JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and
Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** The Hack3r *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Selasa, Januari 25, 2011

KEDUDUKAN Al-QUR’AN dan Al-SUNNAH SEBAGAI SUMBER HUKUM



Pendahuluan
Islam adalah suatu agama yang rahmatan lil ‘alamin yang menggunakan Al-Qur’an dan Al-Sunnah sebagai sumber hukum yang paling utama.  Al-Qur’an digunakan sebagai pegangan dan sandaran utama untuk mengetahui dalil-dalil hukum syara’.
Sementara dalam kajian ushul fiqh, untuk memahami nash apakah pengertian yang ditunjukkan oleh unsur-unsur lafalnya itu jelas, pasti atau tidak. Para ulama’ menggunakan pendekatan yang dikenal dengan istilah qath’iy al dalalah dan dhanny al dalalah. Qath’iy al dalalah dimaksudkan untuk menyatakan nash-nash yang lafalnya menunjukan pengertian yang sudah pasti dan jelas. Sedangkan yang dimaksud dhanny al dalalah yakni nash-nash yang pengertianya tidak tegas dan yang masih mungkin untuk ditakwilkan atau mengandung pengertian lain dari arti literalnya. Dan untuk menjelaskan dhanny al dalalah selain dengan cara mentakhsis dengan ayat Al-Qur’an juga dengan mengunakan Al-Sunnah. Karena Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah sehingga untuk menjelaskan ayat-ayat yang masih belum jelas yakni dengan Al-Sunnah yang merupakan ucapan Rasulullah yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penetapan hukum syara’. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kedudukan Al-Qur’an dan Al-Sunnah sebagai sumber hukum.

A.     Pembahasan
1.      Kedudukan Al-Qur’an sebagai sumber hukum
a.      Pengertian Al-Qur’an
Menurut Zakariya Al-Biri, Al-Kitab yang disebutkan Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad saw dengan lafal bahasa Arab yang dinukil secara mutawatir dan tertulis pada lembaran-lembaran mushaf. Dan Allahpun juga menjelaslan dalam firman-Nya:
!$¯RÎ) çm»oYø9tRr& $ºRºuäöè% $wŠÎ/ttã öNä3¯=yè©9 šcqè=É)÷ès? ÇËÈ  
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran itu dengan bahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf : 2)
Dari definisi diatas dikutip kata “dinukil secara mutawatir” dimana Al-Qur’an begitu diturunkan kepada Rasulullah kemudian disampaikan kepada para sahabat, maka para sahabat menghafal dan menyampaikan pula kepada orang banyak, dan dalam penyampaiannya tidak mungkin mereka sepakat untuk melakukan kebohongan. Dengan demikian, kebenaran dan keabsahan Al-Qur’an terjamin dan terpelihara sepanjang masa serta tidak akan pernah berubah.
b.      Kehujjahan Al-Qur’an
Kehujjahan Al-Qur’an sebagaimana disebutkan oleh Abdul Wahab Khalaf bahwa kehujjahan Al-Qur’an terletak pada kebenaran dan kepastian isinya yang sedikitpun tidak ada keraguan atasnya. Dengan kata lain Al-Qur’an itu benar-benar datang dari Allah yang dinukil secara qaht’iy (pasti). Oleh karena itu, hukum-hukum yang terkandung didalamnya merupakan aturan-aturan yang wajib diikuti oleh manusia sepanjang masa dan bersifat mutlak, seperti yang difirmankan oleh Allah swt:

 “Sesungguhnya menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia merupakan yang sebenarnya dan dan Dia pemberi keputusan yang paling baik”. (QS: Al-An’am:57)
Adapun macam-macam hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an dapat disimpulkan menjadi 3 pokok, yaitu:
1.    Hukum I’tiqadiyyah, yaitu hokum-hukum yang berhubungan erat dengan apa yang wajib bagi mukallaf untuk diyakininya terhadap Allah, Malaikat-Nya,Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulnya dan hari akhir.
2.    Hukum akhlaqiyyah, yaitu hukum-hukum yang berhubungan erat dengan dengan perilaku perbuatan manusia mukallaf tentang perbuatan, perkataannya, pergaulan dengan sesamanya dan bagaimana seharusnya manusia memiliki etika yang baik dan dapat terhindar dari perbuatan keji.
3.    Hukum ‘amaliyyah, yaitu hukum yang berkaitan erat dengan perbuatan praktis seorang mukallaf baik perkataan, perbuatan, perjanjian dan sebagainya.
Hukum ‘amaliyyah, ini dalam Al-Qur’an terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu:
a.       Hukum peribadatan, seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lain yang merupakan sikap pendekatan diri seseorang kepada Tuhannya.
b.      Hukum muamalah, hukum ini terdiri dari hal-hal yang berhubungan dengan transaksi, uqubah (saksi hukuman), jinayah (pidana) dan hal-hal lain yang berhubungan antara mukallaf satu dengan yang lainnya, baik bersifat individu ataupun kelompok.
Hukum muamalah  ini, terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1.   Ahwal al syakhsiyyah, (hukum kekeluargaan), seperti pernikahan, talak dan rujuk, jumlahnya ada 70 ayat.
2.   Ahkam al madaniyyah (hukum perdata), seperti jual beli, sewa menyewa, gadai, perseroan, perdagangan, utang piutang dan lainnya, jumlahnya ada 70 ayat.
3.   Ahkam al jinayah, (hukum pidana), jumlahnya ada 30 ayat.
4.   Ahkam al murafa’at al al ijarat, (hukum peradilan dan persaksian), jumlahnya ada 13 ayat.
5.   Ahkam al dustruriyyah, (hukum tata negara), jumlahnya ada 10 ayat.
6.   Ahkam al dauliyyah, (hukum hubungan internasional), jumlahnya ada 25 ayat.
7.   Ahkam al iqtishadiyyah wa al maliyyah, (hukum perekonomian dan keuangan), jumlahnya ada 10 ayat.
c.       Dalalah Al-Qur’an
Yang dimaksud dengan dalalah dalam konteks pemahaman makna atau pengertian dari nash ialah petunjuk yang dapat dijadikan pegangan untuk membawa kepada pengertian yang dikehendaki. Dengan kata lain, dalalah berkaitan dengan bagaimana pengertian atau makna yang ditunjukkan oleh nash dapat dipahami.
Dalam kajian ushul fiqh, untuk dapat memahami nash apakah pengertian yang ditunjukkan oleh unsur-unsur lafalnya itu jelas, pasti atau tidak. Para ulama’ ushul menggunakan pendekatan apa yang dikenal dengan istilah qath’iy dan dhany.
2.    Dalil Qath’iy, yaitu dalil yang meyakinkan datangnya dari syara’. Dalam hal ini para ulama’ berbeda pendapat, yaitu:
Ø      Jumhur ulama’ berpendapat bahwa yang termasuk dalil qathiy adalah 1). Al-Qur’an 2). Hadits mutawatir.
Ø      Sebagian kelompok Hanafi berpendapat bahwa dalil qath’iy adalah 1). Al-Qur’an 2).  Hadits mutawatir 3). Hadits ahad.
Tentang qath’iy dan hubungannya dengan nash, maka ulama’ ushul membaginya menjadi dua macam yaitu, Pertama disebut qath’iy al wurud yakni nash-nash yang sampai kepada kita adalah sudah pasti tidak dapat diragukan lagi karena diterima secara mutawatir. Kedua adalah qath’iy al dalalah yakni nash-nash yang lafalnya menunjukkan pengertian yang pasti dan jelas.
3.    Dalil Zanny adalah nash–nash yang tidak jelas dan tegas. Dengan kata lain, nash–nash yang akan dijadikan dalil itu, kepastiannya tidak sampai ketingkat qath’iy.
Para ulama ushul membagi zanny menjadi 2 macam, yaitu: pertama, zanny al wurud adalah nash–nash yang masih diperdebatkan tentang keberadaannya, karena tidak dinukil secara mutawatir. Kedua, zanny al dalalah yaitu nash yang pengertiannya tidak tegas yang masih mungkin untuk ditakwilkan atau mengandung pengertian lain dari arti literalnya.
Pada umumnya nash–nash Al–Qur’an yang dikategorikan kepada qath’iy al dalalah ini adalah lafal dan susunan kata–katanya menyebutkan angka, jumlah, atau bilangan tertentu secara sifat atau nama dan jenis.
Contoh:
* öNà6s9ur ß#óÁÏR $tB x8ts? öNà6ã_ºurør& bÎ) óO©9 `ä3tƒ £`ßg©9 Ó$s!ur 4 ………..
Artinya : “ Dan bagi kamu (suami) mendapat ½ harta yang di tinggalkan oleh istri–istri kamu, jika mereka tidak mempunyai anak.” (QS. An–Nisa’: 12)
Ayat ini berbicara tentang pembagian harta pusaka atau warisan yang dalalahnya qath’iy, jelas dan tegas, karena terdapat kata (#óÁÏR = 1/2) yang tidak ada pengertian lain kecuali menunjukkan kepada maksud yang dikehendaki oleh kata itu sendiri yaitu jumlah tertentu.
Kemudian, nash Al–Qur’an disamping ada yang qath’iy al–dalalah juga ada yang zanny al–dalalah.
Contoh ;
àM»s)¯=sÜßJø9$#ur šÆóÁ­/uŽtItƒ £`ÎgÅ¡àÿRr'Î/ spsW»n=rO &äÿrãè% 4
Artinya : “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'…..” (QS. Al-Baqarah: 228)
 Yang menjadi persoaalan dalam ayat ini adalah lafal quru’ itu sndiri. Yang mempunyai arti lebih dri satu, kadang – kadang dalam bahasa arab di artikan dengan suci, dan kadang – kadang di artikan dengan haid.
2.      Kedudukan As–Sunnah sebagai sumber hukum
a.      Pengertian Al-Sunnah
Menurut Abu Ishak Al Syatibi Al-Sunnah ialah apa-apa yang dinukil Dari Nabi saw, secara khusus tentang apa yang tidak dinashkan (disebutkan) kepada Nabi melalui kitab Al-Qur’an tetapi, ia lahir dari Nabi sendiri baik sebagai penjelasan terhadap Al-Kitab atau tidak.
b.      Kehujjahan as sunnah
Abdul Wahab Khalaf Al-Sunnah dari segi kehujjahannya ia merupakan sumber dalam melakukan istinbath hukum dan menempati urutan kedua setelah Al-Qur’an. Para mujtahid bila tidak menemukan jawaban dalam Al-Quran tentang peristiwa yang terjadi, mereka mencari dalam sunnah.
c.       Hubungan Al-Sunnah dengan Al-Qur’an
Berdasarkan pengertian Abdul Wahab Khalaf, tak seorangpun mengingkari bahwa paling tidak ada tiga fungsi sunnah terhadap Al-Qur’an bila dilihat hubungan antara keduanya:
1.      Berfungsi untuk menguatkan hukum-hukum yang dibawa oleh Al-Qur’an.
2.      Untuk menjelaskan dan memberi rincian pelaksanaan ajaran yang dibawa Al-Qur’an yang hanya disebut secara global.
3.      Sunnah kadang berfungsi untuk menetapkan sesuatu ketentuan hukum yang tidak disebutkan oleh Al-Qur’an.
d.      Dalalah Al-Sunnah
Al-Sunnah dilihat dari segi keberadaannya sebagai dasar dalam penetapan hukum maka terbagi menjadi dua yakni: qath’iy al wurud dan zanniy al wurud. Menurut Abdul Karim Zaidan dan Abdul Wahab Khalaf sunnah yang digolongkan kepada qath’iy al wurud adalah hadits-hadits mutawatir, karena hadits-hadits mutawatir tidak diragukan keberadaan dan pasti datang dari nabi. Sementara sunnah yang digolongkan kepada zanniy al wurud adalah hadits masyhur dan ahad, kedua peringkat hadits masyhur dan ahad ini dilihat dari segi penukilannya dari Nabi tidak mencapai tingkat mutawatir.
Al-Sunnah dilihat dari segi dalalahnya juga dibagi menjadi dua yakni;  qath’iy al dalalah dan zanniy al dalalah. Qath’iy al dalalah adalah hadits-hadits jika diliat dari segi makna lafalnya tidak mungkin ditakwilkan, dengan kata lain sunnah yang dalalahnya qath’iy itu adalah hadits-hadits dimana pengertian yang ditunjukkannya mengandung makna yang pasti dan jelas.
Dari sini dapat di simpulkan bahwa sumber utama yang di jdikan panutan dari berbagai masalah adalah di ambil dari al–qur’an dan as–Sunnah.
DAFTAR PUSTAKA
-         Drs. Muhammad Ma’shum Zein MA, Ilmu Ushul fiqh, Jombang, Darul Hikmah Jombang, 2008.
-         Prof Rachmat Syafe’i,  Ilmu Ushul Fiqih, Bandung, Pustaka Setia, 2007/
-         Drs. Romli SA. M.Ag, Muqaranah Madzahib Fil Ushul, Jakarta, Gaya Media Pratama, 1999.




0 komentar:

Poskan Komentar

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

KRITIK DAN SARAN ANDA

Pengikut

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (2) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (4) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (72) BAHASA INGGRIS (104) BAHASA JAWA (6) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (2) BISNIS (68) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (1) CARA BELAJAR SABAR (1) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (13) cerpen (23) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (14) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HUKUM (16) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (34) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (18) kurikulum (1) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (29) logo (4) lucu (3) makalah (109) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (6) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikankan (639) pendidkan (37) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (86) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (22) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (10) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (540) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (406) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)
 
Copyright © 2011. Jawa Posting . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates