Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Penempatan Guru PNS di Sekolah Swasta dan Permasalahan Distribusi Guru PNS

Diposkan oleh irfan on Sunday, January 02, 2011


Image via Wikipedia
Pengantar
Berikut ini saya tampilkan beberapa artikel atau berita terkait persoalan penempatan guru PNS di sekolah swasta dan permasalahan distribusi guru PNS yang tidak merata antara suatu daerah dengan daerah lainnya. Kecenderungan yang kerap terjadi ialah guru lebih memilih bertugas di tempat kerja yang relatif dekat dan tidak menghendaki ditempatkan di daerah terpencil. Bahkan di kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan sendiri misalkan pernah terjadi CPNS guru yang ditempatkan di suatu daerah yang agak jauh belum sampai 1 bulan bertugas sudah mengurus pindah ke sekolah lain yang lebih dekat dengan alasan ini itu yang nampaknya bisa dikompromikan dengan oknum pengawas, kepala sekolah dan pejabat Dinas Pendidikan setempat dan akhirnya sang CPNS tersebut bisa beralih tempat tugas dengan mudahnya. Meski selang tidak berapa lama setelah itu keluar Surat Edaran dari Bupati mengenai larangan CPNS guru di’titip’kan di sekolah lain yang bukan tempat penugasan asalnya namun tetap saja Surat Edaran semacam itu tak digubris dan fenomena ‘titip menitip’ guru semacam itu terus terjadi. Saya tidak memvonis fenomena ini sebagai sesuatu yang negatif atau salah, namun saya kira persoalan semacam ini hendaknya bisa ditelaah secara bijaksana dan mempertimbangkan rasa serta semangat keadilan.
Persoalan lain yang memiliki relevansi dengan permasalahan di atas yakni tentang penempatan guru PNS di sekolah swasta. Saya tidak tahu persis alasan pemerintah (melalui peraturan Menpan) melarang penempatan guru PNS di sekolah swasta, namun saya kira jika kebijakan tersebut benar adanya maka hal ini menunjukkan adanya diskriminasi perlakuan dan ketidakpekaan pemerintah terhadap persoalan distribusi alokasi penempatan guru. Berikut ini saya tampilkan beberapa artikel berita yang mudah-mudahan dapat memperkaya wawasan para guru dan bermanfaat bagi para pengambil kebijakan seputar guru di daerah. Selamat menyimak…..

Bikin UU, Guru PNS Bisa Ngajar di Swasta

JAKARTA – Kebijakan penarikan guru PNS dari sekolah swasta mengharuskan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) merevisi UU No.14/2005 tentang guru dan dosen. Proses penyempurnaan UU itu akan menggandeng Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN & RB).
“Masalah ini masih kami rundingkan dengan KemenPAN. Sedang dicari solusinya. Pemerintah bukan saja dapat memberikan bantuan BOS, tetapi juga disempurnakan dengan memberikan bantuan tenaga pengajar untuk sekolah swasta,” kata Nuh kepada JPNN di Jakarta, Minggu (28/11).
Dia mengatakan, pemberian guru PNS ke sekolah swasta memang masih terkendala UU yang berlaku. Dalam UU itu disebutkan guru PNS hanya diperbolehkan untuk bertugas di lembaga milik pemerintah. Nah, jika para guru PNS ada yang mengajar di sekolah swasta, dikhawatirkan terjadi suatu komplikasi.
“Kalau guru PNS dibiarkan mengajar di swasta tanpa ada UU yang mengaturnya, dikhawatirkan terjadi komplikasi. Maka, kami sedang merumuskan semuanya. Kami pun akan menyiapkan suatu kebijakan yang memungkinkan guru dan dosen PNS bisa diperbantukan di swasta. Meskipun saat ini sudah ada peraturan yang berlaku, namun kita inginkan di jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat memperoleh perlakuan khusus,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo mengatakan bahwa kebijakan yang ada saat ini sudah melanggar konstitusi dan membuktikan terjadinya diskriminasi profesi guru sekolah swasta.
Sulistiyo mengingatkan, terjadinya penarikan guru berstatus PNS dari sekolah swasta akan mengganggu proses belajar mengejar dan tentunya telah merugikan siswa, mengingat sekolah swasta tidak dapat menyediakan guru pengganti dalam waktu yang cepat. Dengan kondisi demikian, PGRI pun mendesak kepada pihak KemenPAN untuk segera mencabut surat edaran yang melarang penempatan guru PNS di sekolah swasta. (cha/jpnn)
Sumber asli tulisan: JPNN.com, 28 November 2010
 Guru PNS Masih Dibutuhkan Sekolah Swasta
JAKARTA, KOMPAS.com – Penarikan guru-guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang diperbantukan sekolah swasta tanpa pertimbangan bijaksana dan jangka panjang bisa menimbulkan masalah atau instabilitas dalam pendidikan di sekolah-sekolah negeri maupun swasta. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah semestinya membangun kesepemahaman semua pihak dalam membangun kemitraan antara sekolah negeri-sekolah swasta dengan saling membantu demi kemajuan bersama.
A Fathoni Rodli, Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Pusat, mengatakan, guru PNS di sekolah swasta, terutama di daerah-daerah, dibutuhkan untuk bisa menjadi katalisator atau mempercepat kemajuan sekolah swasta. Apalagi, guru PNS memiliki gaji serta kesempatan lebih besar dari guru swasta yang bisa dibagikan untuk membantu percepatan peningkatan kualitas guru swasta.
Menurut Fathoni, sebanyak 91 persen dari total sekolah madrasah itu milik swasta, dan 46 persen dari sekolah umum milik swasta. “Kalau sekolah swasta mogok, kan menimbulkan instabilitas juga. Jadi, pemerintah daerah jangan seenaknya meremehkan sekolah swasta,” ujar Fathoni.
Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional, mengatakan kebijakan itu merupakan wewenang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Tetapi, Kementerian Pendidikan Nasional pada prinsipnya mendukung di manapun guru dibutuhkan.
“Kami berharap Bupati atau Walikota melihat betul kebutuhan guru. Jangan sampai ada kebijakan yang jadi kendala untuk sekolah swasta,” kata Fasli.
 Sumber asli tulisan : Kompas.com, 24 November 2010
 Guru Menumpuk di Kota
JAKARTA – Penyebaran guru tidak merata. Guru-guru di desa terus berkurang. Distribusi guru malah menumpuk di perkotaan. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengakui bahwa guru di perkotaan sudah lebih 35 persen. Di pedesaan masih kekurangan guru sekitar 65 persen.
“Distribusi guru ini memang masih menjadi masalah. Kami sudah berbicara dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi. Ke depan, distribusi ini harapannya bisa lebih merata,” kata Nuh, di Jakarta, Kamis (21/10).
Nuh berjanji akan melakukan redistribusi guru agar kekurangan tenaga pendidik di pedesaan bisa diatasi. Salah satu yang akan dilakukan ialah redistribusi dalam lingkup satu provinsi atau antarprovinsi. Redistribusi guru yang masih dalam lingkup satu provinsi akan menjadi kewengan pemerintah provinsi, sementara redistribusi antar provinsi akan diurus oleh pemerintah pusat atau menjadi kebijakan nasional.
Selain itu, lanjut Mendiknas, redistribusi guru daerah juga turut berlaku bagi distribusi guru antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Apabila guru sekolah negeri berlimpah, sedangkan di sekolah swasta kekurangan, guru sekolah negeri bisa diperbantukan di sekolah swasta.
Nuh mengatakan, permasalahan distribusi guru memang terlihat mudah dan sederhana, tetapi ternyata harus ada kesepakatan dengan beberapa kementerian terkait. “Tidak hanya dengan Kemdagri dan KemenPAN saja, tetapi ada Kementerian Agama (Kemenag) dan satuan pendidikan lainnya,” paparnya.
Untuk diketahui, penyiapan guru-guru baru, lanjut Mendiknas, terutama ditujukan untuk mengganti sebanyak 195.387 guru, yang akan pensiun pada 2014. Jumlah guru di Indonesia saat ini sebanyak 2.607.311 orang, terdiri atas 634,576 guru swasta dan 1.972.735 guru negeri. Sedangkan jumlah guru yang paling banyak adalah di jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 1.483.059 guru.(cha/jpnn)
Sumber asli tulisan: JPNN.com, 21 Oktober 2010

PGRI Pesimis dengan SKB Distribusi Guru

JAKARTA- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengaku pesimis dengan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri yang berisi tentang pendistribusian guru. Hal itu disebabkan karena sudah ada  dalam Peraturan Pemerintah (PP) Guru No 74 tahun 2008 pasal 62 yang sudah mengatur mengenai pemindahan guru.
Menurut Sulistiyo, pasal tersebut sudah mengatur bahwa pemindahan guru yang diangkat oleh pemerintah atau pemerintah daerah dapat dilakukan antarprovinsi, kabupaten/kota, kecamatan maupun antarsatuan pendidikan. Pemindahanya sendiri, lanjut Sulistiyo,  berdasarkan kebutuhan guru di tingkat nasional atas permintaan sendiri, maupun kepentingan penyelenggara pendidikan berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.
Sulistiyo yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah  ini menambahkan,  pemindahan ini sesungguhnya juga sesuai dengan PP hanya dapat dilakukan jika guru tersebut sudah bertugas selama 4 tahun, lama bertugas ini tidak berlaku untuk guru yang akan ditugaskan ke daerah khusus.
“Peraturannya memang sudah ada. Tetapi pelaksanaan di lapangan yang tidak berjalan. Hal ini disebabkan,  pemerintah daerah menolak pemindahan guru ini karena akan memberatkan Dana Alokasi Umum (DAU),” kata Sulistiyo di Jakarta, Jumat (21/5).
Leboh jauh Sulistiyo menjelaskan, meskipun pemerintah akan mengeluarkan SKB,  peraturan ini masih bersifat sukarela di mana para pimpinan daerah enggan untuk mentaatinya. “Distribusi guru seharusnya menjadi tugas pemerintah namun pemerintah sendiri tidak berani bertindak tegas,” imbuhnya.
Ditegaskan, jika memang inti  masalah ini masih pada kurangnya jumlah guru, maka sebenarnya ini bisa diatasi dengan pengangkatan guru yang dilakukan sendiri oleh kepala sekolah di setiap daerah yang jumlahnya mencapai ribuan. “Saat ini banyak kepala sekolah yang mengangkat lulusan SMA menjadi guru karena distribusi guru bertitel sarjana kurang merata,” tandasnya.
Di samping itu, Sulistiyo juga mengharapkan agar para guru ini dapat dinaikkan pangkatnya. Namun jika tetap saja sulit dilakukan oleh pemerintah, maka sebaiknya diberikan tunjangan khusus agar mereka dapat konsentrasi menjadi guru yang professional. (cha/jpnn)

Kebutuhan Guru per Tahun Capai 70 Ribu

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG –  Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) membutuhkan sebanyak 70 ribu guru per tahun. Kebutuhan tersebut, menurut Mendiknas HM Nuh, harus dipenuhi mulai tahun 2011 hingga 2014. Sehingga total yang dibutuhkan selama empat tahun sekitar  280 ribu guru.
Menurut dia demi meningkatkan kualitas pendidikan guru dinilai memiliki peran sangat penting. Persoalannya, selain guru yang ada masih perlu ditingkatkan, Kemendiknas juga dituntut menyediakan guru baru yang profesional  setiap tahunnya.
‘’Kita memang harus menyediakan sebanyak 70 ribu guru baru profesional per tahun. Itu wajib dilakukan hingga tahun 2014 mendatang,’’ papar Mendiknas HM Nuh saat berkunjung ke Malang, Ahad (15/11).
Dia menjelaskan secara rinci komposisi para guru yang ada selama ini. Menurut dia, jumlah guru saat ini ada sekitar 2,7 juta orang. Mereka dinilai memiliki kualitas, kualifikasi dan tingkat kompetensi yang beragam.
Alasannya, dari guru sebanyak 2,7 juta tersebut ada sekitar 1,5 juta guru atau sekitar 57,4 persen yang wajib ditingkatkan kualifikasinya setara dengan sarjana strata satu (S1) atau Diploma Empat (D4). Selain itu, ada sekitar dua juta guru harus menjalani sertifikasi.
Untuk itu, kata Mendiknas HM Nuh yang mantan Rektor ITS Surabaya ini,  upgrading kualifikasi dan kompetensi guru serta penyediaan guru baru yang profesional harus ditangkap sebagai peluang bagi perguruan tinggi. Makanya, dia berharap perguruan tinggi bisa berperan dan terus meningkatkan kompetensi substansi keilmuan, metodologi pembelajaran dan kemuliaan kepribadian.
Demi meningkatkan hal tersebut, Kemendiknas  menyediakan beasiswa program doktor untuk 3000 dosen pada tahun 2011. Selain itu menyediakan beasiswa bagi 5000 mahasiswa tingkat akhir berprestasi yang berkeinginan mengabdi jadi guru.
Dengan begitu, dia optimis, kualitas dan kompetensi guru yang ada bisa ditingkat. Selain itu, penyediaan guru profesional yang membutuhkan sebanyak 70 ribu per tahun diyakini juga bisa terpenuhi.
 Sumber asli tulisan : Republika.co.id, 14 November 2010

Inilah Tiga Skenario Rekrutmen Guru Baru Kemendiknas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kementerian Pendidikan Nasional mulai 2011 menyiapkan tiga skenario rekrutmen guru baru masing-masing untuk jangka pendek, menengah, dan panjang yang ditujukan memenuhi kebutuhan guru yang pensiun, guru bidang studi baru, dan kebutuhan daerah baru. “Untuk mengatasi kebutuhan guru jangka pendek dengan merekrut lulusan S1/D4 yang berminat menjadi guru,” kata Mendiknas Mohammad Nuh usai membuka Seminar Guru Nasional 2010 di Kemdiknas, Jakarta, Selasa.
Hadir pada seminar Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdiknas Baedhowi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kemdiknas Hamid Muhammad, dan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo.
Sebelum mengajar, kata Mendiknas, mereka terlebih dahulu mengikuti pendidikan profesi selama dua semester atau satu tahun. “Kebutuhan guru selalu ada tiap tahun. Oleh karena itu, tidak mungkin mengandalkan dari awal, sehingga kita siapkan yang baru lulus,” katanya.
Guru-guru yang baru ini, kata Mendiknas, kalau tidak disiapkan pendidikan profesinya akan menjadi beban. “Oleh karena itu, mulai tahun 2011 Kemdiknas akan merintis pendidikan profesi bekerja sama dengan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK),” katanya.
Adapun untuk mengatasi kebutuhan guru pada jangka menengah, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang duduk di semester 5 atau 6. Mereka yang berminat menjadi guru ditawarkan untuk pindah jalur, sehingga begitu lulus sudah tidak perlu lagi mengikuti pendidikan profesi satu tahun. “Jadi pendidikan profesi embedded, sudah melekat di situ,” katanya.
Sementara, lanjut Mendiknas, untuk mengatasi kebutuhan guru pada jangka panjang melalui pendidikan sarjana. Pendidikan ini disiapkan bagi lulusan sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau madrasah aliyah selama empat atau lima tahun.
Layaknya seperti pendidikan kedokteran, kata Mendiknas, mereka yang masuk di fakultas kedokteran, 99 persen ingin menjadi dokter. “Guru nanti juga begitu. Masuk di LPTK (Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan) atau jurusan lain memang mau menjadi guru,” katanya.
Mendiknas menyampaikan mulai 2011 akan merintis delapan LPTK di perguruan tinggi untuk menyiapkan pendidikan bagi calon guru. Pada tahap awal, direncanakan merekrut 1.000 lulusan SMA/SMK/MA untuk dididik selama 4-5 tahun. Selama mengikuti pendidikan, mereka akan diasramakan. “Sekarang kita lengkapi asramanya khusus bagi calon guru,” ujarnya.
 Sumber asli tulisan: Republika.co.id, 23 November 2010

Ribuan Guru Pemula Diinduksi

Antisipasi Guru Pensiun, Dispensasi Sudah Berlebihan
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan melakukan induksi ratusan guru pemula. Hal ini dilakukan untuk pengantisipasi ribuan guru yang akan pensiun dalam waktu 10 tahun mendatang. Dalam waktu 10 tahun mendatang sebanyak 451.767 guru akan pensiun, sehingga diperlukan minimal sebanyak guru yang pensiun tersebut. Bila satu orang guru mengajar 30 siswa akan terdapat sejumlah 13.553.010 siswa yang akan diajar guru pemula.
Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Baedhowi mengatakan, dengan kondisi tersebut pemerintah harus menerapkan program induksi bagi guru pemula. Guru pemula perlu dibimbing agar segera dapat menajdi guru yang efektif dalam melaksanakan pembelajaran maupun pembimbingan.’’Bila guru pemula tidak dibimbing dan tidak dapat menjadi guru yang efektif, maka akan ada jutaan siswa yang dirugikan dalam proses pembelajaran mereka,’’ tegas Baedhowi di Jakarta kemarin.
Disebutkan Baedowi, peserta program induksi adalah guru pemula berstatus PNS mutasi dari jabatan lain, guru pemula yang berstatus CPNS dan ditugaskan pada sekolah atau madrasah yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah, dan guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah atau madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Menurutnya, program ini akan dilakukan secara bertahap. Setidaknya meliputi persiapan, pengenalan sekolah atau madrasah dan lingkungannya, pelaksanaan dan observasi pembelajaran atau bimbingan dan konseling, penilaian, dan pelaporan.’’Tempat pelaksanaannya di sekolah atau madrasah tempat guru pemula bertugas. Selain itu, masa induksi sendiri mencapai satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun,’’ sebut Baedhowi.
Dana yang digunakan untuk menyelenggarakan program induksi bagi guru pemula ini dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan mandiri. ’’Ini kan termasuk pelatihan guru, sehingga dapat menggunakan dana BOS. Lagipula, mengenai program ini juga sudah ditetapkan di dalam PermenPAN No.16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, serta juga telah dilengkapi oleh SKB Mendiknas dan BKN,’’ paparnya.
Diakui Baedhowi, banyak sekali daerah yang meminta dispensasi kepada Kemendiknas agar menambah masa tugas guru yang akan dan sudah pensiun. Setelah ditambah 2 tahun masa kerja, lagi-lagi daerah kembali meminta dispensasi.’’Sudah banyak sekali pemda yang merengek minta dispensasi untuk para guru yang akan memasuki masa pensiun. Misalnya, guru A seharusnya pensiun pada 2007, tetapi karena belum ada guru pengganti, sehingga akhirnya dikeluarkannya dispensasi perpanjangan 2 tahun. Tetapi ketika 2009, pemda minta dispensasi kembali. Ini sudah melanggar aturan,’’ urainya. (cdl)

{ 4 komentar... read them below or add one }

Abdulqohar said...

Trima kasih atas pencerahannya. Mau tanya, Kebijakan penarikan guru PNS dari sekolah swasta itu UU/PP/SE nomor brapa ya?

Sri Agustina said...

(SRI AGUSTINA SHOFIAN; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Blitar)

Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Blitar dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Blitar dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Blitar Jawa Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

4. Terimakasih untuk khususnya Bpk DR.H.EDY WAHYONO SUWARNO PUTRO.SH.M.S.I. beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk DR.H.EDY WAHYONO SUWARNO PUTRO.SH.M.S.I.0813-2612-2555

gilang ramadani said...

Bpk.DR.SULARDI. MM beliau selaku DEPUTI BIDANG BINA PENGADAAN, KEPANGKATAN DAN PENSIUN BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.Teman teman yg ingin seperti saya silahkan anda hubungi bpk DR.SULARDI.MM Tlp; 0813-4662-6222. Siapa tau beliau mau bantu

gilang ramadani said...

Bpk.DR.SULARDI. MM beliau selaku DEPUTI BIDANG BINA PENGADAAN, KEPANGKATAN DAN PENSIUN BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.Teman teman yg ingin seperti saya silahkan anda hubungi bpk DR.SULARDI.MM Tlp; 0813-4662-6222. Siapa tau beliau mau bantu

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers