Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Air mata rindu

Diposkan oleh irfan on Thursday, February 10, 2011


Aku pusing melihat jadwal-jadwal harianku di dinding kamar. Dari jadwl orasi di sebuah stasiun televisi swasta di tengah kota, jadwal meetingku dengan lembaga swadaya masyarakat daerah, jadwalku mengajar di sebuah bimbingan belajar, belum lagi buletin bulanan di kampus yang belum kurangkai satupun pembuatannya. Dan yang pasti jadwal kuliahku makin padat karena dosen pembimbing yang sangat sulit di temui, padahal UTS di depan mata sedangkan bermacam-macam tugas yang ditinggalkan oleh dosen-dosenku belum satupun ku jamah. Jangankan untuk menjamah bahkan ada beberpa tugas dari sebagian dosen yang belum ku ketahui bentuknya. Belum lagi bulan depan ekstrakulikulerku pecinta alam akan mengadakan pendakian di gunung seraya kidul. Kepalaku penat melihat itu semua, padahal sebelumnya segala aktivitas itu kugeluti dengan baik, tanpa mengeluh, bahkan semangatku selalu membaca ketika melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Tapi akhir-akhir ini aku meraasa sedikit terbebani dengan itu semua, seolah-olah kegiatan itu memburuku untuk dapat kuselesaikan secara sempurna. Hidup dikota metropolitan sperti ini memaksaku untuk terus meraih pengalaman sebanyak-banyaknya. Kuikuti semua kesempatan yang ada, berharap bahwa suatu saat semua pengalaman itu akan membawaku pada kehidupan yang yang kuinginkan. Berangkat dari sebuah kampung kecil di daerah, aku beranikan diri untuk mengambil beasiswa yang ditawarkan kepala sekolah untukku. Seketika bayangan akan kehidupan di kampong halamanku tiga tahun silam terlintas.
Kampong Kalideres, 21 Juni 2006….
Bunyi tepuk riuh para undangan terdengar keras di telinga. Begitupun bunyi salon-salon yang berdengungan music keroncong. Dan lagu daerah membuat semakin riuh acara di Pendopo Agung. Hari itu pendopo agung dipenuhi oleh ratusan manusia yang menghadiri acara wisuda dan tutup tahun SMA harapan abadi. Pandopo agung adalah salah satu tempat bersejarah dalam hidupku. Berhubung aku tinggal di kampong yang lumayan tertingal maka pendopo agung yang terletak ditengah kampung menjadi tempat segala kegiatan yang diselenggarakan oleh warga. Tak banyak anak-anak kampungku yang menyelesaikan sekolah. Mereka lebih memilih bekerja daripada belajar. Menurut salah satu temanku belajar tinggi itu tidak perlu. Dia piker belajar hanya membuang-buang waktu untuk bermain dan menghabiskan biaya banyak. Aku hanya mengangguk –anggukan kepala, bukannya aku setuju dengan pendapatnya, hanya agar terlihat bila aku menghargai pola pikirnya. Manusia memang terlahir dengan pola pikir yang berbeda-beda, tak heran jika di dunia ini banyak ideologi-ideologi bermunculan yang isinyapun bermacam-macam. Kelak, pikiran-pikiranku sendiri yang membuat hidupku penuh dengan kepenatan. Di pendopo agung itulah saksi bisu awal  jalan baruku yang berliku.  Di hari itu dengan bangga Pak Herman , kepala sekolahku memanggilku ke atas podium. Tepuk riuh menangis terdengar di telinga. Masih teringat dibenakku umi dan abahku terharu ketika aku dinobatkan sebagai siswa terbaik dengan jumlah NEM tertinggi di angkatan. Dengan bekal itulah aku diberi kesempatan untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas negeri tersohor di ibu kota. Hasil kerja kerasku selama ini terjawab sudah. Tak sia-sia selama ini belajar keras. Begitupun sokongan dari abah yang selalu membangunkanku sholat tahajjud. Abah selalu mengajarkanku tentang pentingnya keseimbangan antara usaha dan doa. Nasihat yang tak akan terlupakan di otak. Usaha tanpa doa sama dengan bohong, sedangkan doa tanpa usaha sama dengan sombong. Abah adalah sosok lelaki sempurna dihidupku. Seorang petani kaya yang mempunyai berhektar-hektar sawah merangkap guru ngaji di kampung jika sore menjelang. Namun abah tak pernah berhenti memberikan contoh di sepanjang hidupnya bersamaku, bahwa hidup itu perlu perjuangan. Walaupun harta melimpah ditangan abah tetap menjalani kehidupan yang sederhana, bahkan kadang terlampau sederhana. Makanan sehari-hari kami kebanyakan berasal dari hasil pertanian atau ternak yang abah kelola. Beliau tak lupa mengajar ngaji di tiap senja datang seolah peluh seharian di sawah tak menghalanginya. Untuk membagikan ilmu yang beliau miliki kepada anak-anak kampung. Tak jarang pula abah melakukan syukuran jika ada salah seorang muridnya yang mengkhatamkan Al-Qur’an secara tidak langsung abah telah memberiku pelajaran hidup yang sangat bagus, melakoni hidup dengan ikhlas. Begitupun umi yang tak pernah lelah mengajariku bagaimana menjalani hidup dengan teratur. Umi adalah wanita jawa yang sederhana namun berwibawa terbukti dengan dijadikannya umi sebagai ketua PKK di kampung selama 5 tahun berturut-turut, umi juga seorang aktivis posyandu yang tak pernah absen dalam setiap kegiatan yang diadakan dinas kesehatan daerah. Secara tidak sengaja aku telah mendapat dua guru terbaik pertama dalam hidup. Benar kata–kata dalam buku yang pernah kubaca, bahwa sekolah pertama adalah keluarga, dan guru terbaik pertama adalah orang tua, maka di sekolah pertamaku, aku telah menemukan pelajaran yang begitu baik dari orang tuaku. Walaupun aku hidup di sebuah kampung yang terpencil, pola pikirku tak terbatasi, sekolah telah mendapat bantuan dari pemerintah pusat selama ini, buku-buku yang kubaca membuatku melesat keluar jauh dari kampung halamanku. Ketika beasiswa diajukan pada orang tua, mereka langsung memberiku izin, selain karena aku laki-laki, mereka juga melihat bahwa selama ini aku tidak pernah berbuat hal-hal yang merugikan orang lain, terlebih-lebih diriku sendiri. Selama hidup di rumah aku selalu patuh pada perkataan dan perintah orang tua, jadi ketika tawaran beasiswa itu diajukan merekapun langsung menyetujui. Mereka bilang hidup ini adalah pilihan, dan akupun telah beranjak dewasa. Jadi jika aku pergi, berarti tanggung jawab harus aku pikul dan harapan mereka aku dapat mengalami pilihan yang telah kupilih dengan baik.
Suara gaduh di luar kamar membuyarkan lamunanku. Tiba-tiba air mata perlahan menetes di pipi. Kerongkonganku tercekat, tangisku makin keras. Aku tak dapat mengendalikan perasaanku. Serasa ada rasa bersalah yang tak bisa dimaafkan dari diriku. Serasa semua orang menghujatku. Serasa gempa bumi meluluh lantakkan ragaku. Segala rasa ini bercokol dalam naluriku. Sakit, penat. Kugigit guling di sebelahku, bagaikan anak kecil yang ditinggal pergi orang tuanya ke pasar. Aku menangis tersedu-sedu. Tidak peduli esok sembab di mataku akan terlihat orang banyak. Yang penting sekarang adalah rasa sesak ini sedikit berkurang di hati. Hidup di kos-kosan yang terletak di tengah kota seperti ini makin membuat pikiranku terbayang akan kehidupan di kampung yang damai. Di kos-kosan yang telah kudiami selama hamper 4 tahun ini aku baru mengenal 2 orang saja yang tinggal disini. Padahal kapasitas kos-kosan disini mencapai 50 orang. Huh…. Kehidupan metropolitan yang menjunjung tinggi individualisme makin menyudutkanku ke sepinya perasaan. Seolah naluriku tak tersentuh dengan apapun tak peduli dengan omongan maupun perkataan orang lain yang tidak penting untuk keuntungan pribadi. Sebuah watak baru yang telah sukses terbentuk di kepribadianku. Kini tangisku pecah namun ada perasaan lega di hati. Seperti yang ku inginkan sebelumnya, merenung, dan akhirnya rasa sesak itu berkurang. Seperti kata dosenku beberapa hari lalu kadang kebijakan maupun kecerdasan seseorang itu dapat diketahui ketika keputusasaan hidup terjadi. Perlahan nilai-nilai religi dalam diriku pudar. Munajat malam yang slalu dicontohkan oleh abah maupun umi telah lama kutinggalkan, padahal saat-saat sepertiga malam adalah saat kesunyian jiwa. Dulu setelah sholat pasti abah memberiku nasihat bahwa air wudlu dapat menyegarkan otot-otot, tulang, maupun kulit yang telah kita gunakan untuk beraktivitas seharian, maka dari itu sempatkanlah berwudlu meskipun tidak akan sholat. Terlebih-lebih air wudlu d malam hari yang kelihatannya dingin, padahal tidak. Jika hati ikhlas mengerjakan, jika jiwa membuka nurani untuk sang pencipta, maka air wudlu di malam haripun terasa menyegarkan raga, menyejukkan jiwa, membuka pikiran menjadi lebih tenang sehingga arif dalam berpikir. Kurasakan air wudlu mereap masuk ke dalam pori-pori kulitku. Hawa dingin malam hari seolah menemaniku dalam pengaduanku pada Mu mala mini. Segar, ku usap semua anggota tubuh dengan air. Perlahan, sangat perlahan. Kuberharap sentuhan air wudhu ini dapat menghapus segala dosa yang telah dilakukan raga ini. Mungkin banyak hati yang tersakiti oleh lisan ini, dan masih banyak lagi perlakuan buruk yang secara sengaja maupun tak sengaja yang telah dilakukan oleh hamba yang dhaif ini. Terasa pula raga ini lebih tegar berjalan, lebih terbukanya pikiran. Ku ambil sarung lusuh di dalam almari. Sarung inilah yang dulunya selalu rutin kupakai untuk bermunajat pada Mu bersama abah dan umi huh…. Akan kumulai lagi lembaran baruku, lembaran yang harus lebih baik dari sekarang. Kupanjatkan segala keluh kesahku, ada rasa malu yang hadir dalam diri. Dari kecil nuansa religi di rumah sangatlah kental, rasanya aku malu dapat lupa pada itu semua. Apalah guna prestasiku yang tinggi jika akhlakku makin merosot. Apa guna aktivitasku padat, kepedulianku pada masyarakat ada, namun terhadap Rabbku sendiri aku lupa. Ya Allah… Ya Ghafur… ampuni hamba….!! Apa guna pujian orang lain terhadapku, selalu baik padahal aku tertekan, aku terlalu memaksakan diri, aku telah kehilangan nilai keikhlasan dalam diri. Ya Allah… Ya Shomad… Ya Sami’ … hamba tahu engkau melihat segala perbuatan hamba, engkau mendengar suara hati hamba… jika memang jalan yang kuambil salah… maka tunjukkan… Ya Huda… pertanyaanku terjawab sudah. Ternyata hanya ingat pada Mu lah hati ini damai. Ternyata hanya jalan Mu lah jalan terbaik untuk kembali.
Kini segala penat tlah berlalu. Ya Rabbi…. Maafkan segala kekhilafan hamba. Tetap teguhkan pendirianku. Tanamkanlah kedamaian di qalbu, bukan manusia namanya jika tak pernah berbuat salah. Maafkan aku abah dan umi. Walaupun jauh di kampung sana kalian tak pernah tahu akan kemerosotan akhlak dan ibadahku, namun aku yakin berkat doa kalianlah aku tersadar dari kekhilafanku selama ini. Tak akan pernah bisa aku membalas semua pengorbanan dan keikhlasan kalian mengasuhku hingga kini.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers