Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Pondok pesantren As speech community

Diposkan oleh irfan on Saturday, April 30, 2011


Pondok pesantren As speech community
Pesantren (Islamic boarding)is a unique community. It is not only religious-based community. It is not only religious-based community but also as speech community with it self unique. Simply, Wahid (1988): 266) states that technically, pesantren is a place where santri (students) stay to study. It is totally a place for study. Pesantren as community consists of kyai (leader of pesantren or manager), ustadz (teacher), and santri (students); and they interact one and another intensively in daily life. In this case, figure of kyai, santri, and all physical instruments that indicate pesantren are usually covered with religious culture (Hasan in oepen and karcher (eds), 1988: 110). The existed culture governs individual behavior (members of the community) and a model of relationship among the community members.
Traditionally a model  of relationship in the community can be seen through the exchange of meaning among the members of pesantren. It is believed that kyai is a central figure in the community and how the members interact with have to pay attention and the way to act.As he is the one who looks after and manage the community, there fore kyai has a high authority which cannot be interfered by anyone in the community. Verbal interaction takes place between kyai and his santri and because the high authority ( even authoritarian ) the kyai has, santri will obey  all about what kyai says (mahfud, 1999: 22).
In javanese society the position of kyai cannot be played by another person who is not kyai, the position of kyai is ascribed status(sobry in wahid, 1997:xsomeone becomes kyai because his father is kyai, his grand father is kyai, and so on from both parents, because of the ascribed status, kyai is also known as darah biru (aristocrat) or is categorized as prijaji.
In relation to verbal interaction, pesantren as speech community has its own norms that govern its members in interaction, for instance, when a santri is in communication with kyai, he will be very careful at linguistic choice, his language attitude, and the way he acts before him. There is what is called linguistic etiquette (greetz, 1960 in pride and holmes, 1970(eds)). In this case, social class of interaction is very paid attention. In addition, pesantren is commonly known identical with Javanese community (although the many of its santris come from non javanese). It means that verbal communication among the community members considers the social class.
Chaer and agustina(1991) illustrate the relationship between language and social class in a community that can be seen through two sides, namely aristocracy and social stratum in terms of education and economy condition. The two social strata can been seen, for instance, in Javanese community wich cliford geertz (holmes and pride (eds), 1972)divides Javanese community into three degrees, namely (1)prijaji, (2)non prijaji, urbanized, somewhat educated persons, and (3)peasant and uneducated town people.
Grwwtz states that in Javanese, it is nearly impossible to say anything without indicating the social relationship between the speakers and listeners in terms of status and familiarity. This also           happens in most pesantren that the speakers will use different expressions (careful at words choice)when he speaks with ustadz or kyai.


Pondok pesantren Sebagai masyarakat tutur 
Pesantren (Islamic boarding) adalah sebuah komunitas yang unik. 
Hal ini tidak hanya masyarakat berbasis agama. Hal ini tidak hanya masyarakat berbasis agama tetapi juga sebagai masyarakat tutur dengan itu unik sendiri. Cukup, Wahid (1988): 266) menyatakan bahwa secara teknis, pesantren adalah tempat dimana santri (siswa) tetap untuk belajar. Ini benar-benar tempat untuk belajar. Pesantren sebagai komunitas terdiri dari kyai (pemimpin pesantren atau manajer), ustadz (guru), dan santri (siswa), dan mereka berinteraksi satu dan lain intensif dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, sosok kyai, santri, dan semua instrumen fisik yang menunjukkan pesantren biasanya ditutupi dengan budaya agama (Hasan dalam oepen dan KARCHER (eds), 1988: 110).Budaya ada mengatur perilaku individu (anggota masyarakat) dan model hubungan antara anggota masyarakat. 
Secara tradisional model hubungan di masyarakat dapat dilihat melalui pertukaran makna di antara anggota pesantren. Hal ini diyakini bahwa kyai adalah tokoh sentral dalam masyarakat dan bagaimana anggota berinteraksi dengan harus memperhatikan dan cara untuk act.As dia adalah orang yang merawat dan mengelola komunitas, ada kyai kedepan memiliki otoritas tinggi yang tidak dapat dicampuri oleh siapa saja di masyarakat. interaksi verbal terjadi antara kyai dan santri dan karena otoritas tinggi (bahkan otoriter) kyai telah, santri akan patuhi semua tentang apa yang kyai kata (Mahfud, 1999: 22). 
Dalam masyarakat Jawa posisi kyai tidak dapat dimainkan oleh orang lain yang bukan kyai, posisi kyai dianggap memiliki status (sobry dalam Wahid, 1997: xsomeone menjadi kyai karena ayahnya kyai, kakeknya adalah kyai, dan seterusnya 
dari kedua orang tuanya, karena status dianggap, kyai juga dikenal sebagai Darah biru (bangsawan) atau dikategorikan sebagai prijaji. 
Sehubungan dengan interaksi verbal, pesantren sebagai masyarakat tutur memiliki norma sendiri yang mengatur anggotanya dalam interaksi, misalnya, ketika santri berada dalam komunikasi dengan kyai, ia akan sangat berhati-hati pada pilihan bahasa, sikap bahasa, dan cara dia bertindak sebelum dia. 
Ada apa yang disebut beretika (greetz, 1960 di kebanggaan dan Holmes, 1970 (eds)). Dalam hal ini, kelas sosial interaksi sangat diperhatikan. Selain itu, pesantren ini dikenal identik dengan masyarakat Jawa (meskipun banyak santri yang berasal dari Jawa non). Ini berarti bahwa komunikasi verbal antar anggota masyarakat menganggap kelas sosial. 
Chaer dan Agustina (1991) menggambarkan hubungan antara bahasa dan kelas sosial dalam masyarakat yang dapat dilihat melalui dua sisi, yakni aristokrasi dan strata sosial dalam hal pendidikan dan kondisi ekonomi. 
Kedua strata sosial dapat dilihat, misalnya, dalam masyarakat Jawa yang cliford Geertz (Holmes dan kebanggaan (eds), 1972) membagi masyarakat Jawa menjadi tiga derajat, yaitu (1) prijaji, (2) prijaji non, urbanisasi, agak berpendidikan 
orang, dan (3) petani dan orang-orang kota berpendidikan. 
Grwwtz menyatakan bahwa dalam bahasa Jawa, hampir mustahil untuk mengatakan apa-apa tanpa menunjukkan hubungan sosial antara pembicara dan pendengar dalam hal status dan keakraban. 
Hal ini juga terjadi di pesantren kebanyakan bahwa pembicara akan menggunakan ekspresi yang berbeda (hati-hati pada pilihan kata-kata) ketika ia berbicara dengan ustadz atau kyai. 

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers