Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Debat Facebook

Diposkan oleh irfan on Sunday, August 23, 2009

Syaiful Halim

irfan’s-aduhdekTenda dan bilik TPS sudah lama dibongkar. Para relawan sejumlah lembaga survey sudah lama meng-SMS hasil perhitungan suara, agar hasil quick count bisa buru-buru dipubilikasikan media massa. Peduli dengan itu segala kenyataan. Faktanya, vonis dari KPU ternyata beda-beda tipis dengan quick count. Maka, SBY-Boediono pun multak menang pilpres dalam satu putaran!

Seorang sahabat, mantan reporter sebuah televisi swasta yang sekarang giat mengajar di berbagai kampus sambil menyambi menjadi konsultan politik, menuliskan “gagasan”nya di sebuah situs pertemanan. Tulisnya, “Kehidupan terus berjalan. Hidup adalah perjuangan. Mari bersama menunggu kenaikan tarif listrik, tarif tol, BBM & pengangguran makin meningkat. Waspadai juga angka kriminalitas makin mengerikan.”

Beberapa saat kemudian, reaksi pun bermunculan, dengan isi tulisan seperti ini: jangan nakut2in dunkz mas…, G segitunya jg kaleeeee…., Siapapun presidennya, masalah tetep ada koq…, waduhh… serem bgt pak! apa itu efek dr terpilihnya SBY lg?!, Merdeka tetap merdeka bung!!!, iya setuju, siapapun presidennya ga bakal bisa ngerubah bangsa 180 derjat. jgn juga pesimis.dosa…,

“Ayo jangan ngambek. Ikhlaskan untuk pemenang, dan Allah SWT yang sesungguhnya Maha Mengatur…,” saya ikutan usil. Pura-puranya mencoba menenangkan komentar dan kekisruhan. Padahal, sekedar meramaikan “obrolan” ala facebook.

Sahabat saya yang sengaja online, langsung menuliskan sejumlah balasan yang ditujukan kepada masing-masing komentator. Namun, kali ini saya menuliskannya sekaligus, “Coba aja amati 6 bln pertama ini. Yg jls September tarif tol pd naik. Kalau mau jujur, kalangan usaha pd menderita 5 th terakhir ini. Masak kita lupa dg kondisi sekitar? Hayo mau diajak piknik ke Cikeas? Tanya aja kehidupan warga, malah susah atau senang. Rajin2 dengar koran, baca radio dan lihat tipi apalagi srg2 jalan ke daerah, kemiskinan makin nyata terlihat. Jgn hanya lihat Jakarta, Kuningan Menteng, Sudirman tp ke sono dikitan spt Cikeas belakang, Cimanggis (msh di Jkt) apalagi ke Tasikmalaya, Garut, Yahukimo Irian… Semuanya pilihan rakyat mari kita hormati pilihan rakyat. Selamat menderita bersama. Sayang teman2 media hanya memberitakan permukaannya aja. Kalau mau kerja serius (spt pers awal reformasi) pasti akan menangkap derita rakyat. Pers investigativ akan lbh berbunyi ketimbang pers Istana.

Kita nggak ngambek Pak, itu adlh pilihan rakyat mari kita hormati. Kehidupan kalau kita jalankan dg amanah akan terasa enak, tdk meninggalkan cacat. Itulah esensi kehidupan Om Syaiful. Om Syaiful, kalau mau sy ajak piknik dg sepedaan menyusuri Cikeas belakang, dengan senang hati sy antarkan. Tangkap penderitaan rakyat. Dr awal gw tdk menolak siapa yg terpilih, gw hanya memaparkan fakta2 yg akan terjadi.”

Wuih, obrolan jadi makin panas!

“Dua tahun terakhir, saya merekam banyak keterbelakangan dan keterpencilan berbagai suku di tanah air. Kemiskinan dan kepasrahan hidup adalah armosfir mereka. Tapi, siapa yang bisa memberikan jalan keluar? Saya yakin, siapapun yang jadi presiden pasti pusing tujuh keliling (kalo mikiran masalah ini). So, mari kita terus sodorkan fakta itu selebar-lebarnya…,” balas saya kemudian. Duh, kok jadi kepancing serius. Padahal, niatannya saya tidak pernah kepengin serius ketika ber-online di situs pertemanan itu.

Sungguh, saya menyesal setengah mati. Tiba-tiba, saya jadi khawatir telah zhalim terhadap sahabat saya itu. Maunya sekedar meredakan “keluhan”nya soal hasil pilpres kemarin sambil mengingatkannya soal keberadaan saya. Pertemuan terakhir saya dengannya adalah sepuluh tahun yang lalu, ketika kami sama-sama meliput eksodus warga Timor Timur ke Nusa Tenggara Timur. Maunya saya, ya sekedar kangen-kangenan dan bernostalgia. Rencananya, saya juga mau menunjukkan foto-foto dokumentasi kami ketika sama-sama “muda”(?)

Tapi, kok jadinya malah serius sekali. Sangat serius dan jauh dari bayangan saya. Baik tentang arah pembicaraan atau perubahan pada diri sahabat saya itu. Setelah mengofflinekan laman sosial itu, alam sadar saya segera menggiring ke berbagai informasi tentang hasil perhitungan cepat sejumlah lembaga survey. Khususnya, komentar-komentar dari peserta pilpres atau tim sukses masing-masing capres dan cawapres.

Pasangan yang menang mutlak dan leading sejak menit pertama quick count diumumkan, ya melontarkan kalimat berbunga-bunga dan menyejukkan sekeliling. Standar pasukan yang memenangkan pertarungan. Sebaliknya dengan kandidat atau tim sukses lawan, yang dengan mulut berbusa-busa terus saja berteriak tentang kecurangan. Siapa toh yang berbuat curang? Siapa sih yang dimaksud berbuat curang?

Bagi masyarakat awam, tuduhan kecurangan sungguh membingungkan. Biasanya, kecurangan dilakukan oleh seseorang atas lawannya. Artinya, sesama peserta. Atau, taruhlah wasit memihak ke salah satu peserta, maka kita menyebutnya “berat sebelah” dan bukan wasit berbuat “curang”.

Kalau analogi itu kita sederhanakan dalam konteks pilpres, mestikah pasangan SBY-Boediono yang mereka maksud telah berbuat curang? Atau, mungkin KPU sebagai wasit telah berbuat “berat sebelah”? Apakah karena pasangan nomor dua itu duduk di pemerintahan, sehingga bisa mengendalikan sang wasit? Bukankah peserta nomor tiga pun termasuk orang pemerintahan?

Belum lagi pertanyaan-pertanyaan “lucu” itu terjawab, kita terus saja disodorkan berbagai statement negatif soal hasil pilpres. Soal kisruh DPT kembali diungkit. Soal kinerja KPU dipertanyakan. Soal ini-itu terus saja dibesar-besarkan. Demokrasi?

Uf! Apa pelaksanaan demokrasi di negeri ini memang ditakdirkan untuk membuat rakyat bingung? Ini juga pertanyaan paling lucu yang terus bermunculan di setiap forum. Siapa sebenarnya yang begitu bahagia membuat rakyat bingung? Capreskah? Cawapreskah? Tim sukseskah? Orang-orang yang tidak siap kalahkah?

Padahal, kalau saja mau menengok sebentar saja ke pekan-pekan terakhir menjelang hari H. Persisnya, ketika para capres berdebat untuk terakhir kalinya di sebuah stasiun televisi. Lebih khusus lagi, saat para capres menjawab pertanyaan soal kesiapan mereka seandainya kalah dalam pilpres 2009 ini, duh begitu indah dan menyejukkan. Begitu rukunnya calon-calon pemimpin negeri ini.

Karena itu, ketika polemik seputar quick count merebak dan membuat klimaks pilpres jadi lahan infotaiment, saya lebih memilih tutup mata dan telinga. Pikiran dan hati saya tetap larut dengan ucapan kelegowoan para capres pada sesi debat terakhir itu. Pada bagian itu, menurut saya, mereka memperlihatkan jati diri nan agung sebagai negarawan sejati dan layak disebut sebagai Guru Bangsa. Dengan dua predikat itu, rasanya sangat mustahil bila mereka merusaknya dengan sikap-sikap bak artis haus publisitas.

Tentang “gagasan” teman saya di dinding facebooknya?

Tampaknya saya memang harus terus konsisten dengan niatan saya bermain dalam situs pertemanan itu yang sekedar bermain-main. Artinya, jangan pernah menjadikannya sebagai ruang teramat serius untuk membincangkan suatu masalah. Terlebih lagi, politik. Karena, forum itu cenderung ngawur-ngawuran dan tidak akan pernah mengubah “gagasan” menjadi gagasan. Kalau mau sadar, ya laman itu sekedar untuk narsis-narsisan. Atau, promosi kecil-kecilan.

“Sahabatmu itu kan bagian dari tim sukses kandidat yang kalah,” celetuk teman saya. Ia juga online ketika obrolan itu berlangsung. Karena ia tahu keberadaan sahabat saya yang dekat dengan capres jagoannya itu, ia malas berkomentar. Apalagi, terlibat dalam perdebatan yang tidak mutu itu. Hah?

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers