Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Musyarakah dan Aplikasinya Dalam Perbankan Syari’ah

Diposkan oleh irfan on Sunday, April 03, 2011



Keberadaan bank syariah saat ini telah menyebar diberbagai daerah di indonesia. Kegiatan usaha Bank syariah berpedoman pada prinsip syariah, hal ini yang membedakannya dengan Bank Konvensional. Adapun prinsip syariah tersebut tertuang dalam pasal 1 angka 13 Undang-Undang Perbankan, bahwa perjanjian kerjasama antara pihak bank dengan pihak lain dalam hal penyimpanan dana atau pembiayaan kegiatan usaha atau usaha lainnya harus sesuai dengan syariah.[1] Di antara bentuk pembayaan kegiatan usaha tersebut adalah pembiayaan dengan penyertaan modal (musyarakah). Lantas apakah ada perbedaan antara konsep musyarakah versi fiqh klasik dengan praktek musyarakah dalam Bank Syariah?
A.    Musyarakah Konsep Fiqh
a.      Definisi dan Landasan Hukum
Secara etimologi syirkah atau musyarakah bermakna percampuran.[2] Secara terminologi ada beberapa definisi,[3] yaitu:
·         Menurut ulama’ Malikiyah: “suatu keizinan untuk bertindak secara hukum bagi dua orang yang bekerjasama terhadap harta mereka.”
·         Menurut ulama’ Syafi’iyah dan Hanabilah: “hak bertindak hukum bagi dua orang atau lebih pada sesuatu yang mereka sepakati.”
·         Menurut ulama’ Hanafiyah: “akad yang dilakukan oleh orang-orang yang bekerjasama dalam modal dan keuntungan.”
Dari seluruh definisi di atas secara tekstual memang berbeda, namun esensinya adalah sama, yakni kerjasama yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan modal yang terkumpul dari masing-masing pihak. Semua pihak sama-sama mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam mengelola modal tersebut.
Musyarakah merupakan praktek muamalah yang diperbolehkan oleh agama, hal ini didasarkan pada al-Qur’an, sunnah dan ijma’ ulama’.
Surat an-Nisa’ ayat 12:
ôMßgsù âä!%Ÿ2uŽà° Îû Ï]è=W9$#
“.....Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu....”
Hadis riwayat Abu Hurairah:
انا ثالث شريكين مالم يخن احدهما صاحبه فاذا خانه خرجت من بينهما
“Aku (Allah) merupakan orang ketiga dalam dua orang yang berserikat, selama salah satu dari mereka tidak ada yang berkhianat kepada yang lain. Jika ada yang berkhianat kepada pihak yang lain, maka Aku keluar dari perserikatan di antara mereka.”[4]
b.      Jenis-Jenis Musyarakah
Secara garis besar syirkah ada dua macam,[5] yakni:
1.      Syirkah Amlak, yaitu bentuk perserikatan antara dua orang atau lebih dalam memiliki harta bersama-sama tanpa melalui atau didahului akad syirkah. Syirkah bentuk ini juga ada dua bentuk,[6] yaitu:
a.             Syikah Ikhtiyariah, yaitu perserikatan yang dilandasi pilihan orang yang berserikat. Misalnya dua orang diberi harta wasiat dari seseorang, dia bisa menolak atau menerima harta itu.
b.            Syirkah Jabariyah, yaitu perserikatan yang muncul secara paksa, bukan karena kehendak orang yang berserikat. Misalnya dua orang atau lebih yang terpaksa menerima harta waris sebagi milik bersama.
2.      Syirkah ‘Uqud, yaitu akad yang disepakati dua orang atau lebih untuk mengikatkan diri dalam perserikatan modal dan keuntungannya. Syikah ‘uqud juga ada beberapa macam yaitu:
a.             Syirkah ‘inan/syirkah amwal.[7] Para fuqaha’ sepakat bahwa syirkah ini diperbolehkan syari’ah.[8]
b.            Syirkah mufawadhah.[9] Menurut ulama’ Hanafiyah dan Zaidiyah, syirkah bentuk ini boleh karena syirkah seperti ini telah umum di masyarakat dan tidak ada ulama’ yang mengingkarinya. Sedangkan ulama’ Malikiyah tidak membolehkan syirkah mufawadhah seperti yang dipahami ulama’ Hanafiyah, namun apabila masing-masing pihak dapat bertindak hukum secara mutlak dan mandiri terhadap modal kerja tanpa harus minta izin kepada anggota yang lain, maka boleh. Demikian juga dengan ulama’ Syafi’iyah dan Hanabilah tidak membolehkan syirkah yang dipahami ulama’ Hanafiyah, karena ketentuan tersebut sulit diwujudkan, dan keduanya membolehkan syirkah seperti yang dipahami ulama’ Malikiyah.[10]
c.             Syirkah wujuh.[11] Ulama’ Hanafiyah, Hanabilah dan Zaidiyah berpendapat boleh. Namun ulama’ Malikiyah, Syafi’iyah, Dhahiriyah dan Syiah Imamiyah menyatakan tidak sah dan tidak boleh. Alasan mereka bahwa obyek syirkah adalah modal dan kerja, sedangkan dalam syirkah wujuh obyek syirkahnya tidak jelas.[12]
d.            Syirkah abdan/syirkah a’mal.[13] Ulama’ Malikiyah, Hanafiyah, Hanabilah dan Zaidiyah menyatakan hukumnya boleh, karena tujuan utama kerjasama ini adalah mencari keuntungan dengan modal kerja bersama. Dan menurut ulama’ Syafi’iyah, Syi’ah Imamiyah dan Zufar bin Huzail (pakar fiqh Hanafi) berpendapat hukumnya tidak sah, karena obyek syirkah adalah harta/modal bukan kerja.[14]
e.             Syirkah mudharabah.[15] Jumhur ulama’ menyatakan bahwa mudharabah tidak termasuk akad syirkah. Hanya ulama’ Hanabilah yang menganggapnya sebagai syirkah.[16]
c.       Rukun dan Syarat-Syaratnya
Rukun syirkah yang pokok ada 3 (tiga) yaitu[17]:
(1)   akad (ijab-kabul), disebut juga shighat;
(2)   dua pihak yang berakad (‘âqidâni), syaratnya harus memiliki kecakapan (ahliyah) melakukan tasharruf (pengelolaan harta);
(3)   obyek akad (mahal), disebut juga ma‘qûd ‘alayhi, yang mencakup pekerjaan (amal) dan/atau modal (mâl).
Syarat syirkah secara umum ada 3 (tiga) yaitu[18]:
(1)   Kerjasama tersebut merupakan transaksi yang boleh diwakilkan.
(2)   Persentase pembagian keuntungan bagi masing-masing pihak ditentukan ketika akad.
(3)   Keuntungan itu diambilkan dari keuntungan modal perserikatan.
 Adapun syarat khusus masing-masing syirkah yaitu:
(1)   Syirkah ‘inan/amwal: modal tersebut jelas dan tunai, bukan berbentuk utang dan bukan berbentuk barang; dan menurut Ibnu Rusyd kedua harta itu lebih baik dan lebih sempurna disatukan, karena semua pihak punya hak dan kewajiban yang sama terhadap harta itu sehingga tidak memunculkan kecurigaan.[19]
(2)   Syirkah mufawwadhah: kedua pihak cakap dijadikan wakil; modal, kerja, keuntungan untuk semua pihak harus sama; semua pihak berhak menangani seluruh obyek perserikatan; lafadh yang digunakan akad adalah akad mufawadhah. Apabila syarat-syarat tersebut ada yang tidak terpenuhi maka akadnya berubah menjadi syirkah ‘inan.[20]
(3)   Syirkah wujuh dan syirkah abdan/a’mal: apabila perserikatan itu berbentuk ‘inan maka syaratnya sama seperti syirkah ‘inan dan jika berbentuk mufawadhah maka syaratnya sama seperti syirkah mufawadhah.[21]
(4)   Syirkah mudharabah, karena jumhur ulama’ menyatakan mudharabah adalah akad tersendiri, maka mempunyai rukun dan syarat tersendiri layaknya akad mudharabah.
B.     Musyarakah dalam Konteks Lembaga Keuangan Syariah
Secara umum, bank syariah memiliki dua aktivitas[22]:
·        Pertama, aktivitas perdagangan (a’mal tijariyah) yang diklaim sebagai pengganti aktivitas Ribawi. Ini dijalankan dengan melalui berbagai macam akadnya, seperti: mudharabah, murabahah (pembelian barang lewat lembaga) dan musyarakah (patungan) dalam sektor-sektor pertanian, industri, perdagangan dan lain-lain.
·        Kedua, aktivitas jasa perbankan dalam berbagai bentuknya dengan menarik imbalan jasa, misal jasa transfer uang dan pertukaran mata uang.
Menurut Siddik al-Jawi, Dosen STEI Hamfara Jogja, aktivitas yang pertama memiliki subhat pada realitasnya, karena terdapat beberapa penyimpangan yang terjadi: Pertama, secara teori, syirkah mudharabah berlaku prinsip bagi hasil dan bagi rugi (profit and loss sharing) sesuai kaidah fikih, “Al-ghurmu bi al-ghunmi (Risiko kerugian diimbangi hak mendapat keuntungan).” Namun pada faktanya, tidak pernah satu kali pun ada bank syariah yang mengumumkan dirinya rugi. Ini menunjukkan suatu keanehan. Karena pada teori, harusnya bank syariah bisa saja mengalami kerugian.[23] Kedua, kurangnya SDM yang cakap untuk mengelola keuangan syariah. Akibatnya, bank syariah mengambil pegawainya dari bank konvesional (berbasis riba) yang terindikasi masih memiliki pola pikir dan budaya kerja non syariah. Adapun aktivitas yang kedua, merupakan aktivitas yang dibolehkan syariah, asal dijalankan sesuai syarat dan rukunnya.[24]



Daftar Pustaka
Abd. Shamad, “Hukum Islam, Penormaan Prinsip Syariah Dalam Hukum Indonesia, Prenada Media Group, Jakarta, 2010
Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini, Kifayatul Ahyar, Bina Iman, Surabaya, 2003
Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid, pen: Abu Usamah Fatkhur Rahman, Pustaka Azzam, Jakarta, 2007
Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007
http://kuliahpemikiran.wordpress.com/category/fikih-klasik-kontemporer/


[1]    Abd. Shamad, “Hukum Islam, Penormaan Prinsip Syariah Dalam Hukum Indonesia, Prenada Media Group, Jakarta, 2010, hlm. 118
[2]    Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini, Kifayatul Ahyar, Bina Iman, Surabaya, 2003, jilid 1, hlm. 629
[3]    Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007, hlm. 165
[4]   Maksud hadis tersebut adalah bahwa Allah menghilangkan keberkahan pada harta mereka. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dan al-Hakim, menurutnya hadis ini shahih isnadnya. (Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini, Kifayatul Ahyar, Bina Iman, Surabaya, 2003, jilid 1, hlm. 630)
[5]   Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007, hlm. 167
[6]   Ibid.
[7]   Kerjasama antara dua orang atau lebih, setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan ikut berpartisipasi dalam kerja, lalu keuntungan dan kerugiannya dibagi sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Namun porsi masing-masing pihak, baik dalam dana, kerja atau bagi hasil tidak harus sama. (lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid, pen: Abu Usamah Fatkhur Rahman, Pustaka Azzam, Jakarta, 2007, hlm. 496),
[8]    Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007, hlm.168
[9]   Kerjasama antara dua orang atau lebih, setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja, dengan syarat masing-masing pihak memberikan modal dengan jumlah yang sama dan melakukan tindakan hukum yang sama dan keuntungan dibagi sama. Apabila salah satu pihak bertindak hukum harus minta izin atau musyawarah terlebih dahulu dengan rekan serikatnya.
[10]   Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007, hlm.170
[11] Kerjasama antara dua orang atau lebih yang tidak mempunyai modal, melakukan pembelian dengan cara kredit dan menjualnya dengan cara tunai, lalu keuntungannya dibagi bersama.
[12]   Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007, hlm.171
[13] Kerjasama antara dua orang atau lebih untuk menerima suatu pekerjaan, hasil atau upahnya dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan.
[14]   Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007, hlm.172
[15]   Kesepakatan antara pemilik modal dengan seorang pekerja untuk mengelola uang dari pemilik modal dalam perdagangan tertentu, keuntungannya dibagi sesuai dengan kesepakatan , namun kerugiannya ditanggung sendiri oleh pemilik modal.
[16]   Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007, hlm.172
[17]   http://kuliahpemikiran.wordpress.com/category/fikih-klasik-kontemporer/ (lihat Al-Jaziri, 1996: 69; Al-Khayyath, 1982: 76; 1989: 13).
[18]      Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2007, hlm.173
[19] Ibid, hlm. 173
[20] Ibid.
[21] Ibid.
[22] http://kuliahpemikiran.wordpress.com/category/fikih-klasik-kontemporer/
[23] Ibid. (lihat Sya’rawi, 2007: 510-514)
[24] Ibid, (Siddiq al-Jawi, 2010:43).

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers