Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Prolog

Diposkan oleh irfan on Sunday, February 06, 2011


Prolog
            Faktor-faktor perkembangan yang mempengaruhi  jiwa keagamaan pada anak dan remaja ialah beberapa aspek yang mencakup pengaruh yang perkembangan anak dan remaja terhadap pola tingkah laku sehari-hari dalam kehidupanya, secara garis besar pada masa anak dan remaja untuk mengkaji pemahaman keagamaannya sangat rentan akan konteks agamanya saja tidak serta merta pada esensi agamanya karena faktor dominasi kultural orang dewasa yang terkadang tidak mencerminkan ajaran agama ataupun lingkungannya yang mempengaruhi kejiwaan anak dan remaja sehingga penyikapan anak dan remaja sedikit ada rasa ambivalensi yang berlebih dan rasa penasaran yang mendalam dan disamping itu masih ada beberapa hal yang akan dikaji dimakalah ini mulai dari aspek psyikomotorik,afectif dan kognitif, tak lepas dari berbagai penelitian riset para ahli dibidangnya untuk menyikapi permasalahan tersebut.
            Demkianlah sekilas makalah ini saya tuliskan dengan harapan bisa bermanfaat buat saya pribadi selebihnya untuk khalayak banyak,disamping kewajiban seorang siswa yang taat dan patuh pada Bapak/ibu guru untuk memenuhi tugas akhir semester ini sebagaimana mestinya. Permohonan maaf  tiada tara dari saya apabilamana masih banyak kekurangan dan ucapan rasa terima kasih yang mendalam dari saya untuk segala perhatiannya dan pemaklumannaya.


















A.     Prinsip Perkembangan
Setiap fase atau periode perkembangan saling berkaitan satu sama lain. Dengan tujuan yang terkandung di dalamnya adalh “menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri sendiri”.
Bila kita mengamati dua anak pastilah kita akan menemukan perbedaan dalam perkembangan anak-anak itu. Walaupun kita menemukan perbedaan perkembangan yang bersifat individual, kita tetap dapat melihat adanya “hukum” atau cara tertentu bagi perkembangan individu sejenis. Istilah hukum dalam psikologi sebenarnya merupakan kecenderungan atau tendensi (Kartono, 1979)
Dalam ilmu psikologi pada dasarnya menghindari istilah hukum karena berbagai gejala psikis tidak menunjukkan ulangan peristiwa yang mantap dan identik sama dengan peristiwa yang mendahului, melainkan hanya menampakkan adanya kecanderungan. Oleh sebab itu, dalam psikologi lebih sering menggunakan istilah patokan, kaidah aturan, atau prinsip.
Secara spesifik, prinsip perkembangan dapat diartikan sebagai “kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan”. Bisa pula dikatakan, prinsip perkembangan adalah “patokan generalisasi mengenai sebab akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manusia” Secara garis besar, peristiwa perkembangan mempunyai atau mengikuti prinsip-prinsip perkembangan sebagai berikut. Prinsip perkembangan yang pertama adalah perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh besar, namun mencakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif, teratur, koheren dan bekesinambungan. Perkembangan selalu menuju proses diferensiasi dan integrasi. Proses integrasi artinya ada prinsip totalitas pada anak merupakan prinsip perkembangan yang kedua. Prinsip perkembangan yang ketiga adalah perkembangan dimulai dari respons-respons yang sifatnya umum menuju yang khusus. Prinsip perkembangan yang keempat adalah setiap orang akan mengalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai. Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sendiri-sendiri merupakan prinsip perkembangan yang kelima. Prinsip perkembangan yang keenam adalah adanya irama atau naik turunnya proses perkembangan, artinya perkembangan manusia itu tidak tetap, terkadang naik terkadang turun. Prinsip perkembangan yang ketujuh adalah setiap anak memiliki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal negatif, seperti rasa sakit, rasa tidak nyaman, kematian dan seterusnya. Prinsip perkembangan yang kedelapan adalah dalam perkembangan terdapat masa peka. Prinsip perkembangan yang terakhir adalah tiap-tiap anak pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir tetapi juga oleh lingkungan.
B.Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
Sudah sejak lama para ilmuwan dan para pemikir memperhatikan tentang seluk beluk kehidupan anak, khususnya dari sudut perkembangannya, untuk mempengaruhi berbagai proses perkembangan. Menurut John Locke (Alex Sobur, 2009:146) mengemuakan bahwa pengalaman dan pendidikan merupakan faktor yang menentukan dalam perkembangan kepribadian anak. Pengalaman merupakan proses belajar yang paling baik.
Dengan pengalaman individu dapat mengenal lingkungannya dengan lebih baik. Pengalaman memberikan pelajaran yang berharga, pengalaman lebih dapat dipahami dan dicerna. Pengalaman ini lebih tertanam dalam pikiran individu itu sendiri. Bisa juga menjadi koreksi saat individu itu terjatuh, sebagai rambu-rambu pemikiran yang mengena dan dapat memberikan ketahanan dalam memecahkan masalah secara seksama. Faktor selanjutnya adalah pendidikan. Pendidikan disini merupakan lembaga formal yang dapat membantu perkembangan anak dengan baik. Pada lembaga ini anak dikembangkan dengan cara yang tersusun rapi dan terkonsep. Pada saat ini lembaga pendidikan menjadi lembaga yang vital bagi masyarakat pada umumnya. Jadi faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan disini adalah pengalaman dan pendidikan. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh dalam perkembangan individu.
C. Berbagai Aliran Psikologi dan Implikasinya dalam Pembelajaran
  1. Aliran Nativisme atau Aliran Pembawaan
Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Schopenhauer (1788 – 1860). Aliran nativisme mengemukakan bahwa manusia yang baru dilahirkan telah memiliki bakat dan pembawaan, baik berasal dari keturunan orang tuanya, nenek moyangnya maupun karena memang dilahirkan demikian Para ahli psikologi perkembangan yang menekankan unsur kematangan atau paembawaan mengklaim warisan biologis sebagai unsur yang paling mempengaruhi perkembangan anak. Pada dasarnya individu berkembang dalam cara yang terpola secara genetik, kecuali kalau terganggu atau terhambat oleh faktor lingkungan yang bersifat merusak. Manakala pembawaan itu baik maka baik pula, baik pula pembawaan itu kelak. Begitu pula sebaliknya, apabila anak itu pembawaannya buruk, buruk pula pada masa dewasanya. Oleh sebab itu, menurut aliran ini pendidikan tidak dapat diubah dan senantiasa berkembang dengan sendirinya.
2.Aliran Empirisme atau Aliran Lingkungan
Aliran ini merupakan kebalikan dari aliran nativisme dengan tokoh utama John Locke. Nama asli aliran ini “The Shcool of British Empirism” (aliran empirisme Inggris) Para ahli yang mengutamakan unsur pengalaman atau lingkungan. Pada intinya aliran empirisme menguraikan bahwa perkembangan anak sepenuhnya tergantung pada faktor lingkungan, sedangkan faktor bakat tidak ada pengaruhnya. Dasar pikiran yang digunakan adalah bahwa pada aktu dilahirkan, anak dalam keadaan putih bersih, seperti kertas putih yang belum ditulis, sehingga bisa ditulis menurut kehendak penulisnya.
3.Aliran Konvergensi atau Aliran Persesuaian
Tokoh aliran ini yaitu Louis William Stern (1871 – 1938). Aliran ini pada intinya merupakan perpaduan antara pandangan nativisme dan empirisme. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor yang mempengaruhi dalam perkembangan manusia. Dengan pengertian di atas dapat ditemukan hubungan antara faktor lingkungan dan faktor keturunan (konstitusi). Faktor lingkungan dan faktor keturunan menjadi sumber munculnya tingkah laku sehingga kedua faktor ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain yaitu:
1.Behaviorisme
Aliran psikologi ini didirikan oleh John B. Watson pada tahun 1913 dan digerakkan oleh Burrhus Frederic Skinner. Behaviorisme memandang bahwa ketika dilahirkan manusia tidak membawa bakat apa-apa. Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterima dari lingkungan sekitarnya. Aliran ini sangat menekankan pada lingkungan sebagai aspek yang sangat berpengaruh dalam perkembangan manusia.
Implikasinya terhadap pendidikan adalah sebagai berikut ; pertama perlakuan terhadap individu didasarkan kepada tugas yang harus dilakukan sesuai dengan tingkat tahapan dan dalam pelaksanaannya harus ada ganjaran dan kedisiplinan. Motivasi belajar berasal dari luar (external) dan harus terus menerus dilakukan agar motivasi tetap terjaga merupakan implikasi yang kedua. Implikasi yang ketiga, metode belajar dijabarkan secara rinci untuk mengembangkan disiplin ilmu tertentu. Implikasi yang keempat, tujuan kurikuler berpusat pada pengetahuan dan keterampilan akademis serta tingkah laku sosial. Pengelolaan kelas berpusat pada guru dengan interaksi sosial sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu dan bukan merupakan tujuan utama yang hendak dicapai. Implikasi yang ketujuh adalah mengefektifkan belajar, dilakukan dengan cara menyusun program secara rinci dan bertingkat sesuai serta mengutamakan penguasaan bahan atau keterampilan. Yang terakhir kegiatan peserta didik diarahkan pada pemahiran keterampilan melalui pembiasaan setahap demi setahap demi setahap secara rinci.
2.Kognitif
Pada aliran ini perkembangan kognitif ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif yang anak dengan lingkungan. Implikasinya dalam proses pembelajaran adalah saat guru memperkenalkan informasi yang melibatkan siswa menggunakan konsep-konsep, Memberikan waktu yang cukup untuk menemukan ide-ide menggunakan pola-pola berfikir formal. Untuk mempermudah penerapanya kita dapat menggunakan cara-cara sebagai berikut. Pertama adalah Perlakuan individu didasarkan pada tingkat perkembangan kognitif peserta didik. Yang kedua tujuan kurikuler difokuskan untuk mengembangkan keseluruhan kemampuan kognitif, bahasa, dan motorik dengan interaksi sosial berfungsi sebagai alat untuk mengembangkan kecerdasan. Yang ketiga, bentuk pengelolaan kelas berpusat pada peserta didik dengan guru sebagai fasillitator. Yang terakhir, mengefektifkan mengajar dengan cara mengutamakan program pendidikan yang berupa pengetahuan-pengetahuan terpadu. Tujuan umum dalam pendidikan adalah untuk mengembangkan sisi kognitif secara optimal dan kemampuan menggunakan kecerdasan secara bijaksanan.
 3. Humanisme
Aliran Humanistik memandang bahwa belajar bukan sekedar pengembangan kualitas kognitif saja, melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada. Implikasinya terhadap pendidikan adalah sebagai berikut. Pertama, perlakuan terhadap individu didasarkan akan kebutuhan individual dan kepribadian peserta didik. Kedua, motivasi belajar berasal dari dalam diri (intrinsik) karena adanya keinginan untuk mengetahui.Ketiga, metode belajar menggunakan metode pendekatan terpadu dengan menekankan kepada ilmu-ilmu sosial. Keempat, tujuan kurikuler mengutamakan pada perkembangandari segi sosial, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan untuk peka terhadap kebutuhan individu dan orang lain. Kelima, bentuk pengelolaan kelas berpusat pada peserta didik yang mempunyai kebebasan memilih dan guru hanya berperan untuk membantu. Keenam, untuk mengefektifkan mengajar maka pengajaran disusun dalam bentuk topik-topik terpadu berdasarkan pada kebutuhan peserta didik. Yang terakhir, kegiatan belajar peserta didik mengutamakan belajar melalui pemahaman dan pengertian bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan

4. Gestalt
Aliran ini didirikan oleh Max Wertheimer pada tahun 1912 dan kemudian dikembangakan oleh Kurt Koffka dan Wolgang Kohler ini mengkritik teori-teori psikologi yang berlaku di Jerman sebelumnya, terutama teori srukturalisme dari Wilhem Wundt karena terlalu mengutamakan elemen. Menurut teori ini persepsi manusia terjadi secara menyeluruh, sekaligus dan terorganisasikan, tidak secara parsial atau sepotong-sepotong.
Implikasinya terhadap pendidikan adalah sebagai berikut. Pertama, pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Kedua, pembelajaran yang bermakna (meaningful learning); kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. Ketiga, perilaku bertujuan (pusposive behavior); bahwa perilaku terarah pada tujuan. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Keempat, prinsip ruang hidup (life space); bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu, materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Yang terahir, transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.
5. Kontruvisme
Aliran psikologi ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks. Siswa harus berusaha memecahkan masalah, menemukan sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan menggunakan ide-ide.
Implikasinya dalam pembelajaran adalah guru tidak hanya memberikan pengetahuan pada siswa tetapi juga mendorong siswa agar dapat menerapkan ide-idenya sendiri. Semakin baik cara memotifasi guru terhadap siswanya maka akan semakin bersemangatlah siswa mengembangkan ide-idenya sendiri. Setelah itu diharapkan siswa dapat lebih kreatif dalam mencari informasi yang berguna bagi dirinya sendiri. Dan cara pemecahan masalah akan lebih variatif karena satu siswa dengan siswa lainnya.
6. Asosiasi
Aliran asosiasi merupakan pengembangan dari empirisme pada masa Renaisans yang menguatkan studi tentang manusia. Aliran asosiasi merupakan bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah ‘asosiasi ide.’ Aliran ini masih merupakan pendapat-pendapat beberapa tokoh mengenai manusia dan jiwa manusia. Awal mula munculnya aliran asosiasi yaitu berawal dari pemikiran tentang hukum-hukum asosiasi misalnya contiguity dan similarity (John Locke, George Berkeley, David Hume) dan cause-effect (David Hume) oleh penganut paham empirisme.
Awal mula berkembangnya aliran asosiasi yaitu dipelopori oleh James Mill yang pendapatnya disetujui oleh John Locke. James Mill berpendapat jiwa manusia diibaratkan sebagai mental chemistry. Uraiannya yang terkenal dalam hubungan ini adalah mengenai ide (idea) dikatakannya bahwa unsur atau elemen terkecil dari jiwa manusia (human mind) ialah simple idea. James Mill berpendapat bahwa simple idea bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir, melainkan sesuatu yang diperoleh. Sebab apabila simple idea yang satu bergabung dengan simple idea yang lain akan terbentuk apa yang disebut complex idea. Kemudian, apabila complex idea yang satu bergabung dengan complex idea yang lain akan terbentuk apa yang disebutnya compound idea (gabungan ide). Tergabungnya simple idea yang satu dengan simple idea yang lain hanya mungkin terjadi oleh adanya asosiasi.
Untuk Selebihnya  faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan jiwa keagamaan pada anak dan remaja ialah suatu upaya unsur teoritik atau nilai-nilai yang terkandung dalam menghayati atau menjiwai suatu kepercayaan/pemahaman tentang makna agama secara reaksional dengan berbagai pengaruh yang berdampak pada pola tingkah laku sehari-hari dalam lingkup anak dan remaja.
Hasil riset dan observasi para ahli ilmu jiwa anak dan remaja memaparkan bahwasanya pada diri anak dan remaja terdapat keinginan dan kebutuhan yang bersifat universal,kebutuhan kodrati berupa keinginan untuk mencintai dan dicintai tuhan. Anak dan Remaja ingin mengabdikan dirinya pada tuhan atau sesuatu yang dianggap sebagai dzat yang mempunyai kekuasaan tertinggi,keinginan itu ada pada setiap anak dan remaja. Pertanyaannya : apa yang menjadi  sumber pokok timbulnya keinginan untuk mengabdi pada tuhan ??? untuk menjawab itu,timbul beberapa teori,sebagai berikut :

1.       Teori Monistik ialah bahwa sumber kejiwaan agama adalah satu sumber kejiwaan”maksudnya ?
(a)    Thomas van aquino berpendapat dengan Berfikir
(b)    Frederick hegel berpendapat dengan Berfikir
(c)    Rudolf otto berpendapat dengan Rasa kagum
(d)    Sigmund freud berpendapat dengan rasa dorongan libido seksuil
(e)    Wiliam mc dougal berpendapat dengan Kumpulan beberapa Instink
(f)     Frederick schleimacher berpendapat dengan Rasa ketergantungan yang mutlak

(2)    Teori Fakulti ialah sumber kejiwaan agama atas beberapa unsur antara lain yang berperan penting adalah fungsi cipta ( Reasion ) rasa ( Emotion ) dan Karsa ( Will )
Pemuka teori ini : Gm. Straton,Zakiah Darajad dan WH. Thomas
 
D. Timbulnya Agama dan Perkembangan Agama pada anak dan remaja
            Pengertian diatas ialah berbagai unsur yang mempengarui munculnya pemahaman anak dan remaja dalam mengaplikasi agama kedalam kehidupan sehari-hari. melalui teori para ahli dibidangnya menyatakan,
1.       Teori rasa ketergantungan ( Sense of depende);Thomas
Ialah Manusia dilahirkan memiliki empat keinginan,yaitu:
a.       Perlindungan ( Security )
b.       Pengalaman baru ( New experience )
c.       Mendapat tanggapan ( Response )
d.       Dikenal ( Recognation )
      Melalui pengalaman-pengalaman dari lingkunganya,terbentuklah rasa keagamaan pada diri anak dan remaja.
2.        Instink keagamaan
            Menurut Woodwarth ialah bayi dilahirkan sudah memiliki instink-instink,diantranya “ Instink keagamaan”

Perkembangan Agama Pada anak dan remaja menurut penelitian Ernest Harms melalui Tiga tingkatan:
1.       The Fairy tale stage ( Tingkat dongeng ) mulai usia 3-6 tahun banyak dipengaruhi fantasi dan emosi
2.       The Realistic stage ( Tingkatan kenyataan ) mulai anak masuk SD-usia Adolesense konsep tentang tuhan berdasar kenyataan ( Realistis ), timbul melalui lembaga-lembaga keagamaan dan pengajaran agama orang Dewasa.
3.       The Individual stage ( Tingkatan individu )
Konsep keagamaan ini terbagai atas tiga golongan,yaitu:
a.       Konsep ke-Tuhanan yang konvensional dan konservatif,dipengaruhi sedikit fantasi.
b.       Konsep ke-Tuhanaan yang lebih murni,dinyatakan pada pandangaan personal.
c.       Konsep ke-Tuhanan yang bersifat humanistik
Agama menjadi etos humanis pada diri mereka dalam menghayati ajaran agama.
E. Sifat –sifat agama yang mempengaruhi pada anak dan remaja
1.       UNREFLECTIVE  ( Tidak mendalam )
Penelitian Machion tentang sejumlah konsep ke-Tuhanan pada diri Anak,73% mereka menganggap Tuhan itu bersifat seperti Manusia.
2.       EGOSENTRIS ialah Semakin tumbuh-semakin meningkat egoisnya.konsep keagamaannya mereka pandang dari kesenangan pribadinya. Anak kurang kasih sayang-Ego rendah-Mengganggu pertumbuhan agamanya.
3.       ANTHOMORFHIS Ialah konsep ke-Tuhanan pada anak berasal dari hasil pengalamannya dikala ia berhubungan dengan orang lain.
4.       VERBAL DAN RITUALIS Ialah mereka yang menghafal secara verbal kalimat-kalimat serta amaliah-amaliah yang mereka laksanakan berdasar pengalaman yang diajarkan pada mereka.
5.       IMITATIF ialah tindak ke-agamaan anak-anak pada dasaranya diperoleh dari meniru.
6.       RASA HERAN Ialah ini merupakan tanda dan sifat ke-agamaan yang terakhir pada anak   sifatnya kritis dan  kreatif,kagumnya pada keindahan lahiriah saja.
Sedangkan Perkembangan Jiwa rasa keagamaan pada Tingkatan remaja,ditandai faktor-faktor ialah:
a)      Pertumbuhan pikiran dan Mental ( Allport dkk )
b)      Perkembangan perasaan  ( Dr. Kinsey )
c)      Pertimbangan Sosial ( Ernest Harm )
d)      Perkembangan Moral bertolak dari berdo’a dan usaha untuk mencari proteksi.
Tipe moral remaja mencakup :
a)      Self directive, Taat pada agama berdasar pertimbangan pribadi.
b)      Adaptive, Mengikuti situasi dan kondisi lingkungan.
c)      Submissive, Ada keraguan terhadap ajaran moral dan agama.
d)      Unadjusted, Belum meyakini kebenaraan ajaran agama dan moral.
e)      Deviant, Menolak dasar dan hukum keagamaan serta tatanan moral masyarakat.

           e)  Sikap dan minat ( Penelitian Howard Bell dan Ross )
           f)   Ibadah
            Adapun konflik dan keraguan pada anak dan remaja
Penelitian W.Starbuck bahwa: dari Remaja usia 11-126 tahun terdapat 53 % dari 142 mahasiswa yang mengalami konflik dan keraguan tentang ajaran agama yang mereka terima. Salah satu penyebabnya ialah:
a)      Kepribadian,menyambut salah tafsir dan jenis kelamin
b)      Kesalahan organisasi keagamaan dan pemuka agama
c)      Pernyataan kebutuhan manusia
d)      Kebiasaan
e)      Pendidikan
f)       Percampuran antara agama dan mistik.

D.  Kesimpulan
Faktor-faktor yang mempegaruhi perkembangan keagamaan pada diri anak dan remaja terdapat  pada keinginan dan kebutuhan yang bersifat universal oleh karena itu merupakan kebutuhan kodrati yang berupa keinginan untuk mencintai dan dicintai Tuhan. Akan tetapi untuk pendewasaan dalam keagamannya masih terikat unsur kultural orang dewasa oleh sebab itu pengaruh anak baik yang remajapun masih terdominasi orang dewasa dalam menunaikan tuntutan agamannya tersebut, dalam artian anak dan remaja mampu menyikapi agama hanya pada kontekstualnya saja akan tetapi yang  tersirat belum mampu dengan baik untuk memahaminya, Oleh karena sebab keseimbangan menyikapi esensi agama tidak terpenuhi dengan baik. Dan untuk memenuhi kebutuhannya itu faktor keluarga,lingkungan sekitarnya harus bisa menginspirasi kedalam bentuk implementasi ajaran agama dengan seharusnya tanpa ada unsur kepentingan nafsunya belaka.

F. Daftar pustaka
·         The philosophy and The Meaning of life,Karl Britton
·         Temukan Jati Diri, Kisdarto Atmosoprapto
·         Psikologi Agama,Arifin
·         Psikologi Agama,Jalaluddin rahmat





















{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers