Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

TATA CARA SHOLAT JUM’AT DAN SHOLAT SUNNAH

Diposkan oleh irfan on Sunday, December 12, 2010


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “tata cara shalat jum’at dan sunnahnya”  ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen dengan matakulia FIQIH Drs.Uzzunudin,M.Ag.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan FIQIH, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan histori pancasila dan hak kewajiban, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar matakuliah Pancasila atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
          Penulis harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai FIQIH khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik. 
Jombang,21 Oktober 2010
                                                                                        Penulis                           
                                     DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB1                 PENDAHULUAN........................................................................................................PENGERTIAN SHOLAT JUM’AT.........................................................................
BAB2 PEMBAHASAN
                                                                                                                             
        ** Keutamaan dalam sholat jum’at...........................................
      ** Tata cara sholat jum’at..........................................................
      ** Syarat Sah Mendirikan Shalat Jum’at…………………….
      ** Perbedaan dalam madzab…………………………………..
      ** Sunnah Sebelum Jum’at……………………………………
      ** Keutamaan di hari jum’at………………………………….
      ** hikmah shalat jum’at..............................................................

BAB 3 PENUTUP
    
     **MODEL-MODEL PEMBUATAN....................................................................
     **KESIMPULAN.............................................................................................................
      **SARANDANKRITIK..................................................................................................


pendahuluan

              Sesungguhnya melakukan studi terhadap pusaka yang ditinggalkan oleh Imam Hasan Al Banna perlu mendapatkan perhatian, terutama trkait fiqih politik (Fiqih Siyaasi) Beliau. Beliau merupakan seorang pembaru (mujaddid) abad keduapuluh tanpa perlu dipertentangkan. Beliau semasa hidupnya berpikir keras terhadap berbagai permasalahan dunia Islam dan terhadap keadaan ummat Islam, terutama masalah konspirasi terhadap negara Islam.
           Beliau telah hidup di zaman kaum salibis yang memerangi dunia Islam, menghapus negara Islam Utsmaniyah, mengeluarkan statemen bahwa Ataturk melakukan skularisasi negara dan menghapus Khilafah, kemudian Perancis dan Inggris Raya membagi daerah itu setelah Perang Dunia Pertama (PD I) sesuai kesepakatan yang dilakukan oleh masing-masing utusan dari Ingris dan Perancis, Saix dan Bico, yang menamakan kesepakatan tersebut dengan kedua nama mreka (Kesepakatan Saix-Bico).
           Imam Hasan Al Banna telah menyaksikan perpecahan dunia Islam menjadi negara-negara jajahan yang dijajah oleh negara-negara kafir salibis, yang dibantu oleh negara ex Uni Soviet yang haus darah ummat Islam seperti di negara Chesnya, Kaukas serta kawasan lainnya.










BAB 1

Pengertian tentang sholat jum’at 
        Sholat jum’at ialah sholat dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah setelah dua khutbah waktu zhuhur pada hari jum’at. Hukum melaksanakan sholat jum’at ada;aj fardhu ‘ain bai setiap muslim laki-laki dewasa, merdeka dam penduduk tetap (bukan musafir). Allah SWT berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٩)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diserukan  untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah : 9).
Rasulullah bersabda :
“Jum’at itu suatu kewajiban atas tiap-tipa muslim dengan berjama’ah kecuali empat orang yaitu : hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang sakit.” (HR.`Abu Dawud dan Al-Hakim).
Dan dalam riwayat yang lain: “Shalat Jumat adalah kewajiban atas tiap-tiap muslim dalam jamaah kecuali lima orang: hamba sahaya, wanita, anak kecil dan orang sakit dan musafir”.
Syarat Wajib Jum’at
Orang yang wajib mengerjakan shalat jum’at adalah orang yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Islam
2. Laki-laki
3. Baligh
4. Berakal
5. Sehat
6. Merdeka
7. Penduduk tetap (mukim) bukan musafir.




BAB 2 PEMBAHASAN

Keutamaan dalam sholat jum’at
Dalam islam jum'at adalah hari yang utama dibandingkan hari-hari lain. Sumber dari hadits Rasulullah SAW menyebutkan "Sebaik-baik hari adalah hari Jum'at, pada hari itulah diciptakan Nabi Adam, dan pada hari itu dia diturunkan ke bumi, pada hari itu pula diterima taubatnya, pada hari itu pula beliau diwafatkan, dan pada hari itu pula terjadi Kiamat ... Pada hari itu ada saat yang kalau seorang muslim menemuinya kemudian shalat dan memohon segala keperluannya kepada Allah, niscaya akan dikabulkan." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya, hadits shahih)

Tata cara sholat jum’at
Adapun tata cara pelaksanaan shalat Jum'at, yaitu :
>> Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk.
>> Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur.
>> Khutbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memberikan nasehat kepada para jama'ah, mengingatkan mereka dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan serta menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta'ala. Kemudian duduk sebentar
>> Khutbah kedua : Khatib memulai khutbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepadaNya. Kemudian melanjutkan khutbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khutbah pertama sampai selesai
>> Khatib kemudian turun dari mimbar                                                                                         >> Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamah untuk melaksanakan shalat.                    >>  Kemudian memimpin shalat berjama'ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan.






Syarat Sah Mendirikan Shalat Jum’at
Shalat Jum’at diadakan dalm satu tempat (tempat tinggal) baik di kota maupun di desa. Tidak sah mendirikan sholat Jum’at yang tidak merupakan daerag tempat tinggal atau jauh dari pemukiman penduduk. Untuk memanfaatkan suatu ruangan sebagai tempat shalat jumat, tempat itu harus bersih dan suci. Boleh menggunakan aula, ruang pertemuan, gedung parkir dan ruangan-ruangan lain yang layak ‘disulap’ menjadi masjid untuk shalat jumat.
Bahkan dalam kasus seperti itu, menurut sebagian pendapat, tempat itu untuk sementara waktu berubah hukumnya menjadi mesjid. Karena itu berlaku pula shalat sunnah dua rakaat tahiyatul masjid.
Namun bila ada pendapat yang menolak hal ini, mungkin saja. Karena pendapat ini tidak mutlak kebenarannya, tetapi merupakan ijtihad para ulama berdasarkan mashlahat dan kepentingan umat.
Perbedaan dalam madzab
Shalat Jum’at diadakan secara berjama’ah. Jumlah minimal untuk syahnya shalat Jumat berbeda-beda dalam pandangan ulama. Ringkasannya sebagai berikut :
Menurut Abu Hanifah minimal 3 orang selain imam. Dalilnya bahwa yang disebut jamak (jamaah) itu adalah tiga ke atas.
Menurut Imam Malik harus ada minimal 12 orang untuk syahnya shalat Jumat.
Dalilnya adalah riwayat yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW sedang khutbah Jumat, tiba-tiba datang rombongan kafilah dagang pulang dari berniaga. Serta merta jamaah bubar menyambutnya dan hanya tersisa 12 orang saja. Peristiwa itu menjadi asbabunnuzul surat Al-Jumuah.
Menurut Imam Syafi‘i dan Ahmad bin Hanbali minimal harus ada 40 orang penduduk setempat untuk melakukan shalat jumat.
           Dalilnya adalah hadits Kaab tentang awal mula dilaksanakannya shalat jumat. Diterangkan bahwa saat itu jumlahnya 40 orang. HR Abu daud dan Ibnu Majah. Masih menurut mereka, belum ada nash yang tsabit yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW shalat jumat dengan jumlah jamaah kurang dari 40 orang.Hendaklah dikerjakan pada waktu zhuhur di awali dengan dua khutbah.



Sunnah Sebelum Jum’at
1. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at.
2. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku.
3. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol).
4. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat.
5. Memperbanyak doa dan salawat nabi.
6. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai
Hadist yang mengenai tentang sunnah sebelum jum’at yakni:
“Siapa yang mandi pada hari jum’at dan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai harum-haruman jika ada, kemudian pergi jum’at dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu ia mengerjakan sholat sunnah, kemudia ketika imam datang ia diam sampai selesai sholat jum’at maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosanya antara jum’at itu dan jum’at sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
“Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari jum’at sebelum beliau pergi sholat jum’at. (HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).

Hal-hal yang dianjurkan

Pada salat Jumat setiap muslim dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal berikut:
  • Mandi, berpakaian rapi, memakai wewangian dan bersiwak (menggosok gigi).
  • Meninggalkan transaksi jual beli ketika adzan sudah mulai berkumandang.
  • Menyegerakan pergi ke masjid.
  • Melakukan salat-salat sunnah di masjid sebelum salat Jum’at selama Imam belum datang.
  • Tidak melangkahi pundak-pundak orang yang sedang duduk dan memisahkan/menggeser mereka.
  • Berhenti dari segala pembicaraan dan perbuatan sia-sia apabila imam telah datang.
  • Hendaklah memperbanyak membaca shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW pada malam Jum’at dan siang harinya
  • Memanfaatkannya untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa karena hari Jumat adalah waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa






HUKUM SHALAT JUMAT

          
Shalat Jumat merupakan kewajiban setiap muslim laki-laki. Hal ini tercantum dalam Al Qur'an dan Hadits berikut ini:
Al Qur'an Al Jumu'ah ayat 9 yang artinya:"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual
Keutamaan dalam sholat jum’at
Dalam islam jum'at adalah hari yang utama dibandingkan hari-hari lain. Sumber dari hadits Rasulullah SAW menyebutkan "Sebaik-baik hari adalah hari Jum'at, pada hari itulah diciptakan Nabi Adam, dan pada hari itu dia diturunkan ke bumi, pada hari itu pula diterima taubatnya, pada hari itu pula beliau diwafatkan, dan pada hari itu pula terjadi Kiamat ... Pada hari itu ada saat yang kalau seorang muslim menemuinya kemudian shalat dan memohon segala keperluannya kepada Allah, niscaya akan dikabulkan." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya, hadits shahih) .

Hikmah Sholat Jum'at
1. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama, beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
2. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. Semua sama antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain sebagainya.
3. Menurut hadis, doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan.
4. Sebagai syiar Islam..

SHALAT SUNNAT

Shalat sunnat, dalam arti  bahasa arab biasa di kenal dengan shalat al-Nafl. Secara etimologi, nafl berarti tambahan. Sedangkan menurut terminology, fiqh adalah shalat yang dianjurkan untuk di kerjakan dan boleh ditinggalkan
Shalat sunnat berfungsi sebagai penyempurna kekurangan yang terdapat dalam shalat fardlu. Bahkan, kelak diakhirat  shalat dapat difungsikan sebagai pengganti shalat  fardlu yang pernah ditinggalkan kala di dunia
Di tinjau dari segi pelaksanaannya ,shalat sunnat terbagi menjadi dua

1.      Shalat sunnat yang tidak dianjurkan di kerjakan dengan berjama’ah
Shalat kategori ini berjumlah 12
·         Shalat rawatib
·         Shalat witir
·         Shalat dluha
·         Shalat tahiyatul masjid
·         Shalat istikarah
·         Shalat tahajjud
·         Shalat hajad
·         Shalat tasbih
·         Shalat wudlu
·         Shalat awabin
·         Shalat sunnat mtlak
·         Shalat taubat
2.      Shalat sunnat yang di anjurkan di kerjakan berjama’ah
Shalat katagori ini berjumlah 4
·         Shalat  ied (Hari raya)
·         Shalat gerhana
·         Shalat istisqo’
·         Shalat tarawih
Dari dua belas shalat yang dianjurkan di kerjakan dengan berjamaah ,yang kami kupas adalah shalat –shalat yang biasa dikerjakan dan mansyhur di kalangan masyarakat yakni satu sampai delapan.









SHALAT SUNNAT YANG TIDAK DIANJURKAN
DI KERJAKAN DENGAN BERJAMAAH

1.      SHALAT RAWATIB
Shalat rawatib adalah shalat sunnat yang di kerjakan mengiringi shalat fardlu,baik sebelumnya (qobliyyah) atau sesudahnya (ba’diyyah), jumlahnya ada 22 raka’at yang 10 raka’at muakkad (di anjurkan).
Sepuluh rakaat yang muaakkad adalah:

·         Dua raka’at sebelum shalat fardlu subuh
·         Dua raka’at sebelum shalat fardlu dzuhur atau shalat jum’at
·         Dua raka’at setelah shalat fardlu dzuhur atau shalat jum’at
·         Dua raka’at setelah shalat fardlu magrib
·         Dua raka’at setelah shalat fardlu isya’
Sedangkan dua belas yang ghoiru muakkad adalah :
  1. Dua raka’at sebelum shalat fardlu Dzuhur atau sholat Jum’ah.
  2. Dua raka’at setelah shalat fardlu dzuhur atau sholat jum’ah (sebagai tambahan yang muakkad)
  3. Empat raka’at sebelum shalat fardlu ashar.
  4. Dua raka’at sebelum shalat fardlu maghrib.
  5. Dua raka’at sebelum shalat fardlu isya’.

Berikut kami sebutkan niat-niat sholat sunnat Qobliyyah maupun ba’diyyah :
·         Niat Shalat Qobliyyah :

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً للهِ تَعَالَى
·         Niat Shalat ba’diyah :

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَةَ للهِ تَعَالَى
Pada lafadz yang bergaris bawah bias diganti dengan sholat dan jumlah raka’at yang sesuai seperti maghrib, subuh dan ashar.

2.      SHALAT WITIR
Witir merupakansholat sunnat muakkad yang palig utama disbanding dengan sholat sunnat yang lain.Waktu pelaksanaannya setelah mengerjakan sholat isya’ sampai sebelum terbitnya fajar shodiq walaupun sholat isya’nya  dikerjakan dengan jama’taqdim.
Jumlah raka’at yang bisa dijalankan dalam sholat witir adalah raka’at dengan hitungan ganjil sesuai dengan makna witir yang berarti ganjil.Minimal satu rakaat, sedangkan batas maksimalnya sebelas raka’at.Apabila musholli mengerjakan sholat witir tiga raka’at maka boleh baginya langsung mengerjakannya dengan satu kali salam, karena terdapat tambahan fadlilah disebabkan lebih banyaknya gerakan yang dilakukan semisal melakukan salam dua kali.Disamping itu apabila dikerjakan dalam satu salam, boleh baginya melakukan tahiyyat dua kali, yaitu pada rakaat kedua dan ketiga, namun yang lebih afdhol dengan satu tahiyyat agar tidak menyamai dengan sholat magrib.
Shalat  witir sunnat dijadikan sebagai sholat penutup pada malam hari atau dengan kata lain shalat terakhir yang dikerjakan pada malam itu, namun apabila setelah melakukannya ia kembali melakukan sholat tahajud maka ia tidak boleh mengerjakan witir lagi.
Pada bulan ramadhan shalat witir yang dikerjakan pada tanggal 16 sampai 30 sunnat ditambahi dengan qunut sebagaimana tyang telah diterangkan dalam bab shalat.
Apabila hendak mengerjakan shalat witir sebanyak 3 raka’at dengan dua kali salam maka :
  1. Kerjakanlah shalat dua raka’at dengan niat :
اُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ مِنَ الْوِتْرِ للهِ تَعَالَ للهِ تَعَالَى
Artinya : Aku mengerjakan sholat dua rakaat witir semata-mata karena Allah Ta’ala.
  1. Pada rakaat pertama, setelah membaca surat al fatihah diteruskan dengan membaca surat al-a’la (sabbihissma rabbika al-a’la).
  2. Pada rakaat kedua, setelah membaca  surat fatuhah diteruskan dengan mambaca surat al-kafirun.
  3. Kemudian setelah salam berdirilah untuk mengerjakan raka’at terakhir dengan niat :
Artinya : Aku mengerjakan sholat sunnat witir satu rakkat semata-mata karena Allah Ta’ala.
  1. Setelah membaca surat fatihah, seterusnya membaca surat al-ikhlash dan mu’awwidzatain.
  2. Setelah salam rakaat ketiga kemudian membaca wirid.


3.      SHALAT DLUHA
Sholat dhuha adalah sholat yang dikerjakan pada saat naiknya matahari setinggi tombak sampai waktu zawal(menjelang sholat dzuhur).
Jumlah raka’atnya minimal dua rakaat, boleh empat raka’at dan paling utama delapan raka’at. Pada rakaat pertama disunahkan membaca surat wassamsyi, sedang pada raka’at kedua surat wadl-dhuha, unutk raka’at berikutnya,setiap raka’at pertama membaca surat al- kafirun sedang pada raka’at kedua surat al-ihlash.
Adapun niatnya sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ
4.      SHALAT TAHIYYATUL MASJID.
Sholat tahiyyatul masjid adalah sholat sunah yang dianjurkan bagi seseorang yang masuk masjid sebagai penghormatan atas masjid.Meskipun berulang-ulang dalam tenggang waktu yang pendek.
Sholat tahiyyatul masjid minimal dilaksanakandengan dua raka’at, namun boleh ditambah lebih dari dua raka’at dengan satu salam tiap dua rakaat.Pada raka’at pertama disunahkan membaca surat al-kafirun dan pada raka’at kedaua membaca surat al-ihlash.Tata cara sholatnya sebagaimana sholat biasa. Adapun niatnya sbagai berikut :
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahiyyatul masjid :
a)      Tidak harus diniati sholat tahiyyatul masjid, karena yang penting adalah terealisasinya penghormatan masjid dengan sholat apapun, baik sholat sunat maupun sholat wajib.
b)      Sholat tahiyyatul masjid bias dihukumi makruh apabila dia masuk masjid dan mellihat imam sedang meaksanakan sholat fardlu sedangkan dia belum melaksanakan sholat fardlu tersebut.Yang lebih utama adalah mengikuti jama’ahnya imam.
c)      Sholat tahiyyatul Masjid dinyatakan faut(tidak bisa dilaksanakan lagi) apabila :
·         Orang tersebut sudah terlanjur duduk, kecuali kalau dia lupa dan waktunya belum lama.
·         Ketika khatib jum’ah telah naik mimbar, hal ini karena akan memberi kesan berpaling dari khotib, kecuali apabila dia baru masuk masjid, maka boleh melakukannya dengan dipercepat.
d)     Ketika khotib jum’ah naik mimbar disaat orang tersebut sedang melaksanakan tahiyyatul masjd, maka wajib untuk mempercepat sholatnya(tidak boleh berlama-lama dan melebihi dua rakaat).
5.      SHALAT HAJAT
Bagi seseorang yang mempunyai keinginan, baik keinginan tersebut berhubungan dengan hal duniawi atau ukhrowi dianjurkan unutk melakukan sholat hajat diantaranya adalah sumber dari sebuah hadist yang mengisahkan tentang datangnya seorang laki-laki buta pada nabi Muhammad saw. Dan mengeluhkan kebutuhan yang ia alam, setelah nabi bertanya apakah ia (laki-laki buta) mampu bersabar,oleh laki-laki tersebut dijawab bahwasanya ia merasa berat karena sudah tidak ada yang menuntunnya, maka oleh nabi laki-laki tersebut disuruh datang kemasjid, berwudlu dan melaksanakan sholat, seperti yang diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh At-Thobroni( lihat Hasyiyah al- Turmudzi juz 2 hal 489).
Pelaksanaan Sholat Hajat
Jumlah rakaat sholat hajat yang mashur adalah 2 rakaat.Sedangkan dalam kitab Ilya’ ulumuddin sholat hajat bisa dilakukan sampai 12 rakaat, sebenarnyna terdapat banyak versi mengenai model pelaksanaan sholat hajat.Namun agar pembahasan lebih spesifik kami hanya akan menjabarkan tehnis sholat yang dipraktekkan di PP.Al-Falah disamping karena sholat di PP.Al-Falah merupakan tehnis yang diajarkan Al-Khodir kepada sebagian ahli ibadah (Imam Syafi’i).Secara system tehnisnya adalah sebagai berikut :
Melaksanakan sholat dua rakaat sebagaimana sholat-sholat yang lain dengan niat :
6.      SHALAT ISTIKHARAH
اُصَلِّى سُنَّةَ الاِْسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
Sholat istikharah dianjurkan bagi seorang yang akan melakukan sesuatu, baik yang berhubungan dengan hal dunia atau akhirat. Sedangkan ia pada waktu itu tidak mengetahui manakala yang lebih baik, apakah di kerjakan atau di tinggalkan. Anjuran untuk melakukan sholat istikharah merupakan sunnat Nabi, sebagaimana di terangkan dalam hadist yang di ceritakan oleh Qutaibah dalam kitab Shohih Al Bukhari. Dalam hadist tersebut diceritakan bahwa Nabi mengajarkan sholat istikhara pada para sahabat dalam setiap perkara.
1.      Melakukan sholat dua raka’at sebagaimana sholat-sholat biasa, dengan niat.
2.      Membaca Al-Fatihah kemudian membaca surat Al-Kafirun pada raka’at yang pertama.
3.      Membaca Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
4.      Setelah itu salam dan berdo’a.

7.      SHALAT TAHAJJUD
Shalat tahajjud adalah shalat pada malam hari yang dikerjakan setelah tidur. jumlah raka’at minimal dua raka’at dan maksimal tidak terbatas, waktu mulai mengerjakan setelah shalat isya’ sampai terbit fajar, namun dikerjakan tengah malam lebih utama, dan mengerjakan shalat tahajjud di rumah lebih utama dari pada di masjid.
Adapun niat sebagai berikut :
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
8.      SHALAT TASBIH
Penamaan shalat tasbih dikarenakan sangat banyak bacaan tasbih di dalamnya. Shalat tasbih merupakan salah satu ritual shalat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad sebagaimana yang dikerjakan paman beliau yakni sahabat Abbas bin Abdul Mutthalib ra. Shalat tasbih di anjurkan untuk dilaksanakan pada setiap malam dan apabila tidak mampu maka hendaknya dilakukan sebulan atau setahun sekali dan apabila masih belum bisa juga maka setidak tidaknya sekali seumur hidup.

Ø  Tehnis Pelaksanaan Shalat Tasbih
Shalat tasbih dikerjakan sebanyak empat raka’at boleh dikerjakan dengan satu salam atau dua salam (tiap 2 raka’at 1 salam) namun yang utama dikerjakan pada siang hari hendaknya dilakukan empat raka’at dengan satu kali salam, sedangkan apabila dikerjakan malam hari maka empat raka’at tadi dijadikan dua salam, jumlah total bacaan tasbih sebanyak 300 dengan perincian sebagai berikut :
a)      Setelah membaca  Al-Fatihah dan surat 15 kali.
b)      Pada saat ruku’ setelah membaca doa ruku’ 10 kali.
c)      Pada saat I’tidal setelah membaca doa I’tidal 10 kali.
d)     Sujud pertama setelah membaca doa sujud  10 kali.
e)      Setelah membaca doa duduk diantara dua sujud 10 kali.
f)       Sujud kedua setelah membaca doa sujud 10 kali.
g)      Bangun dari sujud yang kedua, setelah melaksanakan duduk istirohah 10 kali.
h)      Jumlah dan tempat bacaan tasbih pada raka’at ke 2, 3, 4 sama persis dengan raka’at pertama, hanya saja pada raka’at ke 2 dan ke 4 bacaan tasbih setelah bangun dari sujud yagn ke 2 dibaca pada saat tasyahud dan tempat membacanya boleh diletakkan setelah do’a tasyahud atau sebelumnya.

     
                                     SHOLAT YANG DIANJURKAN UNTUK
  DIKERJAKAN DENGAN BERJAMA’AH.

Sholat Ied (Hari Raya)
Sholat ied atau hari raya ada dua macam, sholat  hari raya 1 Syawal dan sholat hari raya qurban  pada tanggal 10 dzul hijjah, sehinnga dinamakan pula sholat idaen. Sholat ied hukumnya sunah mu’akad .Sholat ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan.
Waktu pelaksanaan sholat ied ialah mulai terbit matahari sampai tergelincir matahari. Tetapi jika diketahui hari lebaran itu setelah tergelincir matahari maka sholat ied dilaksankan pada waktu itu juga asal masih sempat pada waktu lebaran yaitu sempat pada 1 syawal untuk sholat idul fitri dan 10 dzulhijjah unutk idul adha.
Tata cara sholat hari raya :
·         Niat sholat Idul fitri yaitu :
اُصَلِّى سُنَّةَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًاللهِ تَعَالَى
·         Niat sholat idul adha yaitu :
اُصَلِّى سُنَّةَ لِعِيْدِ الأَضْحَى اِمَامًا / مَأْمُوْمًاللهِ تَعَالَى
Tata cara sholat ied itu seperti sholat biasa dua rakaat, baik gerakan maupun bacaanya, hanya saja ada takbir tuju kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua yang diantaranya bacaan takbir itu disunahkan membaca tasbih :
سُبْحَانَ اللهُ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَاِلَهَ اِلاَّاللهِ وَاللهُ اَكْبَرُ
Artinya : Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah dan Allah maha besar.

Hal-hal yang disunahkan sebelum sholat ied :
1)      Membaca takbir; waktunya untuk idul fitri mulai terbenam matahari malam tanggal 1 syawal sampai dengan dimulai sholat idul fitri (semalan lebih sedikit)unutk idul adha mulai waktu subuh pada hari arafah sampai dengan waktu ashar pada akhir hari tasyrik ( kira-kira 5 hari)

2)      Mandi; Memakai pakaian yang paling bagus dan memakai wangi-wangian.
3)      Makan sebelum sholat idul fitri, sedangkan untuk idul adha makannya sesudah pulang dari sholat ied.
4)      Berangkat menuj ketempat sholat ied dan pulangnya memlaui jalan yang berbeda.

Hal-hal yang disunahkan  pada waktu sholat ied :
1)      Dilaksanakan dengan berjama’ah
2)      Takbir 7 kali setelah membaca  do’a iftitah sebelum membaca surat al fatihah pada rakaat yang pertama. Pada raka’at kedua 5 kali takbir sebelum membaca surat al fatihah slain dari takbir pada waktu berdiri.
3)      Mengangkat tangan setiap kali takbir.
4)      Membaca tasbih diantara beberapa takbir.
5)      Membaca surat al-a’la sesudah membaca surat al –fatihah pada raka’at pertama dan surat al-ghosyiyah raka’at kedua, atau surat qof pada rakaat pertama dan surat al-qmr pada rakaat kedua.
6)      Khutbah dua kali setelah selesai sholat.















BAB 3 PENUTUP

METODE-METODE PEMBUATAN
Metode pembuatan ini di buat dari hasil yang kami cari dari sumber yang ada bukan dari mengarang melainkan hasil dimana kami mengimpulkan informasi mengenai apa yang di pelajari di dalam  shalat jum’at  yang ada di buku-buku maupun informasi yang menurut kami sesuai dengan tema yang ada.


KESIMPULAN
Bahwasannya shalat jum’at adalah wajib bagi seorang muslim dikarenakan shalat jum’at ini dimana para ulama berkata bahwasannya Shalat Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.



SARAN DAN KRIRIK
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
\
DAFTAR PUSTAKA

        Al-Juzairi, Al-Fiqh ‘Ala al-Mazahib al-Arba’ah, Kairo : Mathba’ah al-Istiqomah, t.th. Hasan, M., Ali Perbandingan Mazhab Fiqih, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, Cet. I, 1997 Imbabi, , Cet. IX, 1986 Ismail, Ahmad satori, Pasang Surut Perkembangan Fiqh Islam, Jakarta : Pustaka Tarbiatuna, Cet. I, 2003 Mubarok, Jaih, Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, Cet. III, 2003. Nasution,

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers