Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

KONTRIBUSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU “ LA TAHZAN” KARYA ’AIDH AL-QARNI TERHADAP PERKEMBANGAN JIWA REMAJA

Diposkan oleh irfan on Saturday, February 06, 2010

 SKRIPSI






BAB I

PENDAHULUAN

  1. Konteks penelitian
Dunia pendidikan di Indonesia memang menghadapi problematika yang sangat kompleks dan menuntut pembenahan yang seksama. Namun demikian, memvonis bahwa pendidikan di tanah air gagal total, tidaklah adil. Apa lagi, vonis kegagalan pendidikan tersebut dengan membandingkan semisal Singapura, Malaiysia, Vietnam, atau Negara-negara lainya.
Pakar pendidikan dan juga Rektor Universitas Siliwangi Tasikmalaya, prof. Dr. Numan Soemantri mengatakan, “Indonesia memiliki banyak persoalan pendidikan, namun Indonesia mempunyai problematika pendidikan yang berbeda dengan Negara-negara lain, baik dilihat dari sejarah lahirnya bangsa ini, luasnya wilayah, dan besarnya jumlah penduduk. Maka memvonis kegagalan pendidikan di Indonesia dengan parameter Negara lain tidak adil. (Sutomo Dalam Pikiran Rakyat: 25 November 2005)
Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang, sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Prorses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efesien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu memebelajarkan peserta didik secara berkelanutan, karena dengan kualitas pendiidkan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulsn sumberdaya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, ketrampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang terus berkembang.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah menyebabkan berkembangnya gaya hidup materialistik dan hedonistik dikalangan warga masyarakat. Dampak lebih jauhnya dari gaya hidup tersebut adalah merebaknya dekadensi moral atau pelecehan nilai- nilai agama, baik dikalangan orang dewasa, remaja maupun anak- anak. Tetapi yang banyak kita lihat adalah dikalangan remaja, karena secara psikologis masa remaja merupakan masa yang begitu unik, penuh teka- teki, dilematis, dan sangat rentan. Unik karena pertumbuhannya banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya sehingga perkembangan jiwa mereka ataupun karakter mereka berbeda- beda. Penuh teka- teki karena kepribadian mereka susah ditebak. Dilematis karena masanya merupakan peralihan dari masa anak- anak menuju usia dewasa sehingga cenderung coba- coba.
Problem remaja diatas, merupakan perilaku-perilaku reaktif, semakin meresahkan jika dikaitkan dengan masa depan remaja yang diperkirakan akan semakin kopleks dan penuh tantangan. Menurut tilaar (1987:2), tantangan kompleksitas masa depan memberikan dua alternatif, yaitu pasrah kepada nasib atau mempersiapkan diri sebaik mungkin. Misi pendidikan yang juga berdimensi masa depan tentunya menjatuhkan pada pilihannya pada alternatif kedua. Artinya pendidikan mengemban tugas untuk mempersiapkan remaja bagi peranannya di masa depan agar kelak menjadi manusia berkualitas.(M.ali, M. Asrori , psikologi remaja, 2006, 107)
Orang tua atau guru manapun pasti menginginkan anaknya menjadi saleh, tidak berperilaku jelek dalam bidang apapun, misalnya dalam bidang pendidikan (malas- malasan dalam belajar, membolos atau yang lainnya),atau dalam sosial masyarakat, semua orang tua tidak ingin anaknya menjadi sampah masyarakat. Sebab, pada hakikatnya anak adalah investasi masa depan, baik di dunia maupun di akhirat. Tentu saja, hal itu sangat bergantung pada sikap orang tua, terutama pada masa remajanya, apakah orang tua atau guru memahami liku- liku perkembangan jiwa meraka? Apakah orang tua atau guru mengetahui problema mereka, cara mengatasinya, dan melaksanakannya dengan baik dan benar? Apakah suasana rumah tangga atau sekolah cukup harmonis hingga membuat tentram dan damai?(muhammad al-mighwar, psikologi remaja,2006, 6)
 Atas dasar itu, pengetahuan yang komprehensif tentang dunia remaja sangatlah membantu orang tua atau guru sebagai penanggung jawab pendidikan, dalam menjaga, membimbing, dan menghantarkan anak remajanya pada masa depannya yang cerah dan menjadi harapan semua, dan potret buruk dunia remaja. saat ini pun bisa diminimalisasi, bahkan dapat dihindarkan sama sekali. Karena sesuai dengan firman Allah Q.S.Ar- Ra’du ayat 11
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah hal- hal yang ada di dalam umat itu sendiri sehingga mereka melakukan perubahan atas dirinya sendiri

Jadi manusia di sini harus berusaha meningkatkan taraf kehidupan melalui seluruh aspek- aspeknya, yang tidak mungkin dapat sampai ke tujuan yang telah ditetapkan, tanpa melalui proses tahap demi tahap. . Mengingat manusia dengan kelengkapan- kelengkapan dasar dalam dirinya baru mencapai kematangan hidup, setelah berkembang melalui tingkat hidup kejiwaan dan kejasmaniahan dengan pengarahan atau bimbingan dari pendidikan yang diperoleh, karena tidak ada satu pun makhluk ciptaan Tuhan di atas bumi yang dapat mencapai kesempurnaan atau kematangan hidup tanpa berlangsung melalui suatu proses atau latihan pembelajaran. Dengan belajar, manusia  melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya pun berkembang bahkan dengan berilmu pengetahuan derajat seseorang akan terangkat dan mulia dihadapan-Nya
           (QS.Al-Mujadalah, 11):
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
  ”Allah akan mengangkat orang yang beriman diantara kamu dan orang   yang berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat                   

Mengingat proses pendidikan adalah suatu proses pengembangan kemampuan atau bakat manusia dengan sendirinya proses tersebut akan berjalan sesuai dengan hukum-hukum perkembangan, yaitu hukum organis, yang menyatakan bahwa perkembangan manusia berjalan secara menyeluruh dalam seluruh organ-organnya, baik organ tubuhnya maupun organ rohaniyahnya,oleh karna itu dalam perkembangan jiwa remaja sangatlah memerlukan bimbingan, arahan, dan pendidikan yang dapat membina jiwa yang optimal serta nilai-nilai yang dijadikan sebagai suatu pegangan hidupnya. Dengan demikian, perlu adanya sesuatu yang menunjang akan perkembangan jiwa remaja sehingga diharapkan menjadi remaja yang tidak Cuma berkualitas di hadapan masyarakat tetapi di hadapan Allah SWT.   (Prof. H. Muzayyin Arifin,, 2009, 57)  
Kemudian yang menarik bagi penulis dengan menetapkan buku La Tahzan sebagai penunjang dalam perkembanagan jiwa remaja ini karena dalam buku La Tahzan penulis menemukan nilai- nilai pendidikan Islam sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan jiwa remaja. Selain itu buku La Tahzan mengajak untuk mengenal lebih dekat jiwa dan ruh kita agar senantiasa tenang menatap perjalanan masa depan. Dan memang buku ini ditulis oleh ‘Aidh Al- Qarni umumnya bagi masyarakat luas dan khususnya bagi para remaja. Dan untuk mendatangkan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kelapangan hati, membuka pintu optimisme dan menyingkirkan segala kesulitan demi meraih masa depan yang lebih indah. Dan karena beliau tidak ingin melihat generasi penerus bangsa menjadi generasi yang lemah dan tidak berkualitas.  Hal inilah yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini.
Dengan demikian, untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang sempurna, penulis bermaksud untuk memberikan kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam dalam buku La Tahzan sebagai pedoman atau acuan untuk perkembanagan jiwa remaja, dimana remaja sifatnya masih labil. Kandungan Nilai-nilai pendidikan Islam yang penulis ingin sampaikan dalam buku La Tahzan dan  penulis anggap dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan jiwa remaja sehingga generasi penerus dapat menjadi generasi kebanggaan,  yaitu tentang :
a.       Jangan bersedih
Ø      Buanglah rasa sedih atau cemas
Ø      Jangan bersedih menghadapi kritikan dan hinaan
Ø      Jangan bersedih jika dihadapkan pada kesulitan-kesulitan,permasalahan, dan halangan
b.      Ilmu
Ø      Ilmu adalah petunjuk, ilmu adalah pintu kemudahan
Ø      Nikmatnya ilmu pengetahuan, .
Ø      Jangan bersedih! Ketahuilah, dengan buku anda bisa meningkatkan potensi
c.       Optimisme dan pesimisme
Ø       semangat yang menembus langit,
Ø      Jangan tenggelam dalam kepribadian orang lain
Ø      mengendalikan emosi
Ø      kehidupan kita bukan hanya di dunia saja


B.     Fokus Masalah
1.      Bagaimana Konsep Nilai Pendidikan Islam ?
2.      Bagaimana Proses Perkembangan Jiwa Remaja ?
3.      Bagaimana Kontribusi Nilai- Nilai Pendidikan Islam Dalam Buku La Tahzan Terhadap Perkembangan Jiwa Remaja ?

C.     Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah:
1.      Untuk mendiskripsikan konsep nilai pendidikan Islam
2.      Untuk mendiskripsikan proses perkembangan jiwa remaja
3.      Untuk mendiskripsikan kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam dalam buku La Tahzan terhadap perkembangan jiwa remaja
D.  Manfaat Penelitian
Adapun kegunaan penelitian dalam skripsi ini adalah:
1. Bagi penulis :
a.       Dapat mendiskripsikan konsep nilai pendidikan Islam
b.      Dapat mendiskripsikan proses perkembangan jiwa remaja.
c.       Dapat mendiskripsikan kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam dalam buku “La Tahzan” karya ‘Aid Al-Qorni terhadap perkembangan jiwa remaja.
d.      Sebagai bahan pembelajaran bagi penulis serta tambahan pengetahuan sekaligus untuk mengembangkan pengetahuan penulis dengan landasan dan kerangka teoritis yang ilmiah atau pengintegrasian ilmu pengetahuan dengan praktek serta melatih diri dalam research ilmiah.
2.      Bagi Pembaca :
          Dapat digunakan sebagai informasi dan tambahan pengetahuan mengenai kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam dalam buku“La Tahzan” karya ‘Aid Al-Qorni terhadap perkembangan jiwa remaja yang nantinya bisa membangun jiwa untuk lebih baik.
3.      Sebagai sumbangan kepada IKAHA tebuireng jombang khususnya kepada perpustakaan sebagai bahan bacaan yang bersifat ilmiah dan sebagai kontribusi hazanah intelektual pendidikan.
E. Batasan Istilah
Batasan istilah adalah penjelasan istilah term yang terdapat dalam judul tentang apa yang dimaksud oleh beberapa istilah dalam variabel penelitian, hal tersebut dibutuhkan untuk menghindari kesalah pahaman makna atau salah persepsi.
Untuk memudahkan agar pembaca mengerti maksud yang terkandung di dalam judul skripsi ini, maka penulis akan memberikan penjelasan tentang beberapa bagian kata atau kalimat yang ada di dalamnya. Adapun urainnya sebagai berikut :
1.      Kontribusi        : Sumbangan.
2.       Nilai-nilai Pendidikan Islam : Sifat atau hal-hal yang berguna bagi kemanusiaan yang dapat membantu dalam proses transformasi dan internalisasi, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pada diri anak guna mencapai keseimbangan dan kesempurnaan hidup, jadi pendidikan disini merupakan sebagai alat dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada diri anak.
3.      Buku La Tahzan : Buku La Tahzan merupakan karya dari ‘Aidh al-Qarni seorang penulis besar dari Saudi. Yang secara umum buku ini berkaitan dengan watak, sifat naluriah, dan persoalan-persoalan umum kejiwaan manusia. Dan buku La Tahzan ini mempunyai artian bahwa dalam menjalani kehidupan ini harus dengan penuh semangat. Tidak dirisaukan oleh masa lalu yang telah lewat dan tidak pula dicemaskan oleh masa depan yang akan datang dengan berpedoman dengan satu kata yaitu La Tahzan.(Dr. ’Aidh  al-Qarni)
4.      Perkembangan jiwa remaja: proses-proses perubahan yang terjadi dalam diri individu ditambah dengan apa yang dialami dan diterima selama remaja secara bertahap memungkinkan ia tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa
5.      Perkembangan :perkembangan adalah Suatu proses perubahan yang lebih dapat mencerminkan sifat-sifat mengenai gejala psikologis yang tampak,dimana perubahan itu menuju ke depan dan tidak dapat di ulang kembali. Dalam artian perkembangan manusia terjadi perubahan- perubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat di ulangi. Perkembangan menunjukkan pada perubahan- perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju
6.      Jiwa : Semangat, spirit, nyawa atau roh.
7.  Remaja:  adalah masa yang tidak mempunyai tempat yang jelas. Ia tidak termasuk pada golongan anak, tetapi ia tidak termasuk pada golongan dewasa. Remaja ada diantara masa anak-anak dan masa dewasa sehingga masa ini sering pula disebut pula dengan masa peralihan pada proses perkembangan dan pematangan pribadi secara individu dan sosial. Banyak perubahan yang terjadi secara signifikan secara fisik dan psikis sehingga berimplikasi pada proses perkembangan psikososial anak.

F.Metode Penelitian
Metode penelitian atau metodologi penelitian adalah strategi umum yang dianut dalam pengumpulan data dan analisis data yang diperlukan, guna menjawab persoalan yang dihadapi. Seperti yang diungkapkan oleh Sumadi dalam buku metodologi penelitian yaitu penelitian dilakukan karena adanya hasrat keinginan manusia untuk mengetahui, yang berawal dari kekaguman manusia akan alam yang dihadapi, baik alam semesta (besar) ataupun sekitar (kecil)
Menurut Dr. Sugiyono metode penelitian diartikan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Maksudnya cara ilmiah adalah kegiatan ilmiah itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan  sistematis. Dan dalam menjabarkan pengkajian ini, agar lebih tajam dan terarah menggunakan metodologi sebagai alat untuk memahami dan menganalisa antara variabel satu dengan variabel lainnya, maka penulis menggunakan :
1.      Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini, pendekatan yang dipakai adalah deskriptif – analitis dan kritis terhadap data yang bersifat kualitatif. Untuk mengkaji atau mendeskripsikan dan menganalisa dengan nalar kritis, maka digunakan pendekatan deskriptif – analitis.

2.              Jenis Penelitian

Jenis penelitian dalam karya ilmiah ini adalah library research, yaitu penelitian kualitatif. Oleh karena itu kajian ini seluruhnya berdasarkan kajian dari pustaka atau literature yaitu dengan memilih, membaca, menelaah, dan meneliti buku-buku atau sumber tertulis lainnya yang relevan dengan judul penelitian yang terdapat dalam sumber-sumber pustaka

3.      Data dan Sumber Data

Yaitu sumber yang langsung memberikan data kepada peneliti. Sesuai dengan penelitian  pustaka (Library Research), maka sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu: berasal dari data pokok (Primary Sources) dan berasal dari sumber data sekunder (secondary sources)
a.       Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang merupakan sumber pokok dalam penelitian. Data primer dalam penelitian ini adalah buku La Tahzan.
b.      Sumber data sekunder
Adapun sumber data sekunder adalah data yang merupakan data pendukung  dalam penelitian. Dalam hal ini bisa buku-buku yang relevan, majalah, artikel, dan lain-lain
4.  Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini diharapkan data yang diperoleh valid dan sesuai dengan tujuan pendidikan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumenter atau dalam bahasa Lexy J. Moleong adalah sumber tertulis yaitu teknik yang digunakan untuk mencari data-data tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti berupa buku-buku, artikel, majalah, jurnal ataupun makalah yang berhubungan dengan obyek penelitian, kemudian mencatat dan mengklasifikasikan data yang ada lalu dihimpun dan digunakan sebagai bahan dalam karya ilmiah ini. Majalah ilmiyah sangat berharga bagi peneliti guna menjajaki keadaan perseorangan atau masyarakat di tempat penelitian dilakukan. Selain itu, buku penerbitan resmi pemerintah pun dapat merupakan sumber yang sangat berharga.(lexy j. Moleong, 2008,159)
Menurut Dr. Saifuddin azwar adalah kegiatan penelitian mempunyai tujuan mengungkap fakta mengenai variabel yang di teliti. Tujuan untuk mengetahui (goal of knowing) haruslah dicapai dengan mengunakan metode atau cara-cara yang efisien dan akurat. Data tangan pertama (data primer) biasanya diperoleh melalui observasi (dalam arti luas) yangbersifat langsung sehingga akurasinya lebih tinggi akan tetapi sering tidak efisien karena untuk memperolehnya diperlukan sumber daya yang lebih besar.(Dr. Saifuddin azwar, MA, 2009, 91)    
5.  Teknik analisa data
Sebagai objek penelitian memperoleh informasi dalam metode dokumentasi ini perlu memperhatikan tiga macam sumber, yaitu tulisan (paper), tempat (place), dan kertas atau orang (people). ( Prof. Dr. Suharsimi Ariskunto, 2006:158)
Adapun dalam menarik kesimpulan dari data yang akan diteliti, penulis menggunakan tekhnik berfikir yaitu Metode deskriptif. analitis dan kritis terhadap data yang bersifat kualitatif. Untuk mengkaji atau mendeskripsikan dan menganalisa dengan nalar kritis
 Metode deskriptif ini digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. (Prof. Dr Sugiyono, 2008:169)

G. Kajian pustaka
A. KONSEP NILAI- NILAI PENDIDIKAN ISLAM
1. Pengertian Nilai Pendidikan islam  
Nilai artinya sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Maksudnya kualitas yang memang membangkitkan respon penghargaan. Nilai itu praktis dan efektif dalam jiwa dan tindakan manusia dan melembaga secara obyektif di dalam masyarakat.
Menurut Sidi Gazalba yang dikutib Chabib Thoha mengartikan nilai sebagai berikut:
Nilai adalah sesuatu yang bersifat abstrak, ia ideal, nilai bukan benda konkrit, bukab fakta, tidak hanya persoalan benar dan salah yang menuntut pembuktian empirik, melainkan penghayatan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki.
Sedang menurut Chabib Thoha nilai merupakan sifat yang melekat pada sesuatu (sistem kepercayaan) yang telah berhubungan dengan subyek yang memberi arti (manusia yang meyakini). Jadi nilai adalah sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi manusia sebagai acuan tingkah laku.
2. Landasan Nilai Pendidikan islam
Pendidikan islam sangat memperhatikan penataan individual dan sosial yang membawa penganutnya pada pengaplikasian islam dan ajaran-ajaranya kedalam tingkah laku sehari-hari. Karena itu, keberadaan sumber dan landasan pendidikan islam harus sama dengan sumber islam tu sendiri, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pandangan hidup yang mendasari seluruh kegiatan pendidikan islam ialah pandangan hidup muslim yang merupakan nilai-nilai luhur yang bersifat universal yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih juga pendapat sahabat dan juga ulama sebagai tambahan. Hal ini senada dengan pendapat Ahmadi D. Marimba yang menjelaskan bahwa yang menjadi landasan atau dasar pendidikan diibaratkan sebagai sebuah bangunan sehingga isi Al-Qur’an dan Al-Hadits menjadi pedoman, karena menjadfi sumber kekuatan dan keteguhan tetap berdirinya pendidikan.(Ahmad D. Marimba PFP.1989)
a.Al-Qur’an
Kedudukan Al-Qur’an sebagai sumber dapat dilihat dari kandungan surat Al-Baqarah ayat 2:

Artinya: ”kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang yang bertaqwa. (QS. Al-Baqarah: 2)
Selanjutnya firman Allah SWT dalam surat Asy-Syuara ayat 17:

Artinya: Allah SWT telah menurunkan kitab dengan membawa kebenaran dan menurunkan neraka keadilan. (QS. Aysuara: 17)
Di dalam Al-Qur’an terdapat ajaran yang berisi prinsip-prinsip yang berkenaan dengan kegiatan atau usha pendidikan itu. Sebagai contoh dapat dibaca dalam kisah luqman yang mengajari anaknya dalam surat luqman. Al-Qur’an adalah petunjuk-Nya yang bila dipelajari akan membantu menemukan nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman berbagai problem hidup. Apabila dihayati dan diamalkan menjadi pikiran rasa dan karsa mengarah pada realitas keimanan yang dibutuhkan bagi stabilitas dan ketentraman hidup pribadi dan masyarakat.(Al-Qur’an terjemah menara kudus)

b. As-Sunnah  
Setelah Al-Qur’an, pendidikan islam menjadikan As-Sunnah sebagai dasar dan sumber kurikulumnys. Secar kharfiah sunnah berarti jalan, metode dan program. Secara istilah sunnah adalah perkara yang dijelaskan melalui sanad yang shahih baik itu berupa perkataan, perbuatan atau sifat Nabi Muhammad Saw. Sebagai mana Al-Qur’an sunnah berisi petunjuk-petunjuk untuk kemaslahatan manusia dalam segala aspeknya yang membina manusia menjadi muslim yang bertaqwa. Dalam dunia pendidikan memiliki dua faedah yang sangat besar, yaitu
  1.) menjelaskan sistem pendidikan islam yang terdapat dalam Al-Qur’an atau menerangkan hal-hal yang tidak terdapat didalamnya
2.) menyimpulkan metode pendidikan dari kehidupan Rasulullah Saw bersama anak-anaknya dan penanaman keimanan kedalam jiwa yang dilakukannya.(Abdurrahman An Nahlawi pendidikan di rumah dan sekolah,masyarakat: jakarta 1995)

3. Nilai-nilai Pendidikan islam
Kehidupan manusia tidak terlepas dari nilai dan nilai itu selanjutnya diinstitusikan. Institusional nilai yang terbaik adalah melalui upaya pendidikan. Pandangan freeman But dalam bukunya Cultural History Of Education yang dikutip Muhaimin dan Abdul Mujib menyatakan bahwa hakikat pendidikan adalah proses transformasi  dan internalisasi nilai. Dalam pendidikan islam terdapat bermacam-macam nilai islam yang mendukung dalam pelaksanaan pendidikan bahkan menjadi suatu rangkaian sistem di dalamnya. Nilai tersebut menjadi dasar perkembangan jiwa anak sehingga bisa memberi out put bagi pendidikan yang sesuai dengan harapan masyarakat luas.(Abdurrahman An Nahlawi, pendidikan di rumah dan sekolah,masyarakat: jakarta 1995) 
4. Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan merupakan kata yang sudah sangat umum. Karena itu, boleh dikatakan bahwa setiap orang mengenal istilah pendidikan. Begitu juga pendidikan agama islam (PAI). Masyarakat awam mempersepsikan pendidikan itu identik dengan sekolah, pemberian pelajaran, melatih anak dan sebagainya. Undang-undang Ripublik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa:
”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.(Oleh Abdul Aziz, UUD 1945:TH 2009)
Urgensi pendidikam agama islam dapat dilihat dari pengertian pendidikan agama islam itu sendiri. Di dalam UUSPN No. 2/1989 pasal 39 ayat (2) ditegaskan bahwa isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat, antara lain pendidikan agama. Dan dalam penjelasannya dinyatakan bahwa pendidikan agama merupakan usaha untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan terhadap tuhan yang maha esa sesuai agama yang dianut oleh peserta didik yang bersangkutan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Dalam konsep islam, iman merupakan potensi rohani yang harus diaktualisasikan dalam bentuk amal shaleh, sehingga menghasilkan prestasi rohani (iman) yang disebut taqwa. Amal shaleh menyangkut keserasian dan keselarasan hubungan manusia dengan allah dan hubungan manusia dengan sesamanya yang berbentuk kesalehan sosial (solidaritas sosial), dan hubungan manusia dengan alam yang membentuk kesalehan terhadap alam sekitar. Kualitas amal shaleh akan menentukan ketaqwaan (prestasi rohani/iman) seseorang dihadapan Allah SWT.
Di dalam GBPP PAI di Sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.
Dari perngertian tersebut di atas dapat ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran pendidikan agama islam, yaitu berikut ini.
1. Pendidikan agama islam sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai.
2.      Peserta didik yang hendak disiapkan untuk mencapai tujuan; dalam arti ada yang membimbing, diajari atau dilatih dalam peningkatan keyakinan, pemahaman, penhayatan, dan pengamalan terhadap ajaran agama islam.
3.      Pendidik atau guru pendidikan agama islam (GPAI) yang melakukan kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan secara sadar terhadap para peserta didiknya untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam.
4.      Kegiatan (pembelajaran) pendidikan agama islam diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan pendidikan agama islam dari peserta didik, yang disamping untuk kesalehan atu kualitas pribadi, juga sekaligus untuk membentuk kesalehan sosial.( Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Bandung: 2002)
Menurut Ahmad Tafsir; Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran islam (knowing), trampil melakukan atau mempraktekkan ajaran islam (doing), dan mengamalkan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari (being).(Oleh Abdul Aziz: UUD 1945 TH 2009)
Menurut Drs. Burlian Shomad: pendidikan agama islam adalah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri yang berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya untuk mwujudkan tujuan itu adalah ajaran Allah. Secara rinci beliau mengemukakan pendidikan itu baru disebut pendidikan agama islam apabila memiliki dua ciri khas yaitu:
1.Tujuannya untuk membentuk individu menjadi bercorak diri tinggi menurut ukuran Al-Qur’an .

2.Isi pendidikannya ajaran Allah yang tercantum dengan lengkap dalam Al-Qur’an dan pelaksanaannya di dalam praktek kehidupan sehari-hari sebagai mana di contohkan oleh  Nabi muhammad SAW.
Dari beberapa pendapat yang telah diuraikan secara terperinci dapat disimpulkan  bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha manusia untuk dapat membantu, melatih dan mengarahkan anak melalui transmisi pengetahuan, pengalaman, intlektual, dan keberagaman orang tua (pendidik) dalam kandungan sesuai dengan fitrah manusia supaya dapat berkembang sampai pada tujuan yang dicita-citakan yaitu kehidupan yang sempurna dengan terbentuknya kepribadian yang utama.
Masih banyak lagi pengertian pendidikan islam menurut para ahli, namun dari sekian banyak pengertian pendidikan islam yang dapat kita petik, pada dasarnya pendidikan islam adalah usaha bimbingan jasmani dan rohani pada tingkat kehidupan individu dan sosial untuk mengembangkan fitrah manusia berdasarkan hukum-hukum islam sehingga dapat mencapai kebahagiaan didunia dan di akhirat. Jadi nilai-nilai pendidikan islam adalah sifat-sifat atau hal-hal yang melekat pada pendidikan islam yang digunakan sebagai dasar manusia untuk mencapai tujuan hidup manusia yaitu mengabdi pada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan pada anak sejak kecil, karena pada waktu itu adalah masa yang tepat untuk menanamkan kebiasaan yang baik padanya,
  1. Tujuan Pendidikan islam
Urgensi pendidikan agama islam tidak terlepas dari tujuan pendidikan itu sendiri, secara umum, pendidikan agama islam bertujuan untuk ”meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermayarakat, berbangsa dan bernegara” (GBPP PAI, 1994). Dari tujuan tersebut dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pembelajaran pendidikan agama islam, yaitu:
1.      dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama islam.
2.      dimensi pemahaman atau penalaran (intelektual)
3.      dimenbsi penghayatan atau pengalaman batin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran islam.
4.      dimensi pengamalanya, dalam arti bagaimana ajaran islam yang telah diimani, dipahami dan dihayati atau diinternalisasi oleh peserta didik itu mampu menumbuhkan motivasi dalam dirinya untuk menggerakkan, mengamalkan, dan menaati ajaran agama dan nilai-nilainya dalam kehidupan pribadi, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta mengaktualisasikan dan merealisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(paradingma pendidikan islam, bandung :2002)
Upaya unuk mewujudkan sosok manusia seperti yang tertuang dal;am definisi pendidikan di atas tidaklah terwujud secra tiba-tiba. Uoaya itu harus melalui proses pendidikan dan kehidupan, khususnya pendidikan agama dan kehidupan beragama, proses itu berlangsung seumur hidup, di lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Salah satunya masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan agama saat ini, adalah bagaimana cara menyampaikan materi pelajaran agama tersebut kepada pesertra didik sehingga memperoleh hasil semaksimal mungkin.
Apabila kita perhatikan dalam proses perkembangan pendidikan agama islam, salah satu kendala yang paling menonjol dalam pelaksanaan pendidikan agama ialah masalah metodologi. Metode merupakan bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari semua komponan pendidikan lainya, seperti tujuan, materi, evaluasi, situasi dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam pelaksaaan pendidikan agama diperlukan suatu pengetahuan tentang metodologi pendidikan agama, dengan tujuan agar setiap pendidik agama dapat memperoleh pengertian dan kemampuan sebagai pendidik yang profesional.
Guru-guru pendidikan agama islam masih kurang mempergunakan beberapa metode secara terpadu. Setiap guru pendidikan agama islam harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai berbagai metode yang dapat digunakan dalam situasi tertentu yang dapat memudahkan tercapainya tujuan pendidikan. Menciptakan situasi berarti memberikan motivasi agar dapat menarik minat siswa terhadap pendidikan agama yang disampaikan oleh guru. Karena yang harus mencapai tujuan itu siswa, maka ia harus berminat untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk mensrik minat itulah seorang guru harus menguasai dan menerapkan metodologi pembelajaran yang sesuai.
Metodologi merupakan upaya sistematis untuk mencapai tujuan, oleh karna itu diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Tujuan harus dirumuskan dengan sejelas-jelasnya sebelum seseorang menentukan dan memnilih metode pembelajaran yang akan dipergunakan. Karena kekaburan dalam tujuan yang akan dicapai, menyebabkan kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat. Misalnya: dari segi tujuan dan sifat pelajaran tauhid yang membicarakan tentang masalah keimanan, tentu lebih bersifat filosofis, dari pelajaran fiqih, seperti tentang shalat umpamanya yang bersifat praktis dan menekankan pada aspek keterampilan. Oleh karena itu, cara penyajiannya atau metode yang dipakai harus berbeda.
Selain kekhususan sifat dan tujuan materi pelajaranm yang dapat membedakan dalam penggunaan metode, juga tingkat faktor usia, tingkat kemampuan berfikir, jenis lembaga pendidikan, perbedaan pribadi serta kemampuan guru, dan sarana atau fasilitas yangh berbeda baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini semua sangat mempengaruhi guru dalam memilih metode yang tepat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.(Pendidikan Agama Islam, Abdul Aziz: 2009)  

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers