Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Kesalahan Dan Tujuan Pemidanaan

Diposkan oleh irfan on Sunday, January 24, 2010

 Kesalahan Dan Tujuan Pemidanaan Pemidanaan merupakan bagian terpenting dalam hukum pidana , karena merupakan puncak dari seluruh proses mempertanggungjawabkan seseorang yang telah bersalah melakukan tindak pidana. “A criminal law without sentencing would merely be adeclaratory system pronouncing people guility without any formal consequences following from that guilt”. Hukum pidana tanpa pemidanaan berarti menyatakan seseorang bersalah tanpa ada akibat yang pasti terhadap kesalahannya tersebut. Dengan demikian, konsepsi tentang kesalahan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengenaan pidana dan proses pelaksanaanny. Jika kesalahan dipahami sebagai “dapay dicela”, maka disini pemidanaan merupakan perwujudan dari celaan tersebut. Dengan demikian, cara pandang ke belakang dilakukan dengan melihat tindak pidana yang telah dilakukan pembuat, yang kemudian menentukan tujuan pemidanaan. Sementara itu, cara pandang ke depan dilakukan untuk melihat dampak dari pemidanaan bagi masa depan pembuat dan pihak-pihak lain yang mempunyai kemungkinan melakukan tindak pidana dalam masyarakat yang lebih luas. Pandangan sebagaimana di atas akan menjadi berbeda halnya jika dihubungkan dengan konsepsi kesalahan dalam pengertian normatif. Tujuan dan dampak dari suatu pemidanaan, baik terhadap diri pembuat maupun masyarakat, dapat dipandang sebagai prsoalan yang brhubungan dengan masa depan (looking forward). Sementara itu, hal-hal yang kemudian menyebabkan cara pandang ditujukan ke belakang (looking backward)merupakan persoalan yang lain. Dalam hal ini yang menjadi pankal tolak ditentukannya tujuan dan dampak dari pemidanaan tersebut, yaitu apakah pembuat tersebut dicela atas perbuatannya. Kesalahan bukan hanya menentukan “dapat dipertanggungjawabkannya pembuat”, tetapi juga “dapat dipidananya pembuat”. Makna “kesalahan” dalam dua hal di atas sangat berlainan. Kesalahan yang dapat menetukan dapat dipertanggugjawabkan pembuat merupakan cara pandang ke belakang. Dalam hal ini, kesalahan pembuat pada masa lampau yang dipersoalkan. Artinya, apakah terhadap seseorang dapat diterapkan sanksi pidana karena perbuatannya di masa yang lalu. Sementara itu, kesalahan yang, menentukan dapat dipidananya pembuat merupakan cara pandang yang bersifat ke depan. Dalam hal ini, masa depan pembuat yang dipersoalkan, apakah yang sebaiknya dilakukan terhadap seseorang yang melakukan tindak pidana dan bersalah karenanya. Terlihat ada dua makna yang berbeda tentang kesalahan, diantaranya :  Berhubungan dengan “dapat dipertanggungjawabkan”  sementara yang lain “dapat dipidana”. Kesalahan dalam arti yang pertama merupakan penilaian atas hubungan antara pembuat dan perbuatannya di masa lampau, dikaitkan dengan keadaannya pada masa kini. Sedangkan kesalahan dalam makna yang kedua merupakan penilaian masa kini seorang pembuat yang diorientasikan terhadap masa depannya. Hanya kesalahan dalam pengertian normatif, yang dapat mengakomodasi dua makna kesalahan tersebut. Selain itu, kesalahan harus dapat dikaitkan baik dengan fungsi preventif maupun fungsi represif hukum pidana. “Dapat dipertanggungjawabkannya” pembuat merujuk kepada fungsi preventif hukum pidana. Dalam hal ini, dirumuskannya kesalahan pembuat (dan tentunya sifat melawan hukum tindak pidana) dalam hukum pidana, merupakan faktor yang menyebabkan masyarakat tertahan (deterrence) untuk tidak melakukan tindak pidana. Sedangkan “dapat dipidananya” pembuat tertuju pada fungsi represif hukum tindak pidana. Dalam hal ini, kesalahan pembuat menjadi dasar dan ukuran untuk dapat dijatuhkannya pidana terhadap pembuat tindak pidana. Hal ini membahas kesalahan dalam hubungannya dengan hukum represif hukum pidana. Pembahasannya, diawali dengan membicarakan tentang kesalahan dalam konteks tujuan pengenaan pidana atau pemidanaan. Menurut hemat penulis, pemidanaan menempatkan kesalahan dalam fungsi represif hukum pidana. Bagaimana tujuan pengenaan pidana atau pemidanaan, menjadi dasar penentuan dipidana atau tidak dipidananya pembuat yang melakukan tindak pidana dengan kesalahan, menentukan dalam hal ini. Tujuan pengenaan pidana atau pemidanaan dikaitkan dengan kesalahan pembuat, menentukan alasan pengenaan, bentuk dan lamanya pidana yang dapat dijatuhkan. Tujuan pengenaaan pidana atau pemidanaan selalu menjadi perdebatan para ahli hukum pidana,dari waktu ke waktu. Tidak mengherankan apabila para ahli hukum akan gembira sekali jika dapat menentukan dengan pasti tujuan yang ingin dicapai dengan adanya penjatuhan pidana atau pemidanaan itu.berbagai kritik tentang dasar moral dan kinerja hukum pidana dan sistem peradilan pidana, dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana, juga diorientasikan kepada tujuan-tujuan ini. Kegagalan menentukan hal ini, menyebabkan hukum pidana kehilangan dasar moral keberlakuannya. Mempertahankan keberadaan hukum pidana, baik dalam masyarakat yang menganut tradisi common law system dan civil law system, sangat minim. Tujuan pengenaan pidana atau pemidanaan umumnya dihubungkan dengan dua pandangan dasar, yaitu : 1) Retributivism dan 2) Utilitarianism. Sekalipun kedua pandangan ini umumnya diikuti dan dikembangkan dalam tradisi masing-masing, tetapi baik negara-negara yang menganut common law system maupun civil law system,menjadikan kedua pandangan ini sebagai pangkal tolak penentuan tujuan pengenaan pidana atau pemidanaan. Baik retributivism maupun utilitarianism menjadi pangkal tolak dalam menentukan tujuan-tujuan pengenaan pidana atau pemidanaan. Mengingat umumnya tujuan tersebut tidak dirumuskan dalam peraturan perundang-undangan, maka para penulis menyebutnya sebagai “teori”. Teori-teori pengenaan pidana atau pemidanaan merupakan hipotesis yang dirumuskan oleh para ahli hukum pidana, mengenai esensi pengenaan pidana atau pemidanaan. Teori ini yang kemudian dijadikan alasan mengapa negara mengenakan tindakan yang sifatnya menderitakan (nestapa) terhadap seseorang tertentu. Teori ini yang membenarkan dipertahankannya pengenaan pidana sebagai salah satu fungsi pemerintahan suatu negara. Peletak dasar retributivism adalah Kant. Paham ini sangat berpengaruh dalam hukum pidana, terutama dalam menentukan tujuan pemidanaan. Pada pokoknya, paham ini menentukan bahwa tujuan pengenaan pidana atau pemidanaan adalah membalas perbuatan pelaku. Hal ini umumnya dijelaskan dengan teori “retributif” atau teori “pembalasan”. Teori ini diikuti secara luas oleh para ahli hukum pidana. Van Bemmelen, misalnya mengatakan “pada dasarnya setiap pidana adalah pembalasan”. Knigge mengatakan, “menghukum pada dasarnya adlah melakukan pembalasan, dan hal itu bukan suatu hal yang jelek dalam dirinya sendiri, melakukan pembalasan sebagai reaksi atas perilaku ysng melanggar norma adlah hal yang teramat wajar” Berbeda halnya dengan utilitarianism yang diletakkan dasar-dasarnya oleh Bentham. Pandangan ini terutama menentukan bahwa, pemidanaan mempunyai tujuan berdasarkan manfaat tertentu (teori manfaat atau teori tujuan), dan bukan hanya sekadar membalas perbuatan pembuat.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers