Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

IDE PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI (bidang Pendidikan)

Diposkan oleh irfan on Sunday, April 10, 2011


IDE PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI
dalam bidang Pendidikan
Untuk menuangkan pemikirannya tentang pendidikan islam, KH. Hasyim Asy’ari telah merangkum sebuah kitab karangannya yang berjudul “Muta’allim Fima Yahtaj Ilah Al-Muta’alim Fi Ahual Muta’allum Wa Yataqaff Al-Mu’allim Fi Maqamat Ta’limah. Dalam kitab tersebut beliau merangkum pemikirannya tentang pendidikan Islam kedalam delapan poin, yaitu :
  1. Keutamaan ilmu dan keutamaan belajar mengajar
  2. Etika yang harus diperhatikan dalam belajar mengajar
  3. Etika seorang murid kepada guru
  4. Etika seorang murid terhadap pelajaran dan hal-hal yang harus dipedomi berasama guru
  5. Etika yang harus dipedomi seorang guru
  6. Etika guru ketika dan akan mengajar
  7. Etika guru terhadap murid-murid nya
  8. Etika terhadap buku, alat untuk memperoleh pelajaran dan hal-hal yang berkaitannya dengannya.
Dari delapan pokok pemikiran di atas, Hasyim Asy’ari membaginya kembali kedalam tiga kelompok, yaitu :
  1. Signifikansi Pendidikan
  2. Tugas dan tanggung jawab seorang murid
  3. Tugas dan tanggung jawab seorang guru.
Pada dasarnya, ketiga kelompok pemikiran tersebut adalah hasil integralisasi dari delapan pokok pendidikan yang dituangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari.
A.1. Sigifikansi Pendidikan
Dalam membahas masalah ini, KH.Hasyim Asy’ari mengorientasikan pendapatnya berdasarkan alwur’an dan Al-Hadits. Sebagai contohnya ialah beliau mengambil pemikiran pendidikan tentang keutamaan menuntut ilmu dan keutamaan bagi yang menuntut ilmu dari surat Al-Mujadilah ayat 11 yang kemudian beliau uraikan secara singkat dan jelas. Misalnya beliau menyebutkan bahwa keutamaan yang paling utama dalam menuntut ilmu adalah mengamalkan apa yang telah dituntut. Secara langsung beliau akan menjelaskan maksud dari perkataan itu, yaitu agar seseorang tidak melupakan ilmu yang telah dimilikinya dan bermanfaat bagi kehidupannya di akherat kelak.
KH. Hasyim Asy’ari menyebutkan bahwa dalam menuntut ilmu harus memperhatikan dua hal pokok selain dari keimanan dan tauhid. Dua hal pokok tersebut adalah :
  1. bagi seorang peserta didik hendaknya ia memiliki niat yang suci untuk menuntut ilmu, jangan sekali-kali berniat untuk hal-hal yang bersifat duniawi dan jangan melecehkan atau menyepelekannya
  2.  bagi guru dalam mengajarkan ilmu hendaknya meluruskan niatnya terlebih dahulu tidak semata-mata hanya mengharapkan materi, disamping itu hendaknya apa yang diajarkan sesuai dengan apa yang diperbuat.
Hasyim Asy’ari juga menekankan bahwa belajar bukanlah semata-mata hanya untuk menghilangkan kebodohan, namun untuk mencari ridho Allah yang mengantarkan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat. Kareba itu hendaknya belajar diniatkan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai islam bukan hanya semata-mata menjadi alat penyebrangan untuk mendapatkan meteri yang berlimpah.
A.2. Tugas dan Tanggung Jawab Murid
Murid sebagai peserta didik memiliki tugas dan tanggung jawab berupa etika dalam menuntut ilmu, yaitu :
-          Etika  yang harus diperhatikan dalam belajar
Dalam hal ini Hasyim Asy’ari mengungkapkan ada sepuluh etika yang harus dipenuhi oleh peserta didik atau murid, yaitu :
  1. Membersihkan hati dari berbagai gangguan keimanan dan keduniawian
  2. Membersihkan niat
  3. Tidak menunda-nunda kesempatan belajar
  4. Bersabar dan qonaah terhadap segala macam pemberian dan cobaan
  5. Pandai mengatur waktu
  6. Menyederhanakan makan dan minum
  7. Bersikap hati-hati atau wara’
  8. Menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan kemalasan yang pada akhirnya menimbulkan kebodohan
  9. Menyediakan waktu tidur selagi tidak merusak kesehatan
  10. Meninggalkan kurang faedah (hal-hal yang kurang berguna bagi perkembangan diri). Dalam hal ini tidak dibenarkan ketika seorang yang menuntut ilmu hanya menekankan pada hal-hal yang bersifat rohaniah atau duniawiah saja, karena keduanya adalah penting.
-          Etika Seorang Murid Terhadap Guru
Etika seorang murid murid kepada guru, sesuai yang dikatakan oleh Hasyim Asy’ari hendaknya harus memperhatikan sepuluh etika utama, yaitu :
  1. hendaknya selalu memperhatikan dan mendengarkan apa yang dijelaskan atau dikatakan oleh guru
  2. memilih guru yang wara’ artinya orang yang selalu berhati-hati dalam bertindak disamping profesionalisme
  3. mengikuti jejak guru yang baik
  4. bersabar terhadap kekerasan guru
  5. berkunjung kepada guru pada tempatnya atau mintalah izin terlebih dahulu kalau harus memaksa keadaan pada bukan tempatnya
  6. duduklah yang rapi dan sopan ketika berhadapan dengan guru
  7. berbicaralah dengan sopan dan lemah lembut
  8. dengarkan segala fatwanya
  9. jangan sekali-kali menyela ketika sedang menjelaskan
  10. dan gunakan anggota kanan bila menyerahkan sesuatu kepadanya.
-          Etika Murid Terhadap Pelajaran
Dalam menuntut ilmu murid hendaknya memperhatikan etika berikut :
  1. memperhatikan ilmu yang bersifat fardhu ‘ain untuk dipelajari
  2. harus mempelajari ilmu-ilmu yang mendukung ilmu-ilmu fardhu ‘ain
  3. berhati-hati dalam menanggapi ikhtilaf para ulama
  4. mendiskusikan atau menyetorkan apa yang telah ia pelajari pada orang yang dipercayainya
  5. senantiasa menganalisa, menyimak dan meneliti ilmu
  6. pancangkan cita-cita yang tinggi
  7. bergaulah dengan orang berilmu lebih tinggi (intelektual)
  8. ucapkan bila sampai ditempat majlis ta’lim (tempat belajar, sekolah, pesantren, dan lain-lain)
  9. bila terdapat hal-hal yang belum diketahui hendaknya ditanyakan
  10. bila kebetulan bersamaan banyak teman, jangan mendahului antrian bila tidak mendapatkan izin
  11. kemanapun kita pergi kemanapun kita berada jangan lupa bawa catatan
  12. pelajari pelajaran yang telah diajarkan dengan continue (istiqomah)
  13. tanamkan rasa semangat dalam belajar.
A.3. Tugas dan Tanggung Jawab Guru
            Dalam dunia pendidikan tidak hanya seorang murid yang memiliki tanggung jawab. Namun seorang guru juga memiliki tanggung jawab yang hampir serupa dengan murid, yaitu :
-          Etika Seorang Guru
Seorang guru dalam menyampaikan ilmu pada peserta didik harus memiliki etika sebagai berikut :
  1. Selalu mendekatkan diri kepada Allah
  2. Senantiasa takut kepada Allah
  3. Senantiasa bersikap tenang
  4. Senantiasa berhati-hati
  5. Senantiasa tawadhu’ dan khusu’
  6. Mengadukan segala persoalannya kepada Allah SWT
  7. Tidak menggunakan ilmunya untuk keduniawian saja
  8. Tidak selalu memanjakan anak didik
  9. Berlaku zuhud dalam kehidupan dunia
  10. Menghindari berusaha dalam hal-hal yang rendah
  11. Menghindari tempat-tempat yang kotor atau maksiat
  12. Mengamalkan sunnah nabi
  13. Mengistiqomahkan membaca al-qur’an
  14. Bersikap ramah, ceria, dan suka menebarkan salam
  15. Membersihkan diri dari perbuatan yang tidak disukai Allah
  16. Menumbuhkan semangat untuk mengembangkan dan menambah ilmu pengetahuan
  17. Tidak menyalahgunakan ilmu dengan menyombongkannya dan
  18. Membiasakan diri menulis, mengarang dan meringkas.
Dalam pembahasan ini ada satu hal yang sangat menarik, yaitu tentang poin yang terakhir guru harus rajin menulis, mengarang dan meringkas. Hal ini masih sangat jarang dijumpai, ini juga merupakan menjadi salah satu faktor mengapa masih sangat sulit dijumpai karya-karya ilmiah. Padahal dengan adanya guru yang selalu menulis, mengarang dan merangkum, ilmu yang dia miliki akan terabadikan.
1)      Etika Guru dalam mengajar

Seorang guru ketika mengajar dan hendak mengajar hendaknya memperhatikan etika-etika berikut :

a)      Mensucikan diri dari hadats dan kotoran
b)      Berpakaian yang sopan dan rapi serta berusaha berbau wewangian
c)      Berniat beribadah ketika dalam mengajarkan ilmu
d)     Menyampaikan hal-hal yang diajarkan oleh Allah (walaupun hanya sedikit)
e)      Membiasakan membaca untuk menambah ilmu pengetahuan
f)       Memberikan salam ketika masuk kedalam kelas
g)      sebelum belajar berdo’alah untuk para ahli ilmu yang telah terlebih dahulu meninggalkan kita
h)      berpenampilan yang kalem dan menghindarkan hal-hal yang tidak pantas dipandang mata
i)        menghindarkan diri dari gurauan dan banyak tertawa
j)        jangan sekali-kali mengajar dalam kondisi lapar, makan, marah, mengantuk, dan lain sebagainya
k)      hendaknya mengambil tempat duduk yang strategis
l)        usahakan berpenampilan ramah, tegas, lugas dan tidak sombong
m)    dalam mengajar hendaknya mendahulukan materi yang penting dan disesuaikan dengan profesionalisme yang dimiliki
n)      jangan mengajarkan hal-hal yang bersifat subhat yang dapat menyesatkan
o)      perhatikan msing-masing kemampuan murid dalam meperhatikan dan jangan mengajar terlalu lama
p)      menciptakan ketengan dalam belajar
q)      menegur dengan lemah lembut dan baik ketika terdapat murid yang bandel
r)       bersikap terbuka dengan berbagai persoalan yang ditemukan
s)       berilah kesempatan pada murid yang datang terlambat dan ulangilah penjelasannya agar mudah dipahami apa yang dimaksud
t)       apabila sudah selesai berilah kesempatan kepada anak didik untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti.

Dari pemikiran yang ditawarkan oleh hasyim asy’ari tersebut, terlihatlah bahwa pemikirannya tentang etika guru dalam mengajar ini sesuai dengan apa yang beliau dan kita alami selama ini. Hal ini mengindikasikan bahwa apa yang beliau fikirkan adalah bersifat fragmatis atau berdasarkan pengalaman. Sehingga hal inilah yang memberikan nilai tambah begi pemikirannya.

2)      Etika Guru Bersama Murid

Guru dan murid pada dasarnya memiliki tanggung jawab yang berbeda, namun terkadang seorang guru dan murid mempunyai tanggung jawab yang sama, diantara etika tersebut adalah :

1.      berniat mendidik dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta menghidupkan syari’at islam
2.      menghindari ketidak ikhlasan dan mengejar keduniawian
3.      hendaknya selalu melakukan instropeksi diri
4.      menggunakan metode yang sudah dipahami murid
5.      membangkitkan semangat murid dengan memotivasinya, begitu murid yang satu dengan yang lain
6.      memberikan latihan – latihan yang bersifat membantu
7.      selalu memperhatikan kemapuan peserta didik yang lain
8.      bersikap terbuka dan lapang dada
9.      membantu memecahkan masalah dan kesulitan peserta didik
10.  tunjukkan sikap yang arif dan tawadhu’ kepada peserta didik yang satu dengan yang lain.

Bila sebelumnya seorang murid dengan guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, maka setelah kita telaah kembali, ternyata seorang guru dan murid juga memiliki tugas yang serupa seperti tersebut di atas. Ini mengindikasikan bahwa pemikiran Hasyim Asy’ari tidak hanya tertuju pada perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh peserta didik dan guru, namun juga keasamaan yang dimiliki dan yang harus dijalani. Hal ini pulalah yang memberikan indikasi nilai utama yang lebih pada hasil pemikirannya.

Berbicara mengenai pendidikan Islam, khususnya pendidikan pesantren,  di Indonesia, tentu tidak bisa dilupakan nama legendaris satu ini. Ia lebih dikenal di kalangan pesantren dengan sebutan Hadratusy-Syaikh. Sebuah sebutan penghormatan untuk seorang ulama besar di negeri ini. Nama lengkapnya Muhammad Hasyim ibn Asy’ari ibn ‘Abd Al-Wahid, lahir di Jombang Jawa Timur 14 Februari 1871.

Dunia pendidikan sudah menjadi bagian paling penting dalam hidupnya. Selain ayah dan kakeknya adalah juga para kiai yang memiliki pesantren-pesantren besar di Jawa Timur, ia sendiri menghabiskan sebagian besar hidupnya di pesantren. Sejak kecil ia mulai menuntut ilmu di pesantren dibimbing ayah dan kakeknya. Menginjak remaja, seperti umumnya santri saat itu, ia berkelana dari satu pesantren ke pesantren lain untuk melanjutkan studinya.

Sejak usia 15 tahun ia mulai nyantri di Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), kemudian ke Pesantren Langitan (Tuban), Pesantren Trenggilis (Semarang), dan Pesantren Siwalan, Panji (Sidoarjo). Di pesantren Siwalan ini, ia belajar pada Kyai Jakub yang kemudian mengambilnya sebagai menantu

Pada tahun 1892, Kiai Hasyim Asy'ari menunaikan ibadah haji dan menimba ilmu di Mekah. Di sana ia berguru pada Syeh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Syekh Mahfudh At-Tarmisi, gurunya di bidang hadis. Selain Hasyim, K.H. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah juga sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib di Mekah.

Sepulang dari Mekah dan sempat singgah mengajar di Johor beberapa saat. Lalu, pulang kembali ke Jombang mendirikan Pesantren Tebuireng yang kelak menjadi pelopor pembaruan pesantren di Indonesia. Di sinilah ia mulai bereksperimen dengan sistem baru dalam pendidikan pesantren.

Bila sebelumnya pesantren hanya semata-mata mengajarkan Bahasa Arab dan kitab-kitab kuning, Hadratusy-Syaikh mencoba memasukkan pelajaran yang masih dianggap tabu, antara lain: baca-tulis huruf latin, pidato, berorganisasi, dan menggalakkan bacaan-bacaan tentang pengetahuan umum di pesantrennya. Sekalipun Pesantren memang disiapkan untuk mencetak calon ahli agama, namun bukan berarti pengetahuan lain tidak perlu dimiliki. Sampai pada titik ini, Hasyim sebenarnya sudah mulai memelopori adanya integrasi ilmu pengetahuan.

Ia pun mulai mengubah sistem pendidikan pesantren menjadi klasikal. Di Tebuireng para santri belajar dengan sistem kelas selama tujuh jenjang yang dibagi menjadi dua tingkatan yang disebut siffir. Dua jejang pertama disebut siffir awal dan lima tahun berikutnya disebut siffir tsani. Awalnya sistem ini agak ditentang, namun akhirnya banyak pesantren yang mengikutinya.

Selain mengenai sistem, yang paling penting dari Hasyim Asy’ari mengenai pendirikan adalah pikiran dan konsep pendidikannya yang tertuang dalam karyanya Al-‘Alim wa Al-Muta’allimun wa ma Yattaqif Al-Mu’allimun fi Maqâmi Ta’limih. Dalam buku ini Hasyim sepakat dengan hampir semua ulama Islam terdahulu bahwa belajar merupakan ibadah untuk mencari ridha Allah. Belajar harus diniatkan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai Islam, bukan hanya untuk sekedar menghilangkan kebodohan. Pendidikan hendaknya mampu menghantarkan umat manusia menuju kemaslahatan, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Atas dasar pemikiran itu, hal mendasar yang harus dikembangkan dalam pendidikan adalah masalah adab ilmu. Ilmu yang baik akan lahir dari ketaatan semua, guru dan murid, terhadap adab-adab ilmu ini. Jadi, proses pembelajaran dan pendidikan bukan semata transfer ilmu, melainkan sebuah usaha melahirkan manusia-manusia beradab (ta’dîb). Manusia beradab adalah manusia yang berilmu tinggi sekaligus takut pada Allah SWT.

Ketokohan Hasyim di dunia pendidikan, terutama pesantren, bukan hanya karena tulisan dan pesantrennya. Lebih dari itu, dari Tebuireng telah lahir ulama-ulama besar dan ratusan pesantren lain yang mengikuti jejak Tebuireng. Ketokohannya menjadi semakin bersinar semenjak ia bersama K.H. Wahab Hasbullah dan ulama lainnya mendirikan Nahdhatul Ulama (NU) pada tahun 1926. Ia dipercaya menjadi Rais ‘Am (Ketua Umum) pertama jam’iyyah ini. Dan NU kemudian menjadi perhimpunan pesantren dan tokoh-tokoh pesantren terbesar di negeri ini.






































IDE PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI
(bidang Pendidikan)


Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah SPI





Disusun oleh :
AQIB



Dosen Pembimbing:

Eko Asmanto MA.M.Phil



INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI

FAKULTAS TARBIYAH

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

TEBUIRENG JOMBANG
2 0 1 1

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers