Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

MANAJEMEN PENDIDIKAN

Diposkan oleh irfan on Sunday, April 03, 2011


    BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar belakang

Dapat kita pahami bahwa untuk mewujudkan tujuan pendidikan perlu adanya sinergi dan komponen-komponen pendidikan yang ada, agar komponen-konponen pendidikan itu sinergi, tidak lepas dari kegiatan managemen.

Para ahli mengungkapkan manajemen pendidikan berdasarkan sudut pandang dan fokus yang berbeda sesuai konsep Teoretis yang melandasinya. Perbedaan ini tidak akan di bahas secara detail dan disajikan secara khas, karena tujuan penulisan materi ini akan membawa ke arah memahami peran apa yang dilakukan manajemen dalam bidang pendidikan.

































BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pendidkan Sebagai Aktivitas Manajemen
Manajemen pada hakikatnya adalah fungsi untuk melakukan penataan semua kegiatan dalam pendidkan agar tujuan pendidikan tercapai dalam batas-batas kebijakan yang  telah di tentukan. Sebagai penyelenggara pendidikan manajemen pendidikan tidak menentukan kebijakan-kebijakan yang bersifat kelembagaan. Tetapi dalam hal ini manajemen tidak menentukan kebijakan sama sekali. Manajemen pendidikan juga mengambil kebijaksanaan tetapi hanya kebijakan-kebijakan operasional yang berkaitan dengan penyelenggaraan (pelaksanaan) manajemen.
Manajemen pendidkan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan. Manajemen pendidkan juga merupakan sekumpulan fungsi untuk menjamin efisiensi dan efektifitas pelayanan pendidikan, melalui perencanaan, pengambilan keputusan, perilaku kepemimpinan, penyiapan alokasi sumber daya, stimulus dan koordinasi personil, penciptaan iklim organisasi yang kondusif, serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan. Manajemen pendidkan merupakan rangkaian kegiatan bersama dan keseluruhan prodses pengendalian usaha atas kerja sama sekelompok orang dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan secara bersama dan sistematis, yang diselenggarakan pada suatu lingkungan tertentu.

1.   Fungsi Manajemen
Manajemen pendidikan merupakan suatu sistem pengelolaan dan penataan sumber daya pendidikan, seperti tenaga pendidikan, peserta didik, masyarakat, kurikulum, dana (keuangan), sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana, dan lingkungan pendidkan. Komponen-komponen tersebut perlu di kelola dan ditata sebaik-sebaiknya agar tercita keserasian hubungan antara faktor sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu diperlukan keahlian tertentu yang biasa di sebut fungsi-fungsi manajemen.

  1. Perencanaan (planning)
Perencanaan pada hakeketnyaadalah suatu kegiatan yang mendahului pelaksanaan. Bila di kaji secara mendalam, perencanaan pada dasarnya merupakan jawaban terhadap 6 pertanyaan pokok. Aspek-aspek perencanaan di kenal dengan 5W dan 1H ( what, who, why, where, when, how ). Setiap organisasi termasuk sekolah mutlak perlu menyusun perencanaan. Karena kegunaan rencana yang telah di susun dengan baik telah :
  1. Dapat memberikan petunjuk atau arah kepada pelaksanaan kegiatan pendidikan yang di lakukan.
  2. Dapat menjadi acuan untuk melakukan monitiring terhadap kemajuan dan pelaksanaan program.
  3. Dapat di jadikan tolak ukur keberhasilan usaha yang di lakukan sekolah
  4. Dapat menjadikan dasar untuk melakukan pengawasan, pengendalian, bahkan juga penilaian.
  5. Dapat menjadi media pembaharuan atau inovasi




Kita mengenal jenis-jenis perencanaan juga dapat di bedakan berdasarkan karakteristik tertentu yaitu :
  1. Menurut besarnya, perencanaan di bedakan atas perencanaan makro, perencanaan meso dan perencanaan mikro. Perencanaan makro bersifat nasional mencakup tujuan, kebijakan-kebijakan, dan cara-cara mencapai tujuan pada tingkat nasional. Perencanaan meso adalah penjabaran dari perencanaan makro ke dalam program-program yang berdimensi lebih kecil, bersifat operasional di sesuaikan dengan keadaan daerah, unit-unit peranatara atau departemen. Perencanaan mikro adalah perencanaan yang sangat operasional dan mencakup satu instansi dan lembaga.
  2. Di tinjau dari ruang lingkup atau tebal telaahnya, perencanaan dapat di bedakan atas perencanaan strategik, pelaksanaan manajerial, dan pelaksanaan operasional.
  3. Di tinjau dari segi jangka waktu, dapat di bedakan perencanaan jangka panjang, menengah, dan perencanaan jangka pendek.
  4. Di tinjau dari besarnya obyek yang di rancang, dapat di bedaka atas perencanaan perbaikan dan perencanaan perkembangan.
  5. Tenaga kerja yang di butuhkan, baik di tinjau dari sudut kwalifikasi maupun di tinjau dari segi jumlahnya.

  1. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah fungsi organik manajemen dan merupakan keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta mutu organisasi yang dapat di gerakkan sebagai suatu mutu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah di tentukan.

  1. Organisasi sebagai wadah
Sebagai wadah, organisasi adalah tempat kegiatan-kegiatan adminitrasi dan manajemen pendidikan. Sebagai wadah organisasi itu bersifat ”relatif statis”. Untuk menjelaskan organisasi wadah, karena tidak ada satu organisasi yang berkembang bertumbuh dan maju boleh berada dalam keadaan “absolut statis”.

  1. Organisasi Sebagai Proses
Organisasi sebagai proses menyoroti interaksi antara orang-orang di dalam organisassi itu. Karenanya, organisasi sebagai proses, jauh lebih dinamis sifatnya di bandingkan dengan organisasi sebagai wadah. Organisasi sebagai proses membawa kita kepada pembawa kita kepada pembahasan dua macam hubungan di dalam organisasi yaitu “hubungan formal” yang menimbulkan “hubungan informal” yang menimbulkan “formal organisasion”

  1. Prinsip - prinsip Organisasi
Di muka telah dikatakan bahwa hasil pengorganisasian itu ialah terciptanya suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka usaha pencapaian tujuan yang telah ditentukan, menurut rencana yang telah ditetapkan.
Yang dimaksud dengan organisasi yang baik adalah suatu organisasi yang memiliki ciri-ciri(sifat-sifat) sebagai berikut :
a.       Terdapat tujuan yang jelas
b.      Tujuan organisasi harus di fahami oleh setiap orang di dalam organisasi
c.       Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap orang dalam organisasi
d.      Adanya kesatuan aral ( unity of  direction )
e.       Adanya kesatuan perintah (unity ocommand)


  1. Bentuk – bentuk organisasi
Karena organisasi adalah hal yang dinamis, yang menyesuaikan kedinamisannya dengan kedinamisan masyarakat maka sekarang ini bentuk ini mempunyai kekuatan / kebaikan dan kelemahan / keburukannya sendiri-sendiri. Keempat organisasi itu ialah:
a.       Organisasi Lini
Bentuk ini memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1.      Organnisasinya kecil
2.      Jumlah karyawannya masih sedikit
3.      Pemilik biasanya menjadi pimpinan tertinggi didalam organisasi
4.      Hubungan kerja antar pimpinan dan parah bawahan pada umumnya masih bersifat langsung
5.      Tingkat spesialisasi masih kenal satu sama lain

b.      Organisasi Lini dan Staff
Organisasi Lini dan Staff mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Organisasinya besar dan kompleks
2.      Jumlah karyawannya besar
3.      Hubungan kerja yang bersifat langsung (face to face) tidak mungkin lagi bagi seluruh anggota organisasi
4.      Terdapat dua kelompok besar manusia di dalam organisasi
5.      Spesialisasi yang beraneka ragam di perlukan dan di pergunakan secara maksimal
c.       Organisasi fungsional
Organisasi fungsional adalah organisasi yang di dalamnya tidak terlalu menekankan pada hirarki structural, akan tetapi lebih banyak di dasarkan kepada sifat dan macam fungsi yang perlu di jalankan.
Adapun kebaikan-kebaikan bentuk ini adalah :
1.      Spesialisasi para keriawannya di pergunakan semaksimal mungkin
2.      Solidaritas antar orang-orang yang menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi
3.      Moral sama disiplin orang-orang dalam satu fungsi yang sama pada umumnya tinggi.
4.      Koordinasi antara orang-orang dalam satu fungsi di jadikan.
d.      Organisasi tipe panitia
Betuk organisasi ini adalah bentuk di mana pimpimnan dan para pelaksanaan di bentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat panitia. Artinya pada tingkat pimpinan, keseluruhan unsur pimpinan menjadi panitia dan para pelaksana di bagi-bagi dalam kelompok-kelompok yang bersifat taks force.
Bentuk inipun tidak pernah popular, ciri-cirinya sebagai berikut :
1.      Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok orang.
2.      Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama.
3.      Para pelaksana di kelompokan menurut tugas-tugas yang harus di lakukan, dalam bentuk taks force





  1. Actuating ( penggerakan ).
Kegiatan actuating  atau penggerakan erat kaitannya dengan melaksanakan pekerjaan yang banyak berhubungandengan sumber daya manusia. Dalam aplikasinya, seorang manajer di tuntut mampu membina kerja sama, mengarahkan dan mendorong kegairahan kerja bawahan melalui motifasi yang di miliki oleh masing-masing bawahan.
Seorang manajer dalam membina kerja sama, mengarahkan dan mendorong kegairahan kerja bawahan perlu memahami faktor-faktor  yang dapat memotifasi bawahan. Beberapa teori yang telah di kembangkan mengenai motifasi adalah
  1. Teori X dan Y
Manusia di anggap malas dan tidak memiliki inisiatif, maka untuk dapat menghasilkan sesuatu manusia ini harus disuruh. Sedangkan teori Y konsepnya merupakan kebalikan dari teori X, bahwa manusia memiliki keinginan dan kebutuhan untuk berprestasi.
  1. Teori ekspetasi
Intensitas motif seorang untuk melakukan sesuatu adalah fungsi instrumen dan falensi dari setiap hasil yang mengkin dapat di capai terhadap ekspektasi kegunaan perbuatannya.
  1. Teori prestasi
Pada dasarnya motifasi seseorang di tentukan oleh tiga macam kebutuhan, yaitu kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan akan afiliasi atau lebih di kenal dengan singkatan n-Ach.
  1. Teori dua faktor
Dua faktor yang perlu diperhatikan dalam motifasi individu yaitu faktor pemuas (pemuas) dan faktor lingkungan (kesehatan). Faktor pemuas meliputi prestasi, pengakuan atas hasil kerja, pekerjaan yang menarik, tanggung jawab, perasaan maju, dan berkembang. Faktor lingkungkungan meliputi kebijakan dan adminitrasi organisasi, supervisi, kondisi kerja, hubungan antar manusia, uang, status dan rasa aman.

  1. Pengawasan (Controlling)
Pada dasarnya pengawasan berarti pengamatan pengukuran suatu kegiatan operasional, dan perbandingan hasil yang di capai dengan standar yang telah di tetapkan sebelumnya.
Tujuan utama pengawasan adalah untuk :
  1. Lebih menjamin bahwa kebijakan dan strategi yang telah di tetapkan terselenggara sesuai dengan yang di maksukan.
  2. Lebih menjamin agar anggaran, sarana dan prasarana kerja yang telah di sediakan bagi terselenggarakan kegiatan operasional benar-benar telah di pergunakan secara mangkus dan sangkit dengan hasil yang maksimal.
  3. Lebih menjamin bahwa standar mutu hasil pekerjaan terpenuhi semaksimal mungkin.

Manfaat pengawasan adalah :
  1. Mempertebal rasa tanggung jawab personalia yang di serahi tugas dan wewenang dalam pelaksanan pekerjaan.
  2. Mendidik para personalia agar melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan prosedur yang telah di tentukan.
  3. Mencegah terjadinya penyimpangan, kelalaian dan kelemahan agar tidak terjadi kerugian yang tidak di inginkan.
  4. Memperbaiki kesalahan dan penyimpangan agar pelaksanaan terlaksana

2.2 Manajemen Berbasis Sekolah

Manajemen berbasis sekolah sebenarnya merupakan konsekuensi logis dan perwajutan desentralisasi di bidang pendidikan. Dalam melaksanakan MBS, sekolah wajib mengikut sertakan masyarakat dalam pengelolaannya dan pengelolaan sekolah di lakukan dalam kerangka kebijakan nasional.

1.     Latar Belakang Otonom Sekolah
Sekolah adalah institusi yang memegang peranan kunci dalam menentukan kualitas pendidikan kepala sekolah merupakan pelaku sentral dalam memainkan peran tersebut. Peningkatan kualitas sekolah memerlukan kelola yang mampu :
a.       Menjabarkan bahwa sumber daya yang ada guna menyediakan dukungan yang memadai bagi guru, bahkan pengajaran yang cukup dan pemeliharaan fasilitas yang baik.
b.      Memelihara waktu yang cukup untuk pengelola dan pengorganisasian proses instruksional.
c.       Berkomunikasi secara teratur dengan staf, orang tua, siswa dan masyarakat terkait.

2.     Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
MPS merupakan bentuk alternatif sekolah dengan program desentralisasi di nidang pendidikan. Otonom diberikan agar sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan agar mereka lebih memahami pendidkan, membantu serta mengontrol pengelolaan pendidikan.
Adanya otonon meningkatkan kerja para staf, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok yang terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan.
3.     Tujuan MBS
MBS di tandai adanya otonom sekolah dan pertisipasi masyarakat yang tinggi tanpa mengabaikan kebijakan nasional tersebut di tunjukkanuntuk meningkatkan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi dapat di peroleh antara lain melalui keleluasaan mengelola sumber daya, partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi.

4.     Manfaat  
Dengan adanya otonomi dalam pengelolaan sumber daya, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga mereka dapat lebih berkonsentrasi pada tugas pendidikannya. Dengan demikian MBS mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpim di sekolah.
MPS menjamin partisipasi staf, orang tua, siswa, dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan keputusan tentang pendidikan dan melalui kesempatan berpartisipasi tersebut dapat meningkatkan komitmen mereka terhadap sekolah.

5.     Faktor-fakor Yng Perlu Diperhatikan
  1. Kewajiban sekolah
  2. Kebijakan dan prioritas pemerintah
  3. Peran orang tua dan masyarakat
  4. Peran profesional dan manajerial
  5. Pengembangan profesi

6.     Karakteristik MBS
Ciri-ciri MBS, antara lain sejauh mana sekolah mengoptimalkan kinerja organisasi, proses belajar mengajar, pengelola sumber daya manusia dan pengelola sumber daya dan adminitrasi.
Agar MBS dapat terlaksana secara optimal sebelum melaksanakan MBS sekkolah terlebih dahulu perlu menempuh langka-langka berikut :
  1. Memposiskan sekolah pada pengelompokan sekolah berdasarkan kemampuan manajemen ke dalam kelompok baik sedang, dan kurang di lokasi-lokasi maju, sedang, dan tertinggal.
  2. Melakukan pertahapan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
  3. Menyusun staf renca sekolah yang berisi serangkaian kebijakan dan tindakan untuk di laksanakan oleh sekolah dalam kurun waktu tertentu demi pencapaian tujuan dan prioritas.
  4. Merumuskan nilai, visi, dan misi sebagai inti dari rencana sekolah.

2.3 Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS)
Masih dalam kerangka MBS guna meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah secara terus menerus dilakukan upaya perbaikanyang salah satunya dengan menerapkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).

1.     Latar belakang
Salah astu permasalahan pendidikan yang di hadapi adalah rendahnya mutu pandidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah di lakukan untuk meningkatkan mutu pendidikannasional, antara lain melalui pelatihan dan penigkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pengajaran, perbaikan sarana dan prasaranapendidikan dan peningkatan mutu manajemen sekolah.

2.     Pengertian
MPMBS  diartikan model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional.




      3.Tujuan
a. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah                                                                   dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
b. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambil;an keputusan bersama.
c. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada oramg tua , masyarakat dan pemerintah melalui mutu sekolah.
d. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.   

     4.Karakteristik MPBS
1. Output
     Output sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen yang ada di sekolah
2.Proses
            Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki sejumlah karakteristik proses :
  1. Proses belajar mengajar yang efektivitasnya tinggi
  2. Kepemimpinan sekolah yang kuat
  3. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib
  4. Pengelolaan personalia yang efektif
  5. Sekolah mempunyai budaya mutu  
3.Input pendidikan
a. Memiliki kebijakan , tujuan dan sasaran mutu yang jelas
b. Sumber daya tersedia dan siap
c. Staff yang kompeten dan berdedikasi tingggi
d. Memiliki harapan prestasi yang tinggi
e. Input manajemen
      5.Fungsi    Desentralisasi   Ke   Sekolah
Sampai saat ini belum dapat ditentukan secara pasti karena otonomi pendidikan sedang bergulir dan sedang mencari formatnya. Adapun aspek aspek yang dapat digarap oleh sekolah dalam kerangka MPMBS meliputi :
a.Perencanaan dan evaluasi progranm sekolah
b.Pengelolaan kurikulum
c.Pengelolaan proses belajar mengajar
d.Pengelolaan ketenagaan
e.Pengelolaan peralatan dan perlengkapan
      6.Tugas   dan   Fungsi   Jajaran   Birokrasi
a.Direktorat SLTP/Dikmenum
Menentukan kebijakan dan strategi pada tatanan formulasi/penetap kebijakan , imkementasi dan evaluasi kebijakan pada tingkat nasional.
            b.Dinas Pendidikan Propinsi
    Menjabarkan kebijakan dan strategi MOMBS yang telah digariskan oleh Direkrorat SLTP/Dikmenum.
c.Dinas pendidikan kabupaten/kota
    Memberikan pelayanan dalam pengelolaan satuan pedidikan di kabupaten/kota masing-masing yang menjalankan MPMBS  


  

D.Kepemimpinan
          1.Konsep Dasar Kepemimpinan
          Kepemimpinan merupakan inti dari manajemen atau dengan kata lain merupakan  motor/daya penggerak dari semua sumber dan alat-alat (resources)yang tersedia di dalam organisasi.
Resources dapat di bagi menjadi dua golongan besar yaitu :
  1. Human resources (man)
  2. Non Human Resources (money,method,market,machine,material)



Di dalam pendidikan kita mengenal 2 macam pemimpin yaitu :
  1. Peminmpin formal, yaitu pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya bersandar pada kewenangan formal
  2. Pemimpin informal, terjadi karena pemimpin tanpa wewenang formal berhasil mempengaruhi perilaku orang lain.
2.Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pendidikan
a.Kepala sekolah sebagai pemimpin
Peran kepala sekolah adalah mengupayakan tercapainya lingkungan   yang kondusif dimana proses belajar mengajar bisa tercapai dengan efektif .
b.Kepala sekolah sebagai konselor
Untuk dapat mendukung fungsinya sebagai kepala sekolah ,diperlukan kegiatan  secara konseling .Ringkasnya tugas kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan konseling adalah  :
1.Membuat rencana / program sekolah secara menyeluruh
2.Mendelegasikan tanggung jawab tertentu dalam pelaksanaan bimbingan    dan  
               Penyuluhan
            3.Mengawasi pelaksanaan program
c.Kepala sekolah sebagai supervisor
Untuk membantu mendorong dan memberi keyakinan pada guru bahwa proses     belajar mengajar dapat dan harus dapat diperbaiki.

            Ada dua jenis supervise dalam perananya mengelola perubahan :
            1.Supervisi traktif, supervise yang melakukan perubahan kecil karena menjaga            kontinuitas
            2.Supervisi  dinamik, diarahkan untuk mengubah secara lebih innsif praktek-
               Praktek pengajaran tertentu. 

            Ada beberapa prinsip supervisi yang harus diperhatikan yaitu :
            1.Superrvisi merupakan bagian integral dari program pendidikan
            2.semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervisi
            3.Pelaksanaanya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari
   Personil sekolah
4.Harus ada damna
5.Dinilai secara periodik

3.Teknik supervisi
1.Kunjungan kelas
2.Pembicaraan individual
3.Diskusi kelompok
4.Pengembangan kurikulum
5.Bulletin supervise.







                                                                                       
                                                            BAB III
                              PENUTUP

Kesimpulan :
          Bahwa manajemen pendidikan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan .Manajemen pendidikan juga merupakan sekumpulan fungsi untuk menjamin efisiensi dan efektifitas pelayanan pendidikan melalui perencanaan, pengambilan keputusan, perilaku kepemimpinan ,penyiapan alokasi sumber daya, stimulus dan koordinasi personil.penciptaan iklim organisasi yang kondusif ,serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dimasa depan.

Saran :
        Manajemen pendidikan seharusnya dilakukan secara bersama / keseluruhan. Supaya pengendalian usaha atas kerja sama kelompok dalam mencapai tujuan pendidikan  tersebut dapat terencana dan sistematis.


    




















                             DAFTAR    PUSTAKA

Tim Dosen FIP Unesa, 2005,Refleksi pendidikan masa kini ,Bintang   
          Surabaya.  
Idris Zakara Prof .MA,Dasar-Dasar Kependidikan ,Angkasa Bandung.

Harold G. Shane,1984, Arti Pendidikan Bagi Masa Depan, Rajawali,  
          Jakarta.

  


{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers