Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

RESENSI “PENGANTAR BISNIS” M.FUAD

Diposkan oleh irfan on Sunday, January 02, 2011


BAB I
BISNIS DAN ILMU EKONOMI PERUSAHAAN

1.1  BERBISNIS DALAM ERA GLOBALISASI
Dalam konteks pembicaraan umum, bisnis (business) tidak terlepas dari aktivitas produksi, pembelian, penjualan, maupun pertukaran barang dan jasa yang melibatkan orang atau perusahaan. Aktivitas dalam bisnis pada umumnya mempunyai tujuan menghasilkan laba untuk kelangsungan hidup serta mengumpulkan cukup dana bagi pelaksanaan kegiatan pelaku bisnis atau bisnisman (businessman) itu sendiri.
Ekonomi dunia secara keseluruhan sedang menglami perubahan pesat dengan adanya faktor-faktor yang mendasarinya yaitu karena adanya globalisasi dan perubahan kemajuan teknologi.
Sebagai dampak globalisasi dan perubahan kemajuan teknologi, situasi pasar saat ini didorong kearah keadaan yang berbeda jauh sekali dibandingkan situasi pasar sebelumnya. Perubahan-perubahan tersebut tampak pada berbagai fenomena, antara lain:
1.      Kekuasaan saat ini sudah beralih ke tangan konsumen.
  1. Skala produksi yang besar tidak lagi merupakan keharusan.
  2. Batasan-batasan negara dan wilayah tidak lagi menjadi kendala.
4.      Teknologi dengan cepat dapat dikuasai dan ditiru.
  1. Setiap saat akan muncul pesaing-pesaing dengan biaya yang lebih murah.
  2. Meningkatnya kepekaan konsumen terhadap harga dan nilai.

1.2 ILMU EKONOMI
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Fokus utama pembahasan dalam ilmu ekonomi adalah hubungan antara keinginan manusia dengan faktor-faktor produksi. Untuk itu analisis ekonomi pada hakikatnya bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana menggunakan faktor-faktor produksi atau pendapatan tertentu agar memberikan kepuasan dan kemakmuran maksimum kepada individu dan masyarakat.
Dalam kenyataannya ada 3 persoalan yang dihadapi dalam setiap perekonomian, yaitu:
  1. Barang dan jasa apa yang seharusnya diproduksi (what) ?
  2. Bagaimana memproduksi barang dan jasa tersebut (how) ?
  3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom) ?
1.3 UNSUR-UNSUR PENTING DALAM AKTIVITAS EKONOMI
Aktivitas ekonomi memerlukan 3 unsur, antara lain:
1.3.1  Keinginan Manusia
Keinginan manusia dapat digolongkan menjadi dua bagian besar, yaitu keinginan pokok dan keinginan tambahan. Keinginan pokok ditujukan untuk memenuhi kebutuhan utama, sedangkan keinginan tambahan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekunder. Yang temasuk keinginan pokok adalah makan, pakaian, dan rumah selebihnya merupakan keinginan tambahan.
1.3.2  Faktor-faktor Produksi
Faktor-faktor produksi diartikan sebagai sumber-sumber yang mampu menghasilkan barang dan jasa untuk memuaskan keinginan. Faktor-faktor produksi dapat dibedakan menjadi :
1.3.2.1 Tanah dan Sumber Daya Alam
Tanah dan sumber daya alam meliputi tanah, berbagai jenis barang tambang, hasil hutan, sumber-sumber daya alam lautan , dan sebagainya.
1.3.2.2  Tenaga Kerja
Atas dasar keahlian dan pendidikannya, tenga kerja dibedakan menjadi:
1.      Tenaga kerja kasar, dengan karakteristik tidak berpendidikan, berpendidikan rendah, tidak memiliki kehlian dalam bidang pekerjaan tertentu.
2.      Tenaga kerja terampil, dengan karakteristik memiliki keahlian dari pengalaman kerja atau pendidikan, misalnya montir, tukang kayu, dan ahli reparasi.
3.      Tenaga kerja terdidik, dengan karakteristik memiliki pendidikan yang tinggi dan ahli di bidang-bidang tertentu, misalnya dokter, akuntan, ahli ekonomi, dan insinyur.
1.3.2.3  Modal
Modal meliputi segala sesuatu yang diciptakan manusia dan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang mereka inginkan.
1.3.2.4  Kewiraswastaan
Kewiraswastaaan adalah keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha.
1.3.3 Cara Berproduksi

1.4  PERUSAHAAAN
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi, untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusikannya, serta melakukan upaya-upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.
1.4.1  Tujuan Pendirian Perusahaan
Secara umum tujuan pendirian perusahaan dapat dibedakan menjadi tujuan ekonomis dan tujuan sosial. Tujuan ekonomis berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya. Sedangkan untuk tujuan sosial, perusahaan diharapkan untuk memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
1.4.2 Sifat Sistem Perusahaan
Sistem perusahaan memiliki beberapa sifat sebagai berikut:
1.      Kompleks.
2.      Sebagai suatu kesatuan/unit.
3.      Sifatnya beragam.
4.      Sifatnya saling tergantung.
5.      Sifatnya dinamis.
1.4.3 Lingkungan Perusahaan
Secara umum lingkungan perusahaaan dapat dibedakan menjadi lingkungan eksternal dan lingkungan internal.
1.4.3.1  Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan adalah faktor-faktor di luar dunia usaha yang mempengaruhi kegiatan perusahaan. Lingkungan ekternal dapat dibedakan menjadi lingkungan eksternal makro dan lingkungan eksternal mikro.
1.      Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan lingkungan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Yang termasuk dalam lingkungan ekternal makro adalah keadaan alam, politik dan hankam, hukum, perekonomian, pendidikan dan teknologi, sosial dan budaya, kependudukan, hubungan internasional.
2.      Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha. Yang termasuk dalam lingkungan eksternal mikro adalah pemasok/supplier, perantara, teknologi yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan, metode, dan pasar.
1.4.3.2 Lingkungan Internal
Yang dimaksud dengan lingkungan internal adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Termasuk dalam lingkungan internal adalah tenaga kerja, peralatan dan mesin-mesin, permodalan, bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan, mobilitas fisik, sistem informasi dan administrasi.
1.4.4 Fungsi-fungsi Perusahaan
    Dalam mencapai tujuan dikenal 2 fungsi perusahaan, yaitu fungsi operasi dan fungsi manajemen. Yang termasuk dalam fungsi operasi adalah pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasi dan komunikasi, pelayanan umum, hukum/perundang-undangan dan humas. Sedangkan yang termasuk dalam fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
1.4.5  Ciri-ciri Perusahaan
Pada umumnya ciri-ciri perusahaan berkenaan dengan variabel-variabel berikut:
1. Operatif       :   aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi,  penyediaan, ataupun pendistribusian barang dan jasa.
2. Koordinatif  :   saling bekerjasama dan saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
3. Reguler        :   adanya keteraturan yang berkesinambungan untuk mendukung kemajuan aktivitas perusahaan.
4. Dinamis       :   lingkungan selalu berubah
5. Formal         :   lembaga resmi yang terdaftar dalam pemerintahan serta tunduk pada peraturan-peraturan yang berlaku.
6. Lokasi          :  perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.

OLEH : DIAN NURHAYATI (102208)





BAB II
KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL

2.1  KEWIRASWASTAAN, WIRASWASTA DAN WIRASWASTAWAN
Kewiraswastaan (entrepreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha, untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil.
Wiraswasta adalah bidang usaha atau perusahaan yang dibangun oleh seseorang.
Wiraswastawan adalah seseorang yang mempunyai kemampuan secara kualitatif untuk menyediakan lapangan kerja minimal bagi si pemilik modal tersebut.
2.2 CIRI-CIRI SEORANG WIRASWASTAWAN
1.      Berdiri diatas kekuatan sendiri.
2.      Mengambil keputusan untuk diri sendiri.
3.      Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri.
4.      Menggerakkan perekonomian masyarakat untuk maju ke depan.
5.      Berani mengambil resiko.
6.      Memiliki semangat bersaing yang kuat.
2.3 UNSUR-UNSUR PENTING WIRASWASTA
Beberapa unsur-unsur penting yang harus dimiliki seorang wiraswastawan adalah:
  1. Unsur Pengetahuan, yaitu mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. Semakin tinggi pendidikan seseorang semakin luas pula pengetahuannya.
  2. Unsur Keterampilan, pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata.
  3. Unsur Sikap Mental, menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi.
  4. Unsur Kewaspadaan, merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang.
2.4 CIRI-CIRI PERUSAHAAAN KECIL
Secara umum pengertian Perusahaan Kecil mengacu pada ciri-ciri berikut:
1.      Manajemen berdiri sendiri.
2.      Investasi modal terbatas.
3.      Daerah operasinya local.
4.      Ukuran secara keseluruhan relatif kecil (penyelenggaraan di bidang operasinya tidak dominan).
2.5 PERBEDAAN PERUSAHAAN KECIL DAN PERUSAHAAN BESAR    
2.5.1 Perusahaan Kecil
1.   Umumnya dikelola pemiliknya.
2.   Struktur organisasi sederhana.
3.   Hubungan pemilik dengan karyawan dekat.
4.   Persentase kegagalan perusahaan tinggi.
5.   Kurangnya tenaga manajer yang handal.
6.   Sulit memperoleh modal jangka panjang.
2.5.2 Perusahaan Besar
1.      Biasanya dikelola bukan oleh pemiliknya.
2.      Struktur organisasinya kompleks.
3.      Pemilik hanya mengenal sedikit karyawan.
4.      Persentase kegagalan perusahaan rendah.
5.      Banyak manajemen handal.
6.      Modal jangka panjang biasanya relatif mudah diperoleh.
2.6 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PERUSAHAAN KECIL
2.6.1 Kelebihan Perusahaan Kecil
Kelebihan ini berkenaan dengan kebebasannya untuk bertindak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan setempat. Kelebihannya diantara lain:
1.      Pelayanan yang lebih baik.
2.      Ruang pamer yang lebih menarik.
3.      Kualitas yang lebih baik dengan harga yang sama.
4.      Harga lebih murah dengan kualitas yang sama.
5.      Jaminan yang lebih baik dalam keselamatan pemakaikan produk.
6.      Pelayanan kepada pelanggan dengan pendekatan yang lebih baik.
7.      Pemberian informasi produk dan advertensi yang lebih baik dan menarik.
8.      Susunan toko yang lebih menyenangkan dan nyaman.
9.      Tampilan kemasan yang lebih menarik.
2.6.2 Kelemahan Perusahaan Kecil
Kelemahan ini terutama berkaitan dengan spesialisasi, modal, dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.
2.6.2.1 Penyebab-penyebab Kegagalan Perusahaan Kecil
Penyebab-penyebab kegagalan Perusahaan Kecil diantaranya sebagai berikut:
1.      Kurangnya pengalaman manajemen.
2.      Kurangnya modal.
3.      Kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan.
4.      Ketidakmampuan untuk menagih piutang yang macet.
5.      Penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman.
6.      Kurangnya perencanaan perusahaan.
7.      Permasalahan kecakapan pribadi.
8.      Kesalahan pemilihan bidang usaha.
2.6.2.2 Tanda-tanda Kegagalan Perusahaan Kecil
1.      Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukuan.
2.      Perbandingan utang yang semakin tinggi.
3.      Biaya operasi yang semakin meningkat.
4.      Pengurangan dalam modal kerja.
5.      Penurunan dalam keuntungan.
6.      Peningkatan kerugian.
2.6.2.3 Tindakan-tindakan Perbaikan Kegagalan  Perusahaan Kecil
1.      Mengurangi baya operasi.
2.      Berusaha untuk meningkatkan penjualan melalui perbaikan metode, pemasaran maupun iklan.
3.      Peninjauan kembali kerugian-kerugian kredit untuk menghindari resiko-resiko buruk.
4.      Memeiksa ulang posisi persediaan untuk menentukan kecukupan persediaan.

OLEH : DIAN NURHAYATI (102208)

BAB III
BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

3.1 BENTUK YURIDIS PERUSAHAAN
Beberapa bentuk badan usaha yang dikenal di Indonesia adalah Perusahaan Perseorangan, Firma, Perseroan Komanditer, Perseroan Terbatas, Perusahaan Negara, dan Koperasi.masing-masing bentuk badan usaha tersebut mempunyai ciri-ciri tersendiri dengan kelemahan serta kelebihannya masing-masing.
3.1.1 Perusahaan Perseorangan
Perusahaan Perseorangan adalah perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh 1 orang.
3.1.2 Firma
Firma adalah bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama.
3.1.3 Perseroan Komanditer (commanditer vennootschap)
Perseroan Komanditer adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu yang menyerahkan dan mempercayakan uangnya untuk di pakai dalam persekutuan).
Sekutu Komplementer adalah orang yang bersedia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya. Sedangkan Sekutu Komanditer adalah sekutu yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.

3.1.4 Perseroan Terbatas (PT/ NV(naamloze vennotschap))
Perseroan Terbatas adalah suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri, yang terpisah dari kekayaan, hak, serta kewajiban para pendiri maupun para pendiri.
Tanda keikutsertaan seseorang sebagai pemilik adalah saham yang dimilikinya.
3.1.5 Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara adalah semua perusahaan dalam bentuk apapun dan bergerak dalam bidang usaha apapun yang sebagian atau seluruh modalnya merupakan kekayaan Negara, kecuali jika ditentukan lain berdasarkan Undang-undang. Maka tujuan utama adalah membangun ekonomi sosial menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur.
3.1.6 Koperasi
Koperasi adalah suatu bentuk badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang berlandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.
3.2 LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatan di bidang keuangan, menarik dana dari masyarakat dan menyalurkan ke masyarakat. Lembaga Keuangan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu:
  1. Lembaga Keuangan yang disebut Bank.
2.      Lembaga Keuangan bukan Bank.

3.2.1 Bank
Bank adalah badan usaha yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan meyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.
3.2.2 Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
Lembaga Keuangan adalah sebuah badan hukum yang didirikan oleh Warga Negara Indonesia serta dapat melakukan kerja sama dengan pihak asing dan dapat juga sebagai badan hukum asing dalam bentuk perwakilan dari lembaga keuangan yang berkedudukan di luar negeri.
3.3 PENGGABUNGAN/KOMBINASI PERUSAHAAN
Penggabungan perusahaan merupakan kerjasama antarperusahaan.
3.3.1 Bentuk-bentuk Penggabungan
1.      Penggabungan Vertikal-Integral.
2.      Penggabungan Horisontal-Paralelisasi.
3.3.2 Pengkhususan Perusahaan
Pengkhususan Perusahaan adalah kegiatan perusahaan yang mengkhususkan diri pada fase atau aktivitas tertentu saja, sedangkan aktivitas lainnya diserahkan kepada perusahaan luar. Pengkhususan Perusahaan dapat dibedakan menjadi:
1.      Spesialisasi.
2.   Diferensiasi.
3.3.3 Pengkonsentrasian Perusahaan
1.      Trust.
2.      Holding compani.
3.      Kartel.
4.      Sindikat.
5.      Concern.
6.      Joint venture.
7.      Trade association.
8.      Gentlement’s agreement.
3.3.4 Cara-cara Penggabungan/Penyatuan Usaha
1.      Consolidaritas.
2.      Merger.
3.      Akuisisi.
4.      Aliansi strategi..


OLEH : DIAN NURHAYATI (102208)











BAB IV
MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Setiap perusahaan mempunyai tujuan yang telah ditetapkan, untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus pandai dalam mengelola faktor-faktor produksi. Faktor-faktornya adalah tenaga kerja, bahan baku, mesin, metode, uang atau modal.bahasa inggrisnya dikenal dengan istilah “6 M“ (man, material, machines, methods, money dan market).
4.1 PENGERTIAN MANAJEMEN
Manajemen merupakan suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
4.2 FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
Berdasarkan pengertian manajemen yang telah dikemukakan sebelumnya, manajemen memiliki fungsi-fungsi berikut:
1.      Perencanaan
  1. Pengorganisasian
  2. Pengarahan
  3. Pengendalian.
4.2.1 Perencanaan
Perencanaan diperlukan untuk membawa perusahaan ke sasaran atau tujuan yang ingin dicapainya dimasa yang akan datang.

Perencanaan mempunyai bentuk-bentuk berikut:
1.      Tujuan
2.      Kebijakan
3.      Strategi.
4.      Prosedur.
5.      Aturan.
6.   Program.
4.2.2 Pengorganisasian
Pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses penciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia, dan faktor-faktor fisik, agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan.
4.2.3 Pengarahan
Tugas Manajer adalah menyelaraskan dengan individu agar tidak terjadi konflik dalam organisasi. Dengan demikian, kegiatan pengarahan ini banyak menyangkut masalah pemberian motivasi kepada bawahan, masalah kepemimpinan, serta masalah pengembangan komunikasi.
4.2.4 Pengendalian
Fungsi terakhir manajemen yang harus dilaksanakan oleh manajemen adalah fungsi pengendalian. Karenanya, pengendalian berkaitan erat dengan perencanaan.
Langkah-langkah dalam proses pengendalian adalah:
1.      Menerapkan standard dan metode.
2.      Mengukur prestasi kerja.
3.      Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standar.
4.      Mengambil tindakan koreksi.
4.3 ORGANISASI
Organisasi adalah bentuk perserikatan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam organisasi terdapat tiga faktor atau unsur penting, yaitu:
1.      Adanya sekelompok orang.
  1. Adanya hubungan dan pembagian kerja diantara mereka.
  2. Adanya tujuan yang ingin dicapai.
Dalam pelaksanaannya, organisasi dapat dibedakan menjadi organisasi formal dan organisasi informal.
4.4 BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Dalam suatu organisasi, yang menjadi dasar adalah pembagian kekuasaan (authority) dan tanggung jawab (responsibility). Bentuk-bentuk organisasi tersebut adalah:
  1. Organisasi Garis.
  2. Organisasi Garis dan Staf.
  3. Organisasi Fungsional.
4.5 PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI
Agar organisasi berjalan baik, diperlukan pedoman atau prinsip dalam melaksanakan kegiatannya. Prinsip-prinsip organisasi adalah:
  1. Perumusan tujuan dengan jelas.
  2. Pembagian tugas.
  3. Delegasi kekuasaan.
  4. Rentangan kekuasaan.
  5. Tingkat-tingkat pengawasan.
6.   Kesatuan perintah dan tanggung jawab.
7.   Koordinasi.
4.6 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen sunber daya manusia merupakan suatu proses menganalisis dan mengelola kebutuhan organisasi terdapat sumber daya manusia, sehingga dapat menjamin tercapainya sasaran strategi perusahaan. Dalam setiap organisasi, kegiatan-kegiatan personil agar tenaga kerja tetap produktif dan mempunyai moril tinggi. Kegiatan-kegiatan ini antara lain:
  1. Analisis dan desain pekerjaan.
  2. Uraian pekerjaan.
  3. Spesifikasi pekerjaan.
  4. Evaluasi pekerjaan.

OLEH : SELVI SETYOWATI (102349)











BAB V
PEMASARAN

            Pemasaran merupakan tugas akhir dari kegiatan ekonomi dan merupakan kunci suksesnya perekonomian. Jika dilihat dari struktur tugasnya, pemasaran berfungsi untuk menemukan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh manusia serta menjual barang dan jasa tersebut ke tempat konsumen berada pada waktu yang diinginkan dengan harga yang terjangkau tetapi tetap menguntungkan bagi perusahaan yang memasarkan.
5.1   PENGERTIAN PASAR DAN PEMASARAN
Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli atau daerah tempat, wilayah, area yang mengandung kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk harga. Ada beberapa faktor yng menunjang terjadinya pasar, yaitu keinginan, daya beli, dan tingkah laku dalam pembelian.
Sedang pemasaran memilki arti yang berbeda-beda yaitu:
  1. Pemasaran adalah kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran (menurut Kotler).
  2. Pemasaran meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan kegiatan untuk merencanakan dan menentukan harga hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli baik aktual maupun potensial (menurut Stanton).
3.      Pemasaran merupakan pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen (menurut American Marketing Asociation).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah proses perpindahan barang atau jasa dari produsen ke konsumen, atau semua kegiatan  yang berhubungan dengan arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
5.2   KONSEP-KONSEP INTI PEMASARAN
Konsep inti pemasaran antara lain:
1.      Kebutuhan yaitu suatu keadaan perasaan yang membutuhkan pemenuhan terhadap sesuatu seperti sandang, pangan, papan.
2.      Keinginan yaitu kebutuhan yang dibentuk oleh budaya dan pribadi seseorang. Semakin berkembang kebudayaan maka keinginan pun akan ikut berkembang.
3.      Permintaan yaitu kebutuhan atau keinginan manusia yang didukung dengan daya beli.
4.      Produk yaitu sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dimiliki, digunakan, ataupun dikonsumsi dalam rangka pemenuhan kebutuhan atau keinginan.
5.      Pertukaran yaitu kegiatan untuk memperoleh barang atau jasa yang diinginkan dari pihak lain dengan memberikan sesuatu sebagai gantinya.
6.      Transaksi mengandaikan adanya nilai-nilai yang dipertukarkan diantara dua pihak. Transaksi juga melibatkan sedikitnya dua barang atau jasa yang bernilai, syarat-syarat yang tlah disepakati, waktu kesepakatan, dan tempat kesepakatan.
7.      Pasar yaitu himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu produk.
5.3   MANAJEMEN PEMASARAN
Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
5.3.1 Keadaan Permintaan dan Tugas Pasar
Ada delapan keadaan permintaan yang berbeda dan pada setiap keadaan terdapat tugas dari manajemen pemasaran untuk mengatasinya:
1.      Permintaan negatif (negative demand)
Pasar tidak suka dengan suatu produk. Tugas pemasar adalah menganalisis mengapa pasar tidak suka terhadap produk.
2.      Tidak ada permintaan (no demand)
Konsumen tidak tertarik dengan suatu produk karena merasa tidak bermanfaat. Tugas pemasar adalah menemukan cara untuk menghubungkan manfaat produk dengan kebutuhan dan minat pasar.
3.      Permintan terpendam (latent demand)
Tugas pemasar adalah mengukur besarnya pasar potensial ini dan mengembangkan barang serta jasa yang akan memuaskan permintaan terhadap produk tersebut.
4.      Permintaan yang menurun (falling demand)
Tugas pemasar adalah meningkatkan kembali permintaan yang menurun melalui upaya pemasaran kembali produk tersebut dengan cara yang kreatif.
5.      Permintaan tidak teratur (irregular demand)
Tugas pemasar adalah menemukan cara untuk mengubah pola waktu permintaan melalui cara penentuan harga yang lebih fleksibel, promosi dan rangsangan lainnya.
6.      Permintaan penuh (full demand)
Tugas pemasar adalah mempertahankan tingkat permintaan ini di tengah perubahan selera konsumen serta meningkatnya persaingan.
7.      Permintaan yang berlebihan (overfull demand)
Tugas pemasar adalah melakukan demarketing yaitu menemukan cara untuk mengurangi permintaan sementar maupun permanen.
8.      Permintaan yang tidak sehat (unwholesome demand)
Tugas pemasar adalah mengajak orang-orang yang menggemari produk-produk tertentu untuk mengurangi atau meninggalkannya dengan cara peningkatan harga, memberikan ancaman bagi yang menggunakan maupun mengurangi ketersediaan produknya.
5.3.2   Falsafah Manajemen Pemasaran
Dalam merencanakan pemasaran secara menyeluruh diperlukan falsafah yang dapat memberikan tuntunan kepada usaha pemasaran sehingga tercipta keseimbangan antara kepentingan organisasi, konsumen, dan masyarakat. Dikenal lima konsep manajemen pemasaran:
1.       Konsep Produksi.
2.       Konsep Produk.
3.       Konsep Penjualan.
4.       Konsep Pemasaran.
5.       Konsep Pemasaran Kemasyarakatan.
5.4   BAURAN PEMASARAN

Bauran pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terpadu dan saling menunjang satu sama lain. Empat kebijaksanaan pemasaran:
1.      Produk (product).
2.      Harga (price).
3.      Saluran distribusi (place).
4.      Promosi (promotion).
5.5   TUJUAN SISTEM PEMASARAN
1.      Memaksimalkan konsumsi.
2.      Memaksimalkan kepuasan konsumen.
3.      Memaksimalkan pilihan.
4.      Memaksimalkan kualitas hidup.
5.6   PENDEKATAN DALAM MEMPELAJARI PEMASARAN
1.      Pendekatan Serba Barang (commodity approach).
2.      Pendekatan Institusi (institutional approach).
3.      Pendekatan Fungsional (functional approach).
4.      Pendekatan Manajerial (managerial approach).
5.      Pendekatan Sosial (social approach).


OLEH : SELVI SETYOWATI (102349)







BAB VI
MANAJEMEN PRODUKSI

6.1  PERKEMBANGAN MANAJEMEN PRODUKSI
Pesatnya perkembangan produksi terjadi berkat dorongan dari beberapa faktor penunjang, yaitu:
6.1.1  Pembagian Kerja dan Spesialisasi
Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengelolaan yang baik. Spesialisasi kerja memungkinkan peningkatan keahlian seseorang dan semakin meningkatnya keahlian akan dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih singkat dengan kualitas yang lebih baik.
6.1.2  Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan teknik. Dampaknya terlihat pada penggunaan mesin yang semakin meningkat, efisiensi produksi batu bara, besi dan baja, pembangunan jalan kereta, alat transportasi, dan alat komunikasi serata meluasnya sistem perbankan dan perkreditan.
6.1.3  Perkembangan Alat dan Teknologi
Terdapat perubahan dalam penggunan alat dan teknologi produksi yang dilakukan oleh para manajer produksi sejalan dengan perkembangan teknologi.
6.1.4  Perkembangan Ilmu dan Metode Kerja dalam Era Manajemen Ilmiah
Beberapa pendekatan dalam menemukan metode terbaik:
1.      Pengamatan atas metode kerja yang berlaku.
2.      Pengamatan terhadap metode yang lebih baik melalui pengukuran analisis ilmiah.
3.      Pelatihan pekerja dengan metode baru.
4.      Pemanfaatan umpan balik dan pengelolan atas proses kerja.
6.2  PENGERTIAN MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen Produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya berupa sumber daya manusia, alat, dana serta bahan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa.
Dua permasalahan dalam peningkatan produktifitas:
1.      Produktifitas akan meningkat bila ada perbaikan kondisi kerja.
2.      Peningkatan produktifitas tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan karena hanya terkait dengan bidang tertentu dan bidang lain tidak terpengaruh.
6.3  PENGERTIAN PRODUKSI
Produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output). Pengertian produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan atau utilitas suatu barang atau jasa.
6.4  PROSES PRODUKSI
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi:
6.4.1 Kelangsungan Hidup
Produksi terus-menerus dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang. Proses produksi ini menghasilkan produk yang standar. Produksi yang terputus-putus dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan pemesan.
6.4.2 Teknik
1.      Proses Ekstraktif             :  pengambilan langsung dari alam.
2.      Proses Analitis                 :  pemisahan bahan- bahan.
3.      Proses Pengubahan          :  proses perubahan bentuk.
4.      Proses Sintetis                 :  pencampuran dengan unsur lain.
6.5  PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI
Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil, ada empat macam pengambilan keputusan:
1.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti.
2.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
3.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti.
4.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Lima tanggung jawab dari keputusan utama:
1.      Proses, menentukan proses fisik yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa.
2.      Kapasitas, menentukan besarnya kapasitas yang tepat dan penyediaan pada waktu yang tepat.
3.      Persediaan. keputusan bidang produksi yang menyangkut apa yag dipesan,                       berapa banyak pesanan, serta kapan pemesanan dilakukan.
4.      Tenaga kerja, mencakup seleksi, penggajian, pelatihan, penempatan, dan supervisi.
5.      Mutu/kualitas, merupakan tanggung jawab produksi yang penting dan harus didukung oleh organisasi secara keseluruhan.
6.6  RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi mencakup perancangan sistem produksi serta pengoperasiannya. Penambahan desain produksi meliput :
1.       Seleksi dan desain hasil produksi.
2.       Seleksi dan perancangan proses serta peralatan.
3.       Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi.
4.       Rancangan cara letak dan arus kerja atau proses.
5.       Rancangan tugas.
6.       Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas.
6.7  FUNGSI SERTA SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI
6.7.1  Fungsi Produksi dan Operasi
Terkait dengan pengelolaan dan pengubahan masukan menjadi keluaran yang dapat menghasilkan keuntungan perusahaan. Ada empat fungsi produksi dan operasi:
1.      Proses pengolahan.
2.      Jasa-jasa penunjang.
3.      Perencanaan.
4.      Pengendalian atau pengawasan.
6.7.2  Sistem Produksi dan Operasi
Adalah suatu keterkaitan unsur yang berbeda secara terpadu dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.

OLEH : SELVI SETYOWATI (102349)
BAB VII
AKUNTANSI BIAYA DAN HARGA POKOK

            Akuntansi Biaya adalah sebuah ilmu akuntansi yang memberi gambaran tentang metode, prosedur, dan sistem yang akan diterapkan dalam mencatat, mengakumulasikan, dan mendistribusikan semua biaya produksi.
7.1 PERANAN DAN TUJUAN AKUNTANSI BIAYA
Akuntansi Biaya berperan untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu, efisiensi, serta membuat keputusan rutin maupun strategis. Sedangkan tujuan Akuntansi Biaya adalah untuk pemilihan alternatif/pengambilan keputusan, perencanaan laba, pengendalian biaya, dan penetapan harga.
7.2 BIAYA DAN HARGA POKOK
      Biaya yaitu satuan nilai yang dikorbankan dalam suatu proses produksi untuk mencapai suatu hasil produksi. Sedangkan Harga Pokok adalah nilai uang dari alat-alat produksi yang dikorbankan.
7.2.1 Tujuan Perhitungan Harga Pokok
Tujuan utama, memperoleh informasi untuk membuat perencanaan jangka pendek dalam penjualan maupun produksi, serta memperoleh data/informasi untuk pengendalian proses produksi agar hemat.
Tujuan sampingan, menentukan nilai barang dalam proses dan nilai barang jadi yang harus dicantumkan dalam neraca perusahaan.
Dari kedua tujuan di atas, terbentuk 3 fungsi perhitungan harga pokok yaitu landasan untuk menentukan atau menilai harga jual, alat bantu pengendalian efisiensi, dan landasan penilaian neraca dan barang dalam proses maupun jadi.
7.3 KONSEP BIAYA DAN HARGA POKOK
7.3.1 Konsep Biaya
7.3.1.1 Biaya dalam Hubungannya dengan Produk
A.     Biaya Pabrikasi  yaitu biaya yang diperlakukan dalam memproses bahan baku (bahan pembantu) menjadi barang jadi. Biaya ini terdiri dari 3 unsur:
1.      Bahan baku langsung: biaya dari semua bahan pada barang jadi dan dimasukkan dalam perhitungan biaya produk. Misal: tepung à roti.
2.      Tenaga kerja langsung: gaji yang dibayarkan kepada tenaga kerja yang jasanya secara langsung dapat diperhitungkan terhadap barang jadi. Misal: gaji operator mesin.
3.      Overhead pabrik: semua biaya produksi, kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini terdiri dari:
a.       Biaya bahan tidak langsungà bahan guna penyelesaian produk yang pemakaiannya kecil sehingga tidak dianggap sebagai bahan langsung.
b.      Biaya tenaga kerja tidak langsungà biaya tenaga kerja yang dikerahkan dan tidak secara langsung mempengaruhi pembuatan barang jadi. Misal: gaji mandor pabrik.
c.       Biaya tidak langsung lainnyaà biaya selain dari bahan tidak langsung dan tenaga kerja tidak langsung yang dapat ditelusuri dalam pembuatan barang jadi. Misal: sewa pabrik.
Tiga unsur utama biaya produksi dapat digabungkan dalam terminologi biaya sebagai berikut:
1).    Biaya Utamaà biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
2).    Biaya Konversià biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
B. Biaya Non Pabrikasi
1.      Biaya Pemasaran yaitu biaya yang berhubungan dengan kegiatan penjualan produk jadi yang siap dijual. Contoh: biaya iklan.
2.      Biaya Administrasi dan Umum yaitu biaya yang berhubungan dengan kegiatan penentu kebijaksanaan, pengarahan, pengawasan kegiatan perusahaan agar berjalan efektif dan efisien. Contoh: sewa kantor.
3.      Biaya Keuangan yaitu biaya yang muncul dalam melaksanakan fungsi-fungsi keuangan. Contoh: biaya bunga.
7.3.1.2 Biaya dalam Hubungannya dengan Volume Produksi
A. Biaya Variabel , memiliki karateristik sebagai berikut:
1.      Biaya yang berubah total menurut perbandingan yang searah     dengan perubahan tingkat aktifitas.
2.      Biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.
B. Biaya Tetap, memiliki karakteriktik sebagai berikut:
1.      Totalitasnya tidak berubah tanpa memandang perubahan tingkat    aktifitas.
2.      Biaya satuannya akan berbanding terbalik dengan volume keluaran.
C. Biaya Semi Variabel yaitu biaya yang mengandung unsur-unsur tetap dan variabel. Contoh: pajak penghasilan.
7.3.1.3 Biaya dalam Hubungannya dengan Departemen Pabrikasi
1.      Departemen Produksià bagian dalam pabrik yang melakukan proses produksi. (biaya departemen pencampuran bahan, departemen dapur, dan departemen cetak).
2.      Departemen Jasaà bagian dalam pabrik yang tidak melakukan        proses produksi, tetapi menghasilkan jasa yang akan dinikmati departmen lain. (biaya departmen, departemen reparasi dan pemeliharaan, departemen listrik, dan departemen umum pabrik.)
7.3.1.4 Biaya Berdasarkan Dapat atau Tidaknya Dikendalikan
1.      Biaya Terkendalikanà biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh pimpinan dalam jangka waktu tertentu.
2.      Biaya Tidak Terkendalikanà biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh  pimpinan berdasarkan wewenang yang dimiliki.
7.3.1.5 Biaya dalam Hubungannya dengan Tujuan Pengambilan Keputusan
1.      Biaya Relevanà biaya yang dikeluarkan di masa yang akan datang.
2.      Biaya Tidak Relevanà biaya yang tidak akan berubah.
7.3.1.6 Berdasarkan Periode Penentuan Biaya
1.      Biaya masa laluà biaya yang sudah dikeluarkan.
2.      Biaya masa depanà biaya yang diperlukan pada periode akan .7 datang.
7.3.1.7 Biaya yang Digolongkan atas Dasar Obyek/Pusat Biaya
1.      Biaya Langsungà biaya yang terjadinya/manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek /pusat biaya tertentu.
2.      Biaya Tidak Langsungà biaya yang terjdinya/manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada obyek/pusat biaya tertentu.
7.3.2 Konsep Harga Pokok
1.      Harga Pokok Historis: jumlah semua biaya nyata yang dikeluarkan untuk produksi barang ditambah dengan biaya lain sehingga barangnya beredar di pasar.
2.    Harga Pokok Normatif: jumlah semua biaya yang seharusnya dikeluarkan  ditambah biaya lain sehingga barang beredar di pasar.
7.4 PERHITUNGAN HARGA POKOK
7.4.1 Cara Pembagian
Cara  ini dapat digunakan untuk perusahaan yang membuat satu jenis produk.
                                                                    Total Biaya Seluruhnya
Harga Pokok =   
                                                                Total Barang yang dihasilkan
7.4.2 Cara Angka Perbandingan Nilai
Cara ini digunakan apabila perusahaan menghasilkan lebih dari satu jenis produk. Cara ini didasarkan atas:
1.      Angka perbandingan nilai atas dasar bahan mentah.
2.      Angka perbandingan nilai atas dasar tenaga kerja.
7.5 HUBUNGAN PERHITUNGAN LABA RUGI DALAM NERACA
7.5.1 Biaya Produk dan Biaya Periode
            Biaya Produk adalah biaya barang-barang yang diproduksi atau dibeli untuk dijual kembali. Sedangkan biaya Periode adalah biaya yang dikurangkan sebagai pengeluaran selama periode berjalan, tanpa terlebih dahulu diklasifikasikan sebagai biaya.
7.5.2 Kaitan Biaya Produk dan Biaya Periode
1.      Perusahaan Dagangà Pembelian barang dagang disebut biaya produk karena barang dijual tanpa mengubah bentuk dasar. Barang yang belum terjual dimasukkan sebagai persediaan dalam neraca.barang yang sudah dijual menjadi pengeluaran yang disebut haraga pokok penjualan dan dimasukkan dalam laporan laba rugi. Biaya penjualan dan administrasi diperlakukan sebagai biaya periode.
2.      Perusaahan Industrià bahan baku di ubah menjadi barang yang dapat dijual. Bantuan upah langsung dan biaya overhead pabrik diperlakukan sebagai biaya produk. Persediaan bahan langsung, bahan dalam proses, dan barang dimasukkan dalam neraca.setelah terjual menjadi pengeluaran yang disebut harga pokok penjualan dan masuk dalam laporan laba rugi. Biaya penjualan & biaya administrasi diperlakukan sebagai biaya periode. Kemudian biaya penyusutan dan asuransi digolongkan dalam biaya overhead pabrik.
7.6 LAPORAN LABA-RUGI DAN NERACA UNTUK PERUSAHAAN DAGANG  DAN INDUSTRI
7.6.1 Laporan Laba-Rugi
7.6.1.1 Laba Bersih/Rugi Bersih
1.      Laba Bersih/Rugi Bersih = Pendapatan-Semua Beban
2.      Laba:  pendapatan > beban                      Rugi:  pendapatan < beban
7.6.1.2  Pengertian Laba menurut Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen:
1.      Laba Masa Lalu: laba/rugi bersih yang dicapai perusahaan pada  masa lalu.
2.      Laba Masa Akan Datang: laba yang diprediksikan akan diperoleh di masa depan.
7.6.1.3 Pendapatan
      Yaitu peningkatan jumlah aktiva/penurunan kewajiban suatu organisasi karena penjualan barang dan jasa kepada pihak lain dalam periode tertentu.
7.6.1.4 Beban
Dalam praktek, beban berarti biaya yang digunakan dalam kaitannya dengan harga perolehan . Sedangkan dalam pengertian akuntansi, beban juga mengandung pengertian biaya masa lalu dan biaya masa depan.
7.6.1.5 Harga Pokok Produksi
Terdiri dari tiga unsur utama biaya, yaitu biaya bahan baku langsung, upah tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
7.6.1.6 Harga Pokok Penjualan
Adalah nilai barang dagangan yang terdiri dari biaya pembelian, ongkos angkut, dan biaya bongkar muat sampai di tempat pengecer.
7.6.2. Penyajian Laporan Rugi Laba dan Neraca
7.6.2.1 Perusahaan Dagang
1.      Laba/Rugi bersih = Pendapatan-Harga Pokok Pejualan-Semua Biaya
2.      Neraca Kiri = Aktiva Lancar (Kas+Persediaan+Piutang+Persekot Sewa) + Aktiva Tetap ( Tanah+Gedung+Peralatan+Kendaraan)
3.      Neraca Kanan = Hutang Lancar ( H.Dagang+H.Bank+H.Pajak) + Hutang Tidak Lancar (H.Hipotik) + Modal + Laba Ditahan
7.6.2.2 Perusahaan Industri/Manufaktur
A.     Persediaan bahan baku langsung (BBL)à bahan yang tersedia tapi belum diserahkan kepada lini produk.
B.     Persediaan barang dalam proses (BDP)à barang yang belum selesai diproses. Yang mencakup 3 biaya utama (BBL, upah tenaga kerja langsung, dan ocverhead pabrik).
1.      Laba/Rugi Bersih = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan – Biaya
2.      Laba/Rugi bersih setelah pajak = Laba/Rugi Bersih + Pendapatan Bunga - % pajak
3.      Neracakiri= aktiva lancar (kas+BBL+BDP+BOP+piutang+persekot sewa) + aktiva tetap( tanah+gedung+peralatan+kendaraan)
4.      Neraca kanan = hutang lancar( h.dagang+h.bank+h.pajak) + hutang tidak lancar (h.obligasi) + modal + laba ditahan
7.7 PENDEKATAN LAPORAN LABA / RUGI
7.7.1 Pendekatan Full Costing ( harga pokok penuh)
   Semua biaya produksi tidak langsung variabel dana tetap dianggap sebagai biaya produk dan menjadi pengeluaran dalam harga pokok produksi dari barang yang dijual. Dalam pendekatan ini biaya di klasifikasikan dalam 3 fungsi utama yaitu Fungsi Manajemen, Produksi, serta Penjualan dan Administrasi.
7.7.2 Pendekatan Variabel Costing
Merupakan metode penentuan harga pokok produk berdasarkan perilaku biaya variabel dan biaya tetap.
Perbedaan Marjin Kontribusi dengan Marjin Kotor
1.      Marjin Kontribusià selisih lebih penjualan diatas semua biaya variabel, termasuk produksi, penjualan, dan administrasi variabel.
2.      Marjin Kotorà selisih lebih penjualan diatas harga pokok persediaan.


OLEH : FITRIANI WIDIYANINGTIYAS (102344)


                                                        
BAB VIII
ANALISIS BREAK EVEN POINT

Salah satu analisis yang dapat digunakan untuk menetapkan suatu kebijakan organasasi yang bertujuan mencari laba adalah analisis titik pulang pokok (break even point = BEP). BEP adalah keadaan suatu usaha ketika tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Untuk keperluan analisis ini berkaitan dengan pendapatan, pengeluaran (biaya), dan laba bersih. Dan dengan analisis ini pimpinan bisa mengambil keputusan yang berkaitan dengan pengurangan/penambahan harga jual, biaya, laba, serta mempermudah pengambilan keputusan dalam rangka menghadapi persaingan produk sejenis perusahaan lain.
            Selain itu BEP dapat digunakan untuk mengetahui jumlah penjualan yang harus dipertahankan agar tidak rugi, jumlah penjualan yang harus dicapai agar laba, seberapa jauh kurangnya penjualan agar tidak mengalami kerugian, serta bagaimana efek perubahan harga jual + biaya + volume penjualan terhadap laba. Analisis BEP memberi hasil yang memadai, jika memenuhi :
1.      Perilaku penerimaan dan pengeluaran secara akurat dan bersifat linear sepanjang jangkauan yang relevan.
2.      Pemisahan antara biaya tetap dan biaya variabel.
3.      Efisiensi, produktifitas, harga jual, serta biaya-biaya tidan mengalami perubahan.
4.      Bauran penjualan akan konstan serta tidak ada perbedaan yang nyata antara persediaan awal dan persediaan akhir.
8.1 PENDEKATAN DALAM MENGHITUNG TITIK IMPAS
      Tersedia tiga pendekatan untuk menghitung BEP yaitu Pendekatan Persamaan, Pendekatan Margin Kontribusi , dan Pendekatan Grafik.
Y = cx - bx – a

 
8.1.1 Pendekatan Persamaan
Digunakan rumus:

atau Laba = (harga jual per unit x jumlah produk yang dijual) - (Biaya Variabel per satuan x jumlah produk yang dijual) – Biaya Tetap Total.
8.1.2 Pendekatan Marjin Kotribusi
Dalam metode ini, menghitung margin kontribusi dengan cara:
1.      Mengurangkan nilai penjualan total (total revenue=TR) dengan biaya Variabel Total ( TVC).
2.      Mengurangkan harga jual per unit dengan biaya variabel per unit guna menghitung marjin kontribusi per unit..
8.1.3 Pendekatan Grafik
Dalam pendekatan grafik, titik BEP digambarkan sebagai titik perpotongan antara garis penjualan dengan  garis biaya total (Biaya Total = Biaya Tetap Total + Biaya Variabel Total). Langkah- langkah:
1.  Buat grafik X & Y, dengan X = jumlah unit (output) dan Y = biaya dan penerimaan.
2.  Buat titik Y yang menunjukkan nilai biaya tetap total (TFC), kemudian tarik garis lurus dari titik tersebut sejajar sumbu X.
3. Buat titik pertemuan antara jumlah unit terjual dengan jumlah rupiah, kemudian tarik garis dari titik nol melalui titik tsb. Dan garis yang terrbentuk disebut Garis Penerimaan Total (TR).
4. Tarik garis dari titik perpotongan Biaya Tetap dengan sumbu Y (pada langkah 2) yang menunjukkan Garis Biaya Total (TC).
8.2 PERHITUNGAN TITIK IMPAS DENGAN ADANYA PERUBAHAN-PERUBAHAN
 8.2.1 PERUBAHAN LABA
Penjualan Baru = [(Biaya Tetap Total +Laba) : ( 1- (Biaya Variabel Total : Pejualan Lama))]
8.2.2 PERUBAHAN BIAYA
1.      Kenaikan Biaya Tetap
BEP = [(Biaya Tetap + Kenaikan Biaya Tetap) : ( 1- (Biaya Variabel Total :  Penjualan Lama))]
2.      Penurunan Biaya Tetap
BEP = [(Biaya Tetap - Penurunan Biaya Tetap) : ( 1- (Biaya Variabel Total :  Penjualan Lama))]
3.      Penurunan harga jual
BEP = [(Biaya Tetap Total) : ( 1- (Biaya Variabel Total :  Penjualan Sekarang))]
8.3 TITIK IMPAS BEBERAPA PRODUK
Dalam menghitung titik impas masing-masing produk dapat ditempuh dengan langkah-langkah berikut:
1.  Hitung presentase margin kontribusi setiap produk terhadap penjualannya.
2.  Hitung titik impas keseluruhan produk.
3. Buat perbandingan penjualan masing-masing produk dengan total penjualan keseluruhan produk.
4. Hitung titik impas masing-masing produk dengan cara mengalikan hasil perbandingan (langkah 3) dengan titik impas keseluruhan produk.
Atau dapat ditentukan juga melalui suatu grafik dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Buat garis mendatar (X) untuk menunjukkan pendapatan.
  2. Buat garis tegak lurus (Y) menunjukkan marjin kontribusi.
  3. Buat garis biaya tetap dengan menarik garis mendatar yang sejajar sumbu X.
  4. Tentukan titik impas masing-masing produk, dengan cara:
1).    Titik A yang merupakan titik pertemuan penjualan dan marjin kontribusi.
2).    Titik B dengan mencari jumlah penjualan BEP dari produk A & B serta jumlah marjin kontribusi produk A & B.
3).    Tentukan titik C untuk jumlah penjualan BEP produk A + B + C
8.4 HUBUNGAN BIAYA, VOLUME, DAN LABA DENGAN MEMPERHATIKAN PENGARUH PPH.
Rumus-rumus yang digunakan sebelumnya untuk mencari titik impas yaitu rumus yang belum memperhitungkan PPh atas laba suatu perusahaan. Sedangkan rumus yang telah di modifikasi adalah seperti dibawah ini:
                        Total Biaya Tetap + (Pendapatan Setelah Pajak : (1- % PPh)
BEP =

Penjualan Total – Biaya Total Variabel

8.5 BATAS KEAMANAN (margin of safety)
Merupakan suatu batas yang menyatakan toleransi terhadap turunnya penjualan perusahaan. Bila batas toleransi tersebut belum dilampaui, walaupun penjualan perusahaan mengalami penurunan, maka perusahaan belum rugi atau disebut dalam keadaan impas. Rumus yang digunakan:
MS = SB-SBE

MS = MS/SB x 100%
MS = margin of safety atau batas keamanan
SB = sales budget atau penjualan dianggarkan
SBE = sales at break event atau penjualan BEP
Artinya, penjualan tidak boleh lebih rendah dari prosentase tersebut

            OLEH : FITRIANI WIDIYANINGTIYAS (102344)















BAB IX
KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG

Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang (time value of money) telah mendapat tempat yang demikian penting. Berikut ini adalah beberapa contoh terapan yang terkait dengan konsep nilai waktu dari uang:
1.      Tabungan.
2.      Pinjaman Bank.
3.      Berbagai jenis kredit seperti kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor, dan kredit barang konsumsi lainnya.
4.      Asuransi.
5.      Pemilihan alternatif beli atau sewa (leasing).
6.      Penilaian proyek.
7.      Penilaian saham, obligasi, dan instrumen-instrumen keuangan lainnya.
Dalam kaitannya dengan konsep nilai waktu dari uang, terdapat suatu ungkapan sederhana yang menyatakan bahwa “satu rupiah yang kita terima saat ini lebih berharga dari satu rupiah yang akan kita terima pada satu tahun yang akan datang”.
9.1 NILAI YANG AKAN DATANG (future value)
Nilai yang akan datang menunjukkan besarnya nilai uang yang ada saat ini bila diproyeksikan ke masa mendatang. Periode Ganda (multiple period) sebagai dasar perhitungan bunga majemuk
Bunga majemuk yang sering juga disebut bunga berbunga memberikan gambaran bahwa bunga dari suatu pokok pinjaman juga akan mendapatkan bunga pada periode selanjutnya.
9.2 NILAI SEKARANG (present value)
Pada prinsipnya konsep nilai sekarang adalah kebalikan dari konsep nilai yang akan datang. Konsep ini menyatakan besarnya nilai saat ini untuk uang yang kita terima atau kita bayar di masa yang akan datang.
Dalam kaitannya dengan konsep nilai yang akan datang, nilai sekarang dapat dicari dengan formasi berikut:    
FV = Po (l + r)n
Po =       F V
            (l + r)n

 
 



9.3 NILAI MASA DATANG DAN NILAI SAKARANG
Faktor bunga nilai sakarang PVIF, yaitu persamaan untuk diskonto dalam mencari nilai sekarang, merupakan kebalikan dari faktor bunga nilai masa depan FVIF untuk kombinasi r dan n yang sama. Dengan kata lain,
 



9.4 ANUITAS (annuity)
Anuitas adalah serangkaian pembayaran dalam jumlah yang tetap untuk suatu jangka waktu tertentu. Bila pembayaran dilakukan pada akhir periode disebut Anuitas Biasa atau anuitas dengan pembayaran tertunda (deffered payment annuity). Pembayaran yang dilakukan di awal tiap periode disebut Anuitas Terhutang (annuity due).

9.4.1 Anuitas Biasa
Suatu janji untuk pembayaran jumlah tertentu misalkan $ 1000 per tahun selama 3 tahun disebut sebagai anuitas 3 tahun dan bila tiap pembayaran dilakukan pada akhir tahun disebut Anuitas Biasa.
9.4.2 Anuitas Terhutang
Bila ketiga pembayaran sebesar masing-masing $ 1000 dalam contoh diatas itu dilakukan pada awal tahun keadaan ini disebut Anuitas Terhutang (annuity due).
9.4.3 Nilai Sekarang Anuitas
Misalnya anda menerima alternatif penawaran sebagai berikut: anuitas 3 tahun dengan pembayaran $ 1000 pada akhir tahun atau sejumlah uang sekaligus pada saat ini.
9.4.4 Nilai Sekarang dari Anuitas Terhutang
Setiap pembayaran maju satu periode, nilai sekarang (PV) akan menjadi lebih tinggi.
9.4.5 Anuitas Abadi
Misalnya 3 tahun atau 5 tahun, tetapi terdapat juga anuitas yang berjalan terus secara infinitif, disebut Anuitas Abadi (perpetuities).
9.4.6 Nilai Sekarang dari Seri Pembayaran yang Tidak Rata
Dalam pengertian anuitas tercakup kata jumlah yang tetap, dengan kata lain anuitas adalah arus kas yang sama disetiap periode.
9.4.7 Periode Pemajemukan Tengah Tahunan atau Periode Lainnya
Dalam hal ini suku bunga tahunannya dibagi dua, sedangkan periode pemajemukannya jadi lipat dua karena bunga diperhitungkan dua kali dalam setahun. Hasil pada akhir periode 6 bulan ke dua sebesar $ 1060,90 bila dibandingkan dengan pemajemukan setahun $ 1000 (FVIF (6%,1)) = $ 1000 (1,06) = $ 1060, terlihat bahwa pemajemukan pengetahuan memberikan hasil yang lebih tinggi.
9.4.8 Amortisasi Pinjaman (amortized loans)
Salah satu penerapan bunga majemuk adalah pinjaman yang harus di angsur dalam jangka waktu tertentu. Sebagai contoh adalah pinjaman konsumtif untuk pembelian rumah, mobil, dan pinjaman untuk usaha lainnya. Pinjaman yang harus di angsur dalam jumlah-jumlah yang sama pada tiap periodenya (bulanan, triwulanan, atau tahunan) disebut pinjaman yang di amortisasikan.


OLEH : NISWATUL AMALIYAH (102343)











BAB X
MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

Manajemen Keuangan Perusahaan adalah aktivitas yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian perolehan serta pendistribusian aset-aset keuangan perusahaan.
10.1 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB MANAJER KEUANGAN
Tanggung jawab utama Manajer Keuangan adalah meningkatkan nilai perusahaan atau meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham perusahaan. Untuk itu, Manajer Keuangan harus dapat menjamin bahwa perusahaan selalu memilki cukup dana untuk membiayai aktivitas perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa. Jika ada kelebihan dana harus segera diinvestasikan untuk memperoleh uang lebih banyak.
Manajer juga perlu merencanakan arus kas harian, mingguan dan bulanan untuk periode mendatang. Perusahaan dapat menggunakan kelebihan dananya untuk membeli surat berharga dengan tujuan untuk memperoleh penghasilan dari dana yang ditanamkan pada surat berharga tersebut.
10.1.1    Penganggaran Modal (capital Budgeting)
Adalah seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkenaan dengan pengeluaran dana yang jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun.
10.1.2    Penggolongan Investasi Aktiva Tetap dan Pemilihan Alternatif
Cara penggolongan investasi aktiva:
1.      Investasi Penggantian adalah aktiva yang sudah harus diganti dengan aktiva baru.
2.      Investasi Penambahan Kapasitas.
3.      Investasi Penambahan Jenis Produk Baru dan  investasi lain-lain.
10.1.3    Metode Penilaian Investasi
Beberapa metode dalam menilai kelayakan investasi :
1.      Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi.
2.      Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar arus kas.
10.1.4 Perbedaan Pengertian Keuntungan Akuntansi dan Arus Kas
Keuntungan Akuntansi adalah laporan pembukuan laba bersih dari hasil operasi/non operasi setelah dikurangi pengeluaran pajak. Arus kas untuk tujuan penganggaran modal didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal perusahaan.
10.1.5    Arus Kas Masuk dan Arus Kas Keluar
Arus Kas Masuk adalah aliran uang tunai sebagai hasil dari investasi baru. Sedangkan Arus Kas Keluar adalah aliran uang tunai untuk investasi baru.
10.1.6    Metode Accounting Rate Of  Return
Metode ini menggunakan persentase keuntungan netto setelah pajak investasi awal.
Kelebihan metode ini:
1.      Sederhana dan mudah dimengerti.
2.      Menggunakan data akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak perlu perhitungan tambahan.
Kelemahan metode ini:
1.      Tidak memperhitungkan time value of money.
2.      Menitik beratkan pada laba akuntansi, bukan pada arus kas.
3.      Merupakan pendekatan jangka pendek dengan memakai angka yang dapat menyesatkan.
4.      Kurang memperhatikan jangka waktu investasi.
10.1.7    Metode Masa Pengembalian Investasi
Metode ini mendasarkan perhitungan atas dasar pada arus kas investasi. Di sini akan dihitung berapa lama arus kas masuk dapat menutupi aliran kas keluar yang dipakai sebagai investasi awalnya.
Kebaikan dari metode ini adalah mudah dimengerti dan diterapkan. Kelemahannya adalah mengabaikan penerimaan investasi setelah masa pengembalian investasi dan juga mengabaikan nilai waktu dari uang.
10.1.8    Metode Net Present Value
Adalah metode yang cukup populer karena mampu mengatasi kelemahan dari metode penilaian lain yaitu memperhatikan nilai waktu dari uang.
10.1.9 Metode Profitability Index
Metode ini dapat menjadi pelengkap bagi perhitungan dalam menentukan usulan investasi mana yang  akan dipilih apabila perusahaan memiliki keterbatasan dana. Metode ini juga dapat membantu dalam menentukan proyek mana yang menghasilkan pendapatan lebih besar untuk setiap biaya yang dikeluarkan.
10.1.10 Metode Internal Rate Of Return
Dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan menjadikan nilai sekarang dari proses yang diharapkan akan diterima sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal.     
10.2 PERENCANAAN KEUANGAN
Adalah rencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang dicari di masa yang akan datang. Dalam hal ini perlu dicermati berapa jumalah dana yang harus dimiliki oleh perusahaan agar dapat menutup kebutuhan jangka pendeknya? Kapan dana tersebut dibutuhkan? Dari mana dana diperoleh?. Untuk menjawabnya, Manajer Keuangan yang harus membuat gambaran yang jelas mengapa dana dibutuhkan serta perkiraan biaya dan manfaat apa yang diperoleh dari dana tersebut.
10.2.1 Mengapa Perusahaan Membutuhkan Dana?
         Dana dibutuhkan agar perusahaan tetap beroperasi, dan agar tidak bangkrut. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran berikut
10.2.1.1 Pengeluaran Jangka Pendek
Merupakan pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari-hari. yang meliputi dana untuk persediaan, pembayaran gaji , serta biaya-biaya lain.
10.2.1.2 Pengeluaran Jangka Panjang
                                    Dana yang dibutuhkan untuk membiayai pengeluaran aktiva tetap. Sebagai contoh Aktiva Tetap adalah investasi tanah, gedung, dan pembelian mesin-mesin.
10.2.2 Pembelanjaan/Pembiayaan Perusahaan
Dilihat dari jangka waktunya, sumber dana dibedakan menjadi:
10.2.2.1 Sumber Dana Jangka Pendek
1.      Utang Dagang à merupakan pengeluaran, juga berfungsi sebagai sumber dana perusahaan saat barang telah dapat diterima tetapi pembayarannya kemudian.
2.      Pinjaman Bank Jangka Pendek dengan Jaminan à pinjaman bank merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting. Pinjaman ini hampir selalu menyertakan promissory notes yang menyatakan kesanggupan membayar pinjaman + bunga yang disepakati. Selain itu bank juga mensyaratkan adanya jaminan jika pinjaman tidak dapat dilunasi.
3.      Pinjaman Jangka Pendek tanpa Jaminan à dengan pinjaman ini, perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan ke bank tapi biasanya bank mensyaratkan peminjam agar tetap memiliki saldo dana minimum di bank. Ada 2 jenis pinjaman ini yaitu line of kredit dan revolving line of credit.
4.      Letter of Credit à adalah janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju bila sejumlah kondisi telah dipenuhi.
5.      Commercial Paper à adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh perusahaan besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya.
6.      Factoring à yaitu menjual perusahaan kepada perusahaan pembeli piutang yang biasanya adalah lembaga keuangan.
10.2.2.2 Sumber-sumber Dana Jangka Panjang
Pencarian dana jangka panjang dari luar perusahaan berupa pembiayaan melalui utang, sedangkan dari dalam perusahaan pembiayaan melalui modal.
A. Pembiayaan Melalui Utang
1.      Utang Jangka Panjang: utang ini biasanya diperoleh dari bank, waktu pengembalian jangka panjang adalah lebih dari satu tahun.
2.      Obligasi Perusahaan: surat berharga yang diterbitkan yang menyatakan kesanggupan membayar sejumlah uang tertentu kepada pemegang surat berharga.
B. Pembiayaan dengan Modal Sendiri
1.      Saham Biasa: surat berharga yang memberikan hak suara kepada pemilik serta merupakan penerima hak terakhir atas asset perusahaan setelah pemegang obligasi dan saham prefen.
2.      Laba ditahan: bagian laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham. Ini sebagai Alternatif lain untuk pembiayaan modal sendiri agar perusahaan tidak perlu meminjam uang dan membayar bunga.
C. Pembiayaan dengan Obligasi yang Dapat di Konversi

OLEH : NISWATUL AMALIYAH (102343)


KESIMPULAN

Pembahasan dalam resensi di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa Bisnis dan Perusahaan memang sangat erat kaitannya. Pelaku bisnis yang memiliki pengetahuan yang luas, pemahaman serta penguasaan ilmu ekonomi perusahaan yang sangat baik ditambah dengan kiat dan intuisi bisnis yang cermat, dapat dihasilkan perencanaan bisnis yang mengarahkan pelaku bisnis maupun perusahaan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaaan seta memperoleh keunggulan dalam bersaing.
Kondisi ini sangat penting mengingat disamping pencapaian tujuan ekonomis, perusahaan sebagai suatu sistem juga mampu untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya bila perusahaan tersebut mampu mendapatkan keuntungan dan bertahan dalam persaingan.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers