Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Masalah pokok yang sering dihadapi oleh mayoritas guru

Diposkan oleh irfan on Wednesday, June 29, 2011


BAB I
PENDAHULUAN

Masalah pokok yang sering dihadapi oleh mayoritas guru dalam pembelajaran adalah kurangnya ninat dan motivasi siswa untuk belajar,hal ini terjadi karena siswa cenderung membiasaklan datang, duduk, diam dan dengar   ( D4). Kondisi ini makin parah apabila guru terbiasa menjadikan siswanya sebagai pendengar yang baik, karena pembelajarannya berpusat pada guru, bukan berpusat pada siswa
Belakangan ini mulai ada kecendrungan kembali pada suatu pemikiran, bahwa siswa akan belajar lebih lebih baik, jika lingkungan pembelajaran diciptakan secara alamiyah. Belajar akan lebih bermakna jika siswa “mengalami” apa yang dipelajari, bukan “mengelabuhinya”
Pembelajaran yang bisa teraplikasikan dalam kehidupan keseharian siswa adalah filosofi belajar yang menekankan pada pengembangan minat dan pengalaman siswa sebagai center of learning ( pusat pembelajaran ). Dalam pembelajaran guru seharusnya berusaha untuk senantiasa menemukan cara bagaimana “menghidupkan” kelas. Guru sebisa mungkin mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi nyata yang dialami siswa dalam keseharianya dan mendorong siswa untuk menghubungkan antara pengetahuan yang dimilikinya de ngan pengetahuanyang diajarkan oleh guru. Pembelajaran yang aplikatif ini merupakan inti sari dari kontekstual teaching and learning  (pembelajaran kontekstual). Untuk itulah perlunya dikembangkan strategi pembelajaran kontekstual agar pembelajaran menjadi lebih produktif dan bermakna.

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Konsep Dasar CTL
          Contextual Teaching and learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkan dalam kehidupan mereka.
          Dari konsep tersebut ada tiga hal yang harus kita fahami :
1.     CTL menekankan pada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya  proses belajar di orentasikan pada proses pengalaman secara langsung.
2.     CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa di tuntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata.
3.     CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat newarnai perilakunya dalam kehidupan sehari – hari.

Ada beberapa karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL.
·     Dalam CTL, pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada ( activating knowledge ), artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari.
·     Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru ( acquiring knowledge ).
·     Penanaman pengetahuan (understanding knowledge ), artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tetapi untuk dipahami dan diyakini.
·     Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut ( applying knowledge)
·     Melakukan refleksi ( reflecting knowledge ) terhadap strategi pengembangan pengetahuan.Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi.
B.     Latar Belakang Filosofis dan Psikologis CTL
1.   Latar Belakang Filosofis
Pandangan piaget tentang bagaimana sebenarnya pengetahuan itu terbentuk dalam struktur kognitif anak,sangat berpengaruh terhadapbeberapa model pembelajaran, di antaranya model pembelajaran kontekstual. Menurut pembelajaran kontekstual, pengetahuan itu akan bermakna manakala ditemukan dan dibangun sendiri oleh siswa. Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain, tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna. Pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak bertahan lama.
2.   Latar Belakang Psikologis
Sesuai dengan filsafat yang mendasarinya bahwa pengetahuan terbentuk karena peran aktif subjek, maka dipandang psikologis, CTL berpijak pada aliran psikologis kognitif. Menurut aliran ini berproses belajar terjadi karena pemahaman individu akan lingkungan. Belajar melibatkan proses mental yang tidak tampak seperti emosi, minat, motivasi, dan kemampuan atau pengalaman. Apa yang tampak pada dasarnya adalah wujud dari adanya dorongan yang berkembang dalam diri seseorang. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia tidak semata-mata merupakan gerakan fisik saja, akan tetapi yang lebih penting adalah factor pendorong yang ada dibelakang gerakan fisik itu.


C.     Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional
Dibawah ini dijelaskan secara singkat perbedaan dua model tersebut dilihat dari konteks tertentu.
Ø       CTL menempatkan siswa sebagai subyek belajar, artinya berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional siswa ditempatkan sebagai obyek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif.
Ø       Dalam pembelajaran CTL, siswa belajar melalui kegiatan kelompok , seperti kerja kelompok, berdiskusi, saling menerima dan memberi. Sedangkan, dalam pembelejaran konvensional siswa lebih banyak belajar secara
Ø       Dalam CTL, pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional, pembelajaran bersifat teroritis dan abstrak.
Ø       Dalam CTL, kemampuan didasarkan atas pengalaman. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan.
Ø       Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri, sedangkan dalam pembelajaran konvensional, tujuan akhir adalah nilai atau angka
Ø       Dalam CTL, tindakan atau perilaku di bangun atas kesadaran diri sendiri, sedangkan dalam pembelajaran konvensional , tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh factor dari luar dirinya
Ø       Dalam CTL, pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang di alaminya, oleh sebab itu setiap siawa bias terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya, sedangkan dalam pembelajaran konvensional hal ini tidak mungkin terjadi, karena kebenaran yang dimiliki bersifat absolute dan final, oleh karena itu pengetahuan dikontruksi oleh orang lain.
Ø       Dalam pembelajaran CTL, siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing – masing, sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran.
Ø       Dalam pembelajaran CTL, pembelajaran bias terjadi ddimana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan, sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas.
Ø       Oleh karena tujuan yang ingin di capai adalah seluruh aspek perkembangan siswa, maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara, sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberrhasilan pembelajaran biasanya diukur dari tes.
Beberapa perbedaan pokok diatas, menggambarkan bahwa CTL memang memiliki karakteristik tersendiri baik dilihat dari asumsi maupun proses pelaksanaan dan pengelolaanya.

C . Peran guru dan siswa dalam CTL
          Setiap siswa mempunyai gaya yang berbeda dalam belajar, perbedaan yang dimiliki siswa tersebut oleh Bobbi Deporter ( 1992 ) dinamakan sebagai unsure modalitas belejar. Menurutnya ada tipe gaya belajar siswa, yaitu tipe visual, auditorial, dan kinestetik.
          Sehubungan dengan hal itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi setiap guru manakala menggunakan pendekatan CTL, diantaranya adalah :
1.     Siswa dalam pembelajaran kontekstual dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasaan pengalaman yang dimilikinya. Dengan demikian, peran guru bukanlah sebagai instruktur atau “penguasa” yang memaksakan kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka bias belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.
2.     Setiap anak memiliki kecenderungan untuk  belajar hal-hal yang baru dan  penuh tantangan.Kegemaran anak adalah mencoba hal-hal yang dianggap aneh dan baru. Oleh karena itulah belajar bagi mereka adalah mencoba memecahkan setiap persoalan yang menantang. Dengan demikian, guru berperan dalam memilih bahan-bahan belajar yang dianggap penting untuk dipelajari oleh siswa.
3.     Belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui. Dengan demikian, peran guru adalah membantu agar setiap siswa mampu menemukan keterkaitan antara pengalaman baru dengan pegalaman sebelumnya.
4.     Belajar bagi anak adalah proses menyempurnakan skema yang telah ada atau proses pembentukan skema baru, Dengan demikian tugas guru adalah memfasilitasi agar anak mampu melakukan proses asimilasi dan proses akomodasi.

D.                Komponen – komponen dalam CTL
1)      Kontruktivisme
Adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Menurut kontruktivisme, pengetahuan itu memang berasal dari luar, akan tetapi dikontruksi  oleh dan dari dalam diri seseorang. Lebih jauh pieget menyatakan hakikat pengetahuan sebagai berikut :
ü  Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka, akan tetapi selalu merupakan kontruksi kenyataan melalui kegiatan subyek.
ü  Subyek membentuk skema kognitif, katagori, konsep, dan struktur yang perlu untuk pengetahuan.
ü  Pengetahuan dibentuk dalam stuktur konsepsi seeseorang. Struktur konsepsi membentuk pengetahuan bila konsepsi itu berlaku dalam berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang.
2)      Inkuiri
Artinya proses pembelajaran didasarkann pada pencarian dan menemuan melalui proses berfikir secara sistematis. Secara umum proses inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu :
ü       Merumuskan masalah
ü       Mengajukan hipotesis
ü       Mengumpulkan data
ü       Menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan
ü       Membuat kesimpulan
3)      Bertanya (Questioning)
Belajar pada hakekatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu, sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseoarang dalam berfikir.
Dalam suatu pembelajaran yang produkltif kegiatan bertanya akan sangat berguna untuk :
ü       Menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran.
ü       Membangkitkan motivasi siswa untuk belajar
ü       Merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu.
ü       Memfokuskan siswa pada sesuatu yang diinginkan.
ü       Membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu.
Dalam setiap tahapan dan proses pembeelajaran kegiatan bertanya hamper selalu digunakan. Oleh karena itu, kemampuan guru untuk mengembangkan teknik-teknik bertanya sangat diperlukan.


4)      Masyarakat Belajar ( Learning Community)
Leo semenovich Vygotsky, seorang pesikolog Rusia, menyatakan bahwa pengetahuan dan pemahaman anak ditopang banyak oleh komunikasi denagn oaring lain. Konsep masyarakat belajar ( Learning Community) dalam CTL menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh melalui kerja sama dengan orang lain. Kerja sama itu dapat dilakukan dalam berbagai bentuk baik dalam kelompok belajar maupun dengan linkungan masyarakat.
Dalam kelas CTL, penerapan asas masyarakat belajar dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya bersifat heterogen, baik dilihat dalam kemampuan dan kecepatan belajarnya, maupun dilihat dari bakat minatnya.
5)      Pemodelan ( Modeling)
Yang dimaksud dengan asas modeling adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh siswa. Proses modeling tidak terbatas dari guru saja, akan tetapi dapat juga guru memanfaatkan siswa yang di anggap memiliki kemampuan, modeling merupakan asas yang cukup penting dalam pembelajaran CTL, sebab melalui modeling siswa dapat terhindar dari pembelajaran yang teoritis-abstrak yang dapat memungkinkan terjadinya verbalisme.
6)      Refleksi ( Reflection )
    Adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan CTL, setiap berakhir proses pembelajaran, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk “merenung” atau mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya.
7)      Penilaian Nyata ( Authentic Assessment)
    Dalam CTL, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh perkembangan kemampuan intelektual saja, akan tetapi perkembangan seluruh aspek. Oleh sebab itu, penilaian keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh aspek hasil belajar seperti hasil tes, akan tetapi juga proses belajar melalui penilaian nyata.
    Penilaian Nyata ( Authentic Assessment) adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan oleh siswa. Penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh sebab itu, tekanan nya diarahkan kepada proses belajar bukan kepada hasil belajar.





















BAB III
KESIMPULAN
    Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Kontekstual meliputi :
§        CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi
§        CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata
§        CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan.
Ada beberapa karakter penting dalam CTL di antarannya :
ü  Dalam CTL, pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada.
ü  Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru.
ü  Pemahaman pengetahuan.
ü  Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman.
ü  Melakukan refleksi
      Ada beberapa hal latar belakang yang mendasari dalam konteks CTL diantaranya :
·     Belaja r bukanlah menghafal
·     Belajar bukan sekedar mengumpulkan fakta yang lepas
·     Belajar adalah proses pemecahan masalah
·     Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap
·     Belajar pada hakekatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan
Ada sepuluh perbedaan CTL dengan pembelajaran konvensional yaitu:
1.   CTL menempatkan siswa sebagai subyek belajar
2.   Dalam pembelajaran CTL, siswa belajar melalui kegiatan kelompok
3.   Dalam CTL, pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil
4.   Dalam CTL kemampuan didasarkan atas pengalaman
5.   Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri
6.   Dalam CTL, tindakan atau prilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri
7.   Dalam CTL, pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya
8.   Dalam pembelajaran CTL, siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing
9.   Dalam pembelajaran CTL, pembelajaran bisa terjadi dimana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan
10 Oleh karna tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa
Ada beberapa peran guru dan siswa dalam CTL, diantaranya adalah:
a)       Siswa dalam pembelajaran kontekstual dippandang sebagai individu yang sedang berkembang
b)      Setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan penuh tantangan
c)       Belajar bagi ssiswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui
d)      Belajar bagi anak adalah proses penyempurnaan skema yang telah ada, atau proses pembentukan skema baru
      Komponen-komponen dalam CTL :
                   i. Konstruktivisme
                 ii. Inkuiri
               iii. Bertanya ( Questioning )
               iv. Masyarakat belajar ( learning Community )
                 v. Pemodelan
               vi. Refleksi ( Reflection )
             vii. Penilaian Nyata ( Auhtentic Assessement )

Daftar Pustaka
Ø     Dr. Wina Sanjaya, M.Pd, Strategi Pembelajaran hal 256, Kencana Prenada Media Ggoup
Ø     Mimbar pembangunan Agama hal 36 – 37 Edisi 217 Oktober 2004
Ø     Prestasi Jatim hal 34 Edisi Maret 2010
















{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers