JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and
Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** The Hack3r *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Minggu, April 10, 2011

PENGERTIAN FILSAFAT ILMU,PERMASALAHAN FILSAFAT DAN BERBAGAI PENDEKATAN


 

PENGERTIAN FILSAFAT ILMU,PERMASALAHAN FILSAFAT DAN BERBAGAI PENDEKATAN

Memenuhi permintaan
dosen pembimbing

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :
# Mustofa  #
# Luluk  #
# Khoirul Anwar  #
# Lilis  #


Dosen pembimbing:
Dr.Siti dawiyah farihah,M.Pdi


FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI
TEBUIRENG JOMBANG
2010 – 2011

 


 PENGETIAN FILSAFAT ILMU


            Secara etimologis, filsafat berasal dari beberapa bahasa, yaitu bahasa Inggris dan Yunani. Filsafat dalam bahasa Inggris yaitu philophy, sedangkan dalam bahasa Yunani, filsafat merupakan gabungan dua kata, yaitu philein yang berarti cinta atau philos yang berarti mencintai, menghormati, menikmati, dan sophia atau sofein yang aertinya kenikmatan, kebenaran, kebaikan, kebijaksanaan atau kejernihan. secara etimologis, berfilsafat atau filsafat berarti mencintai, menikmati, kebijaksanaan atau kebenaran. Hal ini sejalan dengan apa yang diucapkan ahli filsafat Yunani Kuno, Socrates bahwa filosof adalah orang yang mencintai atau mencari kebijaksanaan atau kebenaran. Jadi, filosof bukanlah orang yang berpengetahuan benar, melainkan orang yang sedang belajar dan mencari kebenaran atau kebijaksanaan. Dalam bahasa Indonesia, filsafat berasal dari bahasa Arab, filsafah yang juga berakar pada istilah Yunani.
            Dilihat dari arti praktisnya, filsafat adalah alam berpikir atau alam pikiran. Berfilsafat adalah berpikir. Langeveld, dalam bukunya "Pengantar pada Pemikiran Filsafat" (1959) menyatakan, bahwa filsafat adalah suatu perbincangan mengenai segala hal, sarwa sekalian alam secara sistematis sampai ke akar-akarnya. Filsafat adalah suatu wacana, atau perbincangan mengenai segala hal secara sistematis sampai konsekuensi terakhir dengan tujuan menemukan hakikatnya.
 beberapa ahli filsafat mendefinisikan filsafat, antara lain :
  • Plato menyatakan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang murni.
  • Aristoteles mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, seperti ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika.
  • Descartes mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan segala ilmu pengetahuan termasuk didalamnya Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.
  • Immanuel Kant menyatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya mencakup empat persoalan, yaitu apa yang dapat diketahui (metafisika), apa yang seharusnya diketahui (etika), sampai dimana harapan kita (agama), dan apa yang dinamakan dengan manusia (antropologi).
  • Hasbullah Bakri merumuskan definisi filsafat sebagai berikut. Ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikat ilmu filsafat dapat dicapai oleh akal manusia dan bagaimana seharusnya sikap manusia setelah mencapai pengetahuan itu.
  • Thomas Mautner (1999) mengemukakan adanya tiga pengertian filsafat yang paling umum diartikan dan digunakan, ialah sebagai berikut :
  1. Pandangan komprehensif mengenai realitas dan tempat manusia berada dalam pandangan itu.
  2. Suatu teori yang lahir sebagai akibat dari dilakukannya pandalaman filosofis.
3.      Aktivitas intelektual yang dapat diartikan dalam berbagai pengertian, bergantung pada penekanannya, yaitu metode, masalah, serta tujuannya. Metode filsafat adalah pendalaman rasional. Sebagai materi atau masalah, metode filsafat merupakan hal biasa pada masa yang lalu. Lazimnya, metode ini digunakan filsafat pada saat mendalami berbagai masalah secara rasional.

PENDEKATAN AWAL FILSAFAT ILMU PENGATAHUAN
1Perbedaan antara ilmu dan pengetahuan
1Dasar Ontologi keilmuan
1Metodologi keilmuan

Pengantar:

Istilah ilmu sudah sangat populer, tetapi seringkali banyak orang memberikan gambaran yang tidak tepat mengenai hakikat ilmu. Terlebih lagi bila pengertian ini dikaitkan dengan berbagai aspek dalam suatu kegiatan keilmuan misalnya matematika, logika, penelitian dan sebagainya.
Apakah bedanya ilmu pengetahuan [science] dengan pengetahuan [knowledge] ? Apakah karakter ilmu ? apakah keguanaan ilmu ? Apakah perbedaan ilmu alam dengan ilmu sosial ? apakah peranan logika ? Dimanakah letak pentingnya penelitian ? apakah yang disebut metode penelitian? Apakah fungsi bahasa ? Apakah hubungan etika dengan ilmu.

Manusia berfikir karena sedang menghadapi masalah, masalah inilah yang menyebabkan manusia memusatkan perhatian dan tenggelam dalam berpikir untuk dapat menjawab dan mengatasi masalah tersebut, dari masalah yang paling sumir/ringan hingga masalah yang sangat "Sophisticated"/sangat muskil.
Kegiatan berpikir manusia pada dasarnya merupakan serangkaian gerak pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan [knowledge]. Manusia dalam berpikir mempergunakan lambang yang merupakan abstraksi dari obyek. Lambang-lambang yang dimaksud adalah "Bahasa" dan "Matematika"

Meskipun kelihatannya nampak betapa banyaknya serta aneka ragamnya buah pemikiran itu namun pada hakikatnya upaya manusia untuk memperoleh pengetahuan didasarkan pada tiga masalah pokok yakni :

ONTOLOGI :

Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui. Apa yang ingin diketahui oleh ilmu? atau dengan perkataan lain, apakah yang menjadi bidang telah ilmu

Suatu pertanyaan:
  • Obyek apa yang ditelaah ilmu ?
  • Bagaiman wujud yang hakiki dari obyek tersebut ?
  • Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia [seperti berpikir, merasa dan mengindera] yang membuahkan pengetahuan.
    [Inilah yang melandasi ONTOLOGI]
Ontologi merupakan salah satu diantara lapangan-lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Awal mula alam pikiran orang Barat sudah menunjukkan munculnya perenungan di bidang ontology. Pada dasarnya tidak ada pilihan bagi setiap orang pemilihan antara “kenampakan”[appearance] dan “kenyataan”[reality]. Ontologi menggambarkan istilah-istilah seperti: “yang ada”[being], ”kenyataan” [reality], “eksistensi”[existence], ”perubahan” [change], “tunggal” [one] dan  “jamak”[many].
Ontologi merupakan ilmu hakikat, dan yang dimasalahkan oleh ontology adalah:

Apakah sesungguhnya hakikat realitas yang ada”rahasia alam” dibalik realitas itu?
Ontologi membahas bidang kajian ilmu atau obyek ilmu. Penentuan obyek ilmu diawali dari subyeknya. Yang dimaksud dengan subyek adalah pelaku ilmu. Subyek dari ilmu adalah manusia; bagian manusia paling berperan adalah daya pikirnya.
DASAR ONTOLOGI ILMU
Apakah yang ingin diketahui ilmu atau apakah yang menjadi bidang telaah ilmu? Ilmu membatasi diri hanya pada kejadian yang bersifat empiris, mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh pancaindera manusia atau yang dapat dialami langsung oleh manusia dengan mempergunakan pancainderanya. Ruang lingkup kemampuan pancaindera manusia dan peralatan yang dikembangkan sebagai pembantu pancaindera tersebut membentuk apa yang dikenal dengan dunia empiris. Dengan demikian obyek ilmu adalah dunia pengalaman indrawi. Ilmu membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris.
Pengetahuan keilmuan mengenai obyek empiris ini pada dasarnya merupakan abstraksi yang disederhanakan. Penyederhanaan ini perlu sebab kejadian alam sesungguhnya sangat kompleks. Ilmu tidak bermaksud "memotret" atau "mereproduksi" suatu kejadian tertentu dan mengabstaraksikannya kedalam bahasa keilmuan. Ilmu bertujuan untuk mengerti mengapa hal itu terjadi, dengan membatasi diri pada hal-hal yang asasi. Atau dengan perkataan lain, proses keilmuan bertujuan untuk memeras hakikat empiris tertentu, menjangkau lebih jauh dibalik kenyatan-kenyataan yang diamatinya yaitu kemungkinan-kemungkinan yang dapat diperkirakan melalui kenyataan-kenyataan iru. Disinilah manusia melakukan transendensi terhadap realitas.
Untuk mendapatkan pengetahuan ini ilmu membuat beberapa andaian [asumsi] mengenai obyek-obyek empiris. Asumsi ini perlu, sebab pernyataan asumstif inilah yang memberi arah dan landasan bagi kegiatan penelaahan kita.
ASUMSI EMPIRIS :
Ilmu memiliki tiga asumsi mengenai obyek empirisnya :
  1. Asumsi pertama : Asumsi ini menganggap bahwa obyek-obyek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain misalnya dalam hal bentuk struktur, sifat dsb. Klasifikasi [taksonomi] merupakan pendekatan keilmuan pertama terhadap obyek.
2.      Asumsi kedua: asumsi ini menganggap bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu (tidak absolut tapi relatif ). Kegiatan keilmuan bertujuan mempelajari tingkah laku suatu obyek dalam keadaan tertentu. Ilmu hanya menuntut adanya kelestarian yang relatif, artinya sifat-sifat pokok dari suatu benda tidak berubah dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian memungkinkan kita untuk melakukan pendekatan keilmuan terhadap obyek yang sedang diselidiki.                           
  1. Asumsi ketiga : Asumsi ini menganggap tiap gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan. Tiap gejala mempunyai pola tertentu yang bersifat tetap dengan urutan/sekuensial kejadian yang sama. Misalnya langit ,mendung maka turunlah hujan. Hubungan sebab akibat dalam ilmu tidak bersifat mutlak. Ilmu hanya mengemukakan bahwa "X" mempunyai kemungkinan[peluang] yang besar mengakibatkan terjadinya "Y". Determinisme dalam pengertian ilmu mempunyai konotasi yang bersifat peluang [probabilistik]. Statistika adalah teori peluang.
EPISTEMOLOGI   g0205321
Epistemologi mempermasalahkan kemungkinan mendasar mengenai pengetahuan [very possibility of knowledge].
Pada perkembangannya epistemology menampakkan jarak yang asasi antara rasionalisme dan empirisme, walaupun sebenarnya terdapat kecenderungan beriringan.
Landasan epistemology tercermin secara operasional dalam metode ilmiah . Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh pengetahuan berdasarkan :
  1. kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun;
  2. menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka tersebut dan melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud dengan menguji kebenaran pernyataan secara factual.
Metode ilmiah dikenal dengan :
Logico-hypothetico-verificative atau deducto--hypothetico-verificative
Suatu pertanyaan:
  1. Bagaiman proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu ?
  2. Bagaimana prosedurnya ?
  3. Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar ?
  4. Apa yang disebut kebenaran itu sendiri ?
  5. Apakah kriterianya ?
  6. Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu ?
    Inilah Kajian epistemology
DASAR EPISTEMOLOGI ILMU
Epistemologi atau teori pengetahuan, membahas secara mendalam segenap proses yang terlibat dalam usaha kita memperoleh pengetahuan.
Ilmu merupakan pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan. Ilmu lebih bersifat kegiatan dinamis tidak statis. Setiap kegiatan dalam mencari pengetahuan tentang apapun selama hal itu terbatas pada obyek empiris dan pengetahuan tersebut diperoleh dengan mempergunakan metode keilmuan, adalah sah disebut keilmuan.
Hakikat keilmuan tidak berhubungan dengan "titel" atau "gelar akademik", profesi atau kedudukan, hakikat keilmuan ditentukan oleh cara berpikir yang dilakukan menurut persyaratan keilmuan.                                                                                          



AKSIOLOGI
Permasalahan aksiologi meliputi [1] sifat nilai, [2] tipe nilai, [3] criteria nilai, [4] status metafisika nilai.Pada adasarnya ilmu harus digunakan untuk kemaslahatan umat manusia. Ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan taraf hidup manusia dengan menitik beratkan pada kodrat dan martabat.
Untuk kepentingan manusia maka pengetahuan ilmiah yang diperoleh disusun dipergunakan secara komunal dan universal.
Suatu pertanyaan:
  1. Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan ? bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah moral ?
  2. Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?
  3. Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional?
METODE KEILMUAN

Gabungan antara pendekatan rasional dan cara empiris dinamakan metode keilmuan. Rasionalisme memberikan kerangka pemikiran yang koheren dan logis. Sedangkan empirisme kerangka pengujian dalam memastikan suatu kebenaran.
Salah satu aspek metode keilmuan adalah menyusun konsep penjelasan atau berpikir secara teoritis. Pemikiran teoritis ini bersifat deduktif dan pada dasarnya suatu proses berpikir logis dan sistematis, maka disinilah logika memegang peranan yang penting. Kita melihat kegunaan logika dan matematika dalam proses berpikir deduktif untuk menurunkan ramalan atau hipotesis kemudian mengujinya Secara empiris dengan pertolongan metode keilmuan yakni penelitian dikembangkan diatas asas-asas statistika, agar kesimpulan yang ditarik dapat dipertanggung jawabkan secara keimluan.

Dunia rasional adalah koheren, logis dan sistematis, dengan logika deduktif sebagai sendi pengikatnya (abstraksi), Dipihak lain terdapat dunia empiris yang obyektif dan berorientasi kepada fakta sebagaimana adanya.
Simpulan umum yang ditarik dari dunia empiris secara induktif merupakan batu ujian kenyataan dalam menerima atau menolak suatu kebenaran. Ia merupakan wasit dalam "gimnastik" berpikir itu [ilmu dimulai dengan fakta dan diakhir dengan fakta apapun teori yang disusun diantara mereka]
---Albert einstein.
Kebenaran ilmu bukan saja merupakan kesimpulan rasional yang koheren dan logis dengan sistem pengetahuan yang berlaku, tetapi juga harus sesuai dengan kenyataan yang ada.Tesis pokok bahwa metode keilmuan pada hakikatnya merupakan hasil perkembangan dari metode rasionalisme dan empirisme.



PERMASALAHAN FILSAFAT, SISTEMATIKA FILSAFAT, ATAU FILSAFAT SISTEMATIS

 Permasalahan filsafat adalah materi yang dibahas dalam filsafat satu demi satu dan seluruhnya. Dan ini yang disebut dengan problematika filsafat, mengapa? karena dibahas menurut susunan tertentu (sistematika filsafat) dan dibahas dalam filsafat sistematis. Prof.Dr.Sutardjo A.Wiramihardja,Psi. memandang bahwa sistematika yang diajukan Langeveld (1959) merupakan sistematika yang dinilai cukup lengkap tetapi tidak terlalu banyak dan kompleks sehingga mudah dipahami. Menurut Langeveld, secara garis besarnya filsafat terdiri atas tiga hal utama, yaitu :

  1. Masalah tahu, mengetahui, dan pengetahuan;
  2. Metafisika, baik metafisika umum maupun metafisika khusus, dan
  3. Nilai serta penilaian.
  • Masalah Tahu, Mengetahui, dan Pengetahuan
            Sebagian pihak berpendapat, bahwa inti kegiatan mengetahui atau tahu adalah adanya pemikiran mengenai hal tersebut, tanpa berpikir tentang sesuatu, tidak mungkin seseorang mengetahui sesuatu, sedangkan pihak lain berpendapat bahwa mengetahui atau tahu, berintikan pada sesuatu yang pernah dialaminya. Dalam masalah tahu, mengetahui da pengetahuan terdapat pula logika yang mengatur kelurusan berpikir, serta epistemologi yang mengatur hal kebenarannya.
  1. Logika
            Logika adalah bagian filsafat yang memperbincangkan hakikat ketepatan, cara menyusun pikiran yang dapat menggambarkan ketepatan berpengetahuan. Tepat belum tentu benar, sedangkan benar selalu mempunyai dasar yang tepat. Logika tidak mempersoalkan kebenaran sesuatu yang dipikirkan, tetapi membatasi diri pada ketepatan susunan berpikir menyangkut pengetahuan. Jadi, logika memprasyaratkan kebenaran, bukan wacana kebenarannya. Secara etimologis, logika berasal dari bahasa Yunani, logos yang berarti "kata"atau"pikiran". Namun, pengertian dasarnya sering disebut sebagai ilmu barekta-kata atau ilmu berpikir benar, bukan tepat melainkan benar.
            Pada awal kelahiran, logika manusia itu sangat sederhana dan digunakan untuk mengahadapi hal-hal sederhana dengan hasil yang sederhana pula. Logika itu bersifat alami atau disebut logika naturalis yang berdasarkan kodrat atau fitrahnya saja. Sedangkan logika buatan atau hasil pengembangan yang disebut dengan logika artifisial.
 Logika dibagi atas dua hal, yaitu :

  1. Logika Formal, adalah wacana atau argumentasi yang membicarakan hakikat hukum-hukum ketepatan susunan berpikir. HAl yang terpenting dalam logika ini adalah masalah pengaturannya, rumusan atau hukum-hukum bagi ketepatan susunan berpikir, isinya tidak dipermasalahkan juga masalah penggunaannya.
  2. Logika Material, adalah wacana atau argumentasi mengenai hakikat penggunaan ketepatan susunan berpikir terhadap bidang-bidang kegiatan berpikir tertentu. Logika material ini disebut teori metodologi. Teori metodologi adalah wacana mengenai cara-cara menyusun pikiran yang tepat untuk bidang masalah tertentu.

 Jenis logika ada tiga, yaitu :
  1. Logika Induktif, merupakan hasil penelitian atau teori mengenai prinsip-prinsip kesimpulan dari berbagai kenyataan.
  2. Logika Deduktif, merupakan hasil penelitian atau sistem mengenai prinsip-prinsip kesimpulan yang mengarah pada penggunaan suatu prinsip.
  3. Logika Dialektis.
2. Epistemologi

            Epistemologi mempersoalkan kebenaran pengetahuan. Dalam epistemologi, Oleh sebagian orang, epistemologi disebut filsafat ilmu. Secara umum dan mendasar, terdapat perbedaan antara epistemologi dan filsafat ilmu. Secara umum, epistemologi mempersoalkan kebenaran pengetahuan, sedangkan filsafat ilmu, secara khusus mempersoalkan ilmu atau keilmuan pengetahuan. Dalam hal ini, terdapat empat jenis kebenaran yang secara umum dikenal orang, yaitu :
  1. Kebenaran Religius, adalah kebenaran yang memenuhi atau dibagun berdasarkan kaidah-kaidah agama atau keyakinan tertentu disebut juga kebenaran mutlak yang tidak dapat dibantah lagi. Bentuk pemahamannya adalah dogmatis.
  2. Kebenaran Filosofis, ialah kebenaran hasil perenungan dan pemikiran refleksi ahli filsafat yang disebut hakikat, meskipun bersifat subjektif dan relatif, namun mendalam karena penghayatan eksistensial bukan hanya karena pengalaman dan pemikaran intelektual semata. Inti filsafat adalah berpikir, sedangkan dasarnya adalah rasio.
  3. Kebenaran Estetis, ialah kebenaran yang berdasarkan penilaian indah dan buruk, serta cita rasa estetis. Artinya keindahan yang berdasarkan harmoni dalam pengertian luas yang menimbulkan rasa senang, tenang dan nyaman.
  4. Kebenaran Ilmiah, yang ditandai oleh terpenuhinya syarat-syarat ilmiah, terutama menyangkut adanya teori yang menunjang dan sesuai dengan bukti. Kebenaran teoritis adalah kebenaran yang berdasarkan rasio, atau kebenaran rasional, berdasarkan teori-teori yang menunjangnya.
g0205543
  • Segala Sesuatu yang Ada (Metafisika)                               
 Ada dua bagian penting dari metafisika, yaitu :
  1. Metafisika Umum atau Ontologi. Ontologi mempersoalkan adanya segala sesuatu yang ada. hal ini berbeda dengan metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat yang ada.
  2. Metafisika Khusus. Metafisika khusus mempersoalkan hakikat segala sesuatu yang ada. Secara umum, terdapat tiga kelompok atau hal yang berbeda menurut Langeveld. Oleh karena itu Langeveld mengemukakan bahwa dalam mempersoalkan hakikat segala sesuatu terdapat tiga bagian, yaitu:
1) Kosmologi adalah bagian metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat alam semesta  termasuk segala isinya, kecuali manusia.
2) Antropologi adalah bagian metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat manusia.
3) Teologi adalah bagian metafisika khusus yang mempersoalkan hakikat Tuhan. hal-hal yang  dibicarakan didalamnya menyangkut kebaikan, kesucian, kebenaran, keadilan dan sifat-  sifat baik Tuhan lainnya.

  • Aksiologi
 Aksiologi adalah bagian filsafat yang mempersoalkan penilaian, terutama berhubungan dengan masalah atau teori umum formal mengenai nilai. Aksiologi yang kita kenal dalam dua jenis, yaitu etika dan estetika.
  1. Etika adalah bagian filsafat yang mempersoalkan penilaian atau perbuatan manusia dari sudut baik dan jahat. Etika dalam bahasa Yunani, ethos yang artinya kebiasaan, habit atau custom. Maksudnya hampir tidak ada orang yang tidak memiliki kebiasaan baik atau buruk. Istilah yang lebih tepat adalah etika baik dan etika jahat.
  2. Estetika merupakan bagian filsafat yang mempersoalkan penilaian atas sesuatu dari sudut indah dan jelek. Secara umum, estetika disebut sebagai kajian filsafati mengenai apa yang membuat rasa senang. Tokoh paling terkenal dalam bidang ini ialah Alexander Baumgarten (1714-1762) dalam disertasinya pada 1735 yang justru dianggap awal diwacanakannya estetika.




PLNTFLWR






RUJUKAN YANG DIGUNAKAN:
  1. Ahmad Tafsir [2004] Filsafat Ilmu [mengurai Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pengaetahun] : PT Remaja Rosda Karya Jakarta: 27-45
  2. Alex Lanur OFM [1993] Hakikat Pengertahuan dan Cara Kerja Ilmu-ilmu : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta : 13:52
  3. Alfon Taryadi [1989] Epistemologi Pemecahan Masalah[menurut Karl. R. Popper] : Penerbit PT Gramedia Jakarta : Bab V 107:151
  4. Amsal Bakhtiar [2004] Filsafat Ilmu : PT Raja Grafindo Persada JakartaĆ  Bab IV 131:164
  5. Jujun Suriamantri [2004] Ilmu Dalam Perpektif [Sebuah kumpulan karangan tentang hakikat ilmu] : Yayasan Obor Indonesia Jakarta : Bab I 1:40
  6. --------------------- [2004] Filsafat Ilmu [Sebuah Pengantar Populer] : Yayasan Sinar Harapan Jakarta Bab III 63:91, Bab 101:141 ---------------------[2004] Ilmu Dalam Perpektif M
  7. Sumber :Prof.Dr., Sutardjo A. Wiramihardja,Psi. 2006. Pengantar Filsafat......Bandung. PT.Refika Aditama

  1. Sumber:Prof.Dr.,SutardjoA.Wiramihardja,Psi.2006.PengantarFilsafat......Bandung.PT.Refika Aditama





















0 komentar:

Poskan Komentar

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

KRITIK DAN SARAN ANDA

Pengikut

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (2) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (699) ARTIS (21) ASEAN (4) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (72) BAHASA INGGRIS (104) BAHASA JAWA (6) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (2) BISNIS (68) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (1) CARA BELAJAR SABAR (1) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (13) cerpen (23) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (14) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HUKUM (16) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (7) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (34) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (18) kurikulum (1) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (29) logo (4) lucu (3) makalah (109) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (6) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikankan (637) pendidkan (29) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (86) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (22) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (4) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (10) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (524) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (391) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)
 
Copyright © 2011. Jawa Posting . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates