Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Pendidikan Budi Pekerti Menurut Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya dalam Pendidikan Islam

Diposkan oleh irfan on Thursday, February 11, 2010

Dari apa yang telah diuraikan tersebut di atas, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. Ki Hadjar Dewantara adalah seorang tokoh nasional yang selalu berjuang dengan segenap tenaga dan pikirannya untuk memperjuangkan nasib bangsanya menuju alam kemerdekaan. Beliau dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1889 dan meninggal pada tanggal 26 April 1959. Beliau tidak hanya sebagai pahlawan kemerdekaan indonesia, tetapi juga sebagai pahlawan dalam bidang pendidikan. Melalui bidang pendidikan Ki Hadjar Dewantara berjuang melawan penjajahan Kolonial Belanda, antara lain dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 3 Juli 1922. beliau juga memiliki wawasan yang luas dalam bidang kebudayaan. Oleh karenanya pada tanggal 9 Desember, beliau dikukuhkan sebagai Dr. HC dalam bidang kebudayaan oleh suatu perguruan tinggi yang terkenal yaitu Universitas Gajah Mada. Dalam bidang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara mempunyai banyak konsep, di antaranya adalah pendidikan nasional, pendidikan budi pekerti, tripusat pendidikan, sistem among, pendidikan kesenian. Perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang tak pernah berhenti untuk bangsanya baik dalam bidang pendidikan maupun kebudayaan, maka beliau dijuluki sebagai pendidik, pejuang dan budayawan. Karena pengabdiannya terhadap bangsa dan negara, pada tanggal 28 November 1959, Ki Hadjar Dewantara ditetapkan sebagai “Pahlawan Nasional”. Dan pada tanggal 16 Desember 1959, pemerintah menetapkan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara tanggal 2 Mei sebagai “Hari Pendidikan Nasional”, berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 316 tahun 1959.
2. Konsep pendidikan budi pekerti menurut Ki Hadjar Dewantara dalam menanamkan moral pada anak didik terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
a. Maksud dan tujuan pendidikan budi pekerti adalah berusaha memberikan nasehat-nasehat, materi-materi, anjuran-anjuran yang dapat mengarahkan anak pada keinsyafan dan kesadaran akan perbuatan baik yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak, mulai dari masa kecilnya sampai pada masa dewasanya agar terbentuk watak dan kepribadian yang baik untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.Dalam proses pendidikan tersebut harus ada pendidik dan anak didik.
b. Pendidikan budi pekerti yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara berdasarkan pada asas pancadharma, yang terdiri dari kodrat alam, kemerdekaan, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan.
c. Dalam penyampaian pendidikan budi pekerti, Ki Hadjar Dewantara menggunakan metode yang disesuaikan urutan-urutan pengambilan keputusan berbuat, yaitu metode ngerti, ngrasa dan nglakoni.
d. Materi pendidikan budi pekerti dapat diambil dari cerita rakyat, lakon, babad dan sejarah, buku karangan pada pujangga, kitab suci agama dan adat istiadat.
e. Lingkungan pendidikan budi pekerti yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat.
3. Relevansi pendidikan budi pekerti menurut Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan Islam, berdasarkan tujuan, landasan/dasar, materi pendidikan, metode pendidikan dan lingkungan pendidikannya adalah :
a. Antara pendidikan budi pekerti menurut Ki Hadjar Dewantara dan pendidikan Islam memiliki kesamaan tujuan yaitu memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun ada tujuan yang belum terjangkau oleh pendidikan budi pekerti, yaitu usaha mendekatkan diri kepada Allah SWT (ibadah). Untuk mengaplikasikan tujuan pendidikan budi pekerti yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara ke dalam pendidikan Islam, seorang guru atau pendidik dapat membantu siswa untuk mengembangkan potensi dasar (fitrah) sesuai dengan kodrat alam dengan mengikuti aturan-aturan yang ada dalam ajaran yang meliputi segala aspek kehidupan; politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain.
b. Antara landasan pendidikan budi pekerti yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara dengan pendidikan Islam, terdapat perbedaan mendasar. Karena landasan Islam adalah al-Qur'an dan sunnah Nabi yang merupakan sumber hukum Islam yang utama yang kebenarannya tidak diragukan lagi, serta ijtihad yang merupakan hasil pemikiran para ulama. Di samping itu dasar pendidikan Islam (al-Qur'an dan hadits) besifat universal, artinya berlaku dimanapun dan kapanpun tidak terbatas wilayah tertentu. Adapun landasan yang dipakai dalam pendidikan budi pekerti yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara lebih bersifat terperinci dan dibatasi oleh wilayah tertentu. Namun landasan-landasan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Karena, sesungguhnya Ki Hadjar Dewantara juga mengakui Al-Qur’an dan Hadits sebagai landasan dalam pendidikan, Karena beliau adalah orang Islam.Tetapi Ki Hadjar Dewantara lebih suka menggunakan bahasa-bahasa budaya, seperti kemanusiaan, kebangsaan, kemerdekaan, kebudayaan serta kodrat alam dari pada bahasa-bahasa Islami,namun semua itu tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.
c. Menurut Ki Hadjar Dewantara, bahwa materi pendidikan budi pekerti diberikan sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak. Oleh karena itu sejak dini telah diupayakan terbentuknya kebiasaan-kebiasaan yang baik. Misalnya dengan memberikan materi-materi tentang masalah keimanan, membaca al-Qur'an, melaksanakan shalat dan sebagainya, karena sesungguhnya materi tersebut terdapat dalam al-Qur'an dan hadits.
d. Ki Hadjar Dewantara tidak membatasi pemakaian sumber bahan dalam pendidikan budi pekerti. Bahan pelajaran budi pekerti dapat diambil dari buku-buku bacaan, pujangga, cerita, babad dan lain-lain. Begitu juga dalam pendidikan Islam, bahan pelajaran dapat diambil dari kisah atau cerita sejarah terutama cerita-cerita yang didalamnya mengandung nilai-nilai Islami yang dapat dijadikan tauladan bagi anak didik. Jadi pendidikan dapat diberikan melalui cerita, sejarah, misalnya cerita tentang Nabi-Nabi, Rasul-Rasul, para sahabat dan tokoh pembela Islam.
e. Metode yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara dalam mengajarkan budi pekerti dalam pendidikan Islam dapat diterapkan dalam menjalankan perintah Allah seperti, shalat, puasa, berbuat baik dan sebagainya dan seorang guru harus menguasai berbagai metode serta harus mengerti bagaimana cara penggunaannya.
f. Lingkungan pendidikan budi pekerti adalah lingkungan yang dibatasi oleh lingkungan sosial anak. Lingkungan sosial anak adalah segala sesuatu yang ada di sekitar anak dan di mana dia tinggal serta bergaul. Pendidikan berlangsung karena pendidikan budi pekerti merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah dan masyarkat.
Deskripsi Alternatif :

Dari apa yang telah diuraikan tersebut di atas, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. Ki Hadjar Dewantara adalah seorang tokoh nasional yang selalu berjuang dengan segenap tenaga dan pikirannya untuk memperjuangkan nasib bangsanya menuju alam kemerdekaan. Beliau dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1889 dan meninggal pada tanggal 26 April 1959. Beliau tidak hanya sebagai pahlawan kemerdekaan indonesia, tetapi juga sebagai pahlawan dalam bidang pendidikan. Melalui bidang pendidikan Ki Hadjar Dewantara berjuang melawan penjajahan Kolonial Belanda, antara lain dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 3 Juli 1922. beliau juga memiliki wawasan yang luas dalam bidang kebudayaan. Oleh karenanya pada tanggal 9 Desember, beliau dikukuhkan sebagai Dr. HC dalam bidang kebudayaan oleh suatu perguruan tinggi yang terkenal yaitu Universitas Gajah Mada. Dalam bidang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara mempunyai banyak konsep, di antaranya adalah pendidikan nasional, pendidikan budi pekerti, tripusat pendidikan, sistem among, pendidikan kesenian. Perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang tak pernah berhenti untuk bangsanya baik dalam bidang pendidikan maupun kebudayaan, maka beliau dijuluki sebagai pendidik, pejuang dan budayawan. Karena pengabdiannya terhadap bangsa dan negara, pada tanggal 28 November 1959, Ki Hadjar Dewantara ditetapkan sebagai “Pahlawan Nasional”. Dan pada tanggal 16 Desember 1959, pemerintah menetapkan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara tanggal 2 Mei sebagai “Hari Pendidikan Nasional”, berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 316 tahun 1959.
2. Konsep pendidikan budi pekerti menurut Ki Hadjar Dewantara dalam menanamkan moral pada anak didik terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
a. Maksud dan tujuan pendidikan budi pekerti adalah berusaha memberikan nasehat-nasehat, materi-materi, anjuran-anjuran yang dapat mengarahkan anak pada keinsyafan dan kesadaran akan perbuatan baik yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak, mulai dari masa kecilnya sampai pada masa dewasanya agar terbentuk watak dan kepribadian yang baik untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.Dalam proses pendidikan tersebut harus ada pendidik dan anak didik.
b. Pendidikan budi pekerti yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara berdasarkan pada asas pancadharma, yang terdiri dari kodrat alam, kemerdekaan, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan.
c. Dalam penyampaian pendidikan budi pekerti, Ki Hadjar Dewantara menggunakan metode yang disesuaikan urutan-urutan pengambilan keputusan berbuat, yaitu metode ngerti, ngrasa dan nglakoni.
d. Materi pendidikan budi pekerti dapat diambil dari cerita rakyat, lakon, babad dan sejarah, buku karangan pada pujangga, kitab suci agama dan adat istiadat.
e. Lingkungan pendidikan budi pekerti yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat.
3. Relevansi pendidikan budi pekerti menurut Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan Islam, berdasarkan tujuan, landasan/dasar, materi pendidikan, metode pendidikan dan lingkungan pendidikannya adalah :
a. Antara pendidikan budi pekerti menurut Ki Hadjar Dewantara dan pendidikan Islam memiliki kesamaan tujuan yaitu memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun ada tujuan yang belum terjangkau oleh pendidikan budi pekerti, yaitu usaha mendekatkan diri kepada Allah SWT (ibadah). Untuk mengaplikasikan tujuan pendidikan budi pekerti yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara ke dalam pendidikan Islam, seorang guru atau pendidik dapat membantu siswa untuk mengembangkan potensi dasar (fitrah) sesuai dengan kodrat alam dengan mengikuti aturan-aturan yang ada dalam ajaran yang meliputi segala aspek kehidupan; politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain.
b. Antara landasan pendidikan budi pekerti yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara dengan pendidikan Islam, terdapat perbedaan mendasar. Karena landasan Islam adalah al-Qur'an dan sunnah Nabi yang merupakan sumber hukum Islam yang utama yang kebenarannya tidak diragukan lagi, serta ijtihad yang merupakan hasil pemikiran para ulama. Di samping itu dasar pendidikan Islam (al-Qur'an dan hadits) besifat universal, artinya berlaku dimanapun dan kapanpun tidak terbatas wilayah tertentu. Adapun landasan yang dipakai dalam pendidikan budi pekerti yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara lebih bersifat terperinci dan dibatasi oleh wilayah tertentu. Namun landasan-landasan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Karena, sesungguhnya Ki Hadjar Dewantara juga mengakui Al-Qur’an dan Hadits sebagai landasan dalam pendidikan, Karena beliau adalah orang Islam.Tetapi Ki Hadjar Dewantara lebih suka menggunakan bahasa-bahasa budaya, seperti kemanusiaan, kebangsaan, kemerdekaan, kebudayaan serta kodrat alam dari pada bahasa-bahasa Islami,namun semua itu tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.
c. Menurut Ki Hadjar Dewantara, bahwa materi pendidikan budi pekerti diberikan sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak. Oleh karena itu sejak dini telah diupayakan terbentuknya kebiasaan-kebiasaan yang baik. Misalnya dengan memberikan materi-materi tentang masalah keimanan, membaca al-Qur'an, melaksanakan shalat dan sebagainya, karena sesungguhnya materi tersebut terdapat dalam al-Qur'an dan hadits.
d. Ki Hadjar Dewantara tidak membatasi pemakaian sumber bahan dalam pendidikan budi pekerti. Bahan pelajaran budi pekerti dapat diambil dari buku-buku bacaan, pujangga, cerita, babad dan lain-lain. Begitu juga dalam pendidikan Islam, bahan pelajaran dapat diambil dari kisah atau cerita sejarah terutama cerita-cerita yang didalamnya mengandung nilai-nilai Islami yang dapat dijadikan tauladan bagi anak didik. Jadi pendidikan dapat diberikan melalui cerita, sejarah, misalnya cerita tentang Nabi-Nabi, Rasul-Rasul, para sahabat dan tokoh pembela Islam.
e. Metode yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara dalam mengajarkan budi pekerti dalam pendidikan Islam dapat diterapkan dalam menjalankan perintah Allah seperti, shalat, puasa, berbuat baik dan sebagainya dan seorang guru harus menguasai berbagai metode serta harus mengerti bagaimana cara penggunaannya.
f. Lingkungan pendidikan budi pekerti adalah lingkungan yang dibatasi oleh lingkungan sosial anak. Lingkungan sosial anak adalah segala sesuatu yang ada di sekitar anak dan di mana dia tinggal serta bergaul. Pendidikan berlangsung karena pendidikan budi pekerti merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah dan masyarkat.

{ 1 komentar... read them below or add one }

Anonymous said...

tidak bagus... sama tc. atas dan bawah

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers