Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Tinjauan teoritis Maklah bab ii

Diposkan oleh irfan on Friday, November 05, 2010


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan teoritis merupakan langkah yang paling penting dalam suatu penelitian, karena merupakan konsep-konsep teori yang memfokuskan dan memperjelas suatu penelitian. Konsep-konsep yang mendukung penelitian adalah pengetahuan konsep menua, konsep keluarga dan konsep hipertensi.
2.1.      Konsep pengetahuan
Salah satu sifat manusia adalah selalu ingin mengetahui apa yang belum diketahuinya, sehinga manusia mungkin, karena pengetahuan merupakan salah satu factor pendukung kemajuan manusia dalam mencapai kehidupan dimasa yang akan dating. (Notoatmodjo, 2003)
2.1.1  Difinisi Pengetahuan
Pengetahuna adalah segala sesuatu yang diketahui dan kepandaianyang dimiliki seseorang melalui pendidikan maupun pengalaman (Darminto, 1999). Sedangkanmenurut (Notoatmodjo, 2003) pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaran, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga
Menurut (Notoatmodjo, 2003) bahwa pengetahuan yang tercakup didalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat, yaitu :
1        Tahu (know)
Diartikan sebagai pengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk dalampengetahuan tingkat ini adalah mengingat kmbali (Recal) terhadapsuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah di terima
2        Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untukmenjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar


3        Aplikasi (Application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi ataukondisi riil (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hokum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atausituasi yang lain
4        Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam komponen-komponen tetapi masih didalam satu struktur organisasi danmasih ada kaitannya satu sama lain
5        Sintesis (Synthesis)
Sintesisi menunjukkan suatu kemampuab untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi-formulasi yang ada.
6        Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Penilaian-penilaian ini didaarkan pada suatu criteria yangd itentukan sendiri, atau menggunakan criteria-kriteria tersebut diatas.
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan dalam pengetahuan yang inin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat-tingkat tersebut di atas .
Penelitian (Rogers, 2004)Mengungkapakn bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru, didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yaitu :
1        Awereness (kesadaran)
Yaitu orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui stimulus atau obyek terlebih dahulu
2        Interest (merasa tertarik)
Yaitu orang mulai tertarik terhadap stimulus atau obyek
3        Trial
Yaitu menimbang-nimbang tentang baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya


4        Trial
Yaitu orang mulai mencoba perilaku baru
5        Adoption
Dimana dalam tahap ini subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus
Namun demikian dalampenelitian selanjutnya, Rogers menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati tahap-tahap tersebut diatas. Apabila penerimaan perilaku atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini didasari oleh pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang postif maka perilaku tersebut akan bersifat  langgeng (long lasting). Sebaliknya apabila perilaku tersebut didasari oleh pengetahuan dankesadaran maka tidak akan berlangsung lama.
2.1.2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
1        Faktor Internal
a.       Pendidikan
Menurut GBHN, yang mendefinisikan bahwa pendidikan dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah dan berlangsungnya seumur hidup. Jadi dapat dikatakanbahwa pendidikan tersebut menuntut manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Jadi dapat di simpulkan bahwa makin tinggi tingkay pendidikan seseorang, makinmudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliiknya pendidikan yang rendah akanmenghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru dikenalnya (Nursalam, 2001)
b.      Usia
Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun (Hurlock, 1999). Semakin cukup umur, maka tingkat kematanagn dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan berkerja
Menurut Verner dan Davison yang dikutip oleh (Hunardi, 1998) mengidentifikasikan adanya 6 faktor yang dapat menghambat proses belajar pada orang dewasa yaitu :
­         Dengan bertambahnya usia, titik dekat penglihatan atau titik terdekat, yang dapat dilihat secara jelas mulai bergerak menjauh
­         Dengan bertambhanya usia, titik jauh penglihatan atau titik jauh, yang dapat dilihat secara jelas mulai berkurang
­         Makin bertambah usia, maka makin besar pula jumlah penerangan yang diperlukan dalam suatu situasi belajar
­         Makin bertambah usia, persepsi kontras yang cenderung kearah merah dari pada spectrum, hal ini disebabkan menguningnya kornea atau lensamata sehingga cahaya masuk agak tersaring, akibatnya kemampuan untuk membedakan warna-warna lembut menjadi berkurang
­         Makin bertambah usia, kemampuan menerima suara makin menurun
­         Makin bertambah usia kemampuan untuk membedakan bunyi / suara makin berkurang pula
c.       Minat
Minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan atau keinginan yang tinggi terhadap sesuatu (Kamus bahasa Indonesia)
Dengan adanya pengetahuan yang tinggi dan minat yang cukup terhadap sesuatu maka sangatlah mungkin seseorang tersebut akan berprilaku sesuai dengan apa yang diharapkan
2        Faktor Eksternal
a.       Pengalaman
Pengalaman dapat diartikan suatu peristiwa yang pernah dialami seseorang. Menurut middle Brook, yang dikutip oleh (Azwar, 2002) menyatakan bahwa tidak adanya suatu obyek psikologi cenderung akan bersifat negative terhadap obyek tersebut untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesanyang kuat. Karena itu sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan emosi, penghayatan akan pengalaman lebih mendalam dan lebih lama berbekas (Azwar, 2002).
b.      Kebudayaan
Kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pengetahuankita. Apabila suatu wilayah mempunyai budaya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan maka sangat mungkin masyarakat kita mempunyai pengetahuan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan (Azwar, 2002)
c.       Informasi
Infromasi adalah keseluruhan makna dapat diartikan sebagai pemberitahuan seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif. Informasi dapat diperoleh dari orang lain atau mdia massa melalui televisi , radio, majalah, surat kabar, & lain-lain (Azwar, 2002).
2.1.3.      Klasifikasi pengetahuan dalam persentase(Arikunto)
1.      Baik           : 76% - 100%
2.      Cukup        : 56% - 75%
3.      Kurang       : < 55 %
2.2       Konsep menua
2.2.1    Pengertian menua
Proses menua adalah sebuah proses yang mengubah orang dewasa sehat menjadi rapuh disertai dengan menurunya cadangan hampir semua sistem fisiologis dan disertai pula dengan meningkatnya kerentanan terhadap penyakit dan kematian. Proses menua normalnya merupakan suatu proses yang ringan (benign), ditandai dengan turunya fungsi secara bertahap tetapi tidak ada penyakit sama sekali sehingga kesehatan tetap terjaga baik. Sebaliknya proses menua patologis ditandai dengan kemunduran fungsi organ sejalan engan umur tetapi bukan akibat umur tua, melainkan akibat penyakit yang muncul pada umur tua. Tiga hal fundamental yang berkaitan dengan kesamaan dalam pola proses menua pada hampir semua spesies mamalia. Kedua, laju (rate) proses menua ditentukan oleh gen yang bervariasi antarspesies. Ketiga, laju proses menua tersebut dapat diperlambat oleh restriksi kalori, paling tidak pada hewan tikus. Banyak hal dimasa lalu yang diduga merupakan akibat proses menua ternyata berhubungan dengan proses penyakit yang faktor – faktor risikonya sebenarnya dapat dimodifikasi seperti diet, merokok, alkohol, dan pajanan lingkungan.

2.2.2    TEORI PROSES MENUA
Dari berbagai teori yang dikemukakan untuk menjelaskan proses menua, sebagian besar dapat dikelompokan ke dalam 2 kelompok, yakni, teori genetik dan teori akumulasi kerusakan. Teori genetika mengasumsikan bahwa rentang hidup (life span) dan laju proses menua dikontrol oleh informasi di dalam meolekul DNA di dalam gen. Teori akumulasi kerusakan menyatakan bahwa laju proses menua ditentukan oleh kerusakan dalam molekul DNA, RNA, dan sintesis protein spesifik, enzim, dan juga mutasi somatik akibat terpajan terhadap berbagai pengaruh yang merusak seperti radiasi ion. Toeri proses menua dapat pula dikelompokan berdasarkan tingkat organisasi biologi didalam suatu organisme. Teori organ didasarkan pada fakta bahwa perubahan fungsi organ sejalan dengan usia tua. Ide dasar teori ini adalah sebuah organ tunggal bertanggung jawab terhadap proses menua organisme secara keseluruhan. Diusulkan bahwa sistem imun atau saraf sentral mungkin memainkan peran penting.
2.2.3.   PROSES MENUA BIOLOGIS PRoses Menua Organisme
PERUBAHAN BERBAGAI ORGAN AKIBAT PROSES MENUA NORMAL
Perubahan yang berhubungan dengan proses menua normal sebagian besar merupakan akibat kehilangan atau penurunan secara bertahap. Kehilangan tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak awal usia muda, tetapi padfa sebagian besar system organ, kehilangan tersebut baru bermakna secara fungsional setelah terjadi kehilangan yang besar. Perubahan fungsi kardiovaskular juga berkaitan dengan meningkatnya usia. Respons terhadap latihan jasmani berubah bersamaan dengan usia, meliputi denyut jantung yang menurun, volume ventrikel kiri akhir sistolik menigkat, dan berkurangnya ejection fraction ventrikel kiri. Presbiesofagus adalah berkurangnya motilitas esophagus akibat proses menua yang menyebabkan menurunya peristaltic usus. Namun, gangguan motilitas yang berat hanya terdapat pada pross yang patologis.

2.2.4    IMPLIKASI KLINIS PROSES MENUA
Berbagai perubahan fisiologis terkait usia tentu memberikan implikasi klinis yang penting untuk dipahami. Adanya variasi antara individu merupakan gambaran penting proses menua yang perlu mendapat perhatian secara menua yang perlu mendapat perhatian secara seksana. Akibatnya, pendekatan algoritma, teknik triase, dan strategi pemeriksaan diagnostic tidak mungkin ditentukan hanya berdasarkan usia semata. Implikasi kedua proses menua adalah bahwa system biologi sangat sedikit dipengaruhi oleh usia semata, melainkan lebih sering dipengaruhi oleh gaya hidup seperti meokok, aktivitas fisis, asupan nutrisi, dan kondisi ekonomi. Melalui pengkajian yang holistic akan dapat ditetapkan berbagai factor predisposisi dan factor pencetus, serta hendaya yang dapat merupakan masalah utama atau pemberatan yang harus segera diselesaikan karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius dan fatal pada pasien usia lanjut. Dalam pengelolaan pasien geriatric, perlu diingat bahwa kemampuan individu usila untuk befungsi tergantung pada kombinasi karakteristik usila ( misalnya motivasi, toleransi terhadap nyeri ) dan tempat di mana usila diharapkan berfungsi. Tidak kalah pentingnya adalah berbagai upaya pencegahan seperti gaya hidup yang baik dan benar, nutrisi yang baik dan seimbang, tidak merokok, lingkungan yang sehat, yang seyogyanya sudah dimulai sendiri mungkin sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak kanan – kanan agar proses menua dapat berlangsung dengan normal. Bila kondisi tersebut dimungkinkan dapat diharapkan seseorang dapat menjalani masa tuanya dengan kualitas hidup yang lebih baik.
( Ilmu Penyakit Dalam UI )
2.3       Konsep keluarga

2.3.1    Pengertian Keluarga
Menurut departemen kesehatan (1988), keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga serta beberapa orang yang berkumpul & tunggal di sat atap dalam keadaan saling ketergantungan. Menurut Friedman (1998), definisi keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena ikatan tertent untuk saling membagi pengalaman dan melakukan pendekatan emosional, serta mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga.
2.3.2    Tugas keluarga dibidang kesehatan.
1.      Mengenal masalah kesehatan keluarga. Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabadikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti dank arena kesehatanlah kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga habis.
2.      Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga tugas ini merupakan upaya keluarga yang dengan tuma auntuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga.
3.      Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan sering kali keluarga telah mengambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi keluarga memiliki keterbatasan yang telah diketahuioleh keluarga sendiri
4.      Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
5.      Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga
(Supradjitno, S.kp ; 2004)
2.4.      Proses Hipertensi
2.4.1    Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mmhg atau lebih dan tekanan diastolic 120 mmhg (Sharon, L. Rogen, 1996). Hipertensi adalah peninkatan TD systolic lebih dari 140 mmHg (Luckman Sorensen, 1996). Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi pningkatan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekana darah diastolic 90 mmHg atau lebih (Barbara Hearrison, 1997). Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hipertensi adalah pengingkatan tekanan darah yang abnormal dengan sistolik lebih dari 140 mmHg  dan diastolic lebig dari 90 mmHg.
2.4.2.   Penyebab Hipertensi
Pada umumnya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac Output atau peningkatan perifer.
Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi :
­         Genetic          : Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na.
­         Obsuta          : Terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah meningkat
­         Stress lingkungan
­         Hilangnya dastisitas jaringan dan arterisklerosisi pada orang tua serta pelebaran pembuluh darah
2.4.3.   Klasifikasi Hipertensi
Menurut Dr. Marvin Moser dalam bukunya, lower you Blood pressure and live longer, sebenarnya yang dinamakan tekanan darah normal atau tinggi, batasannya cukup luas. Karenanya, masih banyak dokter yang tidak setuju dengan klasifikasi batasan tekanan darah normal dan batas mulainya.


a.       Klasifikasi menurut the National Committee on the Detection and treatment of Hypertension
Nilai
Tekanan (mmHg)
Klasifikasi
Diastolic
<85
85-89
90-104
106-114
>115
TD normal
TD Ringan
TD Sedang
TD Berat
TD Berbahaya
Sistolik
<1401
140-159
>160
Tekakanan darah normal
Berdeline isolated systolic hupertension
Isolated systolic hypertension
b.      Klasifikasi menurut WHO
Menurut WHO (World Health Organization), orgnisasi kesehatan dunia dibawah PBB (Perserikatan Bangsa-bagsa), klasifikasi tekanan darah tinggi sebagai berikut :
1.      Tekanan  darah normal, yakni jika sistolik kurang atau semua dengan 140 & diastolic kurang atau sama dengan 90 mmHg
2.      Tekanan darah perbatasan yakni sistolik 141-149 dan diastolic 91-94
3.      Tekanan darah tinggi atau hipertensi, yakni jika sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan diastolic lebih besar atau sama dengan 95 mmHg.
2.4.4    Manifestasi kunis hipertensi
a.       Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg
b.      Sakit kepala
c.       Epistaksis
d.      Pusing / migraine
e.       Rasa berat ditekuk
f.        Sukar tidur
g.       Mata berkunang-kunang
h.       Lemah dan lelah
i.         Muka pucat
j.        Suhu tubuh rendah


2.4.5    Diagnosis Hipertensi
Diagnosis hipertensi tidak dapat ditegakkan dalam satu kali pengukuran, hanya dapat ditetapkan setelah dua kali atau lebih pengukuran pada kunjungan yang berbeda, kecuali terdapat kenaikan yang tingi atau gejala-gejala klinis. Pengukuran tekanan darah dilakukan dalam keadaanpasien duduk bersandar, setelah beristirahat selama 5 menit, dengan ukuranpembungkus lengan yang sesuai (menutupi 80% lengan). Tensimeter dengan air raksa masih tetap dianggap alat ukur yang baik.
2.5       Kerangka Konsep
Gambar 2.3.1

Text Box: Faktor internal :
­	Pendidikan
­	Usia
­	Minat / motivasi

Pengetahuan tentang hipertensi :
­         Baik
­         Cukup
­         Kurang











Keterangan :
            = Diteliti
            = Tidak diteliti
            = Mempengaruhi

Gambar 2.3.1      Tingkat pengetahuan keluarga tentang hipertensi pada lansia di desa kayangan diwek jombang

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers