Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Opini Gus Dur

Diposkan oleh irfan on Tuesday, January 12, 2010



Peringatan Haflah NU ke-82

Islam Ngotot Muncul dari Kota

Jakarta, wahidinstitute.org
Presiden Republik Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pengasuh Ponpes Raudhatut Thalibin Rembang Jawa Tengah KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) didaulat menjadi narasumber pada peringatan
Harlah NU ke-82 bertema Sufi dan Toleransi di Indonesia, yang diselenggarakan the WAHID Institute di Kantor the WAHID Institute Jl. Taman Amir Hamzah No. 8 Matraman Jakarta, Senin (28/01/2008).

Pada acara yang dipandu Direktur Eksekutif the WAHID Institute Ahmad Suaedy ini, tampak hadir mantan juru bicara Gus Dur Adhie M Massardi, penyanyi Franky Sahilatua, Sekjen DPP PKB Yenny Wahid, anggota FKB Badriyah Fayumi, dan aktivis HAM MM Billah. Tampak juga aktivis dari berbagai agama dan lembaga sosial.

Dalam orasinya, Gus Dur mengingatkan, Islam mengajarkan toleransi dan memberi penghargaan yang tinggi kepada umat agama lain. Ini, antara lain, didasarkan pada Qs. al-Kafirun: 6: lakum dinukum waliya din/bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku.

“Ini kata Tuhan, bukan siapa-siapa,” tegasnya.

Menurut Gus Dur, keberagaman agama-agama itu telah ada sejak dahulu kala, yang karenanya tidak seharusnya diseragamkan. Yang terpenting untuk menyikapinya, imbuh Gus Dur, adalah seperti yang diajarkan Empu Tantular 8 abad silam pada masa awal Kerajaan Majapahit, yaitu bhinneka tunggal ika/berbeda-beda tetap satu jua.

“Ini yang harus kita pegangi. Jangan mencari perbedaannya, tapi carilah persamaannya,” pesannya.

Karena itu, menurut Gus Dur, apa yang dilakukan kelompok Islam keras dengan menuntut penyeragaman, itu tidak bisa dibenarkan. “Saya rasa, saya sependapat bahwa semuanya ini terjadi karena mereka nggak paham ajaran agama,” tuturnya.

Gus Dur lantas mengaitkan ketidakpahaman pada ajaran agama ini dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1986, yang mengharamkan kaum muslim mengucapkan selamat natal pada orang Kristen. Hingga kini, Gus Dur mengaku tidak mengerti apa landasan MUI mengeluarkan keputusan demikian.

“MUI bilang, orang Kristen percaya Nabi Isa itu Tuhan. Itu kan urusan mereka. Masak kita ngurusin itu. Simpel to?,” kata Gus Dur. “al-Qur’an sendiri kan bilang salamun ‘alaihi yauma wulid (mudah-mudahan kedamaian atas Jesus pada hari kelahirannya). Wong al-Qur’annya saja membolehkan, kok manusianya melarang,” imbuhnya.

Gus Dur juga mengritik kelompok Islam tertentu yang begitu mudahnya mencap kafir kelompok Nasrani dan Yahudi. Jika al-Qur’an menyebut kata kafir, kata Gus Dur, itu tidak diarahkan pada Nasrani maupun Yahudi, karena mereka memiliki julukan khusus ahlu al-kitab. Karenanya, yang dikatakan kafir itu tak lain musyrik Makkah, yang menyekutukan Tuhan. “Baca gitu aja nggak bisa, ya repot,” katanya.

Pembicara lain, budayawan KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyatakan, Islam yang ngotot atau Islam pethenthengan, itu muncul dari kota, bukan dari desa. Karena lumrahnya, orang-orang desalah yang masih setia merawat Islam yang toleran, tengah-tengah dan yang tidak ngotot. “Ini yang bikin saya bangga dengan desa. Ini menurut pengamatan saya yang agak lama. Mungkin saya salah,” katanya tawadhu’.

Ia juga menyatakan, buku-buku karya Abu al-A’la Maududi, Sayyid Qutub, Hasan al-Banna dan sebagainya, kebanyakan diterjemahkan orang kota. “Saya ndak melihat dari kalangan ndeso atau pesantren yang menerjemahkan buku-buku ini,” ujarnya.

Dan memang, diakui Gus Mus, kini semangat keberagamaan yang berlebihan justru muncul dari kota. Semisal Kota Jakarta, Bandung, Solo dan sebagainya. Karena demikian menggebu-gebunya dalam beragama, katanya, akhirnya timbul Islam yang ngotot atau pethenthengan itu. “Kalau nggak begini, nggak sesuai mereka, pokoknya jahannam,” katanya.

Gus Mus menyayangkan semangat orang kota ini, karena acapkali kengototan itu tak dibarengi dengan ketekunan belajar agama. Akhirnya, imbuhnya, terjadi ketidakseimbangan antara semangat keberagamaan dengan pemahamannya terhadap ajaran agama. “Repotnya, lalu mereka merasa seolah-olah mendapat mandat dari Gusti Allah untuk mengatur orang di dunia ini,” kritiknya.

Mertua mantan koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar-Abdalla ini juga mengritik perilaku anarkis kelompok Islam tertentu atas kelompok lain yang berbeda, dengan alasan supaya mereka dicintai Allah SWT. Mereka ini, kata Gus Mus, sesungguhnya belum mengenal Allah SWT, karena Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Kasih dan Sayang atas hamba-hamba-Nya.

“Orang yang tidak kenal Gusti Allah tapi ingin menyenangkan-Nya, salah-salah malah mendapat marah-Nya. Jadi tidak logis ada orang mau menyenangkan Allah SWT, tapi tidak mengenal-Nya,” tegas Gus Mus.

Inilah sejatinya, kata Gus Mus, kelompok Islam yang ngaji agamanya tidak tutug alias tidak tuntas. Mereka baru belajar bab al-ghadhab (pasal marah), lantas berhenti mengaji. Dan mereka mengira ajaran Islam hanya sependek itu. Efeknya, ke mana-mana bawaan mereka marah melulu. Padahal, masih ada bab selanjutnya tentang tawadhu’, sabar, dan seterusnya. Mereka inilah yang menjadi masalah, karena siapapun yang berbeda pasti akan disalahkan dan disesatkan.

“Dan sikap pethenthengan ini yang menjadi awal tidak adanya toleransi. Karena pethenthengan juga, kadang orang yang beragama melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agamanya secara tidak sadar. Tapi kalau dasarnya cinta, seperti kaum sufi, itu nggak ada pethenthengan,” ujarnya.

Untuk itu, Gus Mus berpesan, hendaknya kaum muslim belajar terus tanpa henti. Dan berfikirlah segila mungkin, toh ayat al-Qur’an yang menyuruh berfikir itu sama banyaknya dengan ayat al-Qur’an yang menyuruh untuk berzikir. “Jadi, jangan pasang plang dulu ‘saya wakil Pengeran’. Tapi pelajari dulu yang dalam. Kalau tidak, alih-alih dicintai Allah SWT, tapi malah dibenci-Nya,” katanya mengingatkan.

“Jika dimintai pendapat oleh Bakorpakem soal Ahmadiyah, apa yang akan Gus Mus sampaikan?” tanya aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Novriantoni Kahar.

Dengan kesantaian khas kiai pesantren, Gus Mus mengatakan dirinya tidak akan ngomong apa-apa soal Ahmadiyah, karena Bakorpakem belum memintai pendapatnya. “Nanti saja kalau sudah ditanya Bakorpakem,” katanya disambut tawa hadirin.

Penulis buku Membuka Pintu Langit (Kompas: 2007) ini lantas mengritik perilaku kelompok Islam tertentu yang gemar merusak properti milik Jemaah Ahmadiyah atau memukuli jemaahnya, karena menganggap mereka sesat. Gus Mus menamsilkan, ada orang yang hendak pergi ke Jakarta lalu berhenti di Rembang Jawa Tengah. Ia lantas berjalan terus ke arah Surabaya. “Mau ke mana?” tanya Gus Mus. “Mau ke Jakarta!” jawab orang itu.

“Saya lalu bilang, mau ke Jakarta kok ke timur? Berarti kamu ini salah alias sesat. Ya, saya tempeleng saja. Apa begini caranya? Cara ini kan nggak bener dan lucu,” kata Gus Mus heran.

Ini terjadi, kata Gus Mus, tak lain karena orang belajar ajaran agamanya tidak tutug atau tuntas. “Baru sarjana muda leren (selesai), lalu merasa sudah S3,” sindirnya.[nhm

Diposkan oleh Faizan al-Haramain di 23:07
Label: Gus Dur, Gus Mus, HARLAH NU, KH.Abdurrahman Wahid
1 komentar:
abah mengatakan...

Pertama, tentang keberagaman beragama sebagai seorang muslim tidak merujuk pada Mpu Tantular tetapi kepada AL QUR'AN, sudah sangat jelas pada surat Al Kafiruun seperti yang Saudara sebutkan juga. Bukan diseragamkan, selama agama berbeda ga masalah merujuk pada surah Al Kafiruun, tetapi penistaan agama adalah masalah yang berbeda.
Kalau Saudara mengaku muslim Tuhan dan Rasul yang Saudara imani siapa? nah kalau ada sebuah aliran yang mengaku islam tetapi mengimani selain Allah dan Rasulullah Muhammad SAW, apa bukan dikatakan penistaan agama. Saya setuju kita jangan terlalu ribut dengan perbedaan. tetapi kalau perbedaan tersebut masalah vital seperti tauhid, rukun islam/iman, saya pikir tunggu dulu. mereka inilah yang dipertanyakan islamnya.
saya seorang awam, namun insya Allah saya tetap meyakini rukun islam dan iman tersebut.
orang kristen mau percaya Nabi Isa itu tuhan mereka memang ga masalah, kembali kepada surah Al Kafiruun, tetapi "al-Qur’an sendiri kan bilang salamun ‘alaihi yauma wulid (mudah-mudahan kedamaian atas JESUS pada hari kelahirannya)", emang ADA? QS apa berapa?. NAUDZU BILLAH
"ada orang yang hendak pergi ke Jakarta lalu berhenti di Rembang Jawa Tengah. Ia lantas berjalan terus ke arah Surabaya. “Mau ke mana?” tanya Gus Mus. “Mau ke Jakarta!” jawab orang itu.

“Saya lalu bilang, mau ke Jakarta kok ke timur? Berarti kamu ini salah alias sesat. Ya, saya tempeleng saja. " saya pikir adalah sebuah analogi yang keliru. orang mau ke jakarta lewat mana pake alat transportasi apa terserah saja memang ga masalah. mau naik pesawat terbang, kereta, mobil, kapal laut ya terserah. dalam artian mau mengharap ridho Allah dengan kendaraan islam, kristen (tuhan), katolik, dsb ya.. terserah, sekali lagi kembali surat Al Kafirun. hanya saja, dalam kasus kita rombongan nih, dalam sebuah mobil menuju jakarta terserah mau lewat mana udah sepakat ga da masalah. hanya beberapa orang atau ada seorang dalam rombongan tersebut mencoba mengganti bahan bakar premium (mis. mobil menggunakan BBM premium) dengan air biasa dengan dalih penghematanlah, sama-sama benda cair..atau alasan ga lainnya. menurut saudara, apakah tindakan ini tidak akan mencelakai penumpang lainnya? inilah maksud kenapa Ahmadiyah ini dianggap berbahaya. Knapa? karena dia mengganti Rasul yang kita imani adalah Muhammad SAW (insya Allah saudara juga demikian) dengan mirza ghulam ahmad la'natullah. naudzu billah.
lihatlkah, perkara ahmadiyah ini, akhirnya kita saja yang insya Allah sama-sama meyakini syahadat masih berbeda pendapat atas golongan orang-orang yang sudah jelas merusak aqidah.
semoga Allah Swt memberikan hidayah dan ampunan kepada kita sekalian Amin. wallahu a'lam bishshawwab. Kata Mereka Tentang Gusdur


Apa kata para tokoh tentang K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)? Dibawah ini adalah beberapa pendapat beberapa tokoh tentang sosok Gus Dur.

Tidak pernah memutuskan Tali Silaturahmi

“Gus Dur menjadi pelopor penting persaudaraan antar umat beragama. Gus Dur adalah pelopor penting demokrasi, bukan hanya teori, tetapi juga praktik. Gus Dur pernah bilang ke saya, kalau misalnya kemunduran di Muhammadiyah terjadi, dia sangat menyangkannya, dia juga prihatin pada Muhammadiyah jika ada kemunduran. Padahal Gusdur itu mantan Ketua Umum PBNU.

Januari tahun ini dia datang ke rumah saya. Kami ngobrol banyak hal. Dari mulai hal kecil sampai hal besar. Kami bicara politik, kami juga bicara pancasila, dan banyak hal. Kami ngobrol panjang lebar selama dua jam. Dia diatas kursi roda dan kami lancar bicara. Bagi saya, Gusdur adalah orang yang sangat rajin untuk bersilaturahmi. Dan saya akui saya pun kalah rajin.” (Ahmad Syafi’i Ma’arif, Mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah)

Tokoh Persaudaraan Antar Umat

“Gusdur adalah tokoh yang disegani baik di dalam maupun di luar negeri. salah satu yang menonjol dari Gusdur adalah bagaimana menjadi pemersatu bangsa misalnya sumbangannya bagai perdamaian dunia dan persaudaraan antar umat beragama.

Sekalipun pernah menjadi pemimpin Nahdlatul Ulama yang merupakan organisasi Islam  terbesar di Indonesa, Gusdur tidak eksklusif dalam berpandangan soal persaudaraan. Gus Dur membuka diri dan bisa berdialog dengan banyak pihak yang berbeda keyakinan.

Gus Dur sebagai salah sau perekat persaudaran di Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi milik keluarganya, melainkan juga telah menjadi milik bangsa, negara, bahkan dunia. Wafatnya Gus Dur adalah sebuah kehilangan bagi semua pihak. Sudah sangat tepat jika negara dan bangsa harus bebela sungkwa terhadap wafatnya gusdur. Apalagi beliau adalah mantan presiden.”  (Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi)

Pemikir Islam Berwawasan Kebangsaan

“Semua rakyat Indonesia kehilagn tokoh ebesra, pemikir Islam yang berwawasan kebangsaan, yang sangat mengayomi semua unsur bangsa. ebetulan saya juga cukup dekat dengn beliau dan keluarganya sudh cukup lama. jadi kita sangat kehilangan atas kepergianbelia.

Saya kira sikap beliau yang paling inklusif, sikap beliau sebagai pemimpin islam yang moderat dan berwawaan kebangsaan. Saya kira ini warisan beliau kepada kita semua. (Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra)

Pahlawan Demokrasi dan Multikultural

“KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur adalah tokoh besar. lihat saja, baru saja meninggal, banyak tokoh yang datang melayat. Negara seharusnya memberikan penghargaan kepada beliau. Beliau bisa juga diusulkan sebagai pahlawan demokrasi atau pahlawan multikultural.

Saya mengenal sosok Gus Dur sudah sangat lama sehingga sangat memahami dan tahu betul bagaimana karakternya sebagai pemimpin. Gus Dur adalah figur pemimpin yang layak dicontoh. Tidak banyak figur pemimpin yang seperti Gus Dur. Saat ini kita butuh pemimpin seperti beliau yang tidak terseret arus. Pemimpin saat ini takut terhadap massa.

Sumber: Koran Sindo Edisi kamis 31 Desember 2009

Sekelumit Memori Tentang Gus Dur
Manusia | Arif Nofiyanto

Suatu sore, lebih dari 5 tahun lalu aku berkesempatan singgah di kediaman Gus Dur di Ciganjur yang kebetulan tak jauh dari rumahku. Bersama seorang kawan, Asep Kurniawan, kami kesana. Tujuan kunjungan kesana bukanlah ingin menemui Gus Dur melainkan ingin bersilaturahmi dengan seorang kawan aktifis PMII yang menjadi asisten Gus Dur, cak Munif.

Ketika kami disana, Gus Dur sedang tidak ada dirumah. Beliau pergi untuk sebuah acara. Kami, Aku dan Asep duduk di sebuah bangku yang tersedia di teras rumah Gus Dur. Bersama kami juga, sedang menunggu seorang tamu lain yang setelah saling ngobrol dan berkenalan, Bapak itu merupakan salah satu pengurus NU di daerah yang ingin bersilaturahmi dengan Gus Dur.

Setelah sekian waktu menunggu, akhirnya kami bertemu dengan cak Munif yang ketika itu sedang sibuk di dalam. Entah apa yang dikerjakannya, aku ga tau. Lalu kami mulai ngobrol sana sini, tentang aktifitas PMII, tentang isyu-isyu yang sosial politik yang berkembang ketika itu dan tentu saja tentang Gus Dur.

Obrolan menarik dan berlangsung cukup lama, sampai beberapa saat kemudian tampak sebuah mobil datang memasuki halaman rumah. Rupanya, Gus Dur sudah pulang.

Turun dari mobil, Gus Dur dipapah seorang putrinya dan keponakannya, Syaifullah Yusuf ( Gus Ipul) memasuki rumah. Gus Ipul sempat menyapa kami sebentar lalu mengikuti pamannya masuk kedalam. Demikian juga Cak Munif.

Tinggalah di teras itu aku dan Asep bersama seorang tamu lain. Selang sebentar cak munif keluar lagi untuk minta maaf tak bisa menemani ngobrol lebih lanjut, karena kesibukannya dimulai lagi dengan kedatangan Gus Dur. Maka kami pun permisi pulang.

Kenangan itu cukup singkat. Nyaris tak banyak hal yang berarti disana, namun bagiku sebuah makna tak tertulis kudapat.

Ketika turun dari mobil tadi, Gus Dur tak begitu berdaya bahkan untuk berjalan sendiri. Untuk turun dan memasuki rumahnya, Ia musti dipapah. Terlihat jelas bagaimana penglihatannya yang tidak begitu baik. Sebelumnya, aku hanya tau dari televisi atau dari koran yang memuat fotonya.

Banyak pikiran kemudian berkecamuk dalam benakku. Orang, dengan kondisi fisik yang tidak mandiri seperti Gus Dur, masih tanpa lelah berfikir untuk negeri ini. Tanpa lelah, membela mereka yang tertindas. Tanpa lelah berfikir dan memperjuangkan keadilan bagi semua orang. Sungguh, melihat fakta itu jadi malu sendiri dibuatnya. Apa yang kulakukan untuk negeriku?

Gus Dur, tak pernah takut untuk berbeda pendapat. Ia selalu tegas mengemukakan pendapat yang diyakininya benar. Kebenaran yang selalu dia bela.

Keberpihaknnya pada kamu lemah dan minoritas tak perlu diragukan lagi. Ia berteman dan menjalin hubungan baik dengan tanpa membedakan agama suku ataupun bermacam-macam pembeda lainnya. Ia menjadi tempat mengadu semua orang yang terzalimi. Tak kurang seorang Inul Daratista.

Disisi lain kepalaku, Beredar pula pikiran yang jengkel kepada lawan-lawan politiknya. Ko ya’o, tega menuduh Gus Dur korupsi, terlibat skandal ini itu kala pemerintahannya. Dimana mata hati mereka itu? Bahwa pernyataan-pernyataan politik Gus Dur sering menuai kontroversi memang benar, tapi untuk terlibat skandal-skandal yang begitu hina? Masya Allah.

Untuk diingat, pada masa pemerintahan Gus Dur berbagai fitnah muncul. Mulai dari tuduhan korupsi, ngenthit uang rakyat sampai skandal punya istri lain dan maniak sex bermunculan. Semua begitu menghina dan nista. Dan pada akhirnya, Gus Dur digulingkan dari tampuk kepemimpinannya. Sungguh begitu butakah mereka hanya karena berseberangan secara politis?

Kini, Gus Dur telah pergi.Selamat jalan Gus Dur.


"Pentas Duka untuk Gus Dur"
Jumat, 1 Januari 2010 | 01:22 WIB

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Santri Pondok Pesantren Tebu Ireng berdoa di liang lahat yang akan digunakan sebagai makam mantan Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di areal Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009).
TERKAIT:
Foke Ajak Pengunjung Ancol Berdoa Buat Gus Dur
Pengurus Kelenteng: "Gus Dur Bapak Budaya"
Sultan: Selamat Jalan Pak Kiai
Ini Dia Tiga Warisan Gus Dur untuk Muhaimin
Sumber : ANT

PEKANBARU, KOMPAS.com -  Dewan Kesenian Riau (DKR) merayakan malam tahun baru 2010 dengan menggelar pementasan seni bertajuk "Pentas Duka Buat Gus Dur", di Pekanbaru, Riau, Jumat.

"Acara ini digelar untuk mengenang jasa beliau untuk kemajuan kesenian di Indonesia," kata Ketua DKR Edy RM.

Menurut Edy, pergelaran tersebut sebenarnya acara dadakan karena bertepatan dengan pengumuman anugerah "Laman Cipta Sastra" untuk seniman Riau.   Tapi karena Gus Dur wafat pada 30 Desember , maka DKR memutuskan untuk mengemas acara anugerah seni sekaligus untuk mengenang almarhum.
   
Pentas tersebut digelar secara sederhana di pendapa kecil di depan Bandar Seni Raja Ali atau yang dikenal warga dengan Purna Mtq. Acara tersebut diramaikan dengan aksi 10 seniman dan aktivis LSM di Pekanbaru yang membacakan puisi untuk mengenang Gus Dur, yang pada masa hidupnya sempat menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta pada era 1980-an.

Pada pojok kanan pentas, para seniman meletakkan puluhan lilin dan dupa di depan poster bergambar wajah mantan Presiden Indonesia ke-4 itu.  "Lilin dan dupa itu bukan bentuk kultus individu untuk Gus Dur, cuma ekspresi seniman untuk mengenang jasa almarhum," katanya.
    
Edy mengatakan  Gus Dur berjasa dalam menumbuhkan kebebasan berekspresi dan berkesenian untuk Indonesia meski masa jabatannya sebagai presiden cukup singkat.   Salah satu hal yang tidak akan dilupakan tentang Gus Dur, ujarnya, adalah kebijakannya yang meniadakan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa setelah puluhan tahun dikekang rezim Orde Baru.
   
Sejak saat itulah, lanjut Edy, kesenian Tionghoa kembali muncul ke depan publik, diantaranya yang terkenal adalah kesenian barongsai.
"Gus Dur adalah bapak demokrasi, terutama untuk kesenian yang tidak akan hidup tanpa adanya kebebasan berekspresi," katanya.

Budayawan Riau, Chaidir, yang turut hadir dalam acara tersebut berpendapat Gus Dur adalah sosok yang penuh integritas dan ekspresif dalam mengemukakan pendapat.  "Gus Dur senang dengan keberagaman, dan kepergiannya membuat Indonesia kehilangan salah seorang sosok yang langka pada masa kini," kata Chaidir.


{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers