Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

PERTENTANGAN

Diposkan oleh irfan on Saturday, December 12, 2009

     Tidak seperti biasa, hari ini aku pulang lebih awal. Aku ingin menampilkan perubahan sikapku di hadapan bapak dan ibu bahwa aku mampu menjadi anak yang menyenangkan. Selalu pulang sore, bahkan malam. Alasannya aku belajar di rumah Roy karena ada PR yang tidak bisa kukerjakan sendiri atau ada kegiatan ekstrakulikuler di sekolah yang tidak bisa kutinggalkan.
     Kuperhatikan, ibu tidak banyak  pertanyaan tentang itu. Berbeda dengan bapak, walaupun ia tampak tidak peduli, tetapi ada kecurigaan dalam pemandangannya. Aku tidak dihujani dengan beragai pertanyaan. Di café Bu sopi di pasar proyek, sambil mendengarkan lagu-lagu slow rock, aku, Ivan, Roy, Noni, Lola,dan, Tesa memesan mie goreng atau nasi goreng. Tanpa kami sadari hari sudah larut. Lola selalu pulang bersama Roy. Sedangkan aku, Noni, dan, Tesa pulang bersama Ivan.
     “tumben pulan cepat!” sapa bapak ketika aku muncul diambang pintu. Aku berusaha untuk tersenyum, kemudian air wudhu. Selesai sholat, aku menuju meja makan.

     “makanlah!” kata ibu sambil membuka tudung saji.
     “ibu sudah makan?”
     “sudah!”
     “bapak?”
     “juga sudah!”
     Kutatap hidangan yang tersaji. Hampir tidak ada perubahan dari hari-kehari, minggu-keminggu, bahkan bulan-kebulan. Nasi putih, sayur bening, ikan asin, oncom, dan sambal terasi. Sesekali saja ibu menghidangkan ikan mas goreng, telur, atau ayam goreng.
     Sejak keadaan ekonomi keluargaku mengalami krisis, aku lebih senang makan dirumah Ivan, aku makan dengan lima macam lauk. Ada sambal goreng hati, empal, telur, karedok, dan kerupuk emping, dan banyak lagi jenis masakan yang tidak ku kenal namanya.
     Selain itu, aku juga bisa mencicipi berbagai buah import, seperti anggur, apel, strawberry, atau sunkist. Rasanya sangat enak, kuambil nasi dan lauk seadanya. Pelan-pelan kucoba memasukkan kemulut. Lama aku mengunyahnya, baru bisa kutelan. Ibu menatapku sejenak, kemudian membiarkanku makan sendirian. Aku kasihan pada ibu. Kalau saja bapak mau berusaha lebih keras, tentu menu makan keluarga bisa ditingkatkan. Sebagai pegawai negeri, bapak tidak mau seperti teman-teman sekantornya.
     Selama ini bapak menerima gaji bulanan. Sedangkan pengeluaran cukup besar. Sekarang ini dua bulan di kelas 3 SMU. Berarti tahun depan aku juga harus sudah kuliah, sedangkan Farid, adikku yang paling kecil akan masuk SMU tahun depan. Yang pasti, aku punya cita-cita untuk melanjutkan studi ke fakultas teknik.
     “Makanmu kok sedikit sekali, Yon!” suara ibu mengejutkanku.
     “Aku tidak begitu lapar, Bu!” “Tidak begitu lapar atau tidak berselera?”
     Ibu sering mengeluhkan uang belanja  tidak cukup pada bapak. Bapak menanggapinya denga diam. “ibu tahu, akhir-akhir ini kamu semakin jarang makan. Di mana makan?” ibu tanya kepadaku, aku terdiam. Tetapi, aku yakin ibu sudah menduga bahwa aku sudah makan dirumah teman. Sebenarnya banyak hal yang akan ku bicarakan dengan ibu. Terutama rencanaku setelah lulus nanti. Sudah seharusnya aku mempunyai pilihan kemana aku menlanjutkan pendidikan.
     Kamarku yang berantakan seolah minta dirapikan. Poster-poster itu harus aku ganti dengan yang baru. Aku membutuhkan poster-poster yang dapat memberikan semangat hidup. Sekarang, suasana kamarku lebih teduh dan menyenangkan. Saat ini aku membutuhkan satu kaleng cat tembok warna putih. Kalau saja cat itu ku peroleh, kamar ku akan lebih nyaman lagi.
     Bapak selalu membanding-bandingkan aku dengan Mas Bagus, abangku yang kuliah dijurusan pertambangan. Aku di cap anak pemalas yang suka hura-hura dan kluyuran.
     Mas Bagus selalu belajar pada caturwulan kenaikan kelas kemarin, nilaiku turun. aku tidak masuk peringkat sepuluh besar. Ada juga dua angka enam, yaitu mata pelajaran Sejarah dan Ekonomi. Bapak marah-marah kepada aku. Kamu lebih banyak main daripada belajar
     “maaf, pak! Aku akan berusaha memperbaiki nilaiku!”
     Kamu tidak perlu minta maaf. Bapak hanya minta agar kamu! Mikir! Kamu itu anak siapa? Dari keluarga mana? Cukup itu!. Aku mengerti, bapak tidak suka jika aku berteman dengan, Ivan, Roy, Noni, Tesa, Lola. Mereka memang dari keluarga yang tingkat ekonominya jauh melebihi tingkat keluargaku. Otakku memang lemah, tidak secerdas otak Mas Bagus yang menjadi anak kesayangan bapak. Bapak sangat berwibawa dimata anak-anaknya. Bapakku tidak seperti Papa Roy dan Papa Ivan. Mereka sering bercanda anak-anaknya, termasuk dengan aku jika berada diantara meraka. Ibu mau mendengarkan keluhanku. Tetapi, ibu sering berpihak kepada bapak.
     “Yon, lebih baik kamu menurut apa yang dikatan bapakmu.
     “Bu, bukannya aku tidak mau dinasehati dan diarahkan. Tapi cara bapak menasehati aku itu, lho? Masa’ aku dibandingkan dengan Mas Bagus, aku tidak suka dibanding-bandingkan begitu.”
     “apa salahnya kalau kamu mencontoh masmu? Maksud bapak itu begitu.”
          “pokonya aku tidak suka dibanding-bandingkan dengan siapapun!”
     Kamu salah pengertian! Maksud bapak itu baik. Demua demi  masa depanmu kelak .”
     “tetapi, aku tidak suka kalau bapak seperti itu,” kataku tidak puas
     “Yon kamu keliru kalau kesal pada bapakmu
     “Yang jelas, aku tidak suka dengan cara bapak menadihatiku.”
     “Yang kamu sukai, bagaimana?” aku ingin ”seperti teman-temanku itu! Papanya Ivan  dan Roy, mereka dekat mereka menasihati sambil bercanda. Tidak sewot seperti bapak!”
     “lho, kamu kan tidak suka dibanding-bandingkan dengan siapa pun. Tapi kenapa kamu malah membandingkan bapakmu dengan ayah teman-temanmu?”
“aku hanya menjawab pertanyaan ibu, kan? Ayah temanku itu hanya sebagai contoh.”
     “seharusnya kamu sadar, Yon!” manusia memang berbeda satu sama lain, terutama watak dan karakternya.
     “aku setuju dengan pendapat ibu, tapi orang juga harus memahami anak-anaknya, bukan?
“benar.”
“kalau bapak, bagaimana? Apakah bapak bisa memahami aku?”
“mengapa tidak?”
“kalau bisa, mengapa bapak menuntutku agar aku seperti Mas Bagus?”
     “ibu rasa bapak tidak menuntut seperti yang kamu maksudkan tetepi mengharapkan  agar kamu mencontoh prestasi masmu.”
“kemampuan orang tidak pernah sama, Bu.”
     “yang penting kamu belajar lebih serius. Jangan terlalu banyak kesibukan diluar sekolah. ingat Yon, sekarang kamu sudah kelas tiga dan sebentar lagi lulus.”
“Ya, Bu.”
Yang membuatku tidak habis pikir, mengapa tidak ada inisiatif bapak untuk mencari tambahan uang belanja. Atau berusaha menduduki jabatan yang agak bassah di kantornya. Padahal ibu sudah mendorong bapak ntk menerima jabatan itu. Saat itak baru masuk SLTP.
“pak, ini kesempatan. Jabatan itu bisa meningkatkan karier Bapak ke kedudukan yang lebih tinggi.”
“bapak akan tetap menolaknya?”
Bapak mengakhiri pembicaraan itu dengan diam melihat bapak bersikap begitu, ibu tidak berani bertanya lagi. Bapak dan ibu masih menonton TV. Aku terbangun ketika mendengar suara ibu setengah berteriak.
“kemarin, tita juga mengusulkan agar kita membeli mesin cuci. Aku juga lelah kalau semua urusan rumah tangga harus kukerjakan sendiri. Sejenak sepi. Dengan hati-hati, kuintip mereka dari celah pintu kamar. Ibu masih ditempat. Duduknya. Masih terngiang ditelingaku apa yang dikatakan ibu kepada bapak. Aku menyaksikan bapak dan ibu bertengkar tidak juga ibu yang sebentar lagi akan memeriksa dan membentulkan selimut anak-anaknya. Kalau-kalau ada diantara kami yang lupa mengenakan selimut atau lupa mematikan lampu kamar.
Cuaca semakin gelap, nyamuk sudah banyak berkeliaran. Aku tidak tahan digigit nyamuk aku melewati pintu samping. Kulihat ibu masih di dapur menyiapkan makan malam.
“Bapak belum pulang, Bu?”
“belum, kenapa?”
“ah, nggak apa-apa?”
“Yon, apa saja yang kamu pikirkan? Ibu lihat kamu melamun dibawah pohon jambu.”
“apa melamun dilarang, bu?” jawabku sambil tersenyum.”
“ibu Cuma ingin tahu saja,” balas ibu.
“memikirkan masa depan!”
“wah. Hebat !” “hebat, dong!”
“masa depan seperti apa yang kamu impikan, Yon?” Tanya ibu lagi.
“yang bahagia, dong!” “bahagianya bagaimana, sih?”
“apakah ibu mau mendengarkan impianku?” aku mulai bercanda.
“mau dong!”
“Hmm…, ak ingin jadi orang yang berhasil!”
“caranya?”
“aku akan bekerja keras setelah tamat kuliah nanti.”
“oh, ya?”
“ya, dong!”
“kamu ingin melanjutkan kemana?”
“fakultas teknik.”
“bagus! Dimana?”
“kalau bias Di Perguruan Tinggi Negeri.”
     Ku ambil handuk dan pakaian bersih, kemdian segera mandi.
Sambil menunggu bapak, aku menyelesaikan soal-soal geometri yang diberikan guru matematika.
Kalau mengarang, Noni lebih pintar dariku. Besok, buku latihan bahasa inggris Noni bias kupinjam.
Kutatap jam dinding peniggalan kakek. Lima belas menit lagi sudah dunia dalam berita. Ibu menyaksikan sinetron di TPI
Malem ini ibu memasak sayur asem, sambel trasi, tahu goreng, krupuk bawang. Slesai makan lalu mencuci piring bekas makan, dengar suara pintu pagar dibuka. Tent bapak yang datang.
Aku ma mandi dulu, “kata bapak. Aku dan farid menonton TV.”
“sekarang tidak ada berita yang menggembirakan,”
“misalnya tentang sekolah gratis, pemberian buku pelajaran secara cuma-Cuma,”
     Saat itu, di TV memang sedang disorot aktifitas anak jalanan dibeberapa ruas jalan Di Jakarta.
     “nanti kalau keadaan Negara kita sudah berubah, mungkin keinginan itu terlaksana,” kataku.
“kok bapak pulangnya malam?” Tanya farid
     “ada pekerjaan penting yang harus bapak kerjakan di kantor. Pulang dari kantor bapak singgah sebentar kermah Pak Rahmat.
     Tidak beberapa lama telah dipijit tidak mungkin ada waktu lagi bagiku untuk berbicara dengan bapak. Malam kian merayap. Kukemasi keperluan sekolah untuk esok.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers