanya terkait dengan kekurang cermatan di dalam desain kapal, penelantaran perawatan kapal sehingga mengakibatkan kerusakan kapal atau bagian-bagian kapal yang menyebabkan kapal mengalami kecelakaan
-       Faktor Alam, Faktur cuaca buruk merupakan permasalahan yang seringkali dianggap sebagai penyebab utama dalam kecelakaan laut. Permasalahan yang biasanya dialami adalah badai, gelombang yang tinggi yang dipengaruhi oleh musim/badai, arus yang besar, kabut yang mengakibatkan jarak pandang yang terbatas.

2.5.4        Beberapa Contoh Kecelakaan di Laut

KORSEL TERBALIK.jpg
KORSEL BALIK 2.jpeg

Feri besar (SEWOL)dari Pelabuhan Incheon menuju Pulau Jeju tenggelam di tengah laut pada Rabu 16 April 2014 pagi waktu setempat, Korea Selatan.

 
KAPSAL6.PNG
KAPAL 3.PNG
 












































Costa Concordia karam menabrak karang di dekat Kepulauan Giglio pada 13 Januari 2012. Kapal roboh dan setengah karam, menyebabkan 32 orang meninggal dunia.
Kapten Francesco Schettino mengatakan kepada hakim di kota Grosseto bahwa juru mudi tak mengindahkan perintahnya agar kecepatan kapal dikurangi. Kapten kapal ini berpendapat Kecelakaan disebabkan oleh kesalahan dan keterlambatan respons dari juru mudi.

 
 











BAB III
PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
















DAFTAR PUSTAKA

-       Lecture Notes "Sistem dan Perlengkapan Kapal"
-       SOLAS 1974 dan COLREG 1972
-       Sistim dan Perlengkapan Kapal – soekarsono NA Bureau Veritas Rules and Regulation navalport
-       Kompas.com
-       http://disnavbjm.wordpress.com/referensi/navigasi/
http://m.liputan6.com/news/read/2039235/tenggelamnya-kapal-sewol#sthash.ZvMp3eDd.dpuf


{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers