Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

makalah Istishhab

Diposkan oleh irfan on Tuesday, January 25, 2011


PENDAHULUAN

1.Definisi
            Istishhab ditinjau dari segi bahasa berma’na persahabatan dan kelanggengan persahabatan,sedang menurut istilah terdapat dua definisi yang kedua-duanya mempunyai definisi yang jami’.menurut Imam as-syaukany dalam kitabnya Irsyad al Fuhul mengemukakan bahwa istishhab adalah dalil yang memandang tetapnya suatu perkara selama tidak ada sesuatu yang mengubahnya,dalam artian ketetapan dimasa lampau berdasarkan hukum asal tetap berlaku untuk masa sekarang dan masa mendatang.
            Sementara menurut Ibnul Qoyyim memberikan definisi bahwa Istishhab ialah melestarikan yang sudah positif dan menegaskan yang tidak berlaku(negatif),yakni tetap berlaku hukum asal,baik yang positif maupun negatif,sampai ada dalil yang mengubahnya.
            Hukum itu terus berlaku dengan sendirinya sepanjang belum ada dalil yang mengubahnya .berbeda dari sumber-sumber hukum yang lain,istishhab didasarkan pada persangkaan kuat.dalam hubungan ini Imam al Khawarizmi berkata”istishhab merupakan alternatif terakhir untuk fatwa setelah tidak ditemukan pada sumber-sumber lain.
Istisshab dapat diterima sebagai sumber hukum bisa dilihat dari segi syara’ maupun akal.Dari segi syara’ ternyata berdasarkan penelitian(istiqra’) terhadap hukum-hukum syara’disimpulkan bahwa hukum-hukum itu tetap berlaku sesuai dengan dalil yang bisa mengubahnya.

2.Macam-macam Istishhab
            a) Istishhab al-Bara’ah al Ashliyyah yang oleh Ibnul Qoyyim diberi istilah Bara’ah al adam al Ashliyah,seperti bebas dari beban-beban taklif syar’i sampai
            b) Istishhab yang diakui eksistensinya oleh syara’ dan akal.seperti istishhab mengenai pertanggungang utang,sampai ada dalil yang menunjukkan bahwa hutang itu telah dibayar atau dibebankan.
            c) Istshhab hukum,yaitu apabila dalam kasus itu sudah ada ketentuan hukumnya,baik mubah atau haram.ketentuan hukum itu terus berlaku hingga ada dalil yang mengharamkan dalam hal perkara muba,dan hingga ada dalil yang memperbolehkan dalam hal perkara haram.sebab hukum asal segala sesuatu adalah mubah,selain urusan harta dan kehormatan. Hukum mubah ini ditetapkan berdasarkan firman Allah:


“artinya” dia yang menciptakan untuk kamu semua apa yang ada dibumi.(QS. Al-Baqarah:29)
           
            d) Istishhab sifat,seperti sifat hidup bagi manusia,sifat ini dianggap masih tetap melekat pada manusia sampai ada indikator kematiannya.

3) Pendapat Para Fuqoha Tentang Istishhab.
            Para ulama fiqh sepakat menggunakan tiga macam istishhab,yang pertama tadi diatas. Meskipun pada prinsipmy ketiga macam istishhab tersebut telah diterima secara konsensus,namun untuk menerapkannya pada kasus-kasus tertentu masih tetap tak terhindarkan adanya perbedaan pendapat.
            Adapun istishhab yang ke empat yakni istishhab sifat baik merupakan sifat yang melekat pada setiap orang atau sifat yang baru datang. Ulama Madzhab Syafi’i dan hambali menggunakannya secara mutlak bagi manusia.sementara itu ulama Madzhab Hanafi dan maliki memakai Istishhab sifat terbatas pada hal yang bersifat penetapan. Artinya Istishhab tidak menerima masuknya hak-hak baru bagi pemilik sifatnya.
            Ulama madzab Hanafi dan Maliki menganggap orang yang berpegang pada istishhab seperti mu’taridh(menolak)perubahan karenanya,ia tidak bisa menerima hak-hak baru. Sedang ulama Madzab Syafi’i dan Hambali menjadikan istishhab sebagai dalil mu’aridh(melawan)dan menetapkan.
            Ulama yang berpendapat bahwa istishhab sifat merupakan hujjah tentang tetapnya hak-hak lama,bukan merupakan sebab untuk memperoleh hak-hak baru.contohnya seperti orang yang menolak tuduhan,pengingkaran terhadap tuduhan mudda’i (penuduh),tidak dimasudkan untuk menarik hak baru, tidak pula untuk mempertahankan haknya,akan tetapi dimaksudkan untuk menolak tetapnya hak bagi mudda’i(penuduh).

4) Hal-hal yang Ditetapkan Berdasarkan Istisshab
            Kaidah-kaidah istisshab dalam ketiga bentuknya yang disepakati dan bentuk ke empat yang tidak disepakati,dalam penerapanya pada masalah-masalah fikih masih membawa perbedaan pendapat ulama,contonya yaitu diantaranya:
a)     Apabila seseorang telah berwudhu,maka wudhu itu merupakan sifat yang melekat pada dirinya,sampai terdapat sifat lain yang merupakan lawannya berdasarkan keyakinannya atau persangkaan kuatnya. Apabila ia ragu bahwa ia telah berhadas,apakah ia diperbolehkan mengerjakan sholat sedangkan ia dalam keadaan ragu atau tidak.maka imam malik berpendapay “tidak boleh mengerjakan sholat sampai berwudhu kembali”alasanya dalam kasus ini terdapat dua asal yang saling bertentangan. Pertama tetapnya sifat wudhu berdasarkan Istishhab yang tidak bisa dihilangkan oleh syak(keraguan). Yang kedua,bahwa beban tanggungan melakukan wudhu erat kaitanya dengan sholat, denagan hanya berdasarkan Istisshab beban itu ditunaikan secara benar denagn wudhu yang pasti meyakinkan,tanpa ada rasa ragu-ragu.
Dengan adanya saling tarik menarik antara dua asal itu, Imam Malik mengunggulkan asal yang kedua,berarti mewajibkan untuk melakukan wudhu baru untuk bisa melaksanakan sholat. Sedangkan selain imam malik berpendapat,bahwa sholat itu boleh dikerjakan tanpa wudhu,karena wudhunya dianggap belum batal,dan disini Imam Malik laebih berhati-hati dan diterima.

b)    Apabila seoarang suami menceraiakan istrinya dan ragu-ragu apakah ia melakukan talak tiga atau Cuma talak satu,maka jumhur ulama berpendapat bahwa talak itu jatuh hanya satu kali, sedang menurut Imam Malik jatuh talak tiga,hal ini karena adanya dua asal yang saling bertentangan pertama”tetapnya kehalalan sampai terdapat kepastian adanya perkara yang merubah. Sementara itu timbul keraguan mengenai kejelasan adanya perkara yang merubah,yakni talak, dan karenanya kehalalan tidak menjadi hilang. Kedua”bahwa perceraian apabila telah dijatuhkan berarti telah berlangsung dengan keyakinan. yang diragukan ialah mengenai apakah terjadi talak raj’i atau tidak, sedang talak raj’i tidak terjadi dengan keraguan(syak).
Dalam konteks tersebut pendapat jumhur ulama lebih aman, sebab kehalalan dalam nikah diperoleh dengan yakin,maka tidak bisa hilang kecuali dengan keyakinan pula,dan tidak bisa hilang dengan syak.dan tidak bisa dikatakan bahwa hukum asal tentang keharamannya disebabkan oleh talak,sementara ragu dalam kehalalanya.   
Istishhab dari segi esensinya bukanlah merupakan dalil fiqh,bukan pula merupakan sumber untuk istinbath hukum. Akan tetapi pada dasarnya adalah pemakaian dalil yang berdiri sendiri dan penetapan hukum-hukum yang sudah positif,yang tidak mengalami perubahan.
Istishhab dipakai sebagai sumberhukum sekitarnya disitu tidak ditemukan dalil lain. Oleh karena itu,para pemakai dalil istishhab yang sedikit menggunakan sumber hukum yang lain,memperluas pemakaian dalil ini,begitu juga mereka yang menolak qiyas,banyak menggunakan istishhab dalam istidlal mereka.
Imam as syafi’i yang tidak menggunakan dalil istihsan lebih banyak mengunakan istishhab dibanding ulama Madzhab hanafi dan Maliki, karena sitiap kasus yang ketentuan hukumnya bisa dijawab dengan memakai dalil ‘Urf atau Istihsan,yang oleh imam Syafi’i diselesaikan dengan Istishhab.
Ulama ahli fiqih yang paling sedikit memakai Istishhab ialah Madzhab Maliki,sebab mereka lebih banyak berusaha melakukan istidlal (mencari hukum berdasarkan dalil). Istishhab hukum dipakai juga dalam undang-undang Hukum pidana,bahkan menjadi sumber pokok. Sebab perkara-perkara pidana didasarkan pada hukum mubah,sehingga ada nash yang menetapkan keharamannya dan sanksi pidananya.dan sebagian besar ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang Hukum perdata juga didasakan pada hukum asal berupa hukum mubah(ibahah),misalny dalam transaksi antara penjual dan pembeli yang didasarkan pada hukum asal berupa ibadah ashliyah dalam hukum perjanjian. Prinsip ini diterapkan oleh Madzab Hambali pada undang –undang hukum positif. Madzab ini menenetapkan bahwa hukum asal dalam hukum perjanjian adalah mubah serta memenuhi hal-hal yang menjadi konsekwensi logisnya sehingga ada nash yang melarang(mani).



KESIMPULAN

            Orang yang berpegang kepada istishhab berarti berpegang kepada hukum asal yang telah tetap dan tidak ditemukan adanya dalil yang menafikannya.ia memang tidak mengemukakan dalil yang ditunjukkannya oleh hukum asal, tapi ia bisa menolak setiap orang yang mempunyai anggapan adanya perubahan hukum asal sepanjang benar-benar belum  ada dalil yang merubahnya, karena keadaannya sama dengan mu’taridh(orang yang menolak) perubahan, tidak seperti mu’aridh  (orang yang menentang dalil dengan dalil lain) karena mu’aridh datang dengan membawa dalil yang bertentangan dengan lawannya,sementara mu’taridh hanya menolak dalil yang dikemukakan lawannya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers