Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

SISTEMATIKA MUSHAF AL-QUR'AN

Diposkan oleh irfan on Sunday, May 01, 2011

A. Pendahuluan Sebagaimana telah diuraikan pada pasal nuzulul Qur'an, bahwa Qur'an diturunkan tidak dengan sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur dalam masa yang relatif panjang, dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Diangkat sebagai Rasul dan berakhir pada masa menjelang wafatnya Nabi. Oleh karena itu kodifikasi Qur'an belum sempat dilakukan pada masa Nabi. Tidaklah mungkin untuk membukukan Qur'an, sementara Qur'an sendiri secara keseluruhan belum selesai diturunkan. Yang sempat dalam periode Rasulullah SAW. Hanyalah pengumpulan ayat-ayat Qur'an yang ditempuh dengan dua cara sebagai berikut : 1. Cara hafalan yang dilakukan oleh Rasulullah sendiri dan para sahabat 2. Cara penulisan yang dilakukan oleh para sahabat atas perintah Nabi Muhammad SAW. B. Pembahasan 1. Pengumpulan Qur'an dalam arti penulisannya pada masa Nabi Rasulullah telah mengangkat para penulis wahyu Qur'an dari sahabat-sahabat terkemuka, seperti Ali, Muawiyah, 'Ubay bin Kaab dan Zaid bin Sabit. Bila ayat turun ia memerintahkan mereka menuliskannya dan menunjukkan tempat ayat tersebut dalah surah, sehinggga penulisan pada lembaran itu membantu penghafalan didalam hati. Di samping itu sebagian sahabatpun menuliskan Qur'an yang turun itu atas kemauan mereka sendiri, tanpa diperintah oleh Nabi, mereka menuliskannya pada pelapah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang-tulang binatang. Zaid bin Sabit berkata: " kami menyusun Qur'an di hadapan Rasulullah pada kulit binatang." Tulisan-tulisan pada masa Nabi tidak terkumpul dalam satu mushaf, yang ada pada seseorang belum tentu dimiliki oleh yang lain. Para ulama telah menyampaikan bahwa segolongan dari mereka diantaranya Ali bin Abi Thalib, Muadz bin Jabal, Ubay bin Kaab, Zaid bin Sabit dan Abdullah bin Mas'ud telah menghafal isi Qur'an di hadapan Nabi di masa Rasulullah. Rasulullah berpulang ke rahmatullah di saat Qur'an telah dihafal dan dtertulis dalam mushaf dengan susunan seperi disebutkan diatas, ayat-ayat dan surah-surah dipisah-pisahkan, atau ditertibkan ayat-ayatnya saja dan setiap surah berada dalam satu lembaran secara terpisah dan dalam tujuh huruf, tetapi Qur'an belum dikumpulkan dalam satu mushaf yang menyeluruh (lengkap). Bila wahyu turun maka segeralah dihafal oleh para qurra dan ditulis oleh para penulis, tetapi pada saat itu belum diperlukan membukukannya dalam satu mushaf, sebab Nabi masih selalu menanti turunnya wahyu dari waktu ke waktu. terkadang pula terdapat ayat yang menasakh (menghapuskan) sesuatu yang turun sebelumnya. susunan atau tertib Qur'an itu tidak menurut tertib nuzulnya, tetapi setiap ayat yang turun dituliskan ditempat penulisan sesuai dengan petunjuk Nabi. az-Zarkasi berkata: Qur'an tidak dituliskan dalam satu mushaf pada zaman Nabi agar ia tidak berubah pada setiap waktu. oleh sebab itu, penulisannya dilakukan kemudian sesudah Qur'an selesai turun semua, yaitu dengan wafatnya Rasulullah. Dengan pengertian inilah ditafsirkan apa yang diriwayatkan dari Zaid bin Sabit yang mengatakan: " Rasulullah telah wafat, sedang Qur'an belum dikumpulkan sama sekali." maksudnya ayat-ayat dan surah-surahnya belum dikumpulkan dalam satu mushaf. al-Khatabi berkata : Rasulullah tidak mengumpulkan Qur'an dalam satu mushaf itu karena ia senantiasa menunggu ayat nasikh terhadap sebagian hukum-hukum atau bacaannya. Sesudah berakhir masa turunnya dengan wafatnya Rasulullah, maka Allah mengilhamkan penulisan mushaf secara lengkap kepada Khulafa'ur Rasyidin sesuai dengan janji-Nya yang benar kepada umat ini tentang jaminan pemeliharaannya. Dan hal ini terjadi pertama kalinya pada masa Abu Bakar atas pertimbangan usulan Umar. Pengumpulan Qur'an di masa Nabi ini dinamakan : a) penghafalan; dan b) pembukuan yang pertama. 2. Pengumpulan Qur'an pada masa Abu Bakar Abu Bakar menjalankan urusan islam sesudah Rasulullah. Ia dihadapkan kepada peristiwa-peristiwa besar berkenaan dengan kemurtadan sebagian orang arab. Karena itu ia segera menyiapkan pasukan dan mengirimkannya untuk memerangi orang-orang yang murtad itu. Peperangan Yamamah yang terjadi pada tahun dua belas hijri melibatkan sejumlah besar sahabat yang hafal Qur'an. Dalam peperangan ini tujuh puluh qarri dari para sahabat gugur. Umar bin khattab merasa sangat khawatir melihat kenyataan ini, lalu ia menghadap Abu Bakar dan mengajukan usul kepadanya agar mengumpulkan dan membukukan Qur'an karena dikhawatirkan akan musnah, sebab peperangan Yamamah telah banyak membunuh para qari. Usulan yang telah diajukan Umar bin Khattab ternyata ditolak oleh Abu Bakar, beliau merasa keberatan karena menganggap hal itu tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah. Tetapi Umar tetap membujuknya, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima usulan Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Sabit, mengingat kedudukannya dalam qira'at, penulisan, pemahaman dan kecerdasannya serta kehadirannya pada pembacaan yang terakhir kali. Abu bakar menceritakan kepadanya kekhawatirannya dan usulan Umar. Pada mulanya Zaid menolak seperti halnya Abu Bakar sebelum itu. Keduanya lalu bertukar pendapat, sampai akhirnya Zaid dapat menerima dengan lapang dada perintah penulisan Qur'an itu. Langkah pertama yang dilakukan oleh Zaid dimulai dengan bersandar pada hafalan yang ada dalam hati para qurra dan catatan yang ada pada penulis. Kemudian lembaran-lembaran (kumpulan) itu disimpan ditangan Abu Bakar. Setelah ia wafat pada tahun tiga belas hijri, lembaran-lembaran itu berpindah ketangan Hafsah, putri Umar. Pada permulaan kekhalifahan Usman, Usman memintanya dari tangan Hafsah. Dalam pengumpulan Qur'an ini Zaid melakukan dengan sangat hati-hati, ia tidak hanya mencukupkan pada hafalan semata tanpa disertai dengan tulisan. Kata –kata Zaid dalam keterangan di atas " dan aku dapatkan akhir surah Taubah pada Abu Khuzaimah al-Ansari, yang tidak aku dapatkan pada orang lain " tidak menghilangkan arti keberhati-hatian tersebut dan tidak pula berarti akhir surah Taubah itu tidak mutawatir tetapi yang dimaksud adalah bahwa ia tidak mendapatkan akhir surah Taubah tersebut dalam keadaan tertulis selain pada Abu Khuzaimah. Ibn Abu Dawud meriwayatkan melalui Yahya bin Abdurrahman bin Hatib, yang mengatakan : "Umar datang lalu berkata : "barang siapa menerima dari Rasulullah sesuatu dari Qur'an, hendaklah ia menyampaikannya." mereka menuliskan Qur'an itu pada papan kayu, dan pelapah kurma, dan Zaid tidak mau menerima dari seseorang mengenai Qur'an sebelum disaksikan oleh dua orang saksi. Ini menunjukkan bahwa Zaid tidak merasa puas hanya dengan menerimanya secara pendengaran (langsung dari Rosul), sekalipun Zaid sendiri hafal. Kita sudah mengetahui bahwa Qur'an sudah tercatat sebelum masa itu, yaitu pada masa Nabi; tapi masih berserakan pada kulit-kulit, tulang dan pelapah kurma. Kemudian Abu Bakar memerintahkan agar catatan-catatan tersebut dikumpulkan dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah-surah yang tersusun serta dituliskan dengan sangat hati-hati dan mencakup tujuh huruf yang dengan itu Qur'an diturunkan. Dengan demikian, Abu Bakar adalah orang yang pertama yang mengumpulkan Qur'an dalam satu mushaf dengan cara seperti ini, disamping juga terdapat mushaf-mushaf pribadi pada sebagian sahabat. Seperti mushaf Ali, mushaf Ubay dan mushaf Ibnu Mas'ud. 3. Pengumpulan Qur'an pada masa Usman Penyebaran Islam bertambah luas dan para qurra pun tersebar dipelbagai wilayah, dan penduduk di setiap wilayah ini mempelajari qira'at (bacaan) dari qari yang dikirim kepada mereka. Cara-cara pembacaan (qira'at) Qur'an yang mereka bawakan bebeda-beda sejalan dengan perbedaan "huruf" yang dengannya Qur'an diturunkan. Apabila mereka berkumpul di suatu pertemuan atau disuatu medan peperangan, sebagian mereka merasa heran akan adanya perbedaan qira'at ini. Terkadang sebagian dari mereka merasa puas karena mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan itu semuanya disandarkan kepada Rasulullah. Tetapi keadaan demikian bukan berarti tidak akan menyusupkan keraguan kepada generasi baru yang tidak melihat Rasulullah, sehingga terjadilah pembicaraan tentang bacaan mana yang lebih baku. Dan pada gilirannya akan menimbulkan saling pertentangan bila terus tersiar, bahkan akan menimbulkan permusuhan dan perbuatan dosa. Fitnah yang demikian ini harus segera diselesaikan. Ketika terjadi perang Armenia dan Azarbaijan dengan penduduk Irak, di antara orang yang ikut menyerbu kedua tempat itu adalah Huzaifah bin al-Yaman. Ia melihat banyak perbedaan dalam cara-cara membaca Qur'an. Sebagian bacaan itu bercampur dengan kesalahan, tapi masing-masing mempertahankan dan berpegang pada bacaannya dan bahkan mereka saling mengkafirkan. Melihat kenyataan seperti itu Huzaifah melaporkan terhadap Usman. Para sahabat memprihatinkan kenyataan ini karena takut kalau-kalau perbedan itu akan menimbulkan penyimpangan dan perubahan. Mereka bersepakat untuk menyalin lembaran-lembaran yang ada pada Abu Bakar dan menyatukan umat Islam pada lembaran-lembaran itu dengan bacaan yang tetap pada satu huruf. Usman kemudian mengirimkan utusan kepada Hafsah (untuk meminjamkan mushaf Abu Bakar yang ada padanya) dan Hafsah mengirimkannya lembaran-lembaran itu padanya. Kemudian Usman memanggil Zaid bin Sabit al-Anshari, Abdullah bin Zubair, Said bin As', dan Abdurrahman bin Haris bin Hisam, ketiga orang terakhir ini adalah suku Quraisy, lalu memmerintahkan kepada mereka untuk menyalin dan memperbanyak mushaf, serta memerintahkan pula agar apa yang diperselisihkan Zaid dengan ketiga orang Quraisy itu ditulis dengan bahasa Quraisy, karena Qur'an turun dengan logat mereka. kemudian mereka menyalinnya menjadi beberapa mushaf. Usman berkata kepada ketiga orang Quraisy itu : اذااحتلفتم انتم وزيد بن ثا بت فى شيئ من القران فا كتبوه بلسا ن قريش فانه انما نزل بلسا نهم " bila kamu berselisih pendapat dengan Zaid bin Sabit tentang sesuatu dari Qur'an, maka tulislah dengan logat Quraisy, karena Qur'an diturunkan dalam bahasa Quraisy." Selanjutnya Usman mengirimkan kesetiap wilayah mushaf baru tersebut dan memerintahkan agar semua Qur'an atau mushaf lainnya dibakar. Zaid berkata :" ketika kami menyalin mushaf, saya teringat akan satu ayat dari surah Ahzab yang pernah aku dengar dibacakan oleh Rasulullah, maka kami mencarinya, dan kami dapatkan pada Khuzaimah bin Sabit al-Ansari. Ayat itu adalah : مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya), lalu kami tempatkan ayat ini pada surah tersebut dalam mushaf. Berbagai keterangan para sahabat menunjukkan bahwa perbedaan cara membaca itu tidak saja mengejutkan Khuzaifah bin al-Yaman, tetapi juga mengejutkan sahabat yang lain. Dikatakan oleh Ibn Jarir: Ya'qub bin Ibrahim bercerita kepadaku : Ibn Ulyah menceritakan kepadaku. Ayub mengatakan kepadaku, bahwa Abu Qalabah berkata : pada masa kekhalifahan Usman telah terjadi seorang guru qira'at mengajarkan qira'at seseorang, dan guru lain juga mengajarkan qira'at orang lain. Dua kelompok yang belajar qira'at itu pada suatu ketika bertemu dan terjadi perselisihan, dan hal yang demikian ini menjalar juga kapada guru-guru tersebut. Kata Ayub : aku tidak mengetahui kecuali ia berkata : sehingga mereka saling mengkafirkan satu sama lain karena perbedaan qira'at itu. Dan hal itu akhirnya sampai pada Usman, maka ia berpidato : انتم عندي تختلفون فمن كان عنى من الامصار اشد اختلافا "kalian yang ada dihadapanku telah berselisih paham dan salah membaca Qur'an. Penduduk daerah yang jauh dari kami tentu lebih besar lagi perselisihan dan kesalahannya. (H.R. Abu Dawud). Keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Usman itu telah disepakati oleh para sahabat. Mushaf-mushaf itu ditulis dengan satu huruf (dialek) dari tujuh huruf Qur'an seperti yang diturunkan agar orang bersatu dalam satu qira'at. Kemudian Usman mengembalikan lembaran-lembaran yang asli kepada Hafsah, lalu dikirimkannya pula setiap wilayah masing-masing satu mushaf dan ditahannya satu mushaf untuk di Medinah, yaitu mushafnya sendiri yang kemudian dikenal dengan "Mushaf Imam". Penamaan mushaf imam itu sesuai dengan apa yang terdapat dalam riwayat-riwayat terdahulu di mana ia mengatakan : " bersatulah wahai sahabat-sahabat Muhammad, dan tulislah untuk semua orang satu imam (mushaf Qur'an pedoman)." Ibnu jarir mengatakan berkenaan dengan apa yang telah dilakukan oleh Usman : ia menyatukan umat Islam dalam satu mushaf dan satu huruf, sedang mushaf yang lain disobek. Ia memerintahkan dengan tegas agar setiap orang yang mempunyai mushaf yang "berlainan" dengan mushaf yang disepakati itu membakar mushaf tersebut." 4. Penyempurnaan Tulisan Qur'an Tulisan Ayat-Ayat Qur'an Dari Sejak Pengumpulan Dan Pembukuan Serta Penggandaannya, Dikategorikan Sebagai "Tulisan Kufi" Salah Satu Jenis Khat (Tulisan) Yang Dinisbatkan Kepada Nama Kota Kufah. Tulisan Qur'an tersebut belum diberi tanda-tanda baca seperti harakat, tanda pemisah satu ayat dengan ayat yang lainnya, dan tanda baca yang lain seperti yang telah sempurna dalam mushaf Qur'an yang ada diengah-tengah kita. Sementara itu, umat Islam semakin berkembang dan karenanya Qur'an semakin tersiar ke berbagai penduduk negeri yang berlainan dialek dan bahasanya. Dilatar belakangi keadaan yang seperti itu dan perlunya tindakan preventif, memlihara umat dari kekeliruan dalam membaca dan memahami Qur'an, maka tampilah generasi kedua dari menyempurnakan tulisan Qur'an. a. Pada masa Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan tahun 40-60 H. Oleh imam Abul Aswad ad-Duali direncanakan tanda-tanda harakat atau baris bagi huruf-huruf Qur'an, tetapi barisnya masih berupa titik yang ditulis merah. Tanda yang berbunyi "a" (fathah) disebelah atas hurufnya, tanda yang berbunyi "u" (dhomah) ditulis didepan hurufnya, tanda yang berbunyi "i" (kasroh) ditulis disebelah bawah hurufnya dan tanda yang berbunyi keras (syiddah) berhuruf lipat dua dengan titik dua disebelah atas hurufnya. b. Pada masa Khalifah 'Abdul Malik bin Marwan tahun 65-68 H. Dengan perantaraan Raja Hajjaj bin Yusuf, diperintahkan pula supaya masing-masing huruf Qur'an yang serupa diberi tanda secukupnya, umpamanya huruf "ba" "ta" "tsa" dan lain sebagainya, dengan tujuan agar tidak timbul kekeliruan dalam bacaan. Maka, oleh Syeikh Nashar bin Ashim dan Syeih Yahya bin Ya'mar, yang kedua-duanya itu murid dari Imam Abul Aswad ad-Duali direncanakan tanda-tanda untuk membedakan satu-persatunya huruf dari ayat-ayat Qur'an. Seperti huruf "ba" diberi tanda titik satu dibawah dan demikianlah seterusnya sebagaimana yang ada sekarang ini. Dan diadakan pula tanda titik di awal dan akhir tiap-tiap ayat. Pada tahun 162 H, karena banyak kekeliruan orang dalam membaca ayat-ayat Qur'an, seperti bacaan yang semestinya panjang dibaca pendek, yang harus dibaca syiddah atau keras tidak dibaca keras dan lain sebagainya, karena tanda baris yang telah ada belum begitu mencukupi, maka oleh Imam Khalid bin Akhmad di kota Bashrah, direncanakan pula tanda yang lebih terang. Yakni oleh beliau diadakan lagi tanda baris (harakat), tanda harus dibaca panjang (maddah), tanda harus dibaca tebal/keras (syiddah), tanda harus dibaca mati (sukun) dan demikianlah seterusnya, sebagaimana tanda yang terpakai hingga sekarang. Adapun tulisan ayat-ayat Qur'an yang sekarang ini, bukan lagi dari tulisan "kufi", karena tulisan yang model kufi itu dari satu masa kemasa yang lain telah diperbaiki, sehingga di masa seorang Wazir Ibnu Muqlah di Baghdad pada tahun 272 H. Beliau inilah yang mengatur dan membentuk tulisan ayat-ayat Qur'an yang ada sekarang ini. Tentang yang membagi Qur'an menjadi 30 juz, dan pada tiap-tiap juz diadakan tanda nishfu (separuh), dan pada tiap-tiap nishfu diadakan tanda rubu' (seperempat), itu adalah dari inisiatif Gubernur Hajjah bin Yusuf tersebut. Demikianlah riwayat singkat tenang proses pengumpulan ayat dan surah Qur'an sekaligus tentang huruf dan tulisan Qur'an serta pembagian juz-juznya seperti yang ada sekarang ini, yang semuanya itu untuk menjaga kesucian Qur'an, pula untuk memudahkan bacaannya. C. Kesimpulan Dari uraian di atas bisa diambil beberapa kesimpulan tentang kodifikasi (pembukuan) Qur'an hingga menjadi mushaf-mushaf yang surat-surat, ayat-ayat dan tanda bacanya tersusun seperti yang ada pada tangan kita sekarang ini, adalah setelah melalui empat proses sebagai berikut :  Proses pengumpulan ayat-ayat Qur'an di zaman Rasulullah SAW  Proses pembukuan di masa Khalifah Abu Bakar ra.  Proses penyempurnaan bacaan dan penggandaan Qur'an di masa Khalifah Utsman bin Affan ra.  Proses penyempurnaan tulisan di masa Tabi'in. DAFTAR PUSTAKA 1. Al-Qur'an dan Terjemahannya, Depertemen Agama RI, Bandung : PT. Syaamil Cipta Media, 2005 2. M.Quraish Syihab, Membumikan Al-Qur'an, Mizan, Bandung, 1992 3. Umar Syihab, Al-Qur;an dan Kekenyalan Hukum, Dina Utama, Semarang, 1993 4. Manna Khalil Al-Qattan, Mabahis Fi Ulumil Qur'an, Matba'ah almadani : 1997 SEJARAH KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU Di Sampaikan Dalam Diskusi Kelas Mata Kuliah : Filsafat Ilmu Oleh : Fakhrurozi Arif Mujahidin Pembimbing : DR. H. IMRON ARIFIN, M.Pd Program Pasca Sarjana Konsentrasi Pemikiran Hukum Islam INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY'ARI (IKAHA) Tebuireng-Jombang 2011

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers