Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** http://admaster.union.ucweb.com/appwall/applist.html?pub=zhuangtc@444zizalufias *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

BERKELANA KEA LAM HALUS

Diposkan oleh irfan on Wednesday, December 03, 2008

Di suatu pagi yang cerah seorang petani memeriksa kebunnya. Namun betapa terkejutnya petani itu ketika melihat kebunnya telah diobrak-abrik kawanan babi hutan, yang membuat petani merasa heran pagar kokoh dan tinggi yang melindungi kebun itu tak mengalami kerusakan apapun. Hal itu membuat hati itu penasaran. Ia belum merasa yakin bahwa babi yang merusak kebunnya.
Oleh karena itu ai memutuskan untuk menjaga kebunnnya secara serius.
Sejak malam itu ia tinggal di kebunnya. Ia mengawasinya dari atas pohon. Petani itu membawa senjata tombak sakti yang bernama Numbu Ranggata dan sebilah parang yang sangat tajam. Pada malam ketiga dari kejauhan petani itu mendengar suara kawanan babi yang datanbg menuju kebunnya.
Ketika kawanan babi itu mulai memakan umbi-umbi keledi persis di bawah pohon yang ia tempati dengan hati-hati petani itu melemparkan tombaknya dan tepat mengenai babi yang paling besar. Tombak itu mengenai sisi perut sebelah kanan dan tetap tertancap bersama menghilangnya nkawanan babi itu.
Pagi harinya petani itu menyusuri jejak darah yang tercecer sampai ke tepi pantai. Ternyata ceceran darah itu hilang sampai di ujung air laut. Timbul keresahan dalam hati petani itu. Tombak keramatn yang digunakan untuk menikam babi itu adalah milik pamannya. Sementara itu, ia heran mengapa babi itu seolah-olah menghilang ditepi pantai. Pada saat petani, itu masih termanggu-manggu, muncullah dari dalam air laut seekor penyu raksasa.
“Mengapa kau termenung, Saudaraku …..”Tanya penyu itu yang dapat berbicara bahasa manusia.
Petani itu menjadi terkejut, namun kemudian ia menjawab. “Aku menghadapi suatu masalah. Antara terus menulusuri jejak percikandarah babi yang kutombak, atau kembali dengan resiko dikutuk leluhurku karena tombakku hilang bersama babi yang tertikam.”
“Oo, demikian persoalannya. Jika begitu kau harus memperoleh keduanya. Babi dan tombamu, “kata penyu
Si petani pun kemudian meminta bantuan penyu untuk mencari babi yang terluka itu. Dan dengan senang hati penyu bersedia membantu. Dengan menunggang punggung penyu petani itu menyebrang laut. Setelah dua hari, dua malam, mereka akhirnya samapai di daratan pulau seberang.
Sebelum berpisah, si penyu berpesan. “Aku tetap setia pada persahabatan kita ini. Kapan saja kamu membutuhkan pertolongan, dengan ikhlas aku akan menolongmu.”
Di pantai yang baru, si petani itu menemukan sebuah pondok. Dalam pondok itu tinggal seorang nenek. Dari keterangan nenek itu ia mengetahui bahwa babi yang di cari sesungguhnya adalah babi jadi-jadian.
“Mereka adalah sekelompok manusia babi yang mempunyai ilmu gaib dan mempunyai tiga batu ajaib yang bernama Watu Maladong. Dari batu-batu itu bersumber kekuatan untuk menciptakan air dan menghasilkan tiga jenis bahan makanan berupa padi, jagung dan jewawut,” kata nenek itu.
Kemudian ia melatih si petani dengan beberapa jurus ilmu kesaktian.
Dengan bekal beberapa petunjuk dan nasihat yang disampaikan nenek itu, kemudian si petani pergi menuju perkampungan sesuai petunjuk yang diberikan kepadanya.ternyata petani itu dapat di terima oleh warga perkampungan itu. Ia pun telah mendapat pekerjaan. Pada malam yang ketiga, petani itu telah mendengar bahwa pimpinan suku mereka sedang menderita penyakit perut yang parah.
Mendengar percakapan itu, si petani memberanikan diri untuk mencoba mengobati penyakit kepala suku. Keesokan harinya, ia di perkenalkan oleh majikannya kepada keluarga kepala suku. Kemudian ia juga diijinkan untuk memeriksa kepala sukuitu.
“Apakah bapak tertikam oleh sebilah tombak?” Tanya petani kepada kepala suku itu.
Pertanyaan itu menimbulkan heran kepada kela suku. Petani itu dianggap berbeda dengan dukun-dukun yang lain, selalu salah dalam menganalisis penyakitnya. Berdasarkan kepercayaan itu, kepala suku kemudian kepala suku menceritakan mengapa perutnya menjadi sakit.
“Jika kamu mengobatiku, dan nanti aku menjadi sembuh, aku berjanji akan mengabulkan semua permintaanmu,” kata kepala suku itu.
“Peyakit Bapak bias disembuhkan. Yang penting, saya harus mencabut tombak itu. Dan tombak itu harus dibuang ke laut lepas. Setelah itu, baru diobati dengan ramuan daun-daunan apa yang cocok untuk menyembuhkan luka kepala suku itu.
Nenek itu menasihati si petani agar tombak tiruan dari bamboo. Tombak itulah yang nanti akan dibuangke laut, masalah ramuan, tidak ada persoalan. Si petani bias mengambil ramuan yang telah ia buat
Setelah persiapannya matang, si petani kembali ke perkampungan kepala suku yang sakit itu. Berdasarkan saran nenek, ia pun menggosok ramuan penahan sakit pada perut si kepala suku. Kemudian, ia memanaskan pisau kecilnya. Setelah itu, dengan hati-hati ia membelah perut sang kepala suku.
Seminggu kemudian, penyakit sang kepala suku sembuh. Seluruh warga perkampungan berunding untuk membalas budi si petani. Dalam pertemuan itu, ada yang mengususlkan agar si petani diberikan sejumlah harta berupa perhiasan emas, hewan-hewan dan sebidang tanah yang luas
Melalui majikannya, si petani itu tahu bahwa warga-warga perkampungan akan membalas budinya yang telah menyembuhkan kepala suku mereka. Ia akan memperoleh sejumlah barang emas dan harta lain.
Mendengar itu, si petani teringat saran nenek, tentang keajaiban tiga batu keramat milik suku dari perkampungan itu. Melalui majikannya ia mengatakan, “Kalau memang ingin membalas kebaikan saya, saya akan minta bibit padi, jagung, dan jewawut”.
Permintaan yang tidak disangka-sangka ini menimbulkan perasaan curiga dari sang kepala suku kepada sang petaniSumba itu. Sang kepala suku pun bertanya, “Apakah bibit padi, jagung, dan jewawut dalam arti yang sebenarnya, atau dalam arti kiasan?”
“Kalau Bapak berkenan, kiranya saya dapat memperoleh bibit-bibit itu dalam arti kedua,” jawab petani. “Permintaanmu amat berat. Izinkanlah saya untuk berunding dengan seluruh warga suku saya. Hasil keputusannya nanti saya sampaikan. Mungkin akan ada persyaratan yang harus kamu penuhi sebelum memperoleh batu pusaka kami, yang kami sebut Watu Maladong.”
“Apa pun persyaratannya, saya berusaha memenuhinya. Saya ingin daerah kami mempunyai sumber air yang cukup dan bahan makanan yang baru, seperti padi, jagung dan jewawut.”
Akhirnya, seluruh warga kampung itu menyetujui permintaan si petani. Dengan syarat, si petani harus mengadu kesaktian antar suku.
Setelah mendenganr persyaratan itu, si petani segera kembali ke tepi pantai menemui nenek yang baik budi. Ia menceritakan bahwa Watu Maladong hanya mungkin diboyong setelah diadakan adu kesaktian.
Nenek itu mengatakan, “Puncak kesaktian mereka adalah mampu mengguncang bumi. Cara menjinakkan kekuatan itu adalah berusaha menyatu bersama kekuatan bumidengan posisi berbaring di tanah. Tidak usah cemas terhadap guncangan itu.”
“Namun, “lanjut nenek,” sebelum kamu bertanding, sebaiknya kamu kembali ke tanah Sumba. Ceritakanlah semua kepada pamanmu. Mintalah kepadanya tenaga sakti yang terkandung dalam tombak pusaka itu. Karena sampai sekarang, hanya tombak saktimu itu yang dapat melukai dan hampir merenggut nafassang kepala suku yang engkau obati itu.”
Dengan bantuan penyu, si petani kemabli ke daratan Sumba. Ia menemui pamannya, dan menceritakan semua yang ia alami. Ia juga meminta pamannya untuk mengalihkan tenaga sakti Tombak Nambu Ranggata.
Setelah semuanya disiapkan, kembalilahsi petani ke daerah seberang. Dengan kekuatan yang ada, si petani ke menuju perkampungan sang kepala suku. Setelah berunding dengan sang kepala suku, mereka memutuskan untuk adu kesaktian pada hari yang ketiga pada saat matahari terbenam. Acara itu dilangsungkan di sebuahlapangan rumput di luar kampung.
Pada hari yang di tentukan, dengan diterangi oleh api unggun di keempat penjuru mata amgim, terjadilah pertarungan tenaga saktiantara si petani dan panglima perang suku itu.
Panglima perang diberi kesempatan terlebih dahulu untuk menyerang. Si petani memperhatikan setiap gerakan-gerakannya. Rupanya ia langsung menggunakan jurus pamungkas khas dari suku itu, yaitu jurus mengguncang bumi. Ia menyatu dengan bumi dalam posisi terlentang. Si petani merasa tanah seolah terbelah. Tubuhnya pelan-pelan mulai terbenam. Kepalanya terasa pusing dan perutnya mual akibat guncangan yang dasyat itu. Timbul rasa takut dalam dirinya. Setelah setengah jam, si petani merasakanguncangan bumi mulai melemah. Napasnya normal, rasa pusing dan mualnya mulai hilang. Ia bangun dan berdiri dengan tegar, tak kurang suatu apa.
Kini tiba gilirannya untuk menunjukkan kesaktiannya. Ia memusatkan perhatian pada ina Magholo-Ama Marawi dalam wujud Guntur-Kilat. Tiba-tiba terdengar bunyi guntur samudra dan sambaran kilat yang menyilaukan mata. Detik berikutnya terdengar pula teriakan memilukan dari lawannnya. Lawannya hangus disambar kilat.
Seluruh warga perkampungan tanah seberang mengakui keunggulan si petani Sumba. Begiru pun sang kepala sukunya. Sesuai dengan kesepakatan, si petani berhak membawa Watu Maladong. Keesokan harinya, ketiga batu yang bernama Watu Maladong itu diserahkan secara resmi melalui sebuah upacara adat.
Kepala suku berkata, “Batu ini ada tiga buah. Dua buah berjenis kelamin pria, yang akan mencurahkan sumber makanan berupa padi, jagung. Satunya berjenis kelamin wanita, yang akan mencurahkan sumber makanan beupa jerawut. Ketiga batu ini dapat bergerak sendiri. Ia akan kepada siapa yang ia layani. Kemunculannya di atas permukaan tanah Sumba kelak, akan menyemburtkan air tanah yang tak pernah berkesudahan.”
Sesuatu yang menakjubkan terjadi. Watu Maladong menjadi ringan di tangan si petani. Sesuai yang mengisyaratkan bahwa Watu Maladong siap untuk melayani kebutuhan majikannya yang baru. Akhirnya, Watu Maladong diboyong ke tanah Sumba, khususnya ke wilayah Sumba Barat, tempat asal si petani. Setelah setelah berpamitan dengan nenek yang baik budi, Watu Maladong dibiarkan untuk berjalan sendirimengikuti dia ke bibir pantai. Timbullah kesulitan bagaimana cara membawa batu itu dalam posisinya di atas punggung penyu yang harus berpegang erat. Ia pun meminta ketiga batu itu menempuh jalan bawah laut. Ketiga batu itu pun pelan-pelan terbenam ke bumi dan melenyap.
Ketiga batu itu tiba terlebih dahulu dari si petani Sumba Barat yang dewasa ini terletak di pantai Katawel. Atas permintaan si petani, ketiga batu segera menjelajahi wilayah baru itu untuk pengadaan sumber air.
Mata air pertama adalah air Nyura Lele di wilayah Weetebula, kemudian mata air Wee Muu yang dewasa ini terletak di perbatasan daerah Wewewa Barat dan Wewewa Timur. Mata air yang keempat adalah air Weekello Sawah di wilayah Wewewa Timur, yang muncul dari dalam gua alam yang bentuknya bagaikan mulut seekor ular naga. Semburan air yang jernih itu bagaikan juluran lidah yang berpecah.
Si petani sakti itu merasa cukup untuk pengadaan sumber air, ia pun meminta ketiga batu kembali. Ketiga batu itu kemudian menelusuri pegunungan Yawilla kembali ke Wewewa Barat melalui Sungai Paerdawa yang bersumber dari mata air Weekello Sawah dan bermuara di Tanjung Karoso di daerah Bondo Kodi.
Di daerah ini ketiga batu itu melepaskan lelah. Ketiga batu itu memilih untuk menetap di wilayah ini. Batu yang menganugerahkan bibit jagung tinggal di darat, sedangkan dua batu yang alin, yang menganugerahkan bibit padi dan jerawut memilih tinggal di Samudra Hindia.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

JAWAPOSTING's Fan Box

JAWAPOSTING on Facebook and

Recent Post

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (3) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (5) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (74) BAHASA INGGRIS (106) BAHASA JAWA (10) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (3) BISNIS (69) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (3) CARA BELAJAR SABAR (2) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (14) cerpen (25) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) chord (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (17) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HIJAB (1) HUKUM (16) i (1) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) Karyaku (1) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (19) kurikulum (3) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (30) logo (6) lucu (3) makalah (113) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (7) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikan (3) pendidikankan (669) pendidkan (43) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (580) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (428) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Followers