Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

IKHTIAR PENGEMBANGAN ILMU KEAGAMAAN

Diposkan oleh irfan on Saturday, July 11, 2009

Ilmu Pengetahuan Modern Dalam Perspektif

Muhammad Iqbal (1877-1938) seorang muslim yang shalih dan pemikir besar dalam sejarah, pernah mengeluh: Betapa sulitnya menembus benteng konservatifisme dalam masyarakat Islam (Annemerie Schimmel, 1983, h 178). Akibat dari konservatifisme tersebut sangat luar biasa. Umat Islam seolah berjalan mundur, bukan sebulan atau setahun, tetapi berabad-abad lamanya. Usaha sistematik umat Islam untuk mengadakan temuan-temuan ilmiah mengalami stagnasi.
Iqbal sangat mengagumi pesatnya ilmu pengetahuan modern yang dikembangkan Barat. Kekagumannya sampai pada titik kesimpulan, bahwa rahasia keberhasilan Barat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan adalah karena semangat mereka dalam melakukan temuan-temuan baru. Mereka sangat gigih dan ulet mengadakan observasi, eksperimen dan riset. Hasilnya sangat spektakuler, mereka setidaknya sampai hari ini telah mendominasi dunia. Dengan kata lain, letak keberhasilan Barat adalah berpangkal pada The Spirit of Inductive-intelectual nya. Dari mana Barat memperoleh 'spirit' itu? Iqbal menjawab: Dari Islam. Barat adalah ahli waris langsung ilmu-ilmu keislaman yang pernah dibangun para intelektual muslim pada zaman keemasan (A.Syafi'i Ma'arif, 1983, h 18-21).
Islam identik dengan lahirnya intelektual induktif. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur'an yang menunjukkan ke arah itu. Salah satunya adalah firman Allah (Q.S: al-Ghasyiyah, 17-20) yang menganjurkan agar kita memperhatikan secara serius fenomena alam semesta. Untuk itu diperlukan petualangan ilmiah seumur hidup dan perjalanan eksplorasi tanpa akhir guna menciptakan pemahaman personal terhadap fenomena-fenomena tersebut dan mengelolanya untuk kemaslahatan manusia.
Tetapi sayang, seperti yang dicermati Iqbal, pesatnya perkembangan sains modern adalah satu sisi mata uang. Bahkan akan meningkat dua kali lipat dalam rentang waktu dua atau tiga tahun dalam hampir semua bidang (Colin Rose, 1977, h 15). Pada sisi lain telah terjadi dehumanisasi besar-besaran, seiring dengan berlangsungnya proses rasionalisasi dan fungsionalisasi yang kebablasan. Akibatnya fatal, nilai-nilai kemanusiaan tercerabut dari diri manusia sendiri. Kemudian yang tersisa adalah ketakutan dan kegelisahan (khauf dan hazan), karena kehilangan jati diri dan kepercayaan diri. Masih menurut Iqbal, mereka yang seperti ini adalah orang yang paling sengsara dan menderita dalam meniti jalan hidupnya di bumi ini.

Karakteristik Ilmu Keagamaan
[
Ilmu sebagai proses (bukan sebagai hakikat) adalah usaha pemikiran sistematik dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran yang terdapat pada objek yang dikaji (Disarikan dari: A. Charris Zubair, 2002, h 125).
Dikatakan 'bukan sebagai hakikat' karena banyak pakar yang skeptis untuk mendefinisikan tentang ilmu. Menurut mereka, mendefinisikan ilmu tidak semudah yang diperkirakan. Berbagai definisi yang dikemukakan para sarjana ternyata tidak banyak menolong kita untuk memahami hakikat ilmu (Team Dosen Filsafat Ilmu UGM, 2002, h 1). Sekarang orang lebih nyaman dengan mengadakan penggolongan (klasifikasi), sehingga garis batas antara berbagai macam cabang ilmu lebih mudah dijelaskan. Cabang-cabang tersebut dibuat berdasarkan atas obyek yang dikaji.
Dalam epistimologi Islam, obyek kajian ilmu adalah ayat-ayat Allah SWT, yaitu meliputi ayat-ayat yang tersurat dalam kitab suci dan ayat-ayat yang tersirat dalam ciptaan-Nya, yakni alam semesta dan diri manusia. Kajian yang obyeknya kitab suci (inklusif sunnah Rasul) melahirkan ilmu agama. Kajian terhadap alam semesta, termasuk manusia dari dimensi fisiknya, melahirkan ilmu eksakta. Sedangkan kajian manusia terhadap dimensi non-fisiknya melahirkan ilmu humaniora. Kajian terhadap semua ayat itu pada tingkat maknanya yang hakiki melahirkan ilmu filsafat (Musa Asy'ari, 2001, h 61 ; Dunia ilmu pengetahuan klasik lazimnya mengikuti klasifikasi Auguste Comte, sedang dunia ilmu pengetahuan modern cenderung memilih klasifikasi John Dewey yang membagi ilmu pengetahuan menjadi: a). Natural Science b). Social Science dan c). Humanities Studies. Periksa: Verhaak, 1987). Jadi dilihat dari aspek obyeknya, branch of science keislaman dapat dibedakan, tetapi dari segi sumbernya adalah sama yakni ayat-ayat Tuhan.
Epistimologi Islam sesungguhnya tidak mengenal prinsip dikotomi keilmuan. Ilmu dipergunakan untuk menghadapi masalah-masalah konkrit. Filsafat memberikan landasan nilai dan makna. Sedang agama memberikan cahaya ilahiahnya pada ilmu maupun filsafat. Berbeda dengan apa yang sering dilakukan sementara orang di Indonesia yang membagi ilmu menjadi ilmu agama dan ilmu umum. Ilmu agama diselenggarakan oleh 'madrasah', walaupun didalamnya terdapat kajian non-agama. Ilmu umum diselenggarakan oleh 'sekolah', walaupun disitu terdapat kajian agama. Sebuah pembagian yang bernuansa sekularistik (Karel A. Steenbrink, 1986, h 96).
Apabila ilmu agama adalah ilmu yang kajiannya kitab suci, maka dapat disejajarkan dengan 'studi agama' atau lebih spesifik 'studi Islam'. Dengan demikian ilmu agama berbeda dengan ilmu keagamaan. 'Ilmu' adalah eksistensi atau wujud sesuatu, sedangkan 'keagamaan' adalah sifat dari eksistensi tersebut. Dengan begitu ilmu keagamaan adalah semua ilmu yang bersifat, bercorak atau berdimensi agama. Jika dipahami secara lebih khusus menjadi 'ilmu keislaman', yakni ilmu apa saja yang mengandung dimensi Islam atau ilmu yang Islami. Maka kemudian lahir Islam Studies, Islamic Science dan Islamic Philosophy. ilmu keagamaan secara khusus identik dengan ilmu keislaman yang dapat ditransliterasikan menjadi Islamic Science. Sudah barang tentu didalamnya termasuk kajian terhadap Islam itu sendiri maupun kajian terhadap filsafat dan semua cabang ilmu yang berwatak islami.
Apakah pemahaman seperti ini yang dahulu dipilih The Founding Fathers institusi kita, sehingga lembaga ini dinamakan Institut Keislaman, bukan Institut Agama Islam ? Honestly, I don't know anything…



Strategi Pengembangan Ilmu Keislaman

Upaya pengembangan ilmu termasuk wilayah pemikiran yang bersifat aksiologis. Pertanyaan sentral yang dapat diajukan adalah: Apakah ilmu itu 'value free' atau perlu diberikan nilai etik dan asketik, bahkan sampai pada tingkat kegunaannya bagi kehidupan manusia. Sampai disini kemudian terjadi intelektual-discourse di antara para sarjana tentang strategi pengembangan ilmu.
Perbedaan pendapat mereka tentang perihal ini dapat dipetakan sebagai berikut: Pertama, Science for the sake of science, ilmu berkembang secara otonom dan tertutup dari konteks apapun. Kedua, ilmu harus lebur dengan konteksnya. Ia bukan hanya refleksi, tetapi juga merupakan justifikasi terhadap konteks. Ketiga, Science for the sake of human progress. Ilmu tidak boleh hampa dari relevansi dan aktualitasnya terhadap kemanusiaan (Team Dosen Filsafat UGM, Op.Cit., h 13). Di kalangan ilmuwan Islam sendiri masih terjadi beragam pendapat, ada yang ekstrim, bahkan sangat ekstrim, ada pula yang moderat (Polemik di antara para ilmuwan Islam tentang hal ini selengkapnya harap periksa: Ismail Raji al-Faruqi, 1983, h 33-dst).
Keberadaan ilmu-ilmu keislaman berpusat pada tradisi (sunnah) Nabi SAW dalam berpikir. Model pemikiran Nabi diawali dengan membaca realitas yang diikuti oleh kesadaran ilahiah. Kemudian kesadaran itu membukakan mata hatinya, sehingga hakekat realitas tertangkap secara pasti. Basis konseptualisasi dari realitas dengan demikian bersifat spiritual (Musa Asy'ari, Op.Cit., h 18). Apa yang dilakukan oleh Nabi bukan hanya berpikir tentang sesuatu yang besar, tetapi lebih jauh lagi adalah melibatkan dirinya dalam kancah perubahan sosial. Sesuai dengan konstruksi pemikirannya, Nabi bukan tipe pemikir yang suka duduk di atas menara gading. Corak pemikirannya yang radikal menggugat tatanan masyarakatnya dengan menawarkan perubahan total. Melalui pengembaraan spiritualnya melahirkan sistem tauhid al-aqidah bergerak ke tauhid al-ulum menuju ke tauhid al-ummah. Dengan model pemikiran itu Nabi ingin membangun budaya baru dan menjaga kehidupan umat tetap berkembang di atas martabat kesusilaan dan nilai-nilai spiritualitas kemanusiaan universal. Tradisi inilah yang seharusnya menjadi acuan (uswah) bagi umatnya, sehingga kehadiran Nabi lebih bermakna secara kultural dan menjadi sumber energi intelektual yang tak pernah kering dari ide-ide tentang perubahan.
Nabi SAW adalah seorang pendidik sekaligus pemikir besar. Hanya konsep pendidikan yang dangkal yang menolak keabsahan berpikir Nabi. Siapa yang berhasil mencontoh Nabi, adalah pangeran di antara para pendidik dan pemikir (Afdalul Rahman, 1986, h 206). Selama umat Islam menjadikan sains Barat sebagai satu-satunya kiblat yang dapat meregenerasi kebudayaannya yang macet, maka sejak itu mereka telah menghancurkan kepercayaan kepada dirinya sendiri dan secara tidak langsung mendukung anggapan Barat bahwa Islam adalah sebuah kekuatan yang telah kehabisan darah (Leopold Weiss, 1981, h 75).
Keberadaan ilmu keislaman sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan metodologinya, yang akan selalu teruji sepanjang kehidupan intelektual berlangsung. Metode ilmu pengetahuan yang dibangun berdasarkan sunnah Nabi adalah metode rasional- transendental, yakni menganalisis fakta-fakta empirik dan mengangkatnya pada kesadaran spiritual, kemudian membangun visi transenden dalam memecahkan suatu masalah. Al-Qur'an telah merumuskan metode ini dengan ungkapan: Iqra' bismi rabbika alladzi khalaq. Sebuah perintah membaca ayat-ayat Tuhan dengan nama Tuhan yang menciptakan. Ini merupakan sebuah metode berpikir Qur'ani yang sangat diperlukan untuk menghadapi kompleksitas dan pluralitas dari zaman ke zaman. Dengan metode ini ilmu-ilmu keislaman tidaklah netral, tetapi berpihak kepada nilai-nilai universal Islam yang sekaligus menjadi kebutuhan fundamental manusia sendiri, seperti keselamatan, kedamaian, keadilan, demokrasi, persamaan, kesejahteraan dan sebagainya (Baca: Kuntowijoyo, 2005, h 96-104; dan Zamrani, tt, h 10).
Secara operasional metode yang berbasis sunnah Nabi ini dapat dijalankan dengan cara menempatkan al-Qur'an dan akal pikiran berada dalam hubungan dialektik, bukan hubungan struktural yang sub-ordinatif (Hassan Hanafi, 2001, h 17). Jadi realitas tidak hanya dipahami dari dimensi fisiknya yang ditangkap oleh rasio, tetapi juga dimensi non-fisiknya yang ditangkap melalui proses transenden.
Dalam menghadapi kompleksitas dan pluralitas persoalan kemanusiaan diperlukan adanya 'tauhid al-Ilm' atau integralisasi ilmu pengetahuan, baik dalam sistem maupun metodologinya. Cara pendekatan yang pas untuk menghadapi persoalan-persoalan yang kompleks adalah multidiscipline-approach, karena persoalan yang dihadapi manusia tidak mungkin lagi dilakukan dengan pendekatan tunggal saja. Ilmu tidak boleh membatasi diri, tetapi harus saling terbuka dan saling mengisi. Dari sini, maka apabila terjadi kesenjangan antara realitas umat dan ajaran agamanya, hal itu karena ada yang salah dalam cara mendekati problemanya.
Dengan demikian kebutuhan yang paling mendesak yang diperlukan oleh institusi pendidikan Islam dalam mengembangkan ilmu-ilmu keislaman, menurut hemat penulis, bukan landasan epistimologi atau aksiologinya, juga bukan pada metode dan desain operasionalnya, melainkan sekedar instrumen ilmiah dan teknik modernnya. Tetapi sayang, sunnah Nabi ini tidak dikembangkan oleh umatnya sendiri, bahkan tidak jarang yang meragukan keberadaannya. Padahal Nabi diutus sebagai 'rahmatan lil alamin' , salah satunya dengan cara meluruskan umat dalam berpikir dan bertindak sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. Ibarat proses dan produk, maka umat lebih meniru kepada Nabi tentang produknya, bukan prosesnya. Padahal produk merupakan hasil akhir dari suatu proses, sehingga tanpa memahami proses, maka tidak akan pernah bisa memahami produk secara benar. Bisa jadi karena umat tidak pernah menguasai prosesnya, maka mereka tidak pernah melahirkan suatu produk. Akibatnya, kebudayaan macet, ilmu pengetahuan mampet, dinamika kreativitas berhenti, bentuk ideal kehidupan umat yang dibangun oleh ilmu pengetahuan tinggal angan-angan, umat hanya bisa menjadi konsumen peradaban, tidak mampu lagi menjadi produsennya. Akhirnya, apa yang akan kita lakukan ? Wallahu a'lam.

Daftar Bacaan :
- Al-Qur'an dan Terjemahnya, Depag RI.
- A. Charris Zubair, Dimensi Etik dan Asketik Ilmu Pengetahuan Manusia, Yogyakarta, LESFI, Cet. I, 2002
- Annemerie Schimmel, A Study Into The Religious Ideas of Sir Muhamad Iqbal, Leiden, E. J. Brill, 1983.
- A. Syafi'i Ma'arif dan Muhammad Diponegoro, Percik-percik pemikiran Iqbal, Yogyakarta, Shalahuddin Press, Cet. I, 1983.
- Afdalul Rahman, Encyclopaedia of Seerah, Leiden, The Muslim Trust, Vol. I, 1985.
- Collin Rose dan Malcolm J. Nicholl, Learning For The 21st Century, London, Judy Piatkus, 1977.
- Hassan Hanafi, Reconciliation and Preparation of Societies For Life in Peace, An Islamic Perspective, Islamic Millenium Journal, Vol. I, 2001.
- Ismail Raji al-Faruqi, Islamization of Knowledge: General Principle of Workplan, Washington DC, International Institute of Islamic Thought, 1983.
- Karel A. Steenbrink, Pesantren, Madrasah, Sekolah, Jakarta, LP3ES, Cet. I, 1986.
- Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu, Jkt, Teraju, Cet. II, 2005.
- Leopold Weiss, Islam At The Crossroad, Terj: O. Hashem, Bandung, Perpust. Salman ITB, 1981.
- Musa Asy'ari, Filsafat Islam; Sunnah Nabi Dalam Berpikir, Yogyakarta, LESFI, Cet. II, 2001.
- Team Dosen Filsafat Ilmu UGM, Filsafat Ilmu, Yogyakarta, Liberty, Cet. II, 2002.
- Verhaak, Telaah Atas Kerja Ilmu, Jakarta, Gramedia, 1987.
- Zamrani, Pendidikan Untuk Demokrasi; Tantangan Menuju Civil-Society, Yogyakarta, Biagraf, tt.


Bosen main game gituan download aja java game KLIK DISINI gratis

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers